author-banner
Vaa_Morn
Vaa_Morn
Author

Novels by Vaa_Morn

Jerat Mafia Tampan

Jerat Mafia Tampan

Gadis itu polos? Tentu tidak. Ia bar-bar, keras kepala, dan selalu punya cara untuk berdebat ketika pemikiran orang lain tidak sesuai dengan otaknya. Namun, siapa sangka kelancangannya justru menyeretnya ke dalam genggaman seorang mafia tampan yang terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau. Pertanyaannya: mampukah ia bertahan, atau malah bikin sang mafia pusing tujuh keliling?
Read
Chapter: Bab 21
Keysha baru berjalan beberapa langkah ketika akhirnya sadar... ini bukan pagi santai seperti yang ia bayangkan.Lapangan golf itu terlalu luas. Terlalu sunyi. Terlalu rapi untuk disebut sebagai tempat olahraga ringan. Hamparan rumput hijau membentang tanpa cacat, seolah tidak pernah disentuh kesalahan sedikit pun. Setiap langkah Keysha terasa kecil, nyaris tidak berarti, di tengah ruang terbuka yang terasa menekan.Udara pagi memang sejuk, tapi justru itulah yang membuatnya semakin tidak nyaman. Sunyi di tempat ini bukan sunyi yang menenangkan. Sunyi itu seperti tatapan. Diam, mengamati, dan menunggu.Ia melirik ke belakang.Alestair dan Adrian sudah bersiap, berdiri berhadapan dengan jarak aman yang justru terasa berbahaya. Dua pria itu tidak banyak bicara. Tidak ada basa-basi. Tidak ada tawa ringan yang biasanya muncul di pagi hari.Hanya fokus.Keysha menghela napas pelan, mencoba menenangkan dirinya sendiri.Oke. Ini jelas bukan jogging.“Keysha.”Ia menoleh. Alestair berdiri teg
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: Bab 20
Keysha tau ada yang tidak beres sejak mobil melaju terlalu jauh dari komplek.Awalnya ia masih bersandar santai di kursi penumpang, rambutnya diikat asal, hoodie abu-abu menutupi tubuhnya yang masih setengah mengantuk. Tapi ketika jarum jam di dashboard menunjukkan hampir satu jam perjalanan, Keysha mulai menyipitkan mata.“Kita… mau ke mana?” tanyanya akhirnya.Alestair tetap fokus ke jalan. “Tempat yang enak buat olahraga.”“Aku bilang mau jalan santai,” Keysha menoleh tajam. “Mungkin cuma keliling komplek. Lima belas menit. Bukan—” ia melirik keluar jendela, “—entah ke mana ini.”“Sudah sampai,” jawab Alestair singkat. “Di sini lebih segar.”Mobil akhirnya berhenti di area parkir luas dengan hamparan rumput hijau sejauh mata memandang. Matahari baru naik, embun masih menempel di rerumputan yang terpotong rapi.Keysha turun perlahan. Menatap sekeliling. Lalu menoleh ke Alestair dengan ekspresi tak percaya.“Kita pergi sejauh ini, hanya untuk ke tempat golf?”Alestair mengambil kunci
Last Updated: 2025-12-26
Chapter: Bab 19
Keysha sebenarnya bukan tipe orang yang bangun pagi.Ia selalu percaya pagi terlalu sunyi untuk orang yang pikirannya terlalu ramai. Terlalu banyak ruang untuk merenung, terlalu sedikit gangguan untuk mengalihkan. Ditambah dia justru sering begadang hingga waktu menjelang pagi karena bekerja dan belajar, untuk bangun disekitaran jam enam pagi saja rasanya mustahil untuk Keysha capai. Tapi pengecualian ketika Keysha masuk ke dalam keluarga Dominic, banyak hal berubah tanpa ia sadari.Jam biologisnya ikut menyesuaikan.Ritme hidupnya bergeser.Dan pagi, yang dulu selalu tak bisa ia taklukan, perlahan menjadi kebiasaan.Kini Keysha terbangun saat langit masih berwarna abu-abu pucat. Jam di ponselnya menunjukkan angka yang nyaris tidak masuk akal untuk hari libur.05.00.Ia menatap layar itu lama. Lalu mematikan ponsel tanpa menyalakan alarm lagi."Gokil,” gumamnya pelan. "Ini mungkin catatan rekor terbaruku untuk bangun pagi."Biasanya dulu ia akan membalikkan badan, menarik selimut, da
