It's Okay That's Love (INDONESIA)
It's Okay That's Love (INDONESIA)
Author: Lusia
1. Keberuntungan

“KAMU DIPECAT!”

Lyn Liana kehilangan pekerjaan untuk untuk ke-10 kali. Sungguh Liana merasa tidak berguna, dipecat lagi.

Untuk apa lulusan Sarjana Manajemen Bisnis? Jika setiap kali dia bekerja tidak bertahan sampai sebulan.

Mendapat pekerjaan lalu,

Dipecat?

Ha-ha-ha. Menjadi pekerja tetap susah sekali. Liana hampir patah semangat. Mulai sekarang yang hanya dia lakukan mencari pekerjaan. Tentu saja dengan cara mengemis-ngemis pekerjaan.

Liana berjalan menelusi toko jalanan sambil menatap dinding toko, siapa tau ada lowongan pekerjaan cocok untuknya.

DIBUTUHKAN KASIR WANITA! 

Liana menggeleng mengingat saat dia kerja menjadi kasir. Sudah berapa kali aku dipecat menjadi kasir gara-gara membentak pembeli karena kesal sama mesin penghitung sering macet. Bahkan dia sempat memukul alat penghitung, saking gemasnya.

Liana menendang sesuatu yang dia temui di jalan, entah itu batu kerikil atau kaleng minuman maupun botol minuman. Liana tidak peduli! Yang hanya aku inginkan adalah melampiaskan semua emosinya.

Liana dipecat di restoran, tidak mendapatkan gaji terakhir. Benar-benar pelit restaurant tersebut, setidaknya dikasih uang untuk berjaga-jaga sebelum Liana mendapatkan kerjaan kembali.

“Kenapa hidup aku gini banget, sih?!” Liana mengadu kepada diri sendiri. Kemudian menghentikan langkah, dia merasa orang yang paling putus asa di dunia ini. “MENYEBALKAN! DUNIA MENYEBALKAN!” Liana mengerang lalu berteriak seperti orang gila untuk meluapkan emosi jiwanya.

Lalu Liana mengangkat roknya sampai jauh di atas lutut hingga paha putih terpampang jelas. Tanpa pikir panjang, Liana bersiap menendang kaleng minuman soda yang tadi dia beli di minimarket. Satu, dua, tiga ....

DHUKK!!!

Kaleng yang Liana tendang terlempar jauh. Liana tidak peduli jatuh dimana. Sama sekali tidak peduli!

Semoga saja dia mendapatkan keberuntungan, kalau tidak dia bisa mencari pekerjaan lewat media sosial.

Tidak ada.

Hanya tawaran pekerjaan tidak menarik.

“Heh! Wanita gila!”

Kepala Liana memutar ke sumber suara. Kening berkerut melihat lelaki asing di sana. Tatapan teralih bagian tangannya, lelaki itu menenteng bekas kaleng minuman. Otak Liana berpikir, jangan-jangan kaleng minuman yang dia lempar mengenai dirinya?

“KAMU YANG MELEMPAR KALENG MINUMAN SAMPAI MENGENAI DAHIKU? HUH! MENGAKU SAJA KAMU, HUH!” sentaknya, menuding.

Tatapan lelaki itu lebih tajam dari Liana. Tatapan mata seperti ingin menerkam dan memakan Liana bak singa kelaparan. Liana menelan ludah dengan susah, dia takut. Kemudian tanpa diaba-aba Liana berlari kencang layaknya dikejar hantu.

Liana kabur.

“WOY! JANGAN LARI KAMU! TIDAK AKAN BISA LOLOS JUGA! DASAR WANITA GILA! PEMBAWA SIAL!”

Liana berlari, dia sempat memungut selembar kertas berisi dibutuhkan karyawan kantor di departement fashion. Terjebak dikejar lelaki asing, namun Liana beruntung, dia mendapatkan selembar kertas lowongan pekerjaan.

Akhirnya pekerjaan yang Liana impikan, Ah... Betapa senangnya. Sekarang Liana diterima menjadi model di departement fashion, karena dia mempunyai tubuh yang cukup sexy dan body goals. Beruntung sekali bukan? Tidak sia-sia Liana memungut selembar kertas itu.

Haha.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status