author-banner
Founna Math
Founna Math
Author

Novels by Founna Math

Di Antara Dua Dunia

Di Antara Dua Dunia

Sinopsis "Di Antara Dua Dunia" Seo Haneul, seorang arsitek muda berbakat dari kota futuristik Seowon, menjalani hidup penuh ambisi namun tanpa arah. Ketika sebuah kecelakaan misterius membawanya ke dunia fantasi bernama Arangyeon, ia bertemu Kim Jaewon, seorang pemimpin kharismatik yang menjaga keseimbangan dunia yang indah namun rapuh itu. Di Arangyeon, Haneul menemukan kedamaian yang selama ini ia cari, tetapi juga rahasia besar yang mengancam kedua dunia. Cinta tumbuh di antara Haneul dan Jaewon, meski mereka tahu hubungan itu mustahil. Dunia modern ingin menguasai teknologi kuno Arangyeon, dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan keduanya adalah dengan memisahkan mereka selamanya. Di tengah konflik dua dunia dan perasaan yang kian dalam, Haneul harus memilih: kembali ke hidupnya yang kosong di Seowon atau bertahan di Arangyeon dengan risiko menghancurkan segalanya. "Di Antara Dua Dunia" adalah kisah tentang cinta terlarang, pengorbanan, dan perjalanan menemukan tempat di mana hati benar-benar berada.
Read
Chapter: Bab 61: Kantara (Tanah yang Tidak Pernah Dijanjikan)
Bab 61: Kantara (Tanah yang Tak Pernah Dijanjikan) Udara di sekitar Retakan Timur terasa lebih tipis, seolah-olah realitas itu sendiri sedang menahan napas. Angin enggan berembus, menghormati batas yang kian memudar. Di depan mata mereka, cahaya biru elektrik berdenyut di antara dua lapisan dimensi, menciptakan gema aneh—suara yang terdengar seperti napas panjang dari entitas yang telah tertidur selama ribuan tahun. Dunia Antara bukan lagi sekadar batas. Ia telah bangun. Ia hidup, bernapas, dan mulai bereaksi terhadap keberadaan manusia. Seo Haneul berdiri di ambang jurang kegelapan. Jubah ungu tuanya berkibar, senada dengan aura sihir yang memancar dari jemarinya. Di belakangnya, para penjaga sihir dan ilmuwan Seowon bersiaga dengan artefak pelindung yang berpendar redup. Namun, di titik nadir ini, hanya satu orang yang melangkah maju ke sisinya: Hamin. "Aku tahu aku berjanji akan menunggumu," kata Hamin sambil mengeratkan sarung tangan pelindung dimensinya. Matanya menatap lu
Last Updated: 2025-06-27
Chapter: Bab 60: Gerbang yang Tak Pernah Sepi
Bab 60: Gerbang yang Tak Pernah SepiUdara di sekitar Retakan Timur menipis. Bahkan angin pun enggan menyentuh batas yang membelah kenyataan. Cahaya biru lembut bergetar di antara dua lapisan dimensi, menciptakan gema aneh seperti napas panjang dari makhluk yang belum terlihat. Dunia Antara… tidak lagi sekadar batas. Ia hidup. Ia merespons.Seo Haneul berdiri di tepi celah itu, jubah ungu-kelamnya berkibar pelan. Di belakangnya, para penjaga sihir dan ilmuwan dari Seowon menunggu dengan perangkat pemantau dan artefak pelindung. Namun hanya satu yang melangkah bersamanya: Hamin.“Aku tahu aku berjanji akan menunggumu,” kata Hamin sambil memeriksa sarung tangannya yang berlapis pembungkus dimensi. “Tapi aku tak bisa diam saja jika kau masuk ke tempat yang bahkan waktu pun enggan menyentuhnya.”Haneul menatapnya, tersenyum kecil. “Dan aku tahu aku tak bisa mencegahmu.”Jaewon mendekat, menyer
