author-banner
Irbapiko
Irbapiko
Author

Novel-novel oleh Irbapiko

Gairah Sopir dan Majikan

Gairah Sopir dan Majikan

Arya (25), pemuda rupawan dari Kota Gudeg, Jogja, memutuskan merantau ke Jakarta. Keputusan ini didorong oleh patah hati mendalam setelah kekasihnya, Sita, dinikahkan dengan pria lain karena Arya belum memiliki cukup uang untuk melamarnya. Bertekad memperbaiki ekonomi keluarga dan mewujudkan mimpinya kuliah, Arya mencari pekerjaan di ibu kota. Lewat sebuah iklan di Instagram, Arya mendatangi rumah mewah Ibu Sonya (35), seorang bos perusahaan pengiriman barang ternama. Arya diterima sebagai sopir pribadinya. Sonya adalah wanita lajang yang sangat cantik dan kaya raya, namun di balik kesuksesannya, ia dikenal sangat galak dan keras kepala. Bekerja untuk majikan yang masih single ini, Arya mulai menemukan pengalaman baru, termasuk menghadapi pasang surut emosi sang bos. Kehidupan Sonya tak luput dari intrik. Adik perempuannya, Jessy, mati-matian mencarikan jodoh bagi kakaknya, tetapi selalu gagal karena sifat Sonya yang terkenal. Di kantor, dua anak buah Sonya, yaitu Cindy, sekretaris cantik nan agresif, dan Jaka, manajer keuangan yang terobsesi, menambah kompleksitas suasana. Jaka menyimpan ambisi gelap: ia ingin menikahi Sonya sekaligus menguasai perusahaannya, bahkan siap melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya itu. Bisakah Arya bertahan di tengah intrik dan lika-liku kehidupan Ibu Kota? Mampukah ia meluluhkan hati majikan galaknya yang ternyata masih sendiri?
Baca
Chapter: Bab 264 Ancaman di Hari Bahagia
Denting sendok yang beradu dengan piring porselen di ruang makan keluarga Pak Broto terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur waktu. Slamet menatap butiran nasi di piringnya, namun pikirannya melayang jauh ke lembaran kertas kusam yang kini ia simpan di balik saku beskap putihnya. Ia sempat terhenti sejenak, memutar-mutar gelas air putih di tangannya, memperhatikan bagaimana gelembung udara kecil naik ke permukaan—sebuah distraksi yang ia perlukan agar tangannya tidak gemetar di depan calon mertuanya."Met? Kok cuma diaduk-aduk nasinya? Ayo dimakan, bentar lagi rombongan kita jalan ke masjid," suara Pak Broto memecah kesunyian. Beliau tampak gagah dengan beskap senada, wajahnya memancarkan kelegaan yang tulus.Slamet mendongak, mencoba memaksakan senyum. "Nggih, Bapak. Sedikit mulas ini, mungkin karena tegang mau ijab kabul.""Hahaha! Biasa itu, Met. Dulu waktu saya mau nikahin Ibunya Cindy, saya malah hampir salah nyebut maskawin. Santai saja, se
Terakhir Diperbarui: 2026-03-13
Chapter: Bab 263 Rahasia Cerita Di Balik Masa Lalu
Embun pagi masih menempel tebal di jok motor Supra tua milik Slamet saat ia memacu kendaraannya menembus jalanan Depok. Ia sempat terhenti sejenak di perempatan lampu merah, jemarinya yang agak kaku tanpa sadar mengetuk-ngetuk tangki bensin. Matanya terpaku pada seorang penjual koran yang sedang mengusap keringat, sebuah distraksi psikologis yang ia gunakan untuk mengalihkan rasa sesak di dadanya. Di dalam tas selempangnya, dokumen kusam dari Sita seolah mengeluarkan hawa panas yang membakar punggungnya."Sabar, Met... sabar," gumamnya pelan.Tujuannya bukan gudang, melainkan kediaman Darmawangsa. Ia butuh jawaban dari satu-satunya orang yang mungkin pernah mendengar pengakuan jujur dari bibir Pak Baskoro sendiri.Sesampainya di sana, Slamet melihat Tante Lina sedang duduk di teras belakang, menatap kolam ikan koi dengan pandangan kosong. Di sampingnya, segelas teh hangat yang sudah dingin dibiarkan begitu saja."Assalamualaikum, Tante," sapa Slamet lirih
Terakhir Diperbarui: 2026-03-13
Chapter: Bab 262 Rahasia Sang Ular
