Se connecterLia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan
Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan
Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum
Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa.Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu?Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu.Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu.Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya."ARGH KESEL!"Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?"Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum beranjak
Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini. Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh. Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gila
Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh.Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gilanya,