Last Updated: 2025-12-25
Chapter: Bab 18
ADRIAN NATHANIEL ANDERSON. Adrian Nathaniel Anderson berdiri dengan punggung lurus, tangan bersedekap di depan dada. Mantel hitamnya menyatu dengan gelap malam, nyaris tak membedakan tubuhnya dari bayangan pepohonan di sekeliling. Wajahnya datar. Tidak ada ekspresi berlebih. Tidak ada gestur yang sia-sia.Orang-orang yang mengenalnya tahu satu hal:Adrian bukan pria yang banyak bicara—tapi setiap katanya adalah perintah.“Jam?” tanyanya singkat.“00.47,” jawab Luke tanpa melihat jam lagi. “Masih sesuai jadwal.”Di hadapan mereka, area hutan itu telah disulap menjadi titik transaksi sementara. Lampu mobil dimatikan. Hanya senter kecil dan cahaya bulan yang terhalang awan yang memberi penerangan seadanya. Peti-peti besi dibuka satu per satu.Zayn berjongkok di dekat kontainer, membuka segel, mengecek isi dengan cepat dan teliti.“Model terbaru. Kaliber sesuai permintaan. Jumlah lengkap.”Adrian mengangguk sekali. “Rute keluar?”“Aman, Tuan. Untuk jalur barat,” jawab Zayn. “Tidak ada pe
Last Updated: 2025-12-24
Chapter: Bab 17
Keysha menatap langit-langit kamar tanpa benar-benar melihatnya.Lampu temaram menggantung diam. Tidak ada suara selain dengung pendingin ruangan yang konstan, terlalu stabil untuk menenangkan. Ia sudah berbaring cukup lama, namun tubuhnya tak juga menemukan posisi yang nyaman. Seolah ada sesuatu yang tertinggal di bawah kulitnya—bukan sakit, bukan gelisah, hanya… tidak selesai.Ia menghela napas, lalu tertawa kecil.Pendek. Hambar. Seperti refleks.“Lucu,” gumamnya pelan, entah pada siapa.Padahal tidak ada yang lucu.Keysha menggeser tubuhnya, memiringkan badan, lalu duduk di tepi ranjang. Tangannya terlipat di pangkuan, rapi, seperti kebiasaan lama yang terbentuk bahkan ketika ia sendirian. Benar... Ia selalu rapi saat sendirian. Selalu terkendali. Kebiasaan itu terbentuk jauh sebelum ia kembali menemukan keluarganya—saat dunia hanya berisi dirinya sendiri, dan tidak ada ruang untuk berantakan meski dunia mengecamnya.Ia hidup sendiri terlalu lama untuk terbiasa bergantung pada o
Last Updated: 2025-12-22
Chapter: Bab 16
Langkah Keysha baru saja kembali menyentuh lantai ballroom, ketika sebuah suara memanggil namanya dengan nada yang terlalu familiar dan terlalu panik. “Keysha!” Ia menoleh. Sebastian sudah berlari ke arahnya, jasnya sedikit terbuka, langkahnya tergesa hingga nyaris menabrak beberapa tamu yang sedang berbincang. Wajah pria itu jelas tidak tenang. Napasnya sedikit memburu ketika akhirnya berhenti tepat di hadapan Keysha, dadanya naik turun seolah baru saja menahan napas terlalu lama. “Kamu dari mana saja?” tanya Sebastian cepat. “Kamu bikin Kakak khawatir.” Keysha tidak langsung menjawab. Ia berdiri diam, cukup lama. Terlalu lama untuk ukuran orang yang seharusnya hanya menjawab pertanyaan sederhana. Seolah kalimat itu perlu waktu untuk benar-benar sampai ke kesadarannya. Suara musik, tawa kecil para tamu, dan denting gelas di sekeliling mereka bahkan terasa menjauh, berubah menjadi dengung samar yang tidak lagi ia perhatikan. "Kenapa diam saja? Apakah ada yang jahat dengan ka
Last Updated: 2025-12-20
Menjadi Istri Sang Billionaire

Menjadi Istri Sang Billionaire

(Tidak ada deskripsi cerita spesifik) Ini soal Dera yang harus menggantikan kembarannya untuk dijodohkan dengan laki-laki cacat, padahal selama ini hidupnya tidak pernah dianggap dan kasat mata.