Lantai koridor ruang tahanan itu terasa lembap, menyisakan jejak uap dingin yang merayap dari sela-sela ubin semen yang mulai retak. Slamet berdiri mematung di depan pintu besi berat yang catnya sudah mengelupas di sana-sini. Ia sempat terhenti sejenak, menatap bayangannya sendiri pada kaca kusam di pintu—wajahnya tampak lebih tirus dengan sorot mata yang sarat akan beban. Tangannya yang kasar tanpa sadar meraba kancing kemeja batiknya, memastikan penampilannya rapi untuk menghadapi sidang keluarga Tebet nanti sore. Di sampingnya, Arya berdiri dengan rahang yang mengeras, sesekali memperbaiki letak jam tangannya, sebuah gestur gelisah yang jarang ia tunjukkan."Met... kalau nanti dia mulai ngaco soal Yayasan, kita langsung keluar aja," bisik Arya, suaranya parau tertahan gema ruangan.Slamet hanya mengangguk pelan. "Nggih, Mas. Saya cuma mau tahu kenapa dia bersikeras mau ketemu saya sebelum saya nikah sama Cindy."Petugas penjaga membukakan pintu dengan b
Terakhir Diperbarui: 2026-03-13
Chapter: Bab 261 Akad di Ambang Bahagia
Ketukan palu kecil dari tukang kayu yang memperbaiki pagar belakang rumah Tebet terdengar konstan, beradu dengan suara deru motor yang lewat di kejauhan. Slamet duduk di kursi plastik di teras samping, menatap nanar pada selembar formulir N1 yang sudah terisi rapi di atas meja. Jemarinya yang kasar tanpa sadar mengusap bekas luka gores yang hampir kering di punggung tangannya, sisa "kenang-kenangan" dari Marunda. Ia sempat terhenti sejenak, memperhatikan seekor laba-laba kecil yang sedang berjuang meniti jaring di sudut atap teras, merasa bahwa nasibnya tidak jauh berbeda—sedang meniti benang tipis menuju masa depan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya."Mas... kok bengong terus? Itu tehnya diminum, nanti keburu dikerubutin semut," suara Cindy lembut memecah lamunannya. Ia muncul membawa nampan berisi pisang goreng hangat.Slamet menoleh, tersenyum tipis. "Nggih, Cin. Cuma masih nggak nyangka aja. Seminggu lagi kita beneran ke penghulu?"Cindy duduk di
Terakhir Diperbarui: 2026-03-12
Chapter: Bab 260 Penangkapan di Terminal 3
Lantai marmer Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta memantulkan cahaya lampu neon yang putih pucat, membuat suasana tengah malam itu terasa dingin dan steril. Arya melangkah cepat, sepatunya beradu dengan lantai, menciptakan bunyi tuk-tuk-tuk yang konsisten. Ia sempat terhenti sejenak di dekat mesin penjual otomatis, menatap pantulan dirinya di kaca; kemeja yang masih bernoda lumpur kering di bagian lengan dan wajah yang lebam. Ia meraba sakunya, memastikan ponselnya masih aktif, sementara di kejauhan, suara pengumuman keberangkatan pesawat ke Singapura terdengar seperti lonceng kematian bagi kesabarannya."Ar, itu mereka! Dekat loket imigrasi!" bisik Brian sambil menunjuk ke arah dua sosok yang mencoba membaur dengan kerumunan calon penumpang.Brian terengah-engah, kemejanya sudah keluar dari ikat pinggang. "Gila, hampir aja kita telat. Itu Anwar pake topi... terus Sita... gila, dia masih sempet-sempetnya pake kacamata hitam malem-malem begini.""Jangan sa
Terakhir Diperbarui: 2026-03-12
Chapter: Bab 259 Sidang di Meja Makan Pak Broto
Lantai teras rumah Tebet itu masih menyisakan kelembapan sisa hujan semalam, dinginnya merambat pelan menembus sol sepatu Slamet yang sudah mulai menipis. Ia berdiri mematung di depan pintu jati besar itu, tangannya yang kotor oleh sisa lumpur hutan bakau meremas ujung kemejanya yang robek. Di sampingnya, Cindy bersandar lemas, rambutnya yang kusut masai hanya ditutupi jaket denim milik Slamet. Slamet sempat terhenti sejenak, menatap seekor semut yang berjuang mendaki celah ukiran pintu, ia merasa dunianya sendiri sedang berada di ambang keruntuhan yang sama.Ia menarik napas panjang, lalu mengetuk pintu. Tok... tok... tok.Pintu terbuka dengan sentakan kasar. Pak Broto berdiri di sana, mengenakan sarung dan kaus dalam putih, wajahnya yang biasa berwibawa kini tampak sepuluh tahun lebih tua. Matanya merah, kantung matanya menebal, menunjukkan ia tidak tidur sedetik pun sejak Cindy dikabarkan hilang di muara."Papa..." suara Cindy pecah, nyaris tak terde
