ВойтиKarin duduk gelisah di bawah tatapan tajam pria yang akan menjadi bosnya, kalau ia lolos dalam wawancara kerja ini. Ryan menatap dengan penuh minat kepada wanita, yang melamar menjadi sekretarisnya. Entah mengapa ia merasa, kalau wajah wanita itu mengingatkannya akan seseorang. Didekatinya wanita muda yang terlihat gugup tersebut dan ditanyakannya, apakah mereka pernah bertemu sebelumnya? Dengan gugup wanita itu menjawab, kalau mereka sama sekali belum pernah bertemu sebelumnya. Ryan merasakan ada getaran yang begitu kuat di antara dirinya, dengan calon sekretarisnya itu. Getaran yang membuatnya merasakan gairah dan ketertarikan kepada wanita itu. Hanya saja Ryan tidak mengetahui, apakah rasa tertarik itu hanya sementara saja, sama seperti barisan mantan kekasihnya, ataukah untuk selamanya. Karin menanti dengan gelisah, apakah ia akan diterima sebagai sekretaris dari pria yang membuat jantungnya berdebar kencang, karena ia sangat membutuhkan pekerjaan itu.
Узнайте больше“Maaf, Tuan Ryan! Seperti yang Anda baca begitulah hasil pemeriksaan dari kesuburan Tuan! Ternyata benturan yang tuan alami berpengaruh terhadap kesuburan Tuan,” ucap dokter tersebut. Lebih lanjut lagi dokter itu mengatakan, kalau Ryan sangat kecil kemungkinannya bagi Patrick untuk bisa membuat pasangannya menjadi hamil. Karin yang duduk di samping Ryan menjadi terdiam. Ia urung membaca hasil tes miliknya. Pada saat tangannya hendak meraih tangan Ryan, pria itu menepisnya dengan pelan serayang mnyunggingkan senyum yang tampak sedih. “Kau langsung saja ke kantor aku ingin sendirian dahulu! Nanti kita bertemu di apartemen, setelah aku merasa lebih tenang.” Tidak menunggu jawaban dari Karin, Ryan berjalan keluar dari ruangan dokter tersebut. Karin meminta maaf, kepada dokter yang memeriksa mereka atas sikap kasar Patrick yang pergi begitu saja. Setelahnya ia keluar dari ruangan dokter tersebut dengan perasaan tidak
“Ibu, kau mengejutkan kami! Apakah kau tidak ingin menyapa kami dengan hangat?” Tanya Ryan. Ibu Ryan memberikan senyuman hangat untuk Ryan, tetapi ia menatap curiga kepada Karin. Melihat sorot mata Ibunya yang tampak tidak suka melihat Karin, Ryan meminta kepada Ibunya, agar mereka berbicara di dalam saja, sambil duduk santai. Dengan anggun Ibu Ryan memutar badan, lalu berjalan masuk ke rumah diikuti oleh Ryan dan Karin. Mereka semua pun duduk dengan nyaman di sofa ruang tamu rumah tersebut. Seorang pelayan datang menghampiri, dengan membawa sebuah baki yang berisikan minuman juga kue, kemudian pelayan itu pergi meninggalkan ruangan tersebut. “Katakan Ryan ada perlu apa kamu mengatakan datang mengunjungi Ibu?” Tanya Ibu Ryan. Ryan meraih jemari Karin yang tersemat cincin pertungan darinya. “Aku akan menikah dengan Karin!” Mata Ibu Ryan melotot ia merasa tidak yakin dengan apa yang didengarnya. “Katakan
“Mengapa kau menyandingkan dua potret ini berdampingan? Apakah kau ingin mengatakan kepadaku, kalau usia anakmu jauh lebih lama berada dalam kandungan tunanganmu, dibandingkan anakku?” Tanya Karin lirih. Hatinya merasa sakit melihat kedua potret tersebut. Tidakkah Ryan sadar dengan apa yang dilakukannya? Mengapa ia begitu tega. Ryan meraih jemari Karin bermaksud untuk menenangkan wanitanya tersebut. Namun, Karin menepis dengan kasar tangan Ryan. “Bukankah kita akan terbuka dan bersama memecahkan masalah! Baiklah, aku akan mengatakan kepadamu mengapa aku meletakkan potret itu secara bersamaan.” Ryan sedikit kecewa, karena Karin menolak dirinya. Walaupun demikian ia merasa ada harapan, karena Karin tampak mendengarkan apa yang dikatakannya. “Aku melakukannya, karena aku ingin kau mengetahui, bahwa pernah hadir dua buah hati yang sama-sama kucintai, meskipun mereka berasal dari Ibu yang berbeda.” Ditatap
“Kalau begitu, katakan kepadaku, apakah semua yang barusan kau katakan benar?” Tanya Karin dengan dada yang terasa sakit. Ryan tersenyum mengejek ke arah Karin dengan dingin ia berkata, “Terserah apa yang kau pikirkan saja, karena aku jujur pun tidak kau percaya!” Ia berjalan meninggalkan Karin, tetapi Karin dengan cepat menarik tangannya. Ia meminta kepada Ryan untuk tidak pergi dahulu, sebelum masalah mereka tuntas. Dijawab Ryan dengan perkataan, kalau dirinya memerlukan udara segar, biar bisa berfikir dengan jernih. Karin mengatakan, kalau ia akan ikut menemani Ryan. Dan, kalau Ryan menginginkannya untuk diam ia akan melakukannya. Jawaban yang diberikan Ryan hanya anggukan kepala saja. Ia terus berjalan, tetapi berhenti sebentar untuk mengambil jaketnya dan Karin dari gantungan baju. Ketika Karin berada dekat dengannya ia memasangkan jaket tersebut ke badan Karin, setelahnya ia meneruskan langkahnya
“Karin, kamu baik-baik saja, bukan?” Ryan mengguncang pelan badan Karin, yang terduduk di trotoar. Karin hanya mengangguk saja ia menahan rasa sakit di pantatnya yang terhentak. Ia menolak uluran tangan Ryan ditunggunya sampai rasa sakit yang dirasakannya reda. Ia t
“Kalau kita bertunangan, kemudian menikah, maukah kau menuruti permintaanku untuk menggugurkan kandunganmu?” Ryan bangun dari tidurnya, untuk duduk di atas tempat tidur. Dada Karin rasanya sakit, kembali Ryan memintanya melakukan sesuatu yang sudah pernah ditolaknya. Dengan ke
“Buktikan! Apa yang menjadi dugaanmu, aku tidak takut. Kau hanya akan menerima kekecewaan saja.” Drake keluar dari lift menuju apartemen Karin. Ryan mengepalkan kedua tangan ia tiduk suka dengan keluarga baru Karin yang mulai mengganggu hubungannya, dengan Karin. Be
“Selesai pertemuan bisnis nanti aku akan pergi ke suatu tempat. Dan aku tidak ingin diganggu oleh siapapun juga. Sebagai orang keperayaanku, kaulah yang akan mengambil alih tugasku, seperti biasanya!” Ryan berdiri dari duduknya, lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya, dengan diikuti Lu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Рейтинги
ОтзывыБольше