Read
Chapter: BAB 28
Pagi-pagi sekali, Dera dikejutkan dengan dering telepon yang mengharuskan dirinya pergi ke kampus. Jadi Dera yang hendak menyiapkan sarapan untuk dia dan Dafi memilih untuk berhenti, skripsi akhirnya lebih penting. Kemarin, baru saja dia mendapatkan ACC untuk bagian pembahasan. Sebentar lagi penderitaannya akan berakhir. Arkan juga sudah menyepam pesan sejak kemarin. Mungkin karena Dera belum sempat membuka ponsel, jadi baru sempat membukanya sekarang. Ada ajakan nongkrong kemarin, tapi tidak jadi karena Dera tidak ikut serta dengan mereka."Harus cepet, bentar lagi wisuda!" seru Dera penuh semangat. Dera segera bergegas, mengambil tasnya dan memasukkan laptop serta berkas-berkas penting yang sudah disiapkan sejak kemarin. Dafi, yang masih setengah terjaga, bangun dan melihat Dera yang tampak sibuk entah karena apa. "Buru-buru, mau kemana?" tanya Dafi dengan raut bingung. "Kampus, maaf ya nggak jadi masak. Bimbingan kali ini lebih awal dari hari-hari sebelumnya, ada urusan mendad
Last Updated: 2024-06-23
Chapter: BAB 27
"Manusia sultan mah bebas. Gue yakin si Dafi rumahnya nggak cuma ini dan yang sebelumnya doang, pasti masih banyak aset yang gue nggak tau. Mana rumahnya tetep gede semua lagi." kata Dera sambil menggelengkan kepalanya tak habis pikir. "Ehhh tunggu, ini beneran rumah yang waktu itu gue datengin karena habis nolongin orang kan? Jadi apa bener yang gue tolongin waktu itu beneran si Dafi?" Dafi sudah keluar dari dalam mobil lebih dulu, meninggalkan dirinya yang masih berada di dalam mobil karena dia sempat berpura-pura tidur tadi. Luar kota yang dimaksud Dafi ternyata hanya perbatasan kota saja. Dera kira harus membutuhkan banyak waktu untuk perjalanan ke tempat yang Dafi maksud. Dera keluar dari mobil dengan perasaan campur aduk. Dia memandangi rumah besar yang sekarang tampak begitu familiar. Ingatannya mulai berputar kembali ke kejadian beberapa hari yang lalu ketika dia menolong seorang pria yang dikeroyok. "Jadi yang gue tolongin waktu itu beneran Dafi, jangan-jangan bener gue
Last Updated: 2024-06-22
Chapter: BAB 26
"Apa itu masih sakit? Sini saya obatin muka kamu." kata Dafi ketika Dera baru saja masuk ke dalam mobil. Kaget, tentu saja Dera merasakan hal itu. Dafi menggeser tubuhnya agar Dera bisa duduk di sampingnya. Sejak tadi dia juga sudah menyiapkan P3K, berharap Dera mau segera diobati lukanya ketika menyusulnta. Namun nyatanya Dafi harus dibuat menunggu, sambil mengamati gerak-gerik yang dilakukan istrinya sejak tadi. Bangga tentu saja, padahal Dafi sudah mencari informasi sedetail yang dia bisa. Yang dilakukan Ayahnya kepada Dera hhanyalah menorehkan ebagian luka besar menganga tak pernah diobati. Namun Dera masih terlihat berbaik hati, menunggu dengan setia hingga Ayahnya masuk ke dalam taksi. "Ini mungkin sedikit perih, tapi kamu harus bertahan ya?" Dafi tiba-tiba berkata lembut, tangannya bergerak pelan membersihkan luka tamparan di wajah Dera dengan hati-hati. Dera meringis sedikit, tapi dia tetap diam tidak berkomentar apapun. Pikirannya masih dipenuhi oleh fakta-fakta yang
Last Updated: 2024-06-20
Chapter: BAB 25
