Share

110.

Aвтор: IamBlueRed
last update Последнее обновление: 2025-11-19 23:49:48

Lia menarik napas pelan, memegang ponsel di tangannya yang menampilkan kalimat panjang berisi ucapan selamat ulang tahun. Semua orang sudah memberi ucapan: Oma, Mama, dan Julian.

Sekarang, giliran Lia.

Ia menjadi yang terakhir, penutup, dan tentu saja orang penting. Maka dari itu ia gugup setengah mati.

“Maaf, ya. Nggak sempat ditulis, cuma diketik aja.”

Damian mengangguk tidak mempermasalahkan.

Mama pun begitu. “Its okay, Lia. A

Ia sempat melirik Damian yang duduk di seberangnya. Lelaki itu tampak santai, menatapnya sambil tersenyum kecil, mungkin tidak menyangka Lia juga akan berbicara. Sejujurnya Lia tidak menyiapkan surat ucapan untuk Damian sama sekali—dibaca di depan banyak orang pula. Ia cuma sempat mengetik “sweet birthday message for boyfriend” di Google dua menit sebelum gilirannya tiba.

“Ehm…” Lia berdeham kecil, menatap ponselnya, lalu mulai membaca dengan suara lembut.

Dear Damian,

I hope you’ll always be surrounded by things that make you happy — no matter how small the
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава
Комментарии (1)
goodnovel comment avatar
Wardah Sekedang
kok ulang2 trusss apa udah kehabisan ide.........
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Latest chapter

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   119.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   118.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   117.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   116.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa.Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu?Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu.Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu.Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya."ARGH KESEL!"Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?"Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum beranjak

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   115.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini. Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh. Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gila

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   114.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh.Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gilanya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status