author-banner
Blue Ice
Blue Ice
Author

Nobela ni Blue Ice

Duh, Kelepasan Sama Anak Magang!

Duh, Kelepasan Sama Anak Magang!

Di usia 35 tahun, Kinara hanya fokus pada dua hal: karirnya sebagai manajer perusahaan milik keluarga, dan putranya yang masih kecil. Sejak bercerai tiga tahun lalu, ia sudah kebal dengan julukan janda dan rumor jelek tentangnya. Namun, hari itu, seorang anak magang membelanya di depan orang-orang, bahkan tidak ragu-ragu menyatakan kekagumannya pada Kinara. Orang-orang heran, kenapa lelaki muda dan tampan itu gigih mengejar seorang janda beranak satu? Leo adalah pria yang manis, tapi … ah, Kinara sudah bertekad, ia tidak akan luluh lagi pada pria mana pun!
Basahin
Chapter: 90. Punya Cara Sendiri
Tawa riang Arkana pelan-pelan mereda saat bocah kecil itu mulai asyik mewarnai buku gambarnya di atas meja sofa. Kinara mengusap pucuk kepala putranya sebentar, lalu melangkah kembali mendekati ranjang. Ia mendudukkan dirinya di kursi kayu tepat di samping Leo. Tatapan mata Kinara begitu tenang, memancarkan ketegasan seorang wanita dewasa yang tak mudah digoyahkan oleh gertakan. "Arka sudah tenang di sana," bisik Kinara seraya menatap jemari tegap Leo yang terbebas dari infus. "Sekarang, kita harus bicara serius, Leo." Leo mengalihkan pandangannya dari sofa, menatap wajah anggun di sampingnya dengan pendar mata yang dalam. "Soal ucapan Ayahmu tadi?" Kinara menggelengkan kepalanya pelan. "Bukan cuma itu. Kita juga tidak bisa terus-terusan bertahan dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja di sini." Leo menyempitkan matanya rapat-rapat, mengagumi keberanian wanita di hadapannya. "Maksudmu?" "Pak Devan pasti membawakan informasi penting dari Jakarta, kan?" tembak Kinara tepat sa
Huling Na-update: 2026-10-15
Chapter: 89. Tembok Kokoh Keluarga
Pintu kamar perawatan Leo terbuka lebar. Suasana manis yang sempat menyelimuti ruangan kini lenyap sepenuhnya, berganti menjadi hembusan angin dingin yang menekan. Hendra Pramudita melangkah masuk dengan aura kepemimpinan khas Presdir Danantara yang begitu dominan, diikuti oleh Ratih dan Sarah. Sementara itu, Radit memilih untuk tetap berdiri di ambang pintu bersama Arkana, enggan memperkeruh suasana yang kian tegang. Leo yang terbaring di atas ranjang menyempitkan binar mata hitamnya. Meskipun tubuhnya masih lemah dengan perban yang melilit kepala, tatapan mata pria itu tetap tajam dan dingin. Ia menegakkan posisi duduknya secara perlahan, mengabaikan denyutan nyeri yang menjambak kepalanya. "Ayah, Mama ... tolong jangan bicara di sini. Leo masih butuh istirahat," peringat Kinara seraya melangkah pasang badan di antara mereka, raut wajahnya tampak kaku. "Justru karena dia sedang berada di ranjang rumah sakit, kita harus menyelesaikan ini seka
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 88. Restu Tak Sampai
Sinar matahari sore menerpa kaca depan mobil sedan mewah yang menepi pelan di area parkir Rumah Sakit Medika. Langkah kaki terburu-buru beriringan memenuhi koridor lantai tiga. Hendra Pramudita melangkah tegap dengan setelan jas mahalnya, meski raut wajah paruh bayanya diliputi kecemasan mendalam. Di sampingnya, Ratih, sang istri yang berbalut gaun elegan khas sosialita, memegang erat lengan suaminya usai menempuh penerbangan darurat. Sementara itu, Sarah berjalan di sisi mereka dengan senyum tipis yang sarat akan muslihat, berpura-pura menjadi putri yang paling berbakti. "Sarah, apa Mbakmu benar-benar aman di rumah sakit ini?" tanya Ratih dengan suara tertahan namun penuh wibawa, meremas tas merek mewahnya. "Mama cemas sekali sejak koneksi bisnis Ayah memberi tahu seberapa berbahaya situasi keluarga Sutedja saat ini." "Iya, Ma. Tenang dulu," sahut Sarah dengan nada suara mendayu-dayu yang sangat meyakinkan. "Aku sengaja ajak Ayah sama Mama ke sini supaya kita bisa bicarakan ini ba
