Me and My Broken Pieces

Me and My Broken Pieces

last updateTerakhir Diperbarui : 2021-07-13
Oleh:Ā  KaniethaTamat
Bahasa:Ā Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
21 Peringkat. 21 Ulasan-ulasan
48Bab
31.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:Ā Ā 

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Hening adalah gadis serampangan dan sembrono yang hanya bisa menerima nasib karena perbuatan Ayahnya sebagai preman. Pada akhirnya ia hanya akan mengikuti ke mana takdir akan membawa jalan hidupnya.Genta, pria yang sangat mencintai keluarga terutama Mamanya itu, tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada gadis preman yang akan membawa kepahitan pada masa lalu keluarganya. Kalau dulu, Genta dengan ikhlas melepaskan cinta pertamanya karena ikatan darah diantara mereka. Namun bagaimana untuk kali ini? Akankah Genta melepaskan lagi cintanya karena sebuah alasan klise yang disebut keluarga? -Saat mata harus dibalas mata, begitupun nyawa harus dibalas dengan nyawa. Dan, bagian terberat ketika aku mencintaimu adalah melepasmu serta kehilangan bagian terbesar dari diriku.--Hidup ini warna warni, tidak mungkin hanya hitam putih saja. Jangan berharap selalu bahagia, jangan juga berpikir kesedihan akan selamanya-

Lihat lebih banyak

Bab 1

First Impression

You never get a second chance to make a first impression.     

-Andrew Grant

But there’s always a chance to make a better perception after all.

-Kanietha

Genta baru saja keluar dari sebuah butik khusus anak, dengan menenteng satu paper bag besar, berisi pakaian dan mainan anak perempuan tentunya. Buat siapa lagi kalau bukan untuk keponakan kesayangannya, Giana, anak Zio dan Lastra. Bibirnya selalu membentuk lengkungan sempurna saat Genta kembali mengingat tingkah lucu dari Giana yang saat ini sudah berusia 20 bulan, apalagi Giana saat ini sudah bisa memanggilnya dengan Ayah. Hati Genta menghangat seketika bila memikirkan itu semua.

Namun senyumnya tiba-tiba memudar saat ia melihat punggung seorang gadis memakai seragam putih, rok abu-abu dengan gaya rambut boyish model faux hawk berwarna kecoklatan, sedang mengendap-endap di samping  jeep wrangler rubicon-nya. Genta segera menggebrak badan mobilnya hinga membuat gadis tersebut berjengit melompat kaget dan berbalik seraya mengusap dadanya.

ā€œMau maling lo, bocah!ā€ sergap Genta dengan tatapan mengintimidasi.

Bukannya takut, tapi gadis itu malah tertegun melihat sosok Genta yang terlihat dewasa namun penampilannya masih fresh layaknya ABG, dengan memakai jaket denim dan jeans warna senada. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali, memandang takjub ke arah Genta.

ā€œWoi! Lo mau gue laporin satpam!ā€ Genta lalu berjalan berniat untuk mendatangi satpam di salah satu toko namun tubuh gadis itu dengan sigap menghalanginya.

ā€œOm! Jangan Om, gue bukan maling, sumpah!ā€

ā€œAm, Om, Am, Om, emang kapan gue nikah sama Tantel lo!ā€

Gadis itu nyengir lalu menoleh sekilas ke sebuah pertokoan yang memang sejak tadi ia intai. ā€œGue cuma lagi ngikuti Bapak gue ke sini, dia sama cewek barunya Om! Noh tadi masuk ke dalam sana, gue lagi nunggu mereka keluar!ā€ Ujar gadis itu sambil mengarahkan telunjuknya pada salah satu ruko.

Genta memasukkan telunjuknya ke dalam lubang telinga dan menggoyangkannya sebentar. ā€œHah? Apa lo bilang tadi? Bokap lo sama cewek barunya?ā€

Gadis mengangguk tanpa ragu. Maniknya kini kembali mengawasi ruko tadi.