Last Updated: 2025-06-09
Chapter: Bab 59: Saat Batas Menyatu
Bab 59: Saat Batas Menyatu Langit Aeloria kini terbentang tanpa batas: tidak lagi terbelah oleh sihir dan teknologi, tidak lagi dipagari oleh dogma atau dendam. Setelah penyatuan Menara Ketiga, udara di antara dunia terasa berbeda—lebih berat, lebih hidup. Tapi juga rapuh, seperti benang cahaya yang masih menunggu untuk dijalin agar tak tercerai kembali.Di puncak menara, Seo Haneul berdiri membisu. Angin baru menyapu rambutnya, membawa aroma tanah Arangyeon dan logam dingin dari kota Seowon. Dunia telah berubah. Namun dirinya… belum sepenuhnya utuh.“Kau terlihat seperti orang yang baru dilahirkan kembali,” ujar Jaewon dari belakang, suaranya rendah.Haneul menoleh, senyum tipis menghiasi wajah letihnya. “Aku merasa seperti itu. Tapi juga seperti... seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang tak bisa dijelaskan.”Jaewon berjalan mendekat, menatap hamparan langit yang kini bersih dari pet
Last Updated: 2025-06-08
Chapter: Bab 58: Dua Jiwa di Satu Langit
Bab 58: Dua Jiwa di Satu LangitLangit Aeloria terbuka perlahan seperti kelopak bunga yang kehilangan warna. Di tengah pusaran cahaya dan bayangan, Haneul berdiri berdampingan dengan Hamin—jiwa kembar yang terpisah dunia, namun menyatu oleh takdir. Di antara mereka, seberkas cahaya berdenyut perlahan, seolah menjadi jembatan dari seluruh kemungkinan masa depan yang belum dipilih.Bayangan dari dunia yang gagal masih menggantung di udara. Ia tak memiliki bentuk tetap, matanya kosong namun memancarkan rasa kehilangan yang mendalam. Sosok itu bukan sekadar musuh—ia adalah sisa dari harapan yang gagal, jiwa yang terlambat memilih.“Kalian datang terlalu jauh,” suara itu bergema, retak dan tajam. “Kalian berpikir cinta dan pengorbanan bisa menebus dunia? Tidak ada yang bisa menghapus apa yang telah hancur.”Hamin melangkah maju. Suaranya rendah, tetapi mengandung kekuatan yang baru ia temukan dalam dirinya.
Last Updated: 2025-06-07
Chapter: Bab 57: Cermin dari Dunia yang Gagal
Bab 57: Cermin dari Dunia yang Gagal“Setiap pilihan yang tidak diambil tetap hidup, sebagai bayangan dari keputusan yang telah dibuat. Dan di dalam bayangan itu, dunia terus bernapas—dalam kehancuran yang tak pernah terjadi.”Gelap. Bukan malam, bukan kehampaan, tapi kegelapan yang basah, padat, dan berat. Ketika Haneul membuka matanya, ia tahu bahwa ini bukan Aeloria. Udara terasa pahit. Tanah yang dipijaknya seperti abu. Langit di atasnya retak, memancarkan kilatan merah dari celahnya, seolah langit sendiri menahan tangis yang tak bisa ditumpahkan.Ia berdiri di tengah kota. Atau yang dulunya kota.Gedung-gedung runtuh, ditelan akar logam dan api. Jalan-jalan penuh puing dan potongan peradaban: buku-buku terbakar setengah, robot penjaga yang membeku dalam posisi seperti berdoa, dan... sumpah-sumpah yang tertulis pada kelopak pohon kini berubah menjadi abu hitam.Di tengah reruntuhan, berdiri s