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 87. Kembalilah
Leo menatap pria berjas hitam di ambang pintu dengan tajam dan menusuk. Rahang tegapnya menegang kaku, sementara jemari tangannya menggenggam tepi selimut dengan rapat. "Mengapa kau di sini?" desis Leo dengan suara bariton rendahnya yang amat menekan.Devan tak langsung menjawab. Pria itu membetulkan letak kacamatanya dengan gerakan tenang yang terukur, matanya melirik singkat ke arah Kinara yang masih berdiri canggung di samping ranjang. "Apakah Nenek Kusuma yang mengutusmu?" tebak Leo lagi, suaranya kian dingin. Mengingat belum lama ini Subrata—kepala pengawal kepercayaan Nenek Kusuma datang membawa ancaman, kehadiran Devan secara tiba-tiba tentu memicu kecurigaan besar di kepala Leo. Devan berdehem pelan untuk memecah keheningan itu. Ia mengambil satu langkah maju dan membungkuk hormat. "Saya datang ke sini atas perintah Nyonya Valerie, Tuan Muda Valen," jawab Devan dengan nada suara datar tanpa intonasi. Matanya menatap lurus ke arah Leo, menyipit tajam. "Nyonya Valerie hanya
Huling Na-update: 2026-10-14
Chapter: 86. Jangan Impulsif
Genggaman jemari tegap Leo di bahu Kinara terasa begitu hangat, meski cengkeramannya bergetar menahan luapan emosi yang membakar dadanya. Di dalam kamar inap yang remang itu, napas Leo memburu kasar, menatap Kinara dengan binar mata hitam yang sarat akan dominasi dan keputusasaan yang campur aduk. Kinara menatap wajah tegap di hadapannya. Ia bisa melihat perban putih yang melilit kepala Leo, serta tetesan darah segar di punggung tangan pria itu akibat mencabut jarum infus secara paksa. Rasa iba dan kasih sayang membuncah di dada Kinara, namun logikanya sebagai seorang ibu dan wanita dewasa tetap berdiri tegak. Kinara perlahan memegang kedua pergelangan tangan Leo, lalu menurunkan cengkeraman pria itu dari bahunya dengan gerakan halus namun amat tegas. "Tidak, Leo," ujar Kinara seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Kita tidak akan berangkat ke Jakarta besok." Leo menyempitkan matanya rapat-rapat, rahang tegapnya menegang kaku. "Kenapa?! Kamu mau tetap di sini dan membiarkan pria i
Huling Na-update: 2026-10-13
Chapter: 85. Sebelum Diambil Pria Lain
Matahari pagi menyusup tipis melewati celah jendela koridor, menyinari lorong Rumah Sakit Medika yang sepi. Kinara berjalan perlahan di samping Radit menuju taman belakang. Di tangannya, sebotol air mineral terasa dingin, sedingin pikirannya yang kalut sejak insiden penyerangan tempo hari. "Kinara, kamu kelihatan pucat sekali," tutur Radit lembut seraya menghentikan langkahnya di dekat deretan kursi taman. Pria itu menatap Kinara dengan raut wajah penuh keprihatinan yang tulus. "Duduklah dulu. Aku ambilkan teh hangat untukmu." Kinara menarik napas panjang, lalu mendudukkan dirinya di bangku kayu. "Terima kasih banyak, Mas Radit. Maaf kalau aku jadi merepotkanmu beberapa hari ini." Radit menyunggingkan senyum hangat. Ia melangkah sebentar ke kantin rumah sakit dan kembali membawa secangkir teh manis hangat. Dengan hati-hati, Radit menyerahkan cangkir itu ke genggaman Kinara. "Aku tahu situasi saat ini sangat berat dan menakutkan buat kamu, Kinara," ujar Radit lembut, menatap lurus
Huling Na-update: 2026-10-13
Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

Pengantin Pengganti untuk Tuan Zander

Selina dipaksa menggantikan adiknya untuk menikah dengan CEO kejam buruk rupa. Masa lalunya yang kelam berusaha disembunyikan. Tapi, rupanya Zander menyimpan lebih banyak rahasia dari yang pernah ia bayangkan.