Terakhir Diperbarui: 2026-03-12
BIRAHI SANG DOSEN

BIRAHI SANG DOSEN

Ryan Sudono, dosen muda tampan dan cerdas dari keluarga berada, baru saja menikah dengan Tania, rekan dosennya yang cantik dan cerdas meski berasal dari keluarga sederhana. Namun, kebahagiaan rumah tangga mereka terusik oleh banyak ujian. Tania dipertemukan kembali dengan Robi, mantan kekasih SMA yang kini menjadi pengusaha pinjol licik. Sementara itu, Maya—sahabat sekaligus rekan kerja mereka—menyimpan rasa pada Ryan karena rumah tangganya dengan Joko, suami keras pilihan orang tua, jauh dari bahagia. Kehadiran Rani, mahasiswi manja yang diam-diam mendekati Ryan dengan dalih butuh bantuan, semakin mempersulit keadaan. Di sisi lain, ada Bayu, dokter muda tulus yang hadir untuk Rani dan ibunya. Intrik cinta, godaan masa lalu, serta keretakan rumah tangga membuat Ryan dan Tania diuji kesetiaan mereka. Di tengah semua gejolak, Ryan dan Tania harus belajar mempertahankan cinta, menolak godaan, dan menghadapi orang-orang yang berusaha meruntuhkan rumah tangga mereka. Pada akhirnya, cinta sejati dan kesetiaanlah yang menentukan siapa yang akan tetap bersama, siapa yang menemukan kebahagiaan baru, dan siapa yang harus menerima konsekuensi dari perbuatannya.
Baca
Chapter: Bab 100 Akhir yang Indah
Beberapa bulan kemudian di suatu malam, suasana rumah tangga Ara dan Raffi penuh dengan ketegangan. Ara telah mengalami kontraksi dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Kondisinya memburuk dengan cepat, dan dokter memutuskan untuk melakukan persalinan darurat, meskipun usia kandungannya masih prematur.Raffi: (panik) "Tidak, ini terlalu cepat. Apa yang terjadi? Apakah Ara dan bayi kita baik-baik saja?"Ryan dan Tania, yang telah tiba di rumah tangga mereka untuk membantu dengan persiapan untuk kelahiran, juga terlihat sangat khawatir.Ryan: (menghampiri Raffi dan mencoba menenangkan) "Tenanglah, Raffi. Dokter akan melakukan yang terbaik untuk Ara dan bayi."Tania: "Kita harus mempercayai para profesional medis. Mereka akan merawat Ara dengan baik."Raffi: (meraih tangan Ara yang dipersiapkan untuk dibawa ke ruang operasi) "Ara, aku di sini, sayang. Aku takkan pernah meninggalkan
Terakhir Diperbarui: 2025-12-20
Chapter: Bab 99 Pesta Kecil Kehamilan Ara
Ryan dan Tania duduk bersama di ruang tamu, wajah mereka penuh dengan kebahagiaan dan antisipasi. Mereka sangat antusias setelah ada kabar bahwa Ara, putri satu-satunya mereka, sedang hamil. Meskipun kehamilan Ara baru berusia satu bulan, keduanya merasa sangat senang dengan berita itu.Ryan: (tersenyum) "Tania, ini adalah kabar yang luar biasa. Kita akan segera menjadi kakek dan nenek!"Tania: (tersenyum lebar) "Iya, Ryan, aku tidak sabar untuk menyambut cucu pertama kita. Meskipun Ara baru hamil satu bulan, ini sudah membuatku begitu bahagia."Ryan: "Aku setuju. Ini adalah momen yang kita tunggu-tunggu. Kita akan menjadi pendukung yang baik bagi Ara dan Raffi selama kehamilan mereka."Tania: "Aku yakin Ara dan Raffi akan menjadi orang tua yang hebat. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik."Mereka berdua merenung sejenak, mengingat saat-saat ketika Ara masih kecil da
Terakhir Diperbarui: 2025-12-19
Chapter: Bab 98 Ara Hamil