Last Updated: 2025-06-06
Chapter: Bab 56: Tanda dari Langit Merah
Bab 56: Tanda dari Langit Merah“Kebebasan adalah cahaya pertama yang dibutuhkan dunia. Tapi yang kedua adalah ujian: apakah cahaya itu cukup untuk bertahan di tengah kegelapan yang datang tanpa alasan.”Langit Aeloria pagi itu tidak seperti biasanya. Bukan karena warnanya—tetap biru lembut dengan semburat keemasan—melainkan karena keheningan yang turun begitu pekat, seolah alam sedang menahan napas. Di barat, kabut menggantung di antara pepohonan tinggi hutan Qairan, dan di tengahnya… berdiri sesuatu yang belum pernah dilihat siapa pun.Kristal merah gelap.Menancap di tengah padang, tertanam dalam tanah, dan berdenyut perlahan seolah memiliki detak jantungnya sendiri.“Dari langit semalam,” gumam Mira, saat ia berdiri bersama Haneul, Hamin, dan Jaewon di perbatasan hutan. “Itu bukan bintang. Bukan benda langit. Rasanya… seperti pesan.”“Bukan hany
Last Updated: 2025-06-05
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

​"Aku bukan lagi istrimu yang penurut, Hiroshi. Mulai malam ini, kau hanyalah narapidana di rumahmu sendiri." ​Lima tahun pernikahan bagi Aiko Tanaka hanyalah sebuah penantian panjang yang berujung pahit. Hiroshi Tanaka, sang CEO karismatik yang ia cintai, tidak hanya mengabaikannya, tetapi juga mengkhianatinya dengan rencana masa depan bersama wanita lain. ​Namun, saat bukti pengkhianatan itu terungkap dan skandal besar mengancam takhta sang CEO, Hiroshi justru berlutut memohon ampun. Ia tidak bisa kehilangan posisinya, dan ia baru menyadari bahwa ia tidak bisa hidup tanpa Aiko. ​Aiko tidak memilih untuk pergi begitu saja. Ia kembali, namun bukan sebagai istri yang pemaaf. Ia membawa sebuah Kontrak Penebusan yang kejam. ​Isi Kontrak itu sederhana namun mematikan: ​Hiroshi harus tinggal kembali di bawah atap yang sama. ​Di kantor ia adalah penguasa, namun di rumah ia adalah pelayan. ​Dan yang paling merendahkan: Hiroshi harus tidur di lantai kamar utama, dilarang menyentuh Aiko tanpa izin, sementara ia dipaksa menyaksikan wanita yang ia sia-siakan itu kini menjadi penguasa atas hidupnya. ​Di bawah bayang-bayang ancaman pemerasan dari sang mantan selingkuhan dan pengawasan ketat kontrak tersebut, Hiroshi harus memilih: Mempertahankan sisa egonya atau menyerahkan seluruh martabatnya demi mendapatkan kembali cinta yang telah ia hancurkan. ​Ini bukan sekadar cerita tentang maaf. Ini adalah tentang kontrak yang mengubah ranjang pernikahan menjadi medan perang penebusan.