Genta menghela nafas, melihat arloji pada pergelangan tangannya, lalu berdecak. ā€œMinggir lo, gue mau cabut!ā€

ā€œEhh!ā€ Gadis itu menggaruk kepalanya, lalu merapikan rambut bagian tengahnya dengan menariknya ke atas untuk mempertegas model mowhaknya.

ā€œLo itu cewek apa cowok sih sebenernya?ā€ tanya Genta yang sudah membuka pintu mobilnya dan meletakkan paper bag pada kursi penumpang di sampingnya.

ā€œAndrogini Om, kan lagi ngetrend,ā€ jawab gadis itu asal tanpa menoleh ke Genta. ā€œOm, gue juga mau cabut, tuh Bapak gue dah keluar.ā€ Ia lalu berlari dengan cepat menghampiri kedua manusia yang baru saja keluar dari sebuah ruko.

Genta baru saja hendak menstarter mobilnya, saat ia melihat gadis itu menarik kasar bahu wanita yang ia katakan sebagai kekasih baru Ayahnya lalu menamparnya saat itu juga. Genta bahkan bisa mendengar teriakan minta tolong dari wanita yang kini sudah berada di bawah tubuh gadis SMA yang tadi bersamanya.

Manik Genta lalu melebar saat melihat gadis itu, di tarik paksa oleh seorang pria paruh baya dan menghempaskan tubuhnya ke sudut dinding. Lalu ia melihat sebuah tamparan berhasil didaratkan oleh pria itu pada pipi gadis tersebut.

Genta spontan keluar dari mobil, berlari mendatangi gadis berseragan SMA yang sudah dikerumuni oleh beberapa orang. Ia sudah berfikiran yang tidak-tidak, khawatir pada kondisi gadis tersebut namun ia terkesiap saat melihatnya masih berdiri dengan tegar hanya mengusap pelan pipinya yang hampir membiru dengan mulut yang tak henti mengumpat. Genta melihat sekeliling dan tidak mendapati pria paruh baya ataupun wanita yang tadi berurusan dengan gadis SMA itu.

Genta mendekat. ā€œLo gak papa?ā€

Lagi, gadis itu terkesiap dengan mata melebar lalu sedikit meringis memegang pipinya. ā€œEh Om, kirain udah pergi.ā€

ā€œCk, ikut gue!ā€ Genta menarik tangan gadis itu dan menyuruhnya masuk ke dalam mobilnya. ā€œTadi beneran bokap lo? Sama pacar barunya? Yang nampar elo?ā€

ā€œIya Om. Bapak gue.ā€ Masih sambil meringis memegangi pipinya, lalu memandang ke dalam paper bag yang berada di sampingnya. ā€œHabis belanja ya Om, buat anaknya?ā€

Genta tidak menjawab, namun rahangnya mengetat seketika, ia langsung melajukan mobilnya untuk mencari apotik terdekat.

ā€œMau kemana Om?ā€ tanya gadis itu lagi.

Genta lagi-lagi tidak menjawab, tapi menghentikan mobilnya di depan apotik, keluar sebentar lalu kembali dengan membawa salep untuk meredakan rasa sakit dan memarnya.ā€Pake nih, buat pipi lo, nanti sampai rumah langsung di kompres.ā€

Gadis itu hanya diam sambil membolak-balik salep yang di beri oleh Genta.

Genta memasang sabuk pengamannya dan kembali melajukan mobilnya. ā€Seharusnya tadi lo bisa bicara baik-baik, jangan main hajar aja kayak preman, lo itu cewek!ā€

ā€œEmang kenapa kalau cewek? Gak boleh gitu hajar orang, apalagi tu orang dah bikin Emak gue sakit hati!ā€ ucap gadis itu berapi-api.

Genta menggelengkan kepalanya, ia berfikir sebaiknya tidak ikut campur dalam urusan orang lain. ā€œNama lo siapa?ā€ tanya Genta mengalihkan pembicaraan.

