Maaf, Aku Hanya Seorang Pemeran Pembantu!
Elliete adalah seorang bibliofil sejati. Baginya, ribuan buku yang ia lahap sejak kecil adalah dunia yang jauh lebih aman daripada kenyataan.
Namun, sebuah anomali menariknya masuk ke dalam lembaran cerita—ia terbangun di tubuh orang lain.
Panik melanda saat Elliete menyadari dirinya bertransmigrasi ke dunia antah-berantah. Tanpa petunjuk judul buku, tanpa Raja Iblis, dan tanpa peperangan.
Sebagai seorang penyendiri yang mengincar peran NPC (karakter pendamping), dunia damai ini awalnya terasa seperti berkah.
Namun, ketenangan itu hancur saat ia menyadari genre asli dunia tersebut: Romance 21+.
Di dunia di mana nafsu menjadi penggerak utama alur cerita, setiap gerak-gerik polos Elliete justru menjadi magnet bagi para 'predator' yang lapar akan mangsa baru.
Di tengah kepungan pria-pria berbahaya, mampukah Elliete menjaga martabatnya, atau ia justru akan tenggelam dalam narasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya?
Read
Chapter: Bab 12. Serangan Kejutan KillianPagi itu, frustrasi menjadi satu-satunya kawan Killian di ruang kerja. Denyut menyakitkan di pelipisnya kembali menerjang tanpa ampun—rasa sakit yang kemarin sempat hilang seolah tak pernah ada. Padahal, ia tidak sedang menangani beban kerja yang berat dan bahkan tidur lebih awal dari biasanya. Ia tidak mengerti mengapa tubuhnya menuntut sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh jam istirahat mana pun. Killian mengalihkan pandangan dari layar laptop, menyentak dasinya yang mendadak terasa mencekik leher. Ia meluruhkan tubuh ke sandaran kursi, memijat pelipis yang terasa seperti dihunjam ribuan jarum. Merasa ruangannya kian menyesakkan, ia memutuskan bangkit untuk mencari udara segar di luar. Namun, baru beberapa langkah menyusuri koridor, sebuah aroma tajam tiba-tiba menghantam indranya. Bau yang manis, pekat, dan familier—sama persis dengan aroma yang membakar kesadarannya malam itu. Tak jauh di depan, Elliete muncul dari ruang arsip dengan tumpukan berkas di pelukannya. Gadis it
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 11. Pertemuan Setelah Malam KeteganganElliete melangkah dengan kaki yang terasa berat menuju kantor. Benaknya masih sungsang, dipenuhi potongan kejadian kelam semalam yang terus berputar seperti kaset rusak. Bekas gigitan di ceruk lehernya masih terasa berdenyut, memaksanya melilitkan scarf tebal demi menyembunyikan tanda yang bisa menghancurkan reputasinya itu. Langkah yang goyah dan pikiran yang melantur membuatnya kehilangan fokus. Elliete tersandung polisi tidur, tubuhnya limbung ke depan. Ia sudah bersiap merasakan kerasnya aspal, namun sepasang lengan kokoh tiba-tiba menyentak tubuhnya, menahan kejatuhannya. "Elly, berhati-hatilah. Kau tidak ingin wajah manismu ini terluka, kan?" Sebuah suara ramah yang kental dengan nada jail menyapa telinganya. Shane. "A-aku... terima kasih. Ta-tapi tolong... lepaskan tanganmu," bisik Elliete terbata. Suaranya kian mengecil, nyaris tertelan bising jalanan. Shane tidak menangkap kata-katanya, namun ia segera mengerti saat melihat wajah Elliete yang merah padam. Mengikuti arah t
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 10. POV KillianKillian tiba di unit apartemennya. Jas mahal itu ia lepaskan asal sebelum tubuhnya luruh ke sofa, bersandar dengan beban yang kentara. Ia menyentak dasinya hingga longgar, lalu mengembuskan napas kasar. Pikirannya masih tertinggal pada Elliete—perempuan itu malah jatuh terlelap tepat saat Killian hendak memulai permainannya. 'Kau akan menerima ganjarannya, Elliete.' Killian bertekad membalasnya berkali-kali lipat; ia tidak akan membiarkan mangsanya lepas begitu saja. Ujung lidahnya terjulur, menyesap sisa rasa manis darah yang tertinggal di bibir. Ia tak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mampu membangkitkan dahaga purba dalam dirinya. Padahal, sebagai generasi ke-100 dalam silsilah keluarganya, sifat genetik itu seharusnya sudah jinak. Sejak lima dekade lalu, keluarganya berhasil menciptakan sintetis yang mampu menekan insting predator ras vampir, apalagi dengan banyaknya persilangan darah manusia yang mengalir di nadinya. Namun, Elliete adalah anomali. Keheningan aparte
