author-banner
Gibran Dangumaos
Gibran Dangumaos
Author

Novels by Gibran Dangumaos

Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

Apa jadinya kalau adik tiri yang seharusnya jadi keluarga… justru berubah jadi godaan terbesar? Arion, mahasiswa semester akhir yang hidupnya selalu rapi dan teratur, mendadak kehilangan kedamaian ketika ayahnya menyuruhnya menerima adik tirinya tinggal bersama di apartemennya. Shana—adik tiri yang baru setahun di bawahnya. Ia adalah kebalikan dari dirinya- berisik, spontan, dan seenaknya. Awalnya Arion hanya berusaha menjaga jarak. Namun ada satu kebiasaan aneh Shana yang membuat segalanya rumit—ia sering berjalan dalam tidur dan tanpa sadar masuk ke kamar Arion hampir setiap malam. "Kamu sadar nggak, Shana... kalau setiap kali kamu masuk ke kamarku, aku harus berjuang mati-matian buat nggak menarikmu lebih dekat?" WARNING 21+
อ่าน
Chapter: 115. Akhirnya
Arion membisu, tatapannya nyalang dan sarat akan gairah saat menelusuri lekuk tubuh molek Shana yang terhampar tanpa sehelai benang pun. Perlahan, ia membawa wajahnya merapat ke pangkal paha Shana, menghirup aroma feminin yang memabukkan sebelum membelai lembah sensitif itu dengan lidahnya yang panas dan buas. Sentuhan kasar yang merayap di antara helai-helai halus itu memicu gelombang kenikmatan yang membabi buta dalam diri Shana. Ia menggeliat hebat, jari-jemarinya mencengkeram kuat rambut Arion, sementara erangan tertahan—"K-Kak Arion... Ssssh... Ugh..."—lolos dari celah bibirnya yang bergetar.Tak cukup di sana, Arion menelusuri perut rata Shana dengan sapuan lidah yang panas, sementara kedua tangannya bergerak liar, meremas serta memilin sepasang payudara Shana yang kenyal. Tak lama, Arion beralih menyapu dan mengisap puncak sensitif itu hingga Shana melenguh panjang. Di tengah kabut gairah, Shana mencoba menahan diri, "K-Kak... aku tak tahan... hentikan, Kak... kita sudah terlal
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-25
Chapter: 114, Kamar Memanas
Namun jemarinya masih gemetar kecil.Laras menatap Roy dengan dada yang semakin tidak tenang.Ia belum pernah melihat laki-laki itu sehancur ini.Bahkan dulu—saat mereka kehilangan segalanya—Roy masih terlihat lebih kuat dibanding sekarang.“Roy…”panggil Laras lagi pelan.Kali ini Roy akhirnya menoleh.Namun tatapan matanya kosong.Lelah.Dan penuh sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.“Aku harus pergi.”Kalimat itu keluar cepat.Seolah ia tidak punya waktu lagi untuk duduk diam.Laras langsung mengerutkan kening.“Tapi kita belum selesai ngomong.”“Aku tahu.”Roy mengusap wajah kasar.Napasnya berat.“Semuanya terlalu berantakan sekarang.”Laras memperhatikan pria di depannya lama.Lalu perlahan berkata,“Orang tadi ada hubungannya sama alasan kamu ninggalin aku dulu?”Pertanyaan itu membuat Roy langsung diam.Sunyi.Panjang.Dan dari diam itulah—Laras akhirnya mendapatkan jawabannya.Mata perempuan itu langsung bergetar kecil.“Jadi memang ada sesuatu…”Roy memalingkan wajah.Raha
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-24
Chapter: 113. Masa Lalu Yang Terbangun
Denting ponsel itu terdengar berulang.Nyaring.Mengganggu.Dan langsung membuat hati Roy tidak nyaman.Laras menoleh kecil.Tatapannya tertuju pada ponsel di atas meja.Layar menyala cerah.Berkedip-kedip menuntut perhatian.Roy mengernyit tipis.Ia ragu beberapa detik.Jemarinya menggantung di udara.Ia memang jarang mengangkat nomor asing.Terlalu banyak urusan bisnis lama di masa lalunya.Hal itu membuatnya selalu curiga pada panggilan tak dikenal.Tapi kali ini berbeda.Perasaannya semakin tidak enak.Firasat buruk mendadak mencengkeram dadanya.Panggilan itu terus masuk.Tidak berhenti.Satu hancur, satu kembali memanggil.Seolah orang di seberang sana memaksa.Benar-benar memaksa ingin bicara dengannya.Tidak ada ruang untuk penolakan.Roy akhirnya meraih ponsel itu.Lalu mengangkatnya pelan.Ia menempelkannya ke telinga.“Halo.”Suaranya datar.Mencoba menyembunyikan getaran batin.Beberapa detik berlalu.Tidak ada suara.Hanya sunyi yang ganjil.Lalu terdengar napas samar.Be