ā€œNama gue Hening, nama Om siapa?ā€

ā€œHening? Hening siapa?ā€

ā€œYa Hening, Hening aja, Hening doang!ā€ Hening memutar tubuhnya memperlihatkan badge nama yang terjahit pada dada kanannya. ā€œNih Om, bisa baca sendiri kan, HENING! Kalau Nama Om siapa?ā€ Hening bertanya sekali lagi

ā€œGenta,ā€ jawabnya singkat, melirik sekilas pada badge nama di dada Hening, lalu kembali berkonsentrasi dengan kemudinya.

ā€œGenta! Genta siapa Om? Genta aja? Genta doang?ā€

Genta menarik telinga Hening sehingga membuat tubuh gadis itu mendekat ke arahnya. ā€œDengerin dan inget baek-baek, jangan sampek salah, nama gue Genta Aria Abhiraja!ā€ Lalu melepaskan telinga Hening begitu saja hingga membuat gadis itu mengaduh. Dan benar saja telinganya kini terlihat memerah saat ia mengeceknya lewat kaca di spion samping.

ā€œNama lo, serius Hening doang? Gak pake embel-embel apa gitu?ā€

ā€œGak ada! kalau versi emak gue, katanya waktu lahir gue gak oek-oek Om, terus lahirnya pas tengah malam pula, jadi heniiing gitu suasananya. Nah, kalau versi Bapak gue yang gesrek itu, katanya pas mereka bedua bikin gue, Emak gak ada suaranya sama sekali! diem aja kaya’ gedebog pisang. Iya kali pas emak gue dikasi obat tidur sama dia, emang gue gak tau apa kalau gue sudah tanya emak, gimana dulu waktu bikin gue. Bapak gue mabok katanya,ā€ tutur Hening dengan polosnya.

Mulut Genta antara hendak tertawa, sekaligus mengumpat mendengarnya. Namun ia tahan karena kalau sudah menyangkut orang tua, hal itu bukanlah lelucon yang lucu baginya. ā€œMulut lo, kalau ngomong disaring dulu. Gitu-gitu dia juga Bokap elo. Gak ada dia lo gak jadi.ā€

Hening hanya mendengkus malas mendengar ocehan Genta, membuka salep yang ada di tangannya dan mengoleskannya pada pipi kirinya.

ā€œRumah lo di mana ini, cepetan, gue masih ada urusan!ā€

ā€œAntar ke sekolah aja Om, tas gue masih di sekolah soalnya, entar gue pulangnya jalan kaki, rumah gue deket sekolah kok.ā€

ā€œCk, sekolah lo, dimana?ā€

ā€œSMA Negeri Taruna 1 Om, Tau gak?ā€

Genta berfikir sejenak. ā€œIya, tau-tau, Lo bolos?ā€

ā€œEh gak ya, hari ini kan pengumuman kelulusan Om, baru tadi gue mau coret-coret ikut konvoi, ehh tau-tau lihat bapak gue lewat sama ceweknya, ya udah gue kejar naik ojek!ā€ sungut Hening.

ā€œTerus apa yang lo dapat? Gak dapat apa-apa kan? Malah pipi lo jadi bengeb.ā€

ā€œCuma di gampar doank, biasa kali Om, gak kaget gue sih.ā€ Bibir hening lalu melengkung membentuk senyum licik. ā€œTapi gue puas, tadi udah ngegampar tuh cewek, mukanya udah gue cakar,ā€ lanjutnya sembari terkekeh puas.

ā€œMau jadi preman lo?ā€

ā€œTadinya sih gitu. Tapi emak gue ngelarang! Om.ā€ Hening mengangkat kakinya lalu bersila dengan cueknya. ā€œKatanya, jangan sampe ikutin jejak bapak gue, emak gak bakal ridho dunia akherat.ā€

Manik Genta membulat mendengarnya. Ia tak mempedulikan sikap Hening yang sembrono, karena rok abu-abunya kini sudah terangkat tinggi, memperlihatkan hampir separuh dari paha putihnya. ā€œApa! Bokap lo, preman?!ā€

ā€œYoi Om, kenapa? Takut?ā€ Hening tertawa mengejek.

