GEISHAKU KARMILA
GEISHAKU KARMILA
Author: Raifiza27
BAYANGAN SEORANG WANITA

Deru mobil mewah melaju dalam kecepatan sedang. Menyusuri jalan beraspal yang sepi dan lengang. Hanya terlihat beberapa lampu penerangan, tapi tak sanggup memberikan pencahayaan yang cukup.

Sesekali Lazuarrdi melihat ke arah belakang. Pandangan matanya tertuju pada sebilah pedang samurai yang tergeletak di atas jok. Terlintas kembali bayangan yang selalu menghantui dirinya. Semenjak dua bulan yang lalu. Dia menerima warisan dari sang kakek, yang sudah meninggal.

Berulang kali, Lazuarrdi merasa diikuti oleh sebuah bayangan wanita misterius. Sosok yang begitu mengerikan sering muncul dalam kamarnya. Di mana pedang samurai itu berada.

Terdengar Lazuarrdi menghela napas panjang. Bila ingatan membayang pada dua bulan belakangan ini.

Saat dirinya masih melihat ke arah jok belakang.

Tiba-tiba ....

Mobil yang dia tumpangi terasa oleng. Dan terus melaju ke luar lajur jalan utama. Kecepatan mobil pun tak bisa dikendalikan. Rem yang biasanya tak bermasalah. Seakan tak mampu menghambat laju mobil yang terus meluncur cepat. Hingga Hantaman keras tak bisa terhindar lagi. Air bag pun langsung mengembang. Saat kap mobil depan menghantam sebuah pohon besar.

Ciiiiiiiiittt!

Bruuuuaaakkk!

Tin tin tin tin tin!

Suara bunyi klakson terus berbunyi.

Seketika suasana hening. Lazuarrdi dan seorang sopir masih terbenam dalam kantung udara. Hingga sekian menit ke depan. Perlahan kantung itu pun mulai mengempes.

Lelaki tampan dengan manik mata kecoklatan. Berusaha menyentuh pundak sopirnya. Dia mengguncang perlahan.

"Bangun, Sat!"

"Eeehhh ...."

"Ba-bangun," bisik Lazuarrdi.

Tangannya terus bergerak menepuk bahu Satriyo sang sopir.

"I-iya, Mas. Saya masih sadar kok. Cuman syok."

"Ayo, kita keluar dari mobil sekarang!" ajak Lazuarrdi.

Tak ada yang terluka. Keduanya terlihat baik-baik saja.

Tampak Lazuarrdi dan Satriyo, segera keluar dari mobil. Sejenak mereka berdua menghirup napas lega. Lazuarrdi merentangkan kedua tangan. Menggerakkan kaki yang terasa lemas.

Sekian detik berlalu. Dia mulai memperhatikan suasana di sekitar. Sejauh mata memandang, hanya menangkap semak belukar dan beberapa pohon yang terlihat.

"Tempat ini sepertinya jauh dari rumah warga," bisik Lazuarrdi.

Sepintas lelaki tampan itu, melirik pada Satriyo yang mulai memeriksa kondisi mobil. Tampak dia garuk-garuk kepala. Seolah sedang bingung dan keheranan. Membuat Lazuarrdi tertarik untuk terus memperhatikannya.

"Ada apa, Sat?" Dia pun mendekatinya.

"Ada yang aneh, Mas."

"Aneh gimana maksud kamu?" tanya Lazuarrdi dengan menoleh ke arah Satriyo.

Tanpa menjawab. Satriyo hanya menunjuk ke arah bagian mobil. Dengan pencahayaan lampu kota. Satriyo bisa melihat dengan jelas, kondisi di sekitarnya. Ada sesuatu yang janggal dan aneh.

"Ada apa?"

"Coba Mas lihat sendiri!"

Pandangan matanya beralih mengikuti arah telunjuk Satriyo. Bamper depan mobil tak terlihat sedikit pun yang rusak. Padahal jelas-jelas mobil mereka, menghantam pohon yang berada di sebelah kiri Lazuarrdi.

"Aneh? Kok enggak ada bekas rusak sama sekali, Sat?"

Raut wajah lelaki tampan itu sedikit berubah. Dia kembali merasakan keanehan yang seolah terus mengikuti dirinya. Keduanya hanya bisa saling beradu pandang.

"Saya juga kurang tau, Mas. Tapi, coba Mas Ardi lihat ke arah sini!"

Satriyo kembali menunjukkan sesuatu, berupa cairan berwarna kemerahan.