Read
Chapter: Bab Bonus: Tangisan di Matema-Terra
Bab Bonus: Tangisan di Matema-TerraSembilan bulan setelah abu kontrak itu terbang terbawa angin, sebuah kehidupan baru akhirnya menagih janji untuk melihat dunia.Malam itu, hujan turun dengan lebat di pinggiran kota. Suara rintik yang menghantam atap kayu rumah mereka menciptakan simfoni alam yang riuh, namun di dalam kamar utama, suasana jauh lebih intens. Aroma minyak kayu putih, keringat, dan ketegangan yang kental memenuhi ruangan. Hiroshi tidak pernah merasa sekerdil ini sepanjang hidupnya—bahkan tidak saat ia kehilangan seluruh kekayaannya. Di depan rasa sakit yang dialami Aiko, ia hanyalah seorang pria tak berdaya yang hanya bisa menawarkan tangannya untuk diremas hingga mati rasa."Tarik napas, Nyonya... sedikit lagi," suara bidan desa yang tenang kontras dengan jeritan tertahan Aiko.Hiroshi berlutut di samping ranjang—ranjang yang dulu merupakan medan perang, tempat mereka saling menyakiti, namun kini menjadi saksi bisu dari perjuangan hidup dan mati. Ia menyeka keringat y
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: Bab 100: Epilog – Pemilik Hati yang Sesungguhnya
## Bab 100: Epilog – Pemilik Hati yang SesungguhnyaSatu tahun telah berlalu sejak asap hitam dari pembakaran kontrak itu terbang dan menghilang di antara pucuk-pucuk pohon pinus.Pagi ini, distrik pinggiran kota yang sunyi itu diselimuti embun tipis yang membelai daun-daun tomat di kebun belakang. Udara segar membawa aroma tanah basah dan wangi kayu manis dari dapur. Tidak ada deru helikopter, tidak ada lampu kilat kamera yang rakus, dan tidak ada lagi suara sepatu pantofel yang beradu dengan lantai marmer yang dingin.Di teras kayu yang kini sudah mengkilap karena sering dipel, Hiroshi berdiri menatap matahari yang mulai merangkak naik. Ia tidak lagi mengenakan setelan jas tiga lapis seharga ribuan dolar. Pagi ini, ia hanya mengenakan kaos putih katun yang sedikit longgar dan celana kain nyaman. Tangannya yang dulu hanya terbiasa memegang pena emas, kini memiliki kapalan halus di telapaknya—sebuah lencana kehormatan dari kerja kerasnya merawat rumah ini."Hiroshi... bisakah kau memb
Last Updated: 2026-04-19
Chapter: Bab 99: Janji di Atas Abu Kontrak
## Bab 99: Janji di Atas Abu KontrakUdara pagi yang seharusnya murni di pinggiran kota itu kini tercemar oleh kebisingan yang mengerikan. Deru mesin helikopter berita mengepakkan udara di atas rumah kayu mereka, sementara di depan gerbang yang rapuh, puluhan lampu kilat kamera wartawan menyambar-nyambar seperti kilat badai. Sirine polisi meraung dari kejauhan, membelah kesunyian lembah yang dulu mereka anggap sebagai tempat persembunyian terakhir.Kenji telah melepaskan senjatanya yang paling mematikan: **Opini Publik.**Di layar tablet yang dipegang Mina, tajuk utama berita berkilat dengan narasi yang kejam: *"Skandal Penculikan di Balik Takhta Tanaka Group: Sang Ratu Balas Dendam Menyiksa Suaminya dalam Kontrak Ilegal."* Foto-foto curian yang menunjukkan Hiroshi sedang berlutut di lantai kamar disebarluaskan, membingkai Aiko sebagai monster yang haus kekuasaan."Nyonya, polisi akan sampai dalam tiga menit," Mina mendesak, suaranya tenggelam oleh suara baling-baling helikopter. "A
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Bab 98: Ranjang yang Baru
