Poison

Helwi sontak menahan napas saat Geri tiba-tiba sudah berada tepat dihadapan wajahnya.

Bisa tebak apa yang terjadi, Geri tak jadi menampar wajah Helwi. Namun sebagai gantinya adalah lelaki tersebut pun segara mengunci pergerakan perempuan itu.

Gila, hal itulah yang langsung Helwi pikirkan.

Geri adalah laki-laki yang punya kelainan orientasi seksual, lantas apa yang akan pemuda itu lakukan?

"Kamu adalah bunga mawar yang beracun, Helwi. Aku tak menyangka malah berakhir dengan perempuan menijikkan seperti mu. Tapi kamu sering memberiku saran, nasihat dan wejangan, kan. Untuk itu bagaimana kalau kita membuktikannya bersama. Kelainan orientasi seksual ku bisa sembuh atau tidak."

Selama ini Geri tak pernah bicara begitu pada Helwi. Tak pernah sekalipun, lantas sekarang malah bicara..., membuktikan?

Seperti perkataan orang itu, bahwa apa yang terjadi adalah sebuah racun yang menyebar ke seluruh tubuh. Memakan secara perlahan-lahan namun pasti. Semua hal yang terjadi adalah racun kehidupan, itulah adanya.

Geri yang tersesat.

"Lepaskan aku, Geri. Aku diam bukan berarti kamu bisa bersikap sesenaknya padaku. Aku sudah bersikap baik, lalu kamu hanya menganggapku sampah?"

Sungguh, air mata Helwi sebentar lagi pasti akan menetas saat itu juga jika saja tak teringat dengan mendiang Ayah dan Ibunya.

Helwi sudah berjuang keras untuk sampai pada posisi ini. Ia tak akan berakhir menyedihkan dengan begitu mudahnya.

Lantas apa yang harus perempuan itu lakukan adalah mencari pekerjaan, bukannya malah menikah dengan anak sang majikan yang sangat baik padanya hingga sudah menganggap sebagai anak sendiri.

Lulus dari sebuah universitas ternama wajar mencari pekerjaan dan penghidupan sendiri, kan?

Tapi apa yang terjadi, Helwi sama sekali tak bisa melakukan apapun. Terlalu banyak harapan, tanggung jawab, kewajiban dan harapan yang diemban oleh gadis tersebut.

Sungguh, semua itu terdengar sangat tak masuk akal!

Helwi ingin punya kehidupan sendiri, menata masa depan dan hidup yang ia impikan.

Lantas apa yang terjadi justru sebaliknya!?

Tolong, katakan bahwa Helwi tak harus menderita setiap saat dalam aliran darah dan hembusan napas yang membuat perempuan tersebut hidup sampai sekarang.

Kebahagiaan dan ketenangan hidup adalah milik setiap orang, termasuk Helwi.

"Tak perlu bertanya Helwi. Kamu bahkan lebih buruk dari sampah dimata ku. Kamu itu adalah sampah dan tempat pembuangannya sekaligus, lalu kamu juga terlihat seperti binatang yang sangat menjijikkan daripada manusia."

Plak!

Entah mendapatkan keberanian dari mana, Helwi pun langsung melayangkan satu tamparan tepat mengenai wajah Geri. 

Helwi sejatinya memang perempuan yang berhati lembut dan sopan, akan tetapi ia juga punya batas kesabaran. Setiap orang juga memiliki itu.

"Kita buat kesepakatan saja, jika aku bisa membuatmu jadi normal, maka lepaskan aku dari ikatan gila yang membelenggu ini. Aku ingin hidup normal seperti orang pada umumnya. Tapi jika tidak, kau bisa memperlakukan ku sesuka hati dan pikiranmu," kata Helwi dalam satu tarikan napas.

Walau bagaimanapun hanya itu yang akan perempuan itu lakukan. Muak bukanlah kata yang tepat bagi Helwi, akan tetapi lebih daripada itu!

"Berani menampar ku, apa yang kau lakukan?"

Suara Geri terdengar dingin dengan wajah yang sama sekali tak melihat pada Helwi. Nada rendah yang terasa mencekam. Oleh karena itu, Helwi pun spontan langsung meringis tertahan.

Ini adalah hal terburuk dalam hidup seorang Helwi.

Tidakkah ada sedikit keadilan untuk perempuan tersebut?

"Oh ya, baiklah. Aku lebih suka kau menderita dengan serendah-rendahnya hingga ke sel terkecil. Jika kamu tak bisa membuktikan perkataanmu, bersiaplah menjadi wanita murahan yang menjual dirinya pada Bar. Bagaimana?"

Sebegitu bencinya-kah Geri pada Helwi. 

Apa yang membuat orang itu sebegitu bencinya?

Selama ini Helwi bersikap baik meski terkesan mengekang. Semua itu adalah untuk kebaikan Geri sendiri. Jika bukan karena balas budi dan hormat, Helwi sebenarnya ingin sekali melepaskan diri.

Dia ingin bebas!

Bukankah adik perempuan atau setidaknya perempuan itu ada untuk di lindungi?

Kemanakah perginya hati nurani seorang Geri.

Selain mengalami kelainan orientasi seksual, apa Geri juga seorang yang tak berperasaan, tak punya belas kasihan?