Basahin
Chapter: 120. ENDING!!!
Dua bulan kemudian. Pagi itu, area panti asuhan yang baru berdiri megah di kawasan yang asri diselimuti oleh keceriaan yang membuncah. Bangunan dua lantai yang dahulunya hanya berupa struktur semen belum selesai, kini telah berdiri kokoh dengan fasilitas belajar, ruang tidur yang nyaman, dan halaman hijau yang luas. Hari ini, tempat itu dihiasi dekorasi bunga-bunga liar berwarna pastel, kain putih lembut, dan ornamen kayu yang hangat. Atas keinginan Lumi dan Aswin, perayaan pernikahan mereka tak digelar di hotel berbintang lima, melainkan di rumah baru bagi adik-adik panti asuhan tempat Aswin tumbuh. Anak-anak panti berlarian riang mengenakan pakaian terbaik mereka, menyambut para tamu undangan yang terdiri dari rekan kerja Castellvain Group, kerabat dekat, hingga jajaran staf kantor. Di ruang persiapan, Lumi berdiri mematung di depan cermin besar. Gaun pengantin putih berpotongan sederhana namun sangat elegan membalut tubuhnya dengan sempurna. Tanganny
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 119. Penderitaan Baru yang Menyenangkan
Dua minggu setelah kepulangan Selina dari rumah sakit, kediaman utama Castellvain tak lagi mengenal istilah keheningan. Istana megah itu mendadak menjelma menjadi arena 'perang' manis bagi para orang tua dan kakek-nenek baru.Di dalam kamar bayi berdekorasi warna pastel yang hangat, Zander berdiri kaku di depan meja ganti dengan wajah yang tampak jauh lebih tegang dibandingkan saat ia memimpin rapat pemegang saham. Matanya menatap fokus pada pampers ukuran newborn di tangannya, sementara sang putra kecil—yang diberi nama Archibald Castellvain—mulai menendang-nendangkan kaki mungilnya sambil menangis kencang."Mas ... pelekatnya kebalik itu," tegur Selina dari atas sofa, terkekeh pelan sembari menyangga dadanya yang sedikit nyeri akibat ASI yang melimpah. Rambutnya dikuncir asal-asalan, lingkaran hitam tipis membayangi matanya akibat begadang dua minggu berturut-turut."Sstt, pelan-pelan, Sayang. Papa sedang konsentrasi," bisik Zander panik, peluh
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 118. Perjuangan Hidup dan Mati
Empat bulan kemudian, usia kehamilan Selina telah menginjak minggu ke-38. Perutnya yang membesar sempurna kini menjadi pusat dari seluruh kebahagiaan dan kehangatan di kediaman utama Castellvain. Malam itu, pukul dua dini hari, hujan deras mengguyur kota. Suara gemuruh petir sesekali menyambar, memperkeras keheningan di kamar utama. Zander yang sejak awal trimester ketiga berubah menjadi penderita insomnia ringan—karena terlalu siaga menjaga Selina—terbangun ketika merasakan gerakan gelisah dari sang istri di sampingnya. "Selin ...? Ada yang sakit, Sayang?" tanya Zander lembut, langsung memiringkan tubuhnya dan mengusap perut Selina. Selina tidak menjawab dengan kata-kata. Ia meremas kemeja piyama Zander dengan sangat kuat, napasnya memburu dan terengah-engah. Ceceran keringat dingin membahasi pelipis dan dahi cantiknya. "Mas ... sakit ...." ringis Selina, suaranya bergetar menahan gelombang mulas yang mendadak menyerang dengan sanga
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 117. Permintaan Menyebalkan!