Dera itu memang tipikal perempuan yang gampang patuh, namun di sisi lain dia juga tipikal yang pembangkang juga. Setelah masuk ke dalam kontrakan, dia memilih untuk memasang telinganya dalam-dalam. Ingin tahu apa yang dibicarakan oleh Ayahnya dan suaminya secara serius tentu saja! Mendekatkan telinganya ke arah pintu, berharap bisa mendengar dengan jelas percakapan antara ayahnya dan Dafi di luar sana. Ayahnya berbicara dengan nada yang jelas tegang dan marah, sementara Dafi masih dengan suara yang tenang dan datar. "Saya sudah tidak peduli dengan siapa saya berbicara sekarang. Pada intinya, anda harus membantu perusahaan saya! Sesuai perjanjian bisnis dalam pernikahan, sudah seharusnya anda membantu keruntuhan perusahaan saya!" suara Ayah Dera terdengar jelas di telinga Dera saat ini. Dera terkekeh kecil, benar-benar tidak tau malu Ayahnya itu. Padahal Ayahnya sendiri yang melanggar perjanjian dengan menggantikan Dela dengan dirinya didetik-detik terakhir lantaran berita kecelakaa
Last Updated: 2024-06-19
Chapter: BAB 24
Dera tidak langsung pulang ke rumah suaminya. Sebaliknya dia memilih untuk pergi ke tempat kontrakannya sebelumnya, ada beberapa barang penting yang seharusnya dia bawa ke tempat tinggal barunya. Beruntung ketika Arkan mengambil barang-barangnya tempo beberapa hari yang lalu, kuncinya tidak dibawa dan diletakkan di tempat persembunyian aman. Jadi dia memilih untuk bersantai sebentar, presetan dengan waktu yang sudah hampir menjelang sore. "Ini baru Dera, kehidupan seperti ini yang sebenarnya gue mau. Aman, tenang, damai, dan yang pasti hidup sendirian." kata Dera sambil tersenyum dan memejamkan matanya.Andai Ayahnya tidak memintanya untuk menikah, andai Ayahnya tidak memintanya untuk menggantikan posisi kembarannya dalam sebuah pernikahan bisnis, mungkin Dera masih bisa hidup dengan tenang sekarang. Minusnya, Dera mungkin akan selalu hidup di bawah garis kemiskinan. "Hidup terlalu sempurna untuk kembaran gue. Sedangkan hidup gue terlalu hancur demi kebahagian kembaran gue." lanjut
Last Updated: 2024-06-18
Chapter: BAB 23
Dafi kini berada di kursi kebesarannya dengan senyum yang kadang-kadang timbul. Kantornya yang mewah dan rapi memancarkan kesan profesionalisme, namun pikiran Dafi melayang kembali ke momen-momen bersama Dera tadi pagi. Dia merasakan kepuasan yang mendalam melihat bagaimana hubungan mereka perlahan-lahan membaik meskipun dengan sedikit paksaan. Di depannya, Andrew Matthew sang sahabat sekaligus sekretarisnya itu menatap Dafi dengan raut bingung. Ia sebenarnya sedikit agak ngeri, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi selama mereka menjalin persahabatan. Sahabatnya tidak sedang kerasukan kan sekarang? "Hei, bro," panggil Andrew pelan, berusaha mengembalikan perhatian Dafi dari lamunan dan senyum mengembangkan, "Lo nggak sedang kerasukan kan? Gue takut lo ketempelan genderuwo diperjalanan ke kantor tadi." Andrew Matthew menatap Dafi dengan rasa ingin tahu yang semakin besar. Ia sudah mengenal Dafi sejak lama, dan senyum yang kadang-kadang muncul di wajah sahabatnya itu adalah
Last Updated: 2024-06-17
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status