LOGINApa jadinya kalau adik tiri yang seharusnya jadi keluarga… justru berubah jadi godaan terbesar? Arion, mahasiswa semester akhir yang hidupnya selalu rapi dan teratur, mendadak kehilangan kedamaian ketika ayahnya menyuruhnya menerima adik tirinya tinggal bersama di apartemennya. Shana—adik tiri yang baru setahun di bawahnya. Ia adalah kebalikan dari dirinya- berisik, spontan, dan seenaknya. Awalnya Arion hanya berusaha menjaga jarak. Namun ada satu kebiasaan aneh Shana yang membuat segalanya rumit—ia sering berjalan dalam tidur dan tanpa sadar masuk ke kamar Arion hampir setiap malam. "Kamu sadar nggak, Shana... kalau setiap kali kamu masuk ke kamarku, aku harus berjuang mati-matian buat nggak menarikmu lebih dekat?" WARNING 21+
View MoreRoy dan Rina saling pandang.Teriakan itu terdengar begitu mendadak hingga keduanya sempat terpaku selama beberapa detik.“Alena!” seru Rina.Ia langsung berlari menuju kamar putrinya. Roy menyusul dari belakang dengan langkah cepat.Begitu sampai di depan pintu, Rina mengetuknya keras-keras.“Alena! Sayang, kamu kenapa?”Tidak ada jawaban.Rina kembali menggedor pintu.“Alena! Buka pintunya, Nak!”Roy ikut memanggil.“Alena! Kamu dengar Ayah? Jawab!”Keheningan dari dalam kamar membuat kecemasan mereka semakin menjadi-jadi.Rina menempelkan telinganya ke pintu, berusaha menangkap suara apa pun dari dalam.“Alena, tolong jawab Mama!”Tangannya mulai gemetar.Pikiran buruk bermunculan tanpa bisa ia kendalikan. Ia membayangkan putrinya jatuh sakit, terluka, atau mengalami sesuatu yang jauh lebih buruk.Roy mencoba memutar gagang pintu.Terkunci.“Alena!” panggilnya lebih keras.Ia mengetuk pintu sekali lagi, kali ini dengan kepalan tangan.“Buka pintunya, Nak!”Tetap tidak ada jawaban.
Tubuh Rina seketika kaku.Hanya sesaat.Tapi Roy melihatnya.Tatapan Rina berubah setelah mendengar nama itu. Wajahnya yang sejak tadi terlihat lelah kini semakin tegang. Tangannya bahkan tanpa sadar mencengkeram ujung bajunya sendiri.Rina perlahan mengangkat kepala."Kenapa kamu menanyakan nama itu?"Roy menatap lurus ke arahnya."Aku cuma ingin tahu.""Untuk apa?""Karena aku ingat sesuatu."Rina tidak berkata apa-apa.Roy menyimpan kembali ponselnya. Gerakannya tenang, seolah pembicaraan itu bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan.Namun Rina tahu.Roy tidak pernah menyebut nama Regon tanpa alasan."Beberapa waktu lalu aku menemukan catatan lama."Rina menahan napas."Catatan apa?""Dokumen lama.""Dokumen tentang apa?""Tanah."Jantung Rina berdetak lebih cepat.Ia berusaha menyembunyikan perubahan wajahnya. Namun nama Regon dan kata tanah yang disebut berdekatan membuat pikirannya kembali kepada masa lalu yang selama puluhan tahun berusaha ia kubur.Roy tidak menyadarinya."At
Ibu jarinya menggantung di atas layar selama beberapa detik. Ada dorongan kuat untuk menekan tombol panggil. Sekadar memastikan perempuan itu baik-baik saja. Namun, ia menahannya. Jika orang-orang tadi tahu pasti posisinya malam ini... Besar kemungkinan sinyal dan jejak digitalnya pun sedang diawasi. Menghubungi Alena sekarang sama saja menyalakan tanda bahaya di tempat terang. Arka menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku mantel. ... Rina duduk sendirian. Di balkon kamar. Malam telah semakin tua. Tetapi ia belum berniat untuk beranjak masuk ke dalam. Udara terasa dingin menusuk kulit. Halaman di bawah sana hampir seluruhnya tenggelam dalam pekat. Hanya ada cahaya samar dari beberapa lampu taman. Yang membuat bayangan pepohonan bergerak pelan saat tertiup angin. Di genggamannya, secangkir teh telah mendingin sejak tadi. Sama sekali tidak disentuhnya. Pikirannya kembali kepada Alena. Kemudian bergeser kepada Arion. Dan malam ini, tanpa i
Malam sudah lewat separuh.Arka memacu mobilnya menembus jalanan yang merenggang sepi.Sejak meninggalkan riuk pusat kota, kendaraan yang melintas bisa dihitung jari.Lampu-lampu pertokoan sudah padam.Menyisakan deretan penerangan jalan yang memantulkan bayang keemasannya di atas aspal basah.Arka sebenarnya bisa memilih jalur utama yang lebih ramah.Tapi malam ini energinya sudah terkuras habis.Ia memilih jalan pintas yang memorinya sudah di luar kepala.Lagu bersuara rendah terputar dari audio mobil.Tak benar-benar didengarnya.Sebelah tangannya menggenggam kemudi.Sementara matanya sesekali melirik layar ponsel di konsol tengah.Konsol itu sepi dari notifikasi.Percakapan telepon beberapa menit lalu masih menyisakan dengung tebal di kepalanya.Pikirannya tertinggal di sana.Mengunyah kata demi kata yang belum selesai diartikan.Saat mobilnya menyapu sebuah tikungan panjang yang diapit pepohonan rimbun...Sorot lampu tajam mendadak menusuk dari arah depan.Refleks, kaki Arka berp






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.