Malam itu, setelah makan malam bersama, Ara dan Raffi memutuskan untuk berjalan-jalan di sepanjang pantai yang tenang. Angin laut sepoi-sepoi, dan bulan purnama bersinar terang di langit. Mereka berjalan berdua, tangan dalam tangan, sambil berbicara tentang masa depan mereka.Ara: (sambil tersenyum) "Kamu tahu, Raffi, aku merasa sangat beruntung memilikimu. Dan aku berharap suatu hari kita bisa memiliki keluarga kita sendiri."Raffi: (sambil menggenggam tangan Ara) "Aku juga, Ara. Aku sangat ingin kita memiliki anak-anak kita sendiri, tapi aku juga tahu bahwa kita harus bersabar."Ara: "Tentu saja, Raffi. Kita pasti akan bersabar. Yang terpenting, kita saling mendukung dan tetap bahagia bersama."Mereka melanjutkan berjalan-jalan, mendekati ombak yang berdesir di pantai. Tiba-tiba, Ara merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. Dia merasa tidak enak badan, dan perutnya terasa berdenyut-denyut.
Terakhir Diperbarui: 2025-12-19
Chapter: Bab 97 Tiga Pasangan Bercinta
Malam tiba dengan tenang di hotel dekat pantai itu. Pemandangan bintang di langit malam seperti menyaksikan cinta yang berkembang di dalam hati pasangan-pasangan ini. Ruangan-ruangan mereka dipenuhi dengan nuansa cinta dan keintiman yang tak tertandingi.Ara dan Raffi, yang masih merasa seperti pasangan pengantin baru, berada di kamar pengantin mereka. Kamar itu dihiasi dengan indah, dengan bunga-bunga segar yang terletak di atas ranjang besar. Cahaya lembut dari luar jendela menyoroti keindahan kamar itu.Ara duduk di pinggiran ranjang, tersenyum pada Raffi yang berdiri di depannya. Matanya penuh dengan hasrat dan keinginan. Mereka tahu ini adalah malam yang mereka tunggu-tunggu sejak lama.Raffi mendekati Ara dengan perlahan, matanya tidak pernah meninggalkan pandangan pada istrinya yang cantik itu. Dia mencium lembut bibir Ara, merasakan rasa manis cinta mereka.Raffi: (dengan suara rendah) "Aku mencintaimu, Ara, lebih dari apapun di dunia ini.
Terakhir Diperbarui: 2025-12-18
Chapter: Bab 96 Liburan Bersama Tak Terduga
Ara dan Raffi telah merencanakan liburan romantis di sebuah hotel dekat pantai, berharap bisa menghabiskan waktu berdua dan merayakan keberhasilan mereka dalam menghadapi berbagai rintangan, termasuk kesulitan untuk memiliki anak.Mereka tiba di hotel yang indah itu dengan senyuman cerah di wajah mereka. Pantai yang berkilauan di bawah sinar matahari yang hangat membuat mereka merasa seperti berada di surga. Mereka merencanakan untuk menikmati waktu berdua, berenang di laut, berjalan di pantai, dan menikmati makan malam romantis.Namun, saat mereka memasuki kamar hotel mereka, mereka mendapati kejutan yang tak terduga. Di kamar tersebut, ada sebuah karangan bunga indah dengan kartu bertuliskan, "Selamat Liburan!" Ara dan Raffi saling memandang dengan heran. Mereka tidak merencanakan karangan bunga ini. Namun, senyum mereka kembali muncul, merasa senang atas perhatian yang diberikan oleh pihak hotel.Setelah beberapa jam
Terakhir Diperbarui: 2025-12-18
Chapter: Bab 95 Ikhtiar Raffi dan Ara
Setelah Ara menyelesaikan studinya di Jerman, Raffi sangat antusias untuk memulai babak baru dalam kehidupan mereka, yaitu memulai keluarga mereka sendiri. Mereka berdua telah menunggu cukup lama, dan sekarang saatnya untuk memperluas keluarga mereka.Raffi dan Ara menghabiskan waktu lebih banyak bersama-sama, mencoba memperbanyak intensitas hubungan suami-istri mereka. Mereka merasa bahwa saat yang tepat untuk merencanakan kehadiran anak pertama mereka. Setiap malam mereka meluangkan waktu untuk saling mendekatkan diri, berbagi cinta, dan mengejar hasrat mereka yang sudah tertahan begitu lama.Selain itu, Raffi dan Ara juga rajin berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi tentang asupan yang diperlukan agar mereka segera bisa memiliki momongan. Mereka menjalani serangkaian tes kesehatan dan mengikuti saran dokter dengan disiplin.Ketika hasil tes akhirnya keluar, dokter memberi tahu mereka bahwa semuanya be