"Darah-kah ini?" tanya Lazuarrdi sedikit membungkuk.

"Sepertinya begitu, Mas. Sebentar saya ambil senter dulu."

Langkah Satriyo terdengar berlari kecil. Tak lama berselang. Dia pun kembali berdiri di sebelah Lazuarrdi yang berjongkok.

"Coba arahkan senternya ke sini, Sat!"

Dengan cepat, Satriyo mengikuti perintah majikannya.

"Kamu nabrak apa?" Tatapnya tajam pada sang sopir.

"Saya enggak merasa menabrak apa-apa Mas. Cuman saat di pertigaan tadi. Saya seperti melihat ada yang melintas. Sepertinya sih seorang cewek Mas."

"Cewek?"

Satriyo mengangguk.

Kecemasan mulai tergambar di raut wajah Lazuarrdi. Perasaannya kembali tidak tenang. Sama seperti beberapa kejadian yang sering dia alami.

"Tapi, pakaian yang dia pakai kayaknya aneh Mas."

"Aneh gimana?"

"Seperti wanita Jepang jaman dulu."

Deg!

"Hemmm ...!" Lazuarrdi pun tertegun mendengar cerita Satriyo.

'Apa ini masih berhubungan dengan pedang samurai kakek?' bisik Lazuarrdi dalam hati.

Saat mereka sibuk memperhatikan percikan darah di bagian bamper depan. Dari arah dalam mobil. Tiba-tiba, lampu menyala dan berkedip-kedip. Membuat mereka berdua terhenyak. Lalu saling berpandangan.

"Ke-kenapa lampunya nyala sendiri, Mas?" Raut wajah Satriyo mulai terlihat tegang.

Lazuarrdi hanya terdiam tak menjawab. Tatap matanya tajam mengarah pada mobil yang ada di hadapannya.

Seketika itu juga, aura yang sangat berbeda mulai terasai. Beberapa kali Lazuarrdi menelan ludah. Untuk membasahi tenggorokan yang terasa kering dan tercekat tiba-tiba. Dadanya pun mulai berdebar-debar.

"Mas, ada apa ini?" ulang Satriyo dengan menepuk lengan Lazuarrdi.

"Aku juga enggak tau Satriyo. Coba kamu matikan lampunya!"

"Haaahhh? Sa-saya ...?"

"Iya, kamu. Kenapa?"

"Ta-tapi saya takut, Mas Ardi."

Tak menunggu kalimat pembantahan panjang lebar. Lazuarrdi berjalan menuju pintu mobil. Walau terlihat ragu. Dia mencoba mematikan semua lampu yang berpijar.

Tiba-tiba, dari arah belakang. Dari ujung kedua sudut matanya. Lazuarrdi menangkap sosok bayangan hitam kehijauan.

"Haaahhh!" Dia terperanjat.

Jantungnya berdegup kencang. Dengan tarikan napas yang menderu keras.

'Si-siapa yang yang duduk di jok paling belakang itu?'

Lazuarrdi memberanikan untuk melihat dari spion dalam. Matanya terbelalak. Dengan mulut yang terperangah.

Napasnya semakin memburu. Seolah sedang dikejar oleh sesuatu. Pandangan mata pun tak bisa dia alihkan begitu saja.

Dalam penglihatannya. Dia melihat sosok seorang wanita mengenakan pakaian kimono berwarna hijau, dan obi (sabuk) berwarna hitam. Namun, di sekitar bagian dada dan leher. Lazuarrdi melihat bercak darah segar, yang terus menetes.

"Ke-kenapa ada banyak darah di badannya?"

Lazuarrdi terus memberanikan diri, untuk memperhatikan penampakan sosok itu. Sontak matanya melotot. Kala melihat wanita tanpa kepala. Lehernya terpenggal rata. Lebih mengejutkan lagi. Dalam genggaman tangan sosok wanita itu. Terlihat sebuah kepala seorang wanita, yang bersanggul lengkap khas Jepang. 

"Aaaarghhh!"

Teriakan Lazuarrdi mengejutkan Satriyo yang berdiri di bagian depan mobil. Terlihat lelaki tampan itu, keluar menjauh. Tangannya bergetar, dengan menunjuk ke arah mobil miliknya.

"Mas Ardi kenapa?" tanya Satriyo ikut panik.

"Wa-wanita, Sat! A-da wanita di dalam mobil," ucap Lazuarrdi lirih.

Kedua lutut Satriyo seketika terasa lemas