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-23
Chapter: 112. Tak Bisa Menolak
Napas Shana perlahan tertahan di tenggorokan.Karena cara Arion menatapnya sekarang—bukan lagi seperti seseorang yang sedang bercanda.Bukan juga tatapan seorang teman.Tatapan itu terlalu dalam.Terlalu serius.Dan terlalu hangat untuk bisa ia hindari.“Aku nolak semua ini…” suara Arion rendah, nyaris seperti bisikan.“…karena dari awal aku udah nggak bisa lihat perempuan lain.”Jantung Shana langsung seperti jatuh bebas.Matanya membesar sedikit.Sementara Arion—masih menatapnya tanpa berpaling sedikit pun.Shana bisa melihat pantulan dirinya sendiri di mata laki-laki itu.Begitu dekat.Begitu jelas.Dan itu membuat pertahanan kecil yang sejak tadi ia bangun perlahan runtuh satu per satu.“Ka… Kak Arion…”suaranya mengecil.Nyaris gemetar.Namun Arion justru bergerak semakin dekat.Pelan.Sangat pelan.Seolah memberi kesempatan bagi Shana untuk mundur kalau memang tidak menginginkannya.Tapi masalahnya—Shana tidak sanggup bergerak.Ia hanya bisa diam.Membiarkan debar jantungnya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-20
Chapter: 111. First Kiss?
Siang itu—matahari sebenarnyasedang bagus-bagusnya.Langit cerah.Udara juga tidakterlalu panas.Namun entah kenapa—apartemen itu terasaseperti dipenuhi sesuatu yang menggantung di udara.Sesuatu yang tidakterlihat.Tapi cukup berat untukmembuat dua penghuninya sama-sama malas keluar rumah.Kuliah hari ituakhirnya hanya jadi formalitas yang mereka abaikan.Shana duduk selonjorandi karpet ruang tamu sambil memeluk erat bantal kecil di pangkuannya.Mencari kenyamanan yang mendadak hilang dari hatinya.Sementara Arion dudukdi sofa di belakangnya.Laptop terbuka dimeja.Tapi sejak tadi tidakbenar-benar disentuh.Pikiran mereka sedangterlalu riuh untuk hanya sekedar peduli pada tugas kampus.“Jadi…”Shana memecahkeheningan. Suaranya agak serak.“…si bocah pom bensinitu akhirnya ngomong juga?”Arion mendengus kecil,ada sisa lelah di helaan napasnya.“Jangan panggil diabocah pom bensin.”“Lah emang bukan?”“Bukan.”“Terus apa?”Arion melirik datar,namun ada binar geli yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-19
Chapter: 110. Menyakitkan
Kafe itu belum terlalu ramai.Roy membeku.Pertanyaan itu tidak keluar dengan nada tinggi.Tidak ada bentakan.Tidak ada tangisan histeris.Namun justru karena Laras mengucapkannya dengan suara yang begitu pelan—rasanya jauh lebih menghancurkan.“…yang dikorbankan dari dulu selalu Shana. Kenapa?”Roy tidak langsung menjawab.Tatapannya jatuh ke jemari Laras yang saling menggenggam erat di atas meja.Jari-jari itu sedikit gemetar.Dan setelah sekian tahun terlewati—Roy akhirnya benar-benar melihat lelah yang selama ini dipikul perempuan di depannya.Laras bukan hanya membesarkan Shana sendirian.Ia juga membesarkan luka sendirian.Roy mengembuskan napas berat.Panjang.Namun udara yang masuk ke paru-parunya terasa tetap tidak cukup.“Aku nggak pernah bermaksud ngorbanin dia…”suara Roy serak.Laras tertawa kecil.Pahit.“Tapi itu yang terjadi.”Roy langsung terdiam lagi.Karena sekali lagi—Laras benar.Dan kebenaran memang sering kali tidak membutuhkan teriakan untuk menghancurkan s
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-05-18
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Nara hidup dalam pernikahan yang tampak sempurna dari luar bersama Rama, suaminya. Akan tetapi, kesepian yang mendera membuatnya terjerat dalam gairah terlarang dengan seorang pria bernama Arka. Hingga sebuah pesan singkat dari Arka membuka rahasia yang selama ini ia sembunyikan. Sebuah kisah tentang cinta yang penuh luka, pengkhianatan yang membara, dan perjuangan menemukan diri di tengah badai kehidupan.