Terakhir Diperbarui: 2025-12-17
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Jejak Hasrat menghadirkan kumpulan kisah cinta penuh gairah dari berbagai latar belakang kehidupan. Setiap cerpen membawa pembaca pada pengalaman romantis yang berbeda—kadang manis, kadang menegangkan, namun selalu membangkitkan sensasi yang sulit dilupakan. Dari ruang rapat seorang CEO yang berkuasa, kehangatan seorang janda yang mencari pelipur lara, hingga rahasia asmara duda yang kembali bersemi. Dari hubungan terlarang antara mertua dan menantu, hingga kisah sederhana namun membara antara satpam, tentara, dokter, hingga pengusaha—semuanya dirangkai menjadi cerita-cerita yang berani, menggoda, dan memikat. Setiap tokoh membawa kisahnya sendiri: hasrat yang terpendam, cinta yang terlarang, maupun rindu yang membara. **Jejak Hasrat** tidak sekadar menyajikan cerita romantis, melainkan juga menghadirkan fantasi-fantasi yang bisa membuat pembaca ikut larut, seolah berada di tengah gejolak perasaan para tokohnya. Nikmati beragam kisah yang menggoda imajinasi, penuh kejutan, sekaligus menghadirkan kepuasan batin bagi mereka yang berani membacanya. Jejak Hasrat—satu langkah untuk menelusuri jejak cinta dan gairah yang tak terlupakan.
Baca
Chapter: Bab 4 Kepincut Teman Ayah yang Ganteng
Hari itu, Sonya kembali ke kantor perusahaan Pak Ricad dengan perasaan bahagia. Penelitiannya sudah selesai dan ia baru saja diwisuda sebagai sarjana sosiologi. Ia membawa banyak makanan untuk pesta kecil sebagai tanda terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah membantunya selama penelitian.Ketika tiba di kantor, semua orang menyambutnya dengan hangat. Maria yang pertama kali melihatnya, segera mendekat dengan senyum lebar."Sonya! Selamat atas kelulusannya! Kami sangat bangga padamu," kata Maria sambil memeluk Sonya erat."Terima kasih, Maria. Aku sangat berterima kasih kepada kalian semua. Tanpa bantuan kalian, aku tidak akan bisa menyelesaikan penelitianku dengan baik," jawab Sonya dengan tulus."Jadi, ada kejutan apa kali ini? Kau membawa banyak makanan!" seru salah satu karyawan dengan antusias.Sonya tersenyum. "Ini adalah pesta kecil untuk mengucapkan terima kasih kepada kalian semua. Ayo, mari kita nikmati bersama!"Pesta kecil itu berlangsung meriah. Semua karyawan menik
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: Bab 3 Kepincut Teman Ayah yang Ganteng
Penelitian Sonya di perusahaan Pak Ricad akhirnya selesai. Hari itu, suasana di kantor terasa berbeda. Sonya berjalan menyusuri lorong, berpamitan kepada setiap pegawai yang telah membantunya selama penelitian. Suasana haru menyelimuti, terutama ketika ia tiba di ruangan Pak Ricad dan Maria."Maria, terima kasih banyak atas segala bantuannya selama ini. Aku sangat menghargai semua yang kau lakukan," kata Sonya dengan senyum lembut.Maria tersenyum dan memeluk Sonya. "Aku juga senang bisa bekerja sama denganmu, Sonya. Semoga sukses dengan skripsimu."Sonya mengangguk dan kemudian beralih ke Ricad, yang duduk di belakang meja kerjanya dengan ekspresi berat hati. "Pak Ricad, terima kasih banyak atas segala kesempatan dan dukungan yang Anda berikan. Saya belajar banyak di sini."Ricad berdiri dan mendekati Sonya. "Sonya, ini bukan selamat tinggal. Aku yakin kita akan bertemu lagi. Terima kasih juga atas
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: Bab 2 Kepincut Teman Ayah yang Ganteng