Dua minggu setelah proses transfer embrio yang kedua, kediaman utama Castellvain masih diselimuti keheningan pagi yang basah oleh embun. Jarum jam dinding baru menunjukkan pukul lima subuh. Di dalam kamar mandi utama yang luas, Selina berdiri kaku di depan wastafel marmer. Di telapak tangannya, tergeletak sebatang test pack yang baru saja ia gunakan. Kali ini, atas permintaan tegas dari Zander, mereka tidak langsung bergegas ke rumah sakit. Suaminya tak ingin melihat istrinya kembali didera kecemasan yang membunuh di ruang tunggu yang dingin. "Selin ...?" Suara bariton yang lembut itu terdengar di balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka. Zander melangkah masuk hanya dengan mengenakan celana piyama dan kaus polos hitam. Wajahnya yang biasa dingin tanpa ekspresi kini memancarkan ketegangan yang amat sangat. Rambut acak-acakannya menandakan bahwa pria itu sama sekali tidak bisa tidur nyenyak sepanjang malam. Zander mendek
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 116. Dukungan Keluarga
Kekecewaan adalah tamu yang tak diundang, namun sering kali ia datang untuk menguji seberapa kokoh tiang penyangga yang telah dibangun. Bagi Selina, hasil negatif dari siklus pertama bayi tabung mereka sempat menorehkan luka kecil di hatinya. Rasa bersalah karena memiliki rahim yang lemah akibat keguguran masa lalu sesekali masih membayangi pikirannya di malam-malam yang sunyi. Namun, Zander tidak membiarkan bayang-bayang itu menetap terlalu lama. Sejak hari di mana dokter menyarankan masa jeda satu bulan, Zander mengambil keputusan besar yang mengejutkan seluruh jajaran direksi Castellvain Group. Sang CEO yang terkenal gila kerja itu mendelegasikan sebagian besar tugas hariannya kepada Aswin dan beberapa direktur tepercaya. Zander memilih untuk bekerja dari rumah, mengubah ruang kerjanya menjadi pusat komando di mana prioritas utamanya bukan lagi grafik saham, melainkan kesehatan fisik dan mental Selina. "Mas, kamu tidak perlu sampai membatalkan rapat penting dengan investor Londo
Huling Na-update: 2026-07-21
Chapter: 115. Tenyata ... Perjuangan Belum Selesai
Halaman panti asuhan yang baru itu tampak ramai dan dihiasi dekorasi sederhana namun penuh kehangatan. Balon-balon berwarna pastel dan untaian lampu kecil menggantung di antara pilar-pilar bangunan yang sebagian dindingnya masih berupa semen halus belum tercat. Meskipun tempat ini belum sepenuhnya rampung setelah penggusuran panti asuhan lama, tawa riang anak-anak panti yang bermain bersama beberapa karyawan Castellvain Group membuat suasana terasa begitu hidup. Hari ini adalah acara pertunangan Aswin dan Lumi. Sebuah perayaan yang sengaja digelar secara bersahaja di tengah-tengah adik-adik panti asuhan tempat Aswin tumbuh dan mendedikasikan hidupnya. Sebagai tangan kanan Zander Castellvain sekaligus salah satu petinggi korporasi yang paling disegani, kehadiran Aswin tentu menarik perhatian. Beberapa kolega bisnis penting dan jajaran staf atas Castellvain sengaja datang, membawa karangan bunga dan menaruh rasa hormat yang besar pada pria yang dikenal
Huling Na-update: 2026-07-20
Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Suami Giveaway dari Kembaran Ku

Keyra Azzahra, seorang gadis berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, dibawa ke kota oleh ayahnya dengan alasan akan di sekolahkan. Tenyata dirinya hanya akan dijadikan pengganti kembarannya dalam pernikahan yang sudah dijodohkan. Karena diancam menggunakan nama Ibunya, Keyra menuruti kemauan Ayahnya untuk menikah dengan pemuda bernama Abizar Bimantara yang merupakan Ketua OSIS dingin di sekolah barunya. Namun tampaknya Abizar tak suka padanya karena kecewa yang menjadi istrinya bukanlah Keyla, kembaran Keyra. Posisi Keyra seperti kata pepatah “Sudah jatuh, tertimpa tangga pula” Sudah dipaksa menikah tidak dicintai pula oleh suaminya. Lantas apakah hubungan mereka akan bertahan lama? Dan, Bagaimana cara mereka menjaga rahasia pernikahan itu agar tidak ketahuan oleh pihak sekolah?
Basahin
Chapter: Ending...
