author-banner
Fahayi_ayi
Fahayi_ayi
Author

Novels by Fahayi_ayi

3 Sumpah, Tuan Putri Nakal Dan Jenderal Dingin

3 Sumpah, Tuan Putri Nakal Dan Jenderal Dingin

"Kau tidak pantas melakukan ini kepada pewaris tahta. Tapi tolong, puaskan aku kali ini." gumam Putri Aurelia di tengah ciuman dan desahan, Putri Aurelia adalah pewaris tahta kerajaan, namun dirinya terjebak skandal satu malam bersama letnan jenderal Adrian putra perdana menteri. Untuk menjaga citra kerajaan, mereka terpaksa bertunangan sekalipun sang Letnan jenderal telah memiliki kekasih. Demi Tahta, Tradisi dan Sebuah pengakuan. Sang putri harus melaksanakan Sumpah 3 Matra selama 3 tahun, Menjalani pelatihan militer di tiga sektor, darat, laut dan udara. Yang sangat menjengkelkan ternyata Letnan jenderal Adrian di tunjuk sebagai pengawas sekaligus instruktur komandan pemimpin latihannya!
Read
Chapter: Bab 16 Kembali Menuju Malaka
Perjalanan kembali menuju Desa Malaka setelah menuntaskan persoalan dan pertempuran sengit di Lembah Orak justru memasuki fase yang jauh lebih menegangkan. Medan menuju wilayah perbatasan utara itu terkenal ganas diapit tebing cadas yang rawan longsor dan diintai oleh sisa-sisa anggota faksi pembelot yang terpencar di dalam hutan lebat. Di dalam jip taktis yang melaju membelah jalanan tanah berlumpur, ketegangan terasa begitu pekat. Adrian memegang kendali kemudi dengan rahang mengetat, matanya terus memindai cermin samping dan pepohonan di sekitar. Di sampingnya, Aurelia duduk siap tempur dengan senapan serbu terkokang di pangkuan. "Jarak pandang makin buruk," gumam Aurelia, menatap kabut tebal yang menyelimuti jalur perbukitan di depan mereka. "Genset komunikasi di jip belakang mulai tidak stabil." "Tetap siaga," sahut Adrian pendek. "Jalur ini adalah area abu-abu. Pembelot tahu kita terpisah dari pasukan induk di sektor tengah." Belum sempat Aurelia membalas, detektor pergerak
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 15 Siput menjijikan Vs Sang putri
Fajar menyingsing di Lembah Orak. Sesaat setelah penyerangan yang dilakukan oleh para pembelot, rombongan memutuskan untuk beristirahat di bukit dekat mata air perbatasan.Adrian melangkah tegas ke tengah area lapang, menatap para prajurit yang tampak lelah namun tetap siaga."Tim Satu dan Dua, dirikan tenda komando di bukit datar ini! Pasang kawat berduri di perimeter luar dan amankan peti logistik!" perintah Adrian dengan suara lantang dan berwibawa. " Maya, siapkan Tenda Medis. Kita atur jadwal jaga bergantian!""Siap, Komandan!" seru para prajurit serentak, langsung bergerak cekatan menjalankan tugas masing-masing.Adrian melirik ke arah Aurelia yang berdiri tak jauh darinya. "Prajurit Aurelia, kau tidak usah ikut angkat beban. Pergi periksa lingkungan sekitar, amankan area mata air, tapi jangan melangkah terlalu jauh dari pandangan!""Aku tahu apa yang harus kulakukan,," sahut Aurelia pendek seraya mengibaskan rambutnya, lalu melangkah pergi untuk melihat-lihat keadaan sekitar.A
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 14: Badai di Lembah Orak
Guncangan keras kendaraan taktis Panser Viper-4 menghantam tubuh Aurelia berkali-kali. Di balik tumpukan terpal dan peti pasokan medis yang dingin, ia menahan napas, berusaha agar gesekan seragamnya tidak menimbulkan suara yang mencurigakan. "Oh disini benar-benar pengap fikir Aurelia"Bau solar dan debu menyengat hidungnya, tetapi konsentrasinya tetap terpusat pada percakapan dari kompartemen depan.Melalui celah kecil di antara sekat besi, suara berat Adrian terdengar membelah gemuruh mesin."Herman, bagaimana situasi jalur komunikasi ke markas pusat?" tanya Adrian."Tetap terisolasi, Jenderal," sahut Kapten Herman yang fokus mengemudi menembus jalanan berlumpur. "Sinyal radio terganggu oleh frekuensi acak. Sepertinya pihak musuh sengaja memasang pemancar pengacak sinyal (jamming) di sekitar bukit ini."Adrian mengepalkan tangannya di atas paha. "Pengacak frekuensi kelas militer. Makin jelas bahwa pembelot ini disokong oleh faksi berkuasa di dalam istana." Jantung Aurelia berdegu