Sonya merasa jengah mendengar pernyataan itu, tapi ia mencoba tetap tenang. “Saya bisa mengerti betapa sulitnya itu bagi Anda, Pak.”“Aku merasa gagal sebagai suami,” Ricad melanjutkan, suaranya semakin rendah. “Aku sudah berusaha, tapi tetap tidak bisa memuaskannya. Akhirnya, dia memilih untuk berselingkuh.”Sonya terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya. “Saya yakin itu bukan sepenuhnya salah Anda, Pak. Terkadang masalah dalam hubungan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak saja.”Ricad menatap Sonya dengan mata yang penuh dengan kesedihan. “Terima kasih, Sonya. Kata-katamu sangat berarti bagiku.”Hari demi hari berlalu, dan setiap kali Ricad memiliki waktu luang, ia sering kali berbicara dengan Sonya tentang masalah pribadinya. Meskipun awalnya Sonya merasa canggung, lama kelamaan ia mulai terbiasa dan semak
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: Bab 1 Kepincut Teman Ayah yang Ganteng
Sonya duduk di depan cermin, menyempurnakan riasan wajahnya dengan teliti. Rambutnya yang panjang dan hitam digelung rapi, memberikan kesan profesional namun tetap memancarkan pesona alaminya. Hari ini adalah hari penting bagi Sonya, hari di mana ia akan bertemu dengan Pak Ricad, teman ayahnya yang akan membantunya mendapatkan tempat penelitian untuk skripsinya."Sonya, sudah siap?" terdengar suara ayahnya, Pak Irwan, dari luar kamar."Sudah, Yah," jawab Sonya sambil mengambil tasnya dan berjalan keluar. Pak Irwan tersenyum melihat putrinya yang tampak anggun dan penuh semangat. Mereka kemudian berangkat menuju kantor Pak Ricad.Setibanya di gedung perkantoran modern itu, Sonya merasa sedikit gugup. Mereka menuju lantai 10 dengan lift yang berjalan halus. Pintu lift terbuka dan di sana berdiri seorang pria yang tampak gagah dan penuh wibawa. Sonya langsung mengenalinya dari foto yang pernah dilihatnya di rumah. Pak Ricad
Terakhir Diperbarui: 2026-01-20
Chapter: Bab 3 Gairah Membara di Desa Penari
Setelah mendapatkan restu dari orang tua Bunga, Sandi tahu bahwa perjalanannya untuk diterima sepenuhnya oleh penduduk desa masih panjang. Ia menyadari bahwa cinta saja tidak cukup untuk mengubah pandangan orang lain. Maka, ia memutuskan untuk berkontribusi lebih bagi desa penari itu.Sandi memiliki kemampuan dalam menggalang dana dan bernegosiasi dengan berbagai perusahaan. Ia merancang sebuah rencana untuk membangun beberapa fasilitas di desa, seperti pusat kesehatan, perpustakaan, dan lapangan olahraga, yang semuanya sangat dibutuhkan oleh penduduk. Ia menghubungi beberapa perusahaan besar dan mempresentasikan idenya."Pak, saya yakin dengan bantuan Anda, kita bisa mengubah desa ini menjadi tempat yang lebih baik. Bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masa depan anak-anak mereka," kata Sandi dalam salah satu pertemuannya dengan perwakilan perusahaan."Proposal Anda menarik, Sandi. Kami akan mempertimbangkannya," jawab salah satu perwakilan perusahaan.Tidak hanya berhenti di s
Terakhir Diperbarui: 2026-01-19
Chapter: Bab 2 Gairah Membara di Desa Penari
Saat mereka bercinta, desahan dan kata-kata mesra terus mengalir dari bibir mereka."Sandi, lebih dalam lagi... Aku ingin merasakanmu sepenuhnya," desah Bunga dengan suara parau."Ya, Bunga... Aku juga merasakan hal yang sama," jawab Sandi dengan napas terengah-engah.Mereka bergerak bersama dalam irama yang harmonis, merasakan setiap getaran cinta yang mengalir di antara mereka. Saat mereka semakin mendekati klimaks, desahan dan rintihan mereka semakin keras."Bunga... Aku hampir...," kata Sandi sambil menggigit bibirnya."Aku juga, Sandi... Bersama-sama...," jawab Bunga sambil meraih tangan Sandi.Dengan satu gerakan terakhir, mereka mencapai puncak kenikmatan bersama. Tubuh mereka bergetar hebat, dan suara desahan penuh kepuasan memenuhi ruangan."Sandi... itu luar biasa," kata Bunga sambil terengah-engah, memeluk Sandi erat-erat.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-19
Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!

Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!

Istriku tidak pernah memberiku jatah, tapi bagaimana jika Ibu Mertua dan Kakak Ipar yang menawariku jatah? Awalnya aku menolak, demi istriku. Tapi tiba-tiba, belasan pesan masuk yang ternyata berisi video perselingkuhan istriku dengan mantannya, tanpa busana, dengan mantan kekasihnya dulu. Aku yang menceritakan semua keluh kesahku tiga tahun ini kepada mereka, ternyata disambut baik dan mereka merasa bersalah. Namun, sambutan itu perlahan berubah, terutama ketika mereka terpesona dengan keperkasaanku!
Baca
Chapter: Bab 142 Pelabuhan Terakhir Cakrawala
Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui sela-sela gorden di rumah Limo, memberikan kehangatan yang berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi deru jantung yang berpacu karena ketakutan akan penyadapan, tidak ada lagi bisik-bisik manipulasi dari psikolog gadungan, dan tidak ada lagi bayang-bayah selir yang mengganggu kedamaian. Setelah pesta kemenangan besar semalam, Dion Pradana Kusuma terbangun dengan perasaan yang paling merdeka dalam hidupnya.Dion menoleh ke samping, melihat Maya yang masih tertidur pulas dengan sisa senyum kedamaian di wajahnya. Ia beranjak pelan dari tempat tidur, mengenakan kaos santai, dan melangkah menuju balkon kamar. Dari sana, ia melihat Bintang yang sedang asyik bermain di taman bawah bersama Bu Diana. Seluruh aset keluarga Wijaya Kusuma dan D-Next kini telah kembali ke pelukannya secara utuh dan sah.***Beberapa saat kemudian, Dion turun ke lantai bawah. Aroma nasi goreng dan kopi segar memenuhi ruangan. Maya sudah berada di sana, nampak segar dengan d
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 141 Perayaan Sang Penakluk
Malam itu, Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta disulap menjadi sebuah istana cahaya yang megah. Karpet merah membentang luas, menyambut para tokoh bisnis, pejabat pemerintahan, hingga relasi internasional yang hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah: pengukuhan resmi Dion Pradana Kusuma sebagai pemimpin tertinggi D-Next dan pewaris tunggal kekayaan Wijaya Kusuma. Sesuai dengan rencana Arka Final, pesta kemenangan ini adalah momen pengakuan publik atas status baru Dion setelah berhasil menyapu bersih musuh-musuhnya.Dion berdiri di depan cermin besar ruang VIP, menyesuaikan dasi kupu-kupunya. Tuksedo hitam yang dipesan khusus oleh Maya nampak melekat sempurna di tubuh tegapnya. Di belakangnya, Doni dan Anto berdiri dengan setelan formal, namun tetap dengan kewaspadaan yang terjaga."Semua tamu sudah hadir, Bos. Termasuk tim hukum dari Singapura dan rekan-rekan media," lapor Doni sambil memeriksa arlojinya. "Wartawan sudah gatal ingin mendapatkan pernyataan resmi per
Terakhir Diperbarui: 2026-02-25
Chapter: Bab 140 Cahaya Baru di Rumah Limo
Matahari sore merambat perlahan melalui celah gorden sutra di ruang tengah rumah Limo, menciptakan garis-garis emas yang hangat di atas lantai marmer. Setelah rangkaian badai yang nyaris menghancurkan pondasi keluarga mereka, suasana rumah ini kini terasa jauh lebih lapang, seolah-olah oksigen yang mereka hirup telah dimurnikan dari racun-racun manipulasi masa lalu. Fokus Dion kini bukan lagi pada strategi menjatuhkan musuh, melainkan pada pembangunan kembali kepercayaan Maya yang sempat hancur akibat hasutan Santi."May, kamu sudah siap? Bram dan tim keamanan sudah berjaga di butik untuk fitting terakhir sore ini," teriak Dion dari lantai atas sembari merapikan kancing kemeja kasualnya.Maya muncul dari arah dapur, membawa botol susu Bintang. Wajahnya yang dulu sering nampak tegang dan penuh kecurigaan kini telah kembali memancarkan ketenangan yang murni. "Sebentar, Yon. Bintang baru saja tertidur pulas. Aku titipkan sebentar ke Mama Diana dulu ya."Di