Last Updated: 2026-04-11
Chapter: Bab 9. Kekacauan di Pagi HariKicauan burung yang bersahutan menembus jendela kamar, mengusik tidur lelap Elliete. Sinar matahari yang hangat menerpa wajahnya, memaksa kesadarannya perlahan pulih. Namun, tepat saat matanya terbuka, denyut menyakitkan langsung menghantam kepalanya—efek sisa alkohol semalam yang kini menagih janji. Sambil meringis memegang pelipis, Elliete merasakan sesuatu yang lengket di sela rambutnya. Apa ini? Di wajah juga? Ia mencoba mengendus jemarinya. Seketika, rasa mual mengaduk perutnya. Bau itu asing, amis, dan sangat aneh—aroma yang belum pernah ia temui seumur hidupnya. Tak kuasa menahan gejolak di perut serta sakit kepala yang berdenyut hebat, ia bergegas turun dari ranjang menuju kamar mandi. Tanpa pikir panjang, ia membasuh rambut dan wajahnya di wastafel, membilas habis segala sisa cairan menjijikkan itu hingga bersih. Namun, saat ia mendongak untuk mengeringkan wajah, tubuhnya seketika membeku. Di pantulan cermin, matanya terpaku pada leher dan belahan dadanya. Tanganny
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: Bab 8. Malam Ketegangan"Sial!" Umpatan rendah itu lolos dari celah bibir Killian, seiring dengan pertahanan logikanya yang runtuh total. Aroma melati yang memabukkan dari tubuh Elliete bertindak layaknya api yang menyambar bensin di dalam darahnya. Tak ada lagi ruang untuk negosiasi atau etika. Dengan gerakan predator yang presisi, Killian menerjang, mendekap erat tubuh mungil di depannya hingga tak ada celah udara yang tersisa di antara mereka. Tangan besar Killian menyibakkan rambut sebahu Elliete dengan kasar namun posesif, menyingkap leher jenjang seputih susu yang kini terpapar jelas di bawah cahaya bulan yang redup. Tanpa peringatan, Killian menancapkan taringnya tepat di urat nadi Elliete. Darah itu merembes, dan saat lidahnya mengecap cairan merah tersebut, Killian merasa seolah seluruh sel di tubuhnya meledak dalam euforia. Rasanya jauh lebih manis dari apa pun yang pernah ia bayangkan—bagaikan narkoba dosis tinggi yang langsung melumpuhkan sistem saraf pusatnya. Ia menyesapnya dengan rak
Last Updated: 2026-04-05
Chapter: Bab 7. Ujian Sang CEOKillian memperhatikan bagaimana Elliete, yang biasanya tampak waspada dan ketakutan di dekatnya, kini terlihat begitu rapuh dan tak berdaya. Ia melihat sisa-sisa kaleng alkohol yang berserakan di atas meja—sebuah anomali besar bagi karyawan yang ia kenal sebagai sosok "polos" dan penakut. Ada rasa tidak suka yang menjalar di dada Killian saat menyadari bahwa tekanan yang ia berikan, ditambah ulah Shane yang agresif, mungkin menjadi pemicu di balik pelarian alkoholik ini. Sudah tiga puluh menit berlalu. Baik wanita yang tenggelam dalam mabuknya maupun pria yang terjebak dalam pengamatannya tidak beranjak barang sedikit pun. Malam semakin larut, dan lampu-lampu minimarket mulai meredup saat pegawai di dalam sana mulai berbenah untuk menutup toko. Kesunyian itu akhirnya pecah saat Killian membuka pintu mobilnya. Dengan langkah tegap dan aura yang mendominasi, ia menyeberangi jalan yang sepi. Sepatu pantofelnya beradu dengan aspal, menciptakan irama yang tegas di tengah keheningan m
Last Updated: 2026-04-05