Langit berwarna jingga keemasan, angin sepoi menyapu lembut pekarangan tempat keluarga besar berkumpul sore itu. Setelah semua kekacauan dan luka masa lalu, akhirnya hari ini adalah hari tenang pertama bagi keluarga Bimantara. Keyra berdiri di balkon lantai dua, menatap matahari yang perlahan turun, membawa damai setelah badai panjang dalam hidupnya. Tanpa ia sadari, Abizar datang dari belakang, memeluknya dari belakang, erat dan penuh rasa. “Kamu yakin... masih ingin bersamaku?” bisik Keyra pelan, suaranya bergetar. “Aku sudah menyetujui cerai... aku pikir kamu akan pergi.” Abizar menggeleng. “Kamu pikir hatiku bisa diubah seperti itu, Ra?” “Kamu pikir setelah semua luka yang kita lewati, aku bisa begitu saja membiarkanmu pergi?” Keyra mulai menangis pelan. Namun pelukan Abizar justru semakin erat. “Aku tetap memilihmu, meski dunia bilang aku bodoh. Hatiku terkunci untukmu, Keyra. Dari dulu, sekarang, sampai nanti. Kamu satu-satunya rumahku.” Abizar menarik wajah Keyr
Huling Na-update: 2025-06-02
Chapter: Keputusan
Langit mendung, seolah mencerminkan hati Kinara yang belum tenang. Sejak kepulangannya, dia terus mencoba mendekati Keyla, menyampaikan penyesalan dan keinginannya untuk memperbaiki segalanya. Namun selama berhari-hari, Keyla tak banyak bicara. Dia mengurung diri di kamar tamu, menghindari siapa pun, bahkan Keyra dan Abizar. Hari ini, Kinara kembali berdiri di depan pintu kamar itu. Dengan tangan menggenggam secangkir teh hangat, dia mengetuk perlahan. “Keyla… boleh Ibu masuk?” Tak ada sahutan. Setelah lama menunggu, pintu akhirnya terbuka sedikit. Keyla menatap ibunya tanpa ekspresi. Kinara melangkah masuk. “Ibu hanya ingin bicara… bukan untuk memaksa.” Keyla duduk di tepi ranjang. “Kau sudah bilang itu tiga hari lalu, dua hari lalu, dan kemarin.” Kinara tersenyum pahit, lalu duduk di sisi ranjang. “Ibu tahu tak akan mudah… Tapi kamu harus tahu, Ibu pulang bukan hanya untuk membongkar kejahatan keluarga Sanjaya, tapi juga… untuk menebus kesalahan pada kamu Keyla menatap
Huling Na-update: 2025-06-01
Chapter: Menuju akhir
Riuh rendah suasana sekolah hari itu berbeda dari biasanya. Bisik-bisik terdengar di lorong kelas, sebagian besar membicarakan satu hal yakni kejatuhan keluarga Sanjaya.Di balik berita viral itu, nama Keyla ikut terseret, bahkan menjadi sorotan utama. Wajahnya yang dulu selalu penuh percaya diri kini terlihat pucat dan penuh tekanan. Beberapa teman dekatnya mencoba bersikap netral, tapi lebih banyak yang mulai menjauh secara halus."Keyla, sabar ya. Pasti kamu juga nggak tahu mengenai kasus keluargamu, kan? Kamu tenang aja, kita masih ada dipihakmu, kok!" hibur salah satu teman Keyla. "Iya. Maaf ya, karena aku tidak tahu tentang kejahatan Papa dan Kakekku. Seandainya aku tahu, aku pasti mengehentikan mereka," balas Keyla dengan ekspresi sedih. Namun berbanding terbalik dengan batin Keyla yang mendumel kesal. 'Sialan! Banyak yang menertawakan ku karena sudah jatuh. Aku tak bisa begini terus. Citraku benar-benar rusak karena rencana Papa gagal! ARRGHHH!' Saat itu, rombongan Keyra le
Huling Na-update: 2025-06-01
Chapter: Senjata Makan Tuan!