ā€œNgapain takut, selama gue bener,ā€ ucap Genta lalu menoyor kepala Hening karena gemas merasa diremehkan.

ā€œJangan sok akrab Om, otak gue berharga, kalau geser dikit gara-gara lo toyor, mau tanggung jawab?ā€ kata Hening yang kini kembali sibuk merapikan rambutnya meskipun tidak terlihat berantakan sama sekali.

ā€œOtak lo emang udah geser dari sononya, coba aja lihat penampilan lo, kayak cewek jadi-jadian!ā€ Genta kembali melirik sekilas tubuh Hening.

Hening tertawa renyah. Sambil menahan perih dipipinya. ā€œCasingnya boleh jadi-jadian Om, tapi gue jamin dalamnya masih ori! Masih segelā€

ā€œSegel ato gaknya, gue mana tau, kan gue belum nyoba, belum juga ngerasain,ā€ jawab Genta asal lalu ikut tertawa bersama Hening.

ā€œOm mau nyoba? Di gorok bapak gue baru tau rasa!ā€ kekeh Hening.

Genta terdiam, wajahnya berubah serius. ā€œEmang Bokap lo, masih peduli sama lo?ā€

ā€œCk, gitu-gitu dia masih peduli sama anaknya, gue gak pernah tuh kekurangan apapun. Cuma yaitu, gue gak sukanya dia maen cewek mulu, Om. Gerah gue lihatnya!ā€ Wajah Hening terlihat kesal. Kedua tangannya mengepal sempurna. ā€œLah, giliran gue yang pacaran nih ya, bapak gue langsung marah-marah gak jelas, dia aja bisa seenaknya gonta ganti cewek, nah kalau gue? udah pasti kena gampar!ā€

ā€œBokap lo bener! Kalau elo gak boleh gonta ganti pacar sembarangan, tapi, lo … sering di gampar?ā€ Entah kenapa yang tadinya Genta tidak mau tau sekarang malah penasaran.

ā€œDi bilang sering, yaa gak juga sih, tapi Bapak gue emang gak segan main tangan kalau dia marah. Dan, gue juga dah kebal lah, sakit sih Om, tapi bentar juga sembuh. Namanya juga preman, Om,ā€ kekehnya garing tapi maniknya tidak bisa menyembunyikan rasa sakit yang terpendam di lubuk hatinya. Dan, Ini kali pertamanya Hening menceritakan sedikit hal tentang kehidupan pribadinya kepada orang yang baru saja ditemuinya. Entah mengapa, ia juga tidak mengerti, semua tercurah begitu saja.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Peringkat

10
100%(21)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
21 Peringkat Ā· 21 Ulasan-ulasan
Tulis Ulasan

Ulasan-ulasanLebih banyak

momlili
momlili
kupikir ini sequel Cinderella hot story trnyata tokohnya sama tp beda cerita
2026-08-11 18:20:24
0
0
Wili yana
Wili yana
dah kedua kalinya aku baca kisah hening dan genta, pokoknya recommended lah semua cerita Thor kanietha
2026-05-28 12:52:10
0
0
jeannyhmm
jeannyhmm
karya kak Kanietha sepertinya saling berkaitan ceritanya dengan Judul yg lain. Sampai skrg blm bisa pindah ke Penulis yg lain. keren bgt ceritanya... selalu biikin gemez, geregetan dan penasaran ...
2026-02-22 14:27:29
0
0
Julee
Julee
Karya Kak Kanietha yg mna yg blom terjamah. Selalu suka🫶🫶🫶
2025-11-08 16:09:17
1
0
Murnawati
Murnawati
novel ini baru muncul apa gimana mbk Mbeeib..kok aku baru liat..
2025-10-27 19:44:43
1
0
48 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status