อ่าน
Chapter: Bab 135. Bayangan Terakhir
Udara malam di pelabuhan itu berat dan lembab, beraroma asin laut bercampur dengan sisa-sisa bau logam serta debu jelaga dari kapal yang baru saja berangkat. Lampu-lampu dermaga yang bergetar tertangkap kabut tipis, tampak seperti bintang yang kelelahan dan hampir tenggelam.Di atas dek kapal yang kini tinggal puing-puing, Reno mendekap tubuh Nara. Kehangatan tubuh perempuan itu terasa meresap di balik kain yang robek, namun napasnya yang berat dan tersendat membuat Reno panik. Kulit pucat Nara berkilat lembab oleh keringat dingin.“Bertahanlah, Nara…” bisiknya, suaranya sarat dengan kelelahan dan kekhawatiran yang mendalam. Ia tak lagi merasakan pedih di luka-luka tangannya, atau darah hangat yang masih menetes dari pelipisnya. Yang ada hanya Nara—perempuan yang sudah terlalu lama dihancurkan, bukan oleh musuh, melainkan oleh obsesi kejam orang-orang yang mengklaim diri mereka berkuasa.Reno menuruni tangga darurat kapal dengan kehati-hatian yang menyakitkan, menjejakkan kaki ke derma
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-29
Chapter: Bab 134. Siapa
Tubuh Reno menegang, reflek seketika. Ia memutar kepala perlahan, sorot matanya yang lelah langsung mengeras.Sosok itu—hanya beberapa meter jauhnya—berdiri diam. Siluet yang terserap pekat oleh kabut panas, sesekali tertelan oleh kilatan jingga dari sisa api yang masih merayap. Sebagian wajahnya tersorot, dan itu cukup.Wajah yang dikenalnya.Terlalu dikenal.Air asin bercampur jelaga menetes dari rambut sosok itu, menodai jaket kulit yang kini compang-camping, seolah baru saja diseret keluar dari perut reruntuhan. Namun yang membuat napas Reno tersangkut adalah tatapan mata itu—sepasang iris yang kosong, tak lagi membawa gejolak kebencian maupun harapan, hanya kehampaan yang dingin, sepi, seperti laut dalam di tengah malam.“…Kau…” Reno mencoba berbicara, tapi tenggorokannya tercekat, serak karena asap. “Mustahil… kau seharusnya…”“—mati?” Sosok itu memotong, suaranya pelan, senyumnya tipis, lebih menyerupai ejekan lembut daripada sapaan. “Sayangnya, dunia tak semurah itu, Reno.”Ia
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-26
Chapter: Bab 133. Neraka Dalam Gudang
“Nara!” teriak Reno, suaranya bukan lagi teriakan pertempuran, melainkan jeritan putus asa seorang pelindung.Tak ada jawaban—hanya gemuruh api yang memakan kayu, desis nyala yang seolah mengejek, dan napas Reno sendiri yang terasa tajam dan menyesakkan di tenggorokan.Ia menerjang ke dalam kepulan asap, bau hangus memedihkan mata dan bensin menusuk hidungnya. Panas itu terasa menghanguskan harapan, bukan sekadar membakar kulit. Setiap langkahnya adalah pertaruhan, sepatu berdecit di lantai yang retak, yang sudah mulai menyerah pada amukan api.Di dekat tumpukan peti, ia melihat Nara. Kursi rodanya terguling, lambang ketidakberdayaan yang menyayat, tubuhnya setengah jatuh. Selimut yang menutupi adalah satu-satunya pelindung yang kini tinggal abu di sisi tubuhnya. Reno tanpa berpikir meraih tubuh itu, mengangkatnya dalam pelukan protektif, merasakan bobot ringan dan rapuh yang harus ia selamatkan.“Tahan, Nar—tahanlah sebentar,” bisiknya, lebih kepada dirinya sendiri, mencari kekuatan
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-20
Chapter: Bab 132. Api
