20 wild encounters

20 wild encounters

last updateLast Updated : 2026-01-03
By:  Maryam danesi UmarCompleted
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
21Chapters
523views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

You’re not supposed to want this.But you will. Again and again.Twenty stories. Zero shame. From secret stepbrothers to forbidden rituals, from anonymous strangers to supernatural seductions—CRAVE delivers every fantasy you never dared speak aloud. MM, FF, MF, ménage, Omegaverse, and more—raw, relentless, and unapologetically hot.

View More

Chapter 1

The billionaire Dirty secret

"Saya tidak mempermasalahkan status kamu, biarlah itu jadi masa lalu. Tapi yang perlu kamu tahu, saya akan tetap menafkahimu meski tidak akan mengatur urusan pribadimu nantinya."

Garendra mengatakannya tanpa nada merendahkan. Suaranya datar, sedingin ubin marmer di rumah megah itu.

Kalimat itu terus terngiang, bahkan saat Arumi masih menatap pantulan dirinya di cermin rias yang retak sudutnya. Gaun off-white sederhana berbahan sutra itu melekat pas, akan tetapi dadanya terasa begitu sesak.

Ini kali kedua dia memakai warna yang sama di depan penghulu berbeda. Bebannya terasa sepuluh kali lebih berat sekarang.

"Sudah siap?" Ayah Arumi muncul di ambang pintu.

Tatapannya kosong, tidak ada haru sama sekali. Pria itu hanya tampak lega karena beban tanggung jawab atas anak perempuannya yang janda akan segera berpindah tangan.

"Sudah, Pak," bisik Arumi pelan.

"Garendra pria baik. Dia tidak mempermasalahkan statusmu, meskipun orang tuanya sempat ragu," Ayahnya mendekat, memperbaiki letak veil Arumi dengan gerakan kasar. "Kamu harus tahu diri, Arumi. Jangan bawa masa lalumu yang kelam ke rumahnya."

Arumi hanya mengangguk patuh. Masa lalu 'kelam' yang dimaksud sang ayah sebenarnya hanyalah perceraian setahun lalu. Pun, itu atas perjodohan kedua orang tuanya.

Dunia tahu dia janda, dan dia tidak merasa perlu memperbaiki asumsi itu.

Biarlah orang-orang menganggapnya sudah 'habis', toh itu lebih baik daripada harus menceritakan detail pernikahannya yang gagal.

Dia memilih diam, membiarkan asumsi orang-orang mengalir begitu saja. Menjelaskan kebenaran hanya akan menambah daftar panjang penghinaan yang harus dia telan bulat-bulat.

***

Prosesi ijab kabul berlangsung singkat dan begitu khidmat. Dalam satu tarikan napas, Arumi resmi menjadi istri Garendra.

Saat mencium punggung tangan suaminya, wanita itu merasakan kehangatan yang asing menjalar ke nadinya. Tidak ada sentakan kasar atau tatapan merendahkan seperti yang dia bayangkan sebelumnya.

"Terima kasih sudah menerima saya," bisik Garendra lembut.

Arumi menangkap ada jarak yang membentang di balik nada halus itu. Garendra menerimanya sebagai kewajiban, bukan karena menginginkannya sebagai wanita.

“Saya yang harusnya berterima kasih pada Mas, karena sudah mau menerima saya,” jawab Arumi sambil menunduk.

Malam harinya, rumah besar milik Garendra terasa begitu sunyi dan mencekam. Arumi berdiri kaku di dekat lemari saat memasuki kamar utama yang luas.

Jantungnya berdebar hebat, membayangkan tuntutan pria pada umumnya di malam pertama.

Garendra masuk membawa segelas air putih, lalu melirik Arumi yang masih mematung.

"Arumi, tidurlah di ranjang. Saya di sofa," ucap Garendra tenang sembari menaruh gelas di nakas.

Wanita itu tersentak kaget. "Tapi Mas, ini kamar kita. Kalau Ibu tahu bagaimana?"

"Ibu tidak akan tahu." Garendra memotong cepat sambil tersenyum tipis. "Saya tahu pernikahan ini mendadak, dan saya tahu kamu mungkin butuh waktu."

Arumi terdiam seribu bahasa. Kata-kata itu terdengar sangat menghargai, tapi disisi lain, rasanya perih.

Garendra seolah-olah menganggapnya sudah sangat berpengalaman dengan urusan ranjang, sehingga tidak perlu terburu-buru menyentuh wanita yang sudah pernah dimiliki pria lain.

"Mas Garendra tidak keberatan saya seorang janda?" Arumi memberanikan diri bertanya.

Garendra menghentikan gerakannya menata bantal di sofa. Dia menatap Arumi dengan sorot mata tulus yang menenangkan.

"Status hanya label, Arumi." Dia memperbaiki letak kacamatanya. "Tidurlah."

Ada kelegaan yang luar biasa di hati Arumi, tapi juga rasa pahit yang terselip di sana. Lidahnya mendadak kelu untuk bicara.

Biarlah Garendra menganggapnya janda sebagaimana dunia melihatnya. Karena baginya, memulai lembaran baru sebagai 'teman' jauh lebih baik daripada harus dipaksa melayani pria lagi.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
21 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status