## Bab 98: Ranjang yang BaruUdara di luar rumah kayu itu mendingin seiring perginya Kenji dan para petugas hukum yang membawa tumpukan dokumen ancaman. Kenji pergi dengan seringai kemenangan, yakin bahwa pilihannya akan menghancurkan pondasi cinta yang baru saja mereka bangun. Namun, di dalam rumah yang hanya diterangi oleh temaram lampu minyak dan sisa-sisa bara api di perapian, suasana justru terasa begitu sunyi—bukan kesunyian yang mencekam, melainkan keheningan yang penuh dengan kejujuran yang telanjang.Aiko berdiri di tengah kamar, menatap jendela yang menampilkan pantulan dirinya yang tampak rapuh. Di belakangnya, Hiroshi berdiri mematung. Pria itu tidak lagi memakai topeng kaisar bisnis yang tangguh. Bahunya yang lebar tampak sedikit merosot, beban satu tahun penebusan dan rahasia yang terbongkar seolah menumpuk di sana."Kau tahu apa yang dia minta, bukan?" suara Aiko hampir menyerupai bisikan angin."Ya," jawab Hiroshi rendah. "Dia ingin aku pergi. Dia ingin aku menjadi or
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Bab 97: Kencan Pertama yang Sebenarnya
Bab 97: Kencan Pertama yang SebenarnyaDunia di luar sana sedang meledak. Berita tentang pengunduran diri Aiko dan hilangnya sang mantan kaisar bisnis, Hiroshi Tanaka, memenuhi setiap kanal berita ekonomi. Pengacara keluarga berdiri di halaman depan mereka seperti malaikat maut yang membawa surat sitaan. Namun, di dalam rumah kayu yang remang itu, Hiroshi melakukan sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal.Ia mengabaikan ketukan pintu sang pengacara. Ia mengabaikan getar ponsel yang berisi ancaman pidana. Hiroshi justru berdiri di depan cermin kecil yang retak, merapikan kerah kaos murahnya, lalu berbalik menatap Aiko yang masih syok setelah mendengar kebenaran dari Elena."Aiko," suara Hiroshi lembut, membelah ketegangan yang menyesakkan. "Pinjamkan aku waktu dua puluh empat jam. Lupakan pengacara itu, lupakan Tanaka Group, dan lupakan semua beban di pundakmu."Aiko mengerutkan kening, jemarinya masih gemetar. "Apa maksudmu, Hiroshi? Kita akan kehilangan segalanya! Mereka akan menyi
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 96: Bayang-bayang Masa Lalu
## Bab 96: Bayang-bayang Masa LaluDingin. Itu adalah kesan pertama yang menyergap kulit Aiko saat melangkah masuk ke ruang kunjungan Lembaga Pemasyarakatan Tokyo. Bau disinfektan murahan yang menusuk hidung berebut ruang dengan aroma apak dari beton-beton tua yang lembap. Suara derit pintu besi yang tertutup di belakangnya terdengar seperti vonis—sebuah pengingat bahwa di tempat inilah Elena, wanita yang pernah menjadi duri paling beracun dalam hidupnya, kini menghabiskan hari-harinya.Aiko duduk di balik kaca pembatas yang buram dan penuh goresan. Jantungnya bertalu-talu di balik mantel wolnya yang hangat. Ia belum memberi tahu Hiroshi tentang kunjungannya ini. Pagi tadi, ia membiarkan suaminya itu sibuk dengan cangkul dan tanah di kebun belakang, sementara ia melarikan diri untuk mencari kebenaran yang dikubur.Lalu, sosok itu muncul.Elena tampak mengenakan seragam penjara yang longgar dan kusam. Rambutnya yang dulu selalu tertata sempurna di salon-salon elit, kini hanya diikat as
Last Updated: 2026-04-13
Napas Terakhir untuk Sang Ratu

Napas Terakhir untuk Sang Ratu

​"Jika memelukmu berarti mati, aku akan tetap melakukannya hingga napas terakhirku." . . ​Seo Haneul berubah menjadi monster yang harus memangsa energi kehidupan manusia. Sialnya, satu-satunya "makanan" yang bisa menenangkan dahaganya hanyalah Panglima Hamin—pria yang paling ia cintai. ​Hamin diberikan tugas untuk mengeksekusi Haneul, namun ia justru memilih mengkhianati negara demi menjadi tumbal hidup bagi sang kekasih. Di tengah kejaran militer dan kutukan yang perlahan menghapus ingatan Haneul, sanggupkah mereka bertahan? Atau Haneul akan benar-benar melahap nyawa Hamin sebelum ia sempat mengucapkan selamat tinggal?