Suara ombak menghantam batu karang di kejauhan, kini terdengar lebih dekat, seperti detak jam yang memperingatkan waktu yang hampir habis. Angin laut yang dingin membawa aroma asin, bercampur anyir karat dan samar bau darah. Dita baru saja mengunci rapat pintu besi gudang tua itu, dan bunyi klik yang mematikan itu terasa seperti pukulan ke dada Reno. Di luar, hujan rintik telah berubah menjadi gerimis yang menusuk, memantulkan cahaya kuning pucat dari lampu mobil yang menyala redup, menciptakan ilusi suram.Reno terhuyung dan berlutut di tanah lumpur. Bukan hanya karena kelelahan fisik, tetapi karena beban kegagalan yang menindihnya. Napasnya tersengal, seperti paru-parunya penuh air dingin. Jari-jarinya yang gemetar memegang pistol, benda dingin yang kini terasa tidak berguna.Di belakangnya, Rayan merintih, suaranya tercekat oleh rasa sakit yang dalam. Ia bersandar di pohon pinus yang basah, darahnya menetes, menciptakan noda gelap yang dengan cepat diserap oleh tanah liat. Udara di
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-13
Chapter: Bab 131. Gema yang Menghina
Tok… tok… tok.Suara ketukan itu datang begitu pelan, tapi energinya cukup untuk membekukan darah di pembuluh nadi Reno. Dunia terasa terdistorsi. Angin malam seolah menahan napasnya, dan derik jangkrik menghilang total. Yang tersisa hanyalah denting halus dari kuku Dita yang menyentuh permukaan logam mobil, sebuah ritme yang dingin yang mengumumkan kedatangan kematian.Reno memejamkan mata, hanya sepersekian detik, memaksa paru-parunya untuk mengingat cara bernapas yang benar. Di sebelahnya, Rayan menatap dengan mata kosong, kulit wajahnya pucat pasi. Ia tak hanya takut; ia merasa bodoh. Mereka berdua baru saja menyadari bahwa bersembunyi di bagasi mobil hanyalah pindah dari satu kandang ke perut binatang buas yang sudah kenyang—dan binatang itu tahu persis di mana mereka berada.Langkah kaki Dita terdengar semakin dekat. Setiap injakan tumitnya yang rapi beradu dengan tanah lembap, menciptakan gema yang menghina di keheningan malam. Ia tidak terburu-buru, dan justru ketenangan yang
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-10
Chapter: Bab 130. Udara Malam Seketika Mambeku
Mobil melaju membelah malam, menembus jalan pesisir yang sepi dan lembap. Hujan baru saja usai, menyisakan embun tebal di kaca jendela dan aroma asin laut yang terasa menusuk. Di dalam bagasi yang gelap, Reno dan Rayan nyaris tak berani bernapas, menahan diri untuk tidak mengeluarkan suara sekecil apa pun. Suara mesin mobil, derit roda yang melewati genangan air, dan detak jantung mereka sendiri berpadu menjadi satu kesunyian yang mencekam.Reno berusaha keras menatap melalui celah sempit di penutup bagasi. Ia hanya bisa melihat pantulan samar cahaya lampu jalan yang sesekali menyinari kursi belakang—siluet tempat Dita dan Nara duduk. Setiap detik terasa seperti jam. Pikirannya berlari kencang, menyadari bahwa salah perhitungan sekecil apa pun bisa menjadi akhir hidupnya.Dari earset kecil yang terpasang di telinganya, suara Phantom terdengar lirih, hampir seperti bisikan dari dimensi lain.“Kau masih hidup, Reno?”Reno menjawab dengan suara tercekat, “Masih. Kami di bagasi. Mobil ber
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-10-09
บางทีคุณอาจจะชอบ
NESTAPA DIBALIK PERJODOHAN
NESTAPA DIBALIK PERJODOHAN
Romansa · Putri Barata
3.1K views
Evanescent
Evanescent
Romansa · Alvydradirgantara
3.1K views
Suami Semusim
Suami Semusim
Romansa · Iffah Sukma
3.1K views
Antara Aku Dan Kamu
Antara Aku Dan Kamu
Romansa · Arfah arfah
3.1K views
Istri Tawanan Sang Mafia
Istri Tawanan Sang Mafia
Romansa · Hanabi_Letzy
3.1K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status