SEXY SECRETARY & HER BOSS (INDONESIA)
SEXY SECRETARY & HER BOSS (INDONESIA)
Author: Di_evil
1 - Alena Si Seksi

"Miss Alena!"

Dipercepat langkah kedua kakinya yang mengenakan high heels dengan tinggi mencapai lima sentimeter. Sudah cukup terbiasa digunakan jadi ia berjalan pun santai, tanpa beban. Walaupun tahu jika masalah baru tengah menantinya.

Arah tujuan Alena adalah meja kerja milik Jasmine Vlaour Reyes, sekretaris utama sang atasan. Lambaikan tangan dilakukan wanita itu ditambah akan ekspresi cemas di wajah sudah menjadi tanda jika kehadiran dirinya memang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi.

"Akhirnya kau sampai juga. Untung saja aku tidak jadi menyuruh bodyguard khusus menjemputmu karena aku berpikir kau tidak akan datang kemari. Untung saja kau masih bisa menunjukkan sikap patuhmu."

Respons pertama Alena hanyalah tawa yang cukup kencang, meskipun ucapan Jasmine Vlaour sama sekali tidak patut ia anggap sebagai lelucon karena wanita itu mengatakan dengan raut yang serius. 

"Siapa memerintah? Pasti 'Bos Cerewet Cantik' kita itu bukan? Aku sudah menduganya, Miss Jasmine. Kau jangan menyembunyikan," ujar Alena dengan santai, setelah sampai di depan meja Jasmine.

Tak lama menanti tanggapan dari wanita itu, diberi anggukan pelan. Lalu, Alena menambah lagi tarikan pada masing-masing sudut bibir untuk membentuk senyuman yang semakin melebar. Tawa keluar.

"Kau benar, Miss Alena. Tapi, tidak jadi karena kau sudah datang kemari, walau kau terlambat. Miss Amanda pasti akan tetap mengomelimu."

Alena mengangguk. Menandakan kesetujuan atas perkataan Jasmine. "Tentu saja aku kena marah."

"Astaga, aku heran pada Miss Amanda. Tidak bisa aku dipercaya? Aku tidak akan mungkin sampai membatalkan kontrak yang sudah ditawar dengan cara kabur. Ada-ada saja atasan kita itu sampai meminta bodyguard khusus menjemputku," lanjut Alena mengeluarkan pendapat tengah dipikirkan.

"Aku tahu jika aku sangat dibutuhkan. Tidak mu--"

"Miss Alena, kau lebih baik cepat masuk ke dalam saja. Teruskan keluh kesahmu nanti setelah urusan dengan Miss Amanda selesai. Aku akan menemani sampai jam berapa pun yang kau mau. Oke?"

Tak ada pilihan lain selain menuruti perkataan dari Jasmine, enggan menimbulkan masalah yang bisa membuat wanita itu menampakkan sisi galak cukup menyeramkan. Jasmine juga bisa saja berdiam diri beberapa hari terhadapnya. Sesuatu yang ia tidak inginkan. Lebih baik memang menuruti saja.

"Baiklah, aku akan menemui Miss Amanda," ujar Alena masih dalam nada santai sembari melangkah menjauhi dari meja kerja rapi dan tertata Jasmine.

Tujuannya tentu ruangan yang berjarak sekitar lima meter di depan. Kedua kaki digerakkan dengan laju sama seperti tadi. Hanya akan diperlukan kurang dari satu menit untuk sampai. Dan, beberapa detik setelahnya, ia sudah bisa berada di dalam ruangan.

"Kauuu!"

Alena masih memasang ekspresi biasa saja, saat mendapatkan seruan lantang yang kesal dari atasannya, Miss Amanda Georvant. Ia lantas berhenti melangkah, sudah berada di depan meja kerja CEO sekaligus founder dari perusahaan tempatnya bekerja kini itu.

"Aku terlambat? Baiklah, aku minta maaf. Aku kurang disiplin," balasnya dengan nada santai. Tanpa ada rasa bersalah sama sekali.

"Ya, hanya sedikit kurang disiplin," ralatnya kemudian. Senyuman tipis diukir, kali ini.

"Kau tidak hanya kurang disiplin. Ada lagi. Dan sebagian besar sikapmu membuatku ingin marah. Tapi, kau salah satu talent di sini yang bisa memberikanku keuntungan hingga jutaan dollar. Jadi, aku tidak akan bisa memecatmu. Kau terlalu berharga."

"Aku bisa menolerir sikapmu. Kau bukanlah orang arogan, walaupun suka membantah nasihat yang selalu aku beri kepadamu. Aku tetap tidak akan protes. Karena, kau sudah memberikan keuntungan cukup besar."

Alena menyunggingkan senyum yang lebih besar seraya meloloskan suara tawa juga. Ia lantas mengangguk. Dua kali saja. Ditatap masih dengan lekat sang atasan. "Trims, ya. Kau memang bos terbaik, Miss Amanda."

Tak ada ketersinggungan yang dirasakan karena sahutan dari Amanda Geovant untuknya. Sudah diketahui benar sikap sang atasan sebab mereka sudah mengenal sejak lama. Lebih dari sepuluh tahun berteman. Walau tidak dekat layaknya sahabat baik, tetapi mereka cukup bisa saling memahami.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status