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 139 Maaf yang Tak Terucap
Pagi itu, suasana di kediaman Limo terasa jauh lebih ringan. Setelah pembersihan sisa-sisa duri seperti Santi dan Lisa berhasil diselesaikan secara permanen di bab sebelumnya, Dion Pradana merasa seolah-olah separuh beban di pundaknya telah luruh. Namun, ada satu hal lagi yang mengganjal di hatinya—sebuah utang rasa kepada pria yang telah menjadi mata dan telinganya selama masa-masa tersulit: Bram.Dion berdiri di beranda samping, memperhatikan Bintang yang sedang berlari kecil mengejar kupu-kupu di bawah pengawasan Bu Diana. Di tangannya terdapat dua gelas kopi hitam pekat yang uapnya masih mengepul. Tak lama kemudian, sebuah mobil SUV hitam berhenti di depan pagar. Sosok pria dengan jaket kulit hitam yang selalu nampak waspada keluar dari sana. Itu adalah Bram.***Bram melangkah mendekat dengan langkah santai, meskipun sorot matanya tetap tajam memindai sekitar—kebiasaan lama sebagai ahli intelijen yang sulit dihilangkan."Ngopi pagi-pagi b
Terakhir Diperbarui: 2026-02-24
Chapter: Bab 138 Pembersihan Sisa Duri
Fajar di Jakarta belum sepenuhnya menyapu sisa kabut saat Dion Pradana sudah berdiri di depan dinding kaca ruang kerjanya yang baru. Meskipun Papa Hendra telah resmi mendekam di balik jeruji besi dan bersiap untuk pengasingan permanen ke Swiss, Dion tahu bahwa kedamaian di Rumah Limo belum sepenuhnya terjaga. Masih ada dua duri tajam yang berpotensi meracuni kemenangannya: Santi, sang psikolog gadungan yang licik, dan Lisa, selir yang sempat ia gunakan namun kini menyimpan agenda sendiri."Bos, tim Anto sudah mengepung vila pribadi di pinggiran Puncak," lapor Doni yang masuk dengan langkah sigap. "Santi bersembunyi di sana. Dia mencoba menghancurkan beberapa hard drive yang berisi rekaman sesi manipulasi terhadap Bu Maya."Dion merapikan jam tangannya, sorot matanya dingin bak pedang yang baru diasah. "Jangan biarkan dia menghapus satu byte pun, Don. Aku ingin semua bukti itu menjadi paku terakhir di peti matanya. Bagaimana dengan Lisa?""Lisa sudah dalam pengaw
Terakhir Diperbarui: 2026-02-23
Chapter: Bab 137 Eksekusi Finansial
Pagi itu, atmosfer di ruang rapat utama lantai 40 Menara D-Next terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi ketegangan yang menyesakkan akibat intimidasi Papa Hendra. Ruangan itu kini dipenuhi oleh tim auditor independen, pengacara internasional bentukan Bu Diana, serta perwakilan dari otoritas bursa saham. Dion Pradana duduk di kursi pimpinan, mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, nampak tenang namun memancarkan aura otoritas yang tak terbantahkan."Semua berkas sudah diverifikasi, Pak Dion," ujar kepala auditor sembari menyerahkan dokumen digital terakhir. "Seluruh aset yang selama ini disamarkan oleh Hendra Wijaya melalui firma bayangan di Singapura dan Panama telah berhasil ditarik kembali ke dalam konsolidasi keluarga Wijaya Kusuma.".Dion mengangguk pelan, jemarinya mengetuk meja mahoni yang kini benar-benar menjadi miliknya. "Bagaimana dengan sisa saham milik loyalis Hendra?"."Setelah kesaksian Bu Diana dan bukti korupsi yang terungk
Terakhir Diperbarui: 2026-02-23
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status