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 13 Kisruh Pembelot
Pagi itu, suasana Desa Malaka tidak lagi dihiasi canda tawa. Beberapa warga mendatangi pos militer dengan wajah pucat dan tubuh gemetar. Kelompok pembelot baru saja melampiaskan kekalahan mereka dengan mengintimidasi warga menjarah cadangan pangan, merusak fasilitas publik. "Jenderal, kami baru saja mendapat kabar terbaru. Para pembelot yang berhasil lolos dari operasi sapu bersih kemarin malam kini kembali membuat ulah," lapor Kapten Herman seraya menyerahkan papan Laporan Intelijen Lapangan. Kondisi kian genting ketika seorang tetua dari Distrik Orak, wilayah terpencil di ceruk lembah perbatasan, datang terengah-engah dengan sebuah motor kecil. "Mata air utama kami... diputus dan dicemari oleh mereka, Komandan!" adu tetua itu dengan napas memburu dan mata bersimbah air mata. "Distrik kami dihuni lima puluh kepala keluarga. Tanpa air bersih, anak-anak dan lansia tidak akan bertahan hidup di tengah musim dingin ini!" Distrik Orak berada di jangkauan yang sangat sulit. Akses jalan
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 12 Bayangan di Balik Hutan Pinus
Gelak tawa anak-anak desa memudar yang tersisa hanya angin dingin yang menusuk dari arah Hutan Pinus Perbatasan. Langit mulai menggelap, membungkus Desa Malaka dalam nuansa abu-abu yang suram. "Sepertinya Putri Aurelia sudah mulai terbiasa dengan suasana desa" Ejek Leo "Bermain dengan mereka cukup menyenangkan" Jawabnya, "Oh tentu saja mereka jauh lebih menyenangkan daripada letnan Rochester" Sahut Gavin dari arah sebuah tenda tempat peralatan medis""Oh ayolah Gavin, Adrian cukup menyebalkan" Aurelia berbisik tepat ditelinga kedua temannya itu hingga membuat ketiganya terkekeh. Sementara itu, Adrian tengah berdiri di sudut selasar balai desa. Meski pandangannya berpura-pura tertuju pada papan laporan operasional, insting militernya yang terlatih menangkap ketidakberesan. Radio taktis di bahu Adrian mendesis pelan. Suara Kapten Herman terdengar sangat rendah dan tegang. "Komandan, Tim Tiga menemukan jejak baru dua kilometer di timur. Ada pembelot dari markas utara yang menyusu
Last Updated: 2026-08-21
Chapter: Bab 11 Perbatasan
Cahaya Lembut menyinari Pos Istirahat Taktis pagi ini, Hujan deras yang mengguyur semalaman sudah reda, menyisakan aroma tanah basah yang khas serta udara dingin yang membekukan jemari. Di dalam ruangan kayu yang remang, Aurelia menggeliat pelan perlahan, tubuhnya terasa remuk. Di satu sisi, ia merasa hangat dalam dekapan Adrian yang melingkar di pinggangnya. Aurelia mencoba bergeser perlahan. Namun, refleks militer Adrian terlalu tajam. Pria itu langsung terbangun, menatapnya dengan kelembutan asing yang tidak pernah Aurelia lihat sebelumnya. "Lia... bahumu," gumam Adrian dengan suara serak khas bangun tidur. Jarinya ragu-ragu hendak menyentuh bekas cedera Aurelia. "Apa kau baik-baik saja, maaf aku jika..... " Aurelia menatap tangan Adrian sejenak sebelum perlahan menghindar. "Kamu tidak perlu meminta maaf untuk sesuatu yang kita lakukan berdua, Adrian" bisik Aurelia, berusaha menyembunyikan getar ragu di suaranya. "Kita berdua sama-sama melakukan kesalahan." Adrian m
Last Updated: 2026-08-21
You may also like
Gairah Cinta CEO Dingin
Gairah Cinta CEO Dingin
Romansa · Suri Sihma123
45.1K views
Kupu-Kupu Malang
Kupu-Kupu Malang
Romansa · VERARI
45.1K views
Wedding Agreement
Wedding Agreement
Romansa · Yulanda
45.0K views
One Night Stand
One Night Stand
Romansa · Miss.EA
45.0K views
Belenggu Cinta Sang Billionaire
Belenggu Cinta Sang Billionaire
Romansa · Abigail Kusuma
45.0K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status