Hari Minggu menjadi hari istirahat para remaja SMA yang baru menyelesaikan ujian sekolah. Keyra duduk di ruang tamu bersama Tante Sandra, tak sabar menantikan kepulangan Ibunya. Satu Minggu yang lalu, Kinara dengan kondisi belum stabil memaksa ikut ke tempat lelang. Katanya agar bisa memberi kejutan pada Keluarga Sanjaya.Sejak hari itu, Keyra hanya sesekali menghubungi ibunya karena kendala Ujian. Jika dia tidak salah, seharusnya hari ini acara lelang itu berakhir. Apakah rencana mereka berhasil?"Tenanglah..," ujar Tante Sandra dengan lembut."Keyra! Mama!" Abizar tiba-tiba berteriak heboh sambil berlari menuruni tangga."Ada apa?" tanya Keyra yang heran."Kita berhasil! Keluarga kita memenangkan lelangnya!" ungkap Abizar.Keyra ikut terperangah, "Benarkah? Aaah, syukurlah."Keyra ikut senang dengan kabar itu. Sangking senangnya dia melompat memeluk Abizar, meluapkan rasa lega. Abizar membalas dengan senang hati. Akhirnya, rasa lelah mereka saat menyelematkan Kinara terbayarkan.Tan
Huling Na-update: 2025-05-31
Chapter: Game Over?
Lokasi Lelang Tambang Batu Bara - Aula Sementara Dekat Lokasi TambangDeretan kursi VIP tampak dipenuhi oleh para pengusaha tambang dari berbagai daerah. Di bagian depan, dua kubu besar menempati baris utama, perwakilan Sanjaya Corp dan perwakilan dari Bimantara Corp.Di sisi kanan, Wira Sanjaya duduk dengan senyum percaya diri. Di sebelahnya, Kakek Wijaya tampak tenang, meski sorot matanya menyiratkan keinginan menguasai penuh aset tambang tersebut. Mereka sangat percaya diri bisa memenangkan lelang dengan proposal bisnis buatan Kinara, serta bantuan surat wasiat palsu untuk membujuk Tuan Hanafiah.“Lelang ini formalitas saja,” bisik Wira pada Ayahnya. “Dengan surat wasiat ini, mereka tak punya celah untuk menang.”“Pastikan kamu tetap tenang. Setelah ini, tambang itu milik kita,” sahut Kakek Wijaya pelan.Sementara di sisi lain, Om Rudi dan Kak Rangga dari Bimantara Corp duduk dengan tenang. Mereka tampak menunggu dengan senyuman tipis. Dapat mereka lihat raut kesombongan dari sisi
Huling Na-update: 2025-05-30
Chapter: Detik-Detik...
Lorong-lorong sekolah dipenuhi wajah-wajah lega para siswa yang baru saja melewati minggu berat. Suara tawa dan desahan napas lega terdengar di mana-mana. Keyra melangkah keluar dari kelasnya dengan wajah letih, tapi ada sedikit senyum di sana. Ujian itu seperti mimpi buruk yang akhirnya lewat juga.“Keyra!” panggil seseorang dari belakang.Keyra menoleh. Kevin sedang berlari kecil mendekatinya sambil membawa selembar kertas bekas cakaran. Dia meremat kertas itu menjadi bola kecil, lalu melemparnya ke dalam tong sampah. Menandakan akhir dari perjuangan di semester satu.“Eh, Kevin. Udah selesai?” tanya Keyra.“Udah. Gila sih, tadi nomor terakhir bikin nyaris nangis,” Kevin menyodorkan wajah dramatis. “Kamu sendiri gimana?”Keyra mengangkat bahu sambil tersenyum tipis. “Lumayan. Kupikir bakal parah, soalnya ini ujian pertamaku di Nusa Bangsa. Tapi ternyata nggak seseram yang aku bayangin.”Kevin mengangguk kagum. “Kamu keren sih, Ra. Bisa ngimbangin materi yang telat dikejar dalam wakt
Huling Na-update: 2025-05-27
Maaari mong magustuhan
Istriku Tua
Istriku Tua
Romansa · Naffa Aisha
7.5K views
Takdir Cinta dan Dendam
Takdir Cinta dan Dendam
Romansa · Mia Ananta
7.5K views
Suddenly We Meet
Suddenly We Meet
Romansa · MaLa
7.5K views
Bersyukur Memilikimu
Bersyukur Memilikimu
Romansa · hernaupin
7.4K views
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status