Jawabannya adalah iya. Faktanya seorang Geri Fahrezi adalah pemuda yang gagal menjadi seorang psikopat. Jika saja Helwi tak ada dalam kehidupan orang tersebut, sudah dipastikan bahwa Geri akan menjadi seorang psikopat yang melukai banyak orang.

Tentu saja, orang-orang yang tak bergunalah yang menjadi sasaran para psikopat menurut versi dan pandangan sendiri.

Semua terjadi secara alamiah dan berbagai kemungkinan dari dalam maupun luar.

"Bisa?"

Pertanyaan Geri bahkan membuat Helwi tak bernapas selama beberapa saat. Untuk sementara, perempuan tersebut jadi lupa cara bernapas dengan benar. 

Saat melihat ada keanehan pada wajah Helwi, Geri pun sontak langsung menyentuh wajah perempuan tersebut. Yang entah karena apa, sentuhan itu malah terasa seperti sengatan listrik baik bagi keduanya.

Tangan dingin Geri bertemu dengan wajah panas Helwi yang berusaha menahan marah serta air mata.

Sontak seketika itu juga Geri pun langsung menjauhkan tangannya dari wajah Helwi. Kaget adalah penyebab utama.

"Bernapas, Helwi bernapas!"

"Hah..."

Wajah yang semula pucat Helwi sontak langsung memerah oleh pasokan oksigen yang mulai memenuhi rongga paru-parunya.

Mungkin juga hal tersebut terjadi akibat rasa keget.

"Ku anggap itu iya. Terserah dengan apa jawabanmu, aku sama sekali tak peduli."

Tak peduli, cukup. 

Helwi pun merasa seperti sudah tak hidup lagi, seakan nyawa sudah terpisah dari raga.

Apa yang berdiri saat itu adalah mayat hidup yang berdiri dan bergerak, atau mungkin sebuah robot yang sudah disetel, atau yang lebih buruk lagi, arwah gentayangan, zombie, dan mungkin juga kanibal.

Dari sekian banyak kata-kata tersebut diatas, Helwi lebih suka dengan kata zombie dan kanibal. Sesuatu yang bergerak dan memakan sesamanya, jikapun tak memakan, maka secara otomatis akan menggigit.

Lihat saja apa yang akan terjadi.

Lalu satu detik setelahnya, tanpa aba-aba, tanpa persiapan dan tanpa niat juga, Helwi pun langsung meraih tengkuk Geri kemudian menyatukan bibir mereka.

Entah apapun yang terjadi yang jelas kegiatan itu sudah terlanjur mengusai keadaan. Sebuah pergerakan spontan yang menakutkan. 

Sekarang yang tersisa hanyalah, Geri yang membulatkan matanya. Terkejut akan aksi tiba-tiba perempuan yang ada dihadapannya saat itu.

Gila.

Ada yang aneh. Benar, walau hanya sekedar menempel, Geri merasa ada yang tak beres pada tubuh dan reaksi otaknya.

Semua jadi tak sinkron dan bekerja dengan baik!

Geri tahu bahwa itu adalah sebuah kesalahan.

Entah karena apa, Geri yang punya kelainan orientasi seksual jadi menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman biasa!

Sudah dikatakan bahwa ada yang aneh, kan.

Harus ada pergerakan!

Untuk itu belum berselang lama kemudian, Geri pun langsung meraih pinggang ramping Helwi, seseorang yang sangat ia benci.

Tanpa menghiraukan fakta tersebut, tanpa bisa dicegah Geri pun langsung mencium beringas bibir yang terasa seperti candu sebuah minuman.

Sementara itu tangan yang satunya lagi meraih tangan Helwi yang berusaha memberontak tepat saat orang tersebut mengerakkan bibir.

Helwi sendiri, ia masih terus memberontak.

Tidak, ia tak mungkin berakhir menjadi budak nafsu ataupun budak seks orang gila yang tiba-tiba mencium bibirnya secara beringas.

Terlebih itu adalah first kiss-nya!

Satu hal yang perlu digarisbawahi, Helwi tak semudah, sesederhana, dan selemah kelihatannya. Perempuan tersebut kuat dan tahan banting.

Baik itu dari segi tenaga, kekuatan dan harga diri. Benar, Helwi akan memperjuangkan apa yang harus ia miliki, sebuah kebebasan hidup.

Dengan sekali gerakan, perempuan tersebut akhirnya berhasil melepaskan diri dari kunkungan Geri. Lalu tanpa membuang banyak waktu Helwi pun juga menghentak bagian privasi orang yang seenaknya jidatnya mencium bibirnya.

Tentu saja, bagian kelemahan seorang laki-laki adalah pada alat vital mereka. 

Terkadang Helwi jadi berpikir, dengan kelainan orientasi seksual, apa Geri punya sel cairan tubuh laki-laki normal?

Atau tidak?

Lupakan hal tersebut, yang penting diperhatikan adalah, apa yang akan terjadi setelahnya?

Hanya Helwi dan Geri saja yang tahu.

Eitsz..., gak kok, author juga. See you more!

Orang yang punya kepribadian beringas kemungkinan besar pasti akan mengamuk kan, saat 'adik kecilnya' di usik?

Lalu bagaimana dengan nasib Helwi?

*****

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status