Love by Accident (Indonesia)

Love by Accident (Indonesia)

last updateLast Updated : 2022-04-02
By:  ChrysalisOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
10
7 ratings. 7 reviews
34Chapters
6.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Synopsis

Harap bijak memilih bacaan, yang masih U-13 jangan mampir. Sinopsis: Langit yang cerah itu seketika berubah menjadi mendung. Mungkin itu analogi yang tepat untuk menggambarkan kisah Kilara Andini. Gadis belia yang masih berusia 17 tahun. Masa-masa remaja Lara di tahun ketiga SMA terasa begitu indah. Bagaimana tidak, prestasi yang baik, teman-teman yang selalu ada untuknya, hingga pacar yang ia idamkan, semua telah Lara rasakan ditahun terakhirnya sebagai siswi SMA. Sayangnya, semua itu seolah hancur berkeping-keping. Bagi Lara, memori indah SMA ataupun catatan akhir tahun kelulusan, semua itu telah sirna, sejak dirinya mengalami tragedi di malam itu, hidup Lara berubah 180 derajat, gadis periang itu kini berubah menjadi pemurung dan suka meyendiri. Terlebih lagi, Lara hampir saja ingin mengakhiri hidupnya tatkala dirinya lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit jika dirinya tengah mengandung anak dari pria yang telah menghancurkan hidupnya. Penasaran bagaimana kisahnya?

View More

Chapter 1

Lelaki Brengsek di Kafe

“Oh, jadi kamu beneran datang juga, Mbak Andin,” suara Amanda melengking nyaring dari pelaminan, cukup keras untuk membuat seluruh penghuni ballroom menoleh. Ia tersenyum tipis namun sinis.

“Andaikan aku tahu kamu akan datang,” lanjutnya, “mungkin aku harus menyiapkan kursi khusus di belakang. Kursi untuk mantan.”

Beberapa tamu mulai saling berbisik. Mata-mata menyorot ke arah pintu utama ballroom, tempat seorang wanita berdiri dengan gaun hitam sederhana namun elegan, Andini.

Suasana ballroom Hotel Sun Shine yang sebelumnya romantis—dengan musik lembut dan gemerlap lampu gantung kristal—mendadak menjadi seperti panggung drama. Kehadiran Andini mengusik kebahagiaan pesta.

Andini baru saja kembali dari Malaysia. Dan kini, apa yang dikhawatirkan selama ini terbukti benar. Sahabatnya tak berbohong, tunangannya, Bima, pria yang pernah bersumpah takkan meninggalkannya, kini berdiri gagah di pelaminan. Bersanding dengan Amanda, adik tiri yang selama ini pura-pura lugu.

“Kukira kamu sibuk dengan... ya, urusan-urusan gelapmu di Malaysia,” lanjut Amanda, matanya menyipit penuh kemenangan. “Tapi ya sudahlah, kamu kan kakakku. Jadi tetap pantas datang, walau cuma sebagai tamu yang tak diharapkan.”

Andini tidak langsung menjawab. Langkahnya pelan namun tegas menuju keramaian yang tiba-tiba lenyap. Semua perhatian tertuju padanya.

Sisi lain, Bima berdiri kaku di samping Amanda, wajahnya tegang. Namun Amanda justru semakin menjadi.

“Jangan lihat aku seperti itu, Mbak. Semua ini terjadi karena kamu,” suara Amanda menggema, menuding seolah dirinya yang jadi korban. “Kalau kamu nggak main belakang sama pria-pria tua di luar negeri, mungkin Bima nggak akan lari ke aku.”

Andini mengerutkan alis, dadanya naik turun. Tapi ia tetap diam, tidak terburu-buru membalas.

“Sudah cukup, Amanda.” Suaranya akhirnya terdengar. Tenang, namun dingin. “Selamat untuk kalian berdua. Semoga bayi di kandunganmu tumbuh sehat, adikku,” lanjut Andini dengan senyum penuh luka. 

Boom.

Ballroom gempar. Beberapa tamu bahkan menjatuhkan gelasnya.

Hah? Tamu-tamu sontak berbisik. 

Beberapa orang bahkan mengeluarkan ponsel untuk merekam dan menantikan apa yang terjadi.

Sebab, mereka tahu jika Andini adalah kekasih Bima. Namun entah mengapa adiknya–Amanda–yang menggantikan posisi dirinya, menjadi pengàntin Bima.

Ternyata, penyebabnya adalah hamil di luar nikah? Jadi, mereka berselingkuh?

Mendengar bisik-bisik yang melebar, Amanda dan Bima yang sudah berhasil mengendalikan diri–menatap Andini tajam. 

“Andini!” bentak pria itu, “tega sekali kamu memutar balikan fakta. Jangan memfitnah kami di depan semua orang. Kami menikah karena ulahmu sendiri yang telah mengkhianatiku! Jika tak ada Amanda, aku mungkin sudah tak ada di sini. Dasar wanita murahan!”  

“Murahan?” Andini mengerutkan keningnya heran. “Maksudmu, apa?”

“Jangan pura-pura polos.” Bima mendadak mengeluarkan ponselnya dan menghubungkannya dengan sistem audio ballroom hotel.

Seketika rekaman percakapan Andini dengan seorang pria asing saat ia berada di Malaysia terdengar.

[Kamu tahu Andini … wanita secantik dirimu sayang kalau cuma kerja magang di kantor. Aku bisa memberimu apartemen, mobil, dan … apapun yang kamu mau.]

[Aku … aku gak tahu. Ini bukan hal yang biasa aku lakukan.]

[Tenang saja, kamu cuma perlu menemanimu sesekali. Makan malam, perjalanan bisnis dan ya … sedikit perhatian.]