Read
Chapter: Bab 133: Ciuman Terakhir dan Inti yang Pecah
Menempelkan bibir pecahku ke bibir Haneul yang sedingin balok es selokan. Anyir. Darah segar langsung bercampur sisa ludah kental warna cokelat di sela gigiku yang patah. Korslet besar langsung menyengak rongga dada kiri begitu sisa seluruh mana kehidupan di dalam baterai intiku kesedot paksa keluar lewat tenggorokan, rasanya mirip air got kotor ketarik pompa penyedot banjir yang sudah karatan parah.Meledak. Kabel-kabel tembaga di dalam dadaku meleleh seketika, menciptakan jepretan api kuning yang membakar sisa kulit leher bawah sampai mengeluarkan asap kelabu berbau karet gosong campur nanah kental.Bzzzzt... pratak... krak!Mati rasa total dari ujung jari tangan kanan organikku sampai ke persendian paha kiri besi yang sudah penyok. Seluruh sisa tenaga bionikku seperti diperas habis-habisan, mengalir lurus masuk ke dalam mulut Haneul yang membeku kaku. Bau lilin lemak babi dari sudut dinding altar mendadak hilang, berganti aroma sangit daging terbakar dari tubuhku sendiri yang makin
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 132: Bibir Pecah dan Sisa Arang
Krak.Kuku telunjuk kanan asliku patah lagi, mentok di sela ubin tegel yang mencuat ke atas karena tekanan dari bawah. Cairan merah tua kental keluar merembes dari sela kulit yang mengelupas, bercampur minyak ritual hitam yang baunya anyir mirip bangkai tikus got. Masih memegangi ujung sepatu kain kotor Haneul aku sekarang. Pegangan tangan kananku gemetaran parah, licin karena daki semen dan sisa pelumas oli mesin yang bocor dari pipa plafon atas.Makin tinggi tubuh anak itu terangkat ke udara. Satu jengkal. Dua jengkal. Kakinya beneran melayang otomatis menuju pusaran kabut hitam Malakai yang berputar di lubang langit-langit altar.Muntah lagi.Hueeek.Cairan kuning bercampur busa pahit keluar menyembur dari sela respirator besiku yang sudah penyok sebelah. Lendir itu menetes langsung ke atas genangan minyak babi bawah daguku, bikin permukaan cairan kotor itu beriak kecil. Mata asliku rasanya perih setengah mati, kelopak matanya lengket penuh debu arang gosong yang mulai mengering ke
Last Updated: 2026-07-04
Chapter: Bab 131: Sisa Daging dan Lingkaran Lemak
Krrrkkk.Kesetrum lagi dada sebelah kiri. Plat besi zirahku yang copot menyisakan ujung kabel tembaga yang mencuat menembus kulit. Panas. Cairan merah campur nanah kental merembes keluar, membasahi sisa baju kain yang sudah sewarna arang gosong. Bau sangitnya mirip kulit ayam yang dipanggang terlalu lama di atas arang batok kelapa. Megap-megap aku di atas lantai tegel retak ini, mencoba mencari sisa oksigen yang tidak tercampur asap lilin lemak babi.Tidak ketemu. Udara di ruangan tengah ini murni bau bacin minyak ritual lama yang sudah mengendap berhari-hari di lantai becek.Hueeek.Keluar lagi cairan kuning pahit dari sela respirator penyok yang menempel di dagu. Ludah kental itu menetes tepat di atas anyaman akar es hitam Kantara yang makin menebal di sekitar ubin. Mata asliku perih sekali, kelopak matanya terasa lengket karena daki semen bercampur keringat dingin yang mulai mengering. Otakku yang kekurangan darah segar mendadak ingat nota penjualan pulpen hitam dan kertas folio ya
Last Updated: 2026-07-02
Chapter: Bab 130: Altar Basah dan Sisa Napas
Kreeek... sret... dug.Dua puluh delapan. Dua puluh sembilan. Ah, persetan, aku lupa hitungannya. Otakku barusan macet total gara-gara dagu asliku kembali menghantam sudut batu tangga yang berselimut es tipis. Sakit. Rasa ngilu menjalar dari rahang bawah langsung menusuk sampai ke lubang telinga kanan yang sudah tuli sejak di terowongan tadi. Ludah kental warna cokelat bercampur serpihan gigi yang patah kukeluarkan dari mulut, menetes lambat di atas undakan batu kotor penuh daki semen.Menyeret paha kiri besi ini benar-benar seperti menarik rongsokan mesin gilingan tebu yang karatan di dalam parit. Berat sekali. Engsel bionikku yang sudah jebol total melosot bebas, menimbulkan bunyi gesekan logam kasar yang bising sepanjang sisa pendakian tangga melingkar ini.Amblas beneran sisa tenagaku.Bau lilin lemak babi yang terbakar bercampur uap bensin busuk langsung menyengat pangkal hidung begitu kepalaku berhasil menyembul di batas anak tangga teratas. Sampai juga akhirnya. Altar utama rua
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: Bab 129: Siku Kupas dan Tangga Beku
Klak.Bunyi engsel paha kiriku patah total di dalam bungkus celana kargo yang sudah robek-robek. Sepotong besi tajam sisa kerangka bionik mencuat keluar, merobek kain dan langsung menggores kulit paha asliku sampai darah hangat mengalir membasahi lantai ubin. Dingin beneran. Hawa es Kantara yang ditinggalkan sepatu kain Haneul di lantai semen membuat darah segar yang keluar dari kakiku mendadak mengental, berubah jadi lapisan kerak merah tua yang lengket.Mengambang di atas kepala, pusaran kabut hitam milik Malakai terus menyedot tubuh Haneul naik menembus lubang plafon menara menuju lantai altar utama. Gaun hitamnya melambai-lambai mirip bendera robek di tengah badai. Matanya yang bolong hitam pekat tidak beralih sedikit pun dari lingkaran atap.Habis sudah.Mulutku mangap, megap-megap mencoba menyedot sisa oksigen di ruangan yang baunya makin bacin campur uap bensin busuk dari pipa hidrolik yang pecah. Serpihan daging gosong dari luka leher bawahku rontok tiap kali aku memaksakan da
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: Bab 128: Tarikan Hitam dan Jemari Lecet
Sret.Lepas. Kain gaun hitam Haneul lolos begitu saja dari sela sisa kuku jempolku yang sudah copot setengah. Darah segar yang menempel di sana menyisakan coretan merah panjang di kain kotornya sebelum badannya terseret maju lagi beberapa senti. Mengambang. Kakinya tidak benar-benar menginjak ubin tegel berlendir minyak ritual lagi, tapi terangkat sekitar dua jari dari lantai karena tarikan asap kelabu dari tangan kabut Malakai.Ada bangkai lalat hijau penyok terjepit di sela semen retak, persis tiga senti di depan lubang respirator hidungku. Bacin. Bau minyak babi dari lilin sudut dinding bercampur aroma anyir darah lama bikin ulu hatiku bolak-balik mau memuntahkan cairan empedu warna kuning yang rasanya pahit kelat di pangkal lidah."Hamin! Bangun, badut! Jangan merem dulu!"Suara Vane melengking dari arah kanan, disusul bunyi gedebuk keras saat badannya jatuh menabrak tumpukan drum oli kosong di dekat pilar besi. Seret. Dia mencoba merangkak menggunakan satu lutut, sementara lengan
Last Updated: 2026-06-29
You may also like
Ditolak Magang Malah Jadi Ayang
Ditolak Magang Malah Jadi Ayang
Romansa · Namericanou
32.7K views
Aku (Bukan) Istri Pilihan
Aku (Bukan) Istri Pilihan
Romansa · Helminawati Pandia
32.6K views
CEO Yang Hilang Ingatan
CEO Yang Hilang Ingatan
Romansa · Novica Ayu
32.5K views
Pengantin Dari Sebuah Tragedi
Pengantin Dari Sebuah Tragedi
Romansa · Erna Azura
32.5K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status