Bab 4

Happy reading

...

Gue masuk kedalam kamar Kak Jungmo dan mendapati laki-laki itu lagi tidur pulas banget padahal jam udah nunjukin pukul 08.00 pagi.

"Kak jungmo." Panggil gue sambil sesekali teken-teken bahunya.

Gak lama setelahnya Kak jungmo menggeliat pelan.Dia membuka  kedua kelopak matanya.

Dia ngeliatin gue dari atas sampe bawah.Gue yang diliatin secara intens kaya gitu reflek meluk diri sendiri.

"Ke-kenapa kak?" Grogi rasanya diliatin gitu.

Apalagi Kak Jungmo ngeliatinnya sampe gak kedip.

"Kak?"

Dia menggeleng pelan kemudian duduk dengan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.

"Ayo kak aku bantu ke kamar mandi." Gue udah menawarkan bantuan dengan setulus mungkin.

Tapi kak jungmo cuman diem dan milih buat melamun daripada balas ucapan gue pake isyarat ngangguk atau geleng.

"Kak..."

Akhirnya dia ngelirik gue kemudian menganggukan kepalanya.

Gue memapahnya dengan pelan bangun dari ranjang.Ya tapi karena badan gue gak terlalu sanggup buat nampung bobot dia dan jadilah kita jatuh...

Chup!

Eh??

Gue jatuh dengan dia dibawah dan gue diatas bahkan dengan nakalnya bibir gue nyentuh bibirnya.

Dia keliatan terkejut kemudian mendorong pelan tubuh gue.ADUHH GUE RASA INI PIPI GUE PANAS...

Suasana jadi hening dengan dia yang duduk di tepi ranjang dan gue yang masih berdiri di depan dia.

"Maaf kak tadi aku bener-bener gak sengaja." Gue gak tau dia marah apa nggak tapi yang jelas ekspresi wajahnya sulit banget buat ditebak.

Tapi akhirnya dia mau buat gue papah sampai di kamar mandi.

Nyampe dikamar mandi pun kini gue yang bingung sendiri.Gimana caranya Kak Jungmo mandi sama buka baju?? 

Dia kan nggak bisa Jalan?!

Kepala gue jadi pusing mikirinnya,Tapi dia dengan santai nepuk bahu gue dan nunjuk sebuah kursi khusus dikamar mandinya.

"Mau kesana?" Tanya gue memastikan.

Dia ngangguk.

"Yaudah kak."

Gue mapah dia sampai didepan kursi khusus itu.Kemudian adegan tak terduga terjadi dimana dia sekarang malah buka kancing piyamanya satu persatu.

"ASTAGA KAK KALAU MAU BUKA BAJU USIR AKU DULU..." Gue heboh sendiri kemudian lari ninggalin dia bodo amat lah dia buka bajunya gimana Yang jelas gue gak mau mati muda.

...

"Kamu kenapa nak?" Gue ngelirik kearah Mama Koo yang sekarang bertanya pada anaknya itu.

Kak Jungmo dengan santai menggeleng tapi dia tetep gak bisa nyembunyiin raut wajah senengnya.

Iya seneng ngerjain gue...

"Jungmo Papa jarang liat kamu seseneng ini setelah sekian lama dan sekarang kamu bisa keliatan seperti dulu papa turut senang." Ucap Tuan Koo yang ikut tersenyum.

Kak Jungmo ngelirik kearah gue yang kepalang basah karena salting dengan muka gue yang merah padam.

"Eh Jihan kamu sakit nak?" Kali ini giliran Mama Koo yang nanya karena berhasil mengikuti lirikan mata Kak Jungmo.

"Eng-enggak ma,Jihan cuman sedikit gak enak badan aja." 

"Kamu kalau sakit bilang aja,Saya gak mau kamu kenapa-napa." Kali ini Tuan Koo punya suara.

Gue menggeleng sebagai Jawaban kemudian balas melirik kearah Kak Jungmo yang sekarang mengubah pandangannya.

Nah Kan ketangkep basah lo sama mata elang gue HAHAHAHA.

"Nanti Jihan ikut mama sebentar ya." Gue mengangguk pelan.

"Oh iya jangan lupa jadwal Chek up kamu sayang." Tambah Mama Koo menatap putranya itu.

Kak Jungmo mengangguk sebagai jawabannya.

"Jihan,Mama emang gak salah milih kamu jadi pendamping Jungmo." Lirih Mama Koo.

"Maksud mama?"

"Jungmo jarang banget nunjukin ekspresi senangnya kaya tadi dan semenjak ada kamu dirumah ini Jungmo jadi lebih bahagia."

Iya bahagia ngusilin gue -____-

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status