[Selama aku gak melakukan hal yang terlalu jauh.]

Seketika para tamu terdiam dan mulai menyalahkan Andini yang jelas geram dengan aksi Bima yang manipulatif. 

“Lihat? Kamu sendiri yang menjual diri dan sekarang kamu malah menyalahkan kami?” ujar Bima dengan puas.

“Dasar playing victim!” potong Andini sembari tertawa sinis. 

Ternyata, ini jebakannya?

Bima sudah memanipulasi rekaman suara percakapan dirinya dengan seorang pengusaha di Malaysia.

“Kamu masih mengelak?” geram Bima.

Andini menatap tajam pria itu. Ia pun menyalakan rekaman utuh dari percakapan dirinya dengan sang pengusaha.

[Tenang saja, kamu cuma perlu menemaniku sesekali. Makan malam, perjalanan bisnis dan ya … sedikit perhatian terhadap kebutuhan klien.]

[Selama aku nggak harus melakukan hal-hal yang terlalu jauh, melanggar batas profesional, aku bisa pertimbangkan.]

[Tentu, ini soal menjaga relasi bisnis. Tapi kau tahu, ada tekanan dari pihak sponsor. Mereka ingin komitmen penuh.]

[Kalau itu bisa menyelamatkan proyek keluarga dan nama baik perusahaan, aku akan berdiskusi lagi dengan tim hukum.]

Perlahan, tapi pasti wajah Bima memucat.

Adik tirinya juga mendadak gelisah. Dia pun memasang wajah memelas, “Mbak Andin, apa kamu tak malu? Kita–”

“Malu?” Andini yang sebenarnya menahan diri, sontak merasa kesal. 

Dibukanya amplop yang baru didapatkan sore itu dan mengeluarkan beberapa foto perselingkuhan Bima dan Amanda. 

Tak lama, Andini melemparkannya ke udara seperti confetti.  

“Lihat ini, para tamu terhormat!” seru Andini dengan suara lantang. 

“Inilah calon mempelai pria kita, Bima Abimanyu, si pecundang sejati yang tega mengkhianati tunangannya. Dan ini dia, adikku tercinta, Amanda, yang dengan senyum manis merebut calon suami kakaknya sendiri. Sungguh drama yang memukau, bukan?”

Suasana ballroom meledak dalam kekacauan. Para tamu berteriak, berbisik, dan saling menunjuk dengan ekspresi terkejut dan jijik. 

Beberapa orang mencoba menenangkan situasi, sementara yang lain justru menikmati pertunjukan itu. Bima dan Amanda, yang tak tahan malu, mencoba melarikan diri dari sana.  

Namun Andini tidak membiarkan mereka lolos begitu saja. Dengan gerakan cepat, ia mencengkeram pergelangan tangan Amanda, mencegahnya untuk kabur. “Kalian mau pergi ke mana? Pertunjukan belum selesai!” serunya dengan seringai sinis.  

Bima menarik tangan Andini dengan kasar. “Lepaskan dia, Andini! Kamu sudah gila!”

Andini menepis tangan Bima dengan gerakan refleks. Amarahnya yang selama ini tertahan akhirnya meledak. Dengan sekuat tenaga, ia menampar wajah mantan tunangannya itu.  

PLAK!

Tamparan itu begitu keras hingga meninggalkan jejak merah di pipi Bima. Beberapa anak kecil yang melihat kejadian itu tertawa cengengesan, mengira itu bagian dari pertunjukan badut.  

Amanda merentangkan tangannya di depan Bima, melindungi suaminya dari amarah Andini. “Mbak Andin, apa yang kamu lakukan? Kamu tega sekali menampar suamiku!” serunya dengan air mata berlinang.  

Andini tertawa sinis. “Tega? Kalian yang tega mengkhianatiku, merebut kebahagiaanku, dan sekarang kalian berlagak menjadi korban? Sungguh, aku tidak habis pikir dengan kelakuan kalian.”

Hanya saja, Andini menyadari bahwa para pengawal ballroom mulai mendekat ke arahnya. 

Tatapan mereka tajam dan mengancam. Sepertinya, keluarga Hadinata tidak akan membiarkan Andini lolos begitu saja setelah membuat kekacauan di pesta pernikahan ini.  

Dengan cepat, Andini mengambil keputusan. Ia tidak akan membiarkan dirinya ditangkap dan dipenjarakan oleh keluarga kejam itu.  

Saat seorang pelayan mendorong kereta kue pengantin mendekat, Andini mengambil kue besar itu dan melemparkannya tepat ke wajah Bima. 

Krim putih dan potongan buah-buahan menghiasi wajah tampan pria itu, membuatnya terlihat konyol dan memalukan.  

Para tamu tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan itu. Memanfaatkan situasi, Andini pun pergi dari sana.

“Tangkap gadis itu!” pekik ibu Bima dengan wajah merah padam. 

Ia memerintahkan para pengawal bertubuh besar untuk mengejar Andini dan menyeretnya ke kantor polisi! 

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviewsMore

Kelores Ramlih
Kelores Ramlih
Penasaran pliss udah gk sabar ni
2024-12-26 20:13:34
0
0
Kelores Ramlih
Kelores Ramlih
Lanjut dong plisss
2024-12-26 20:12:45
0
0
Na_Vya
Na_Vya
Waduh, ada apa ya dengan Lara??Jadi penasaran^^
2022-04-09 20:11:34
1
0
Nyi Malika
Nyi Malika
seruu ceritanya. Lanjut kakak
2022-04-09 18:55:34
0
0
malapalas
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
2022-01-28 22:16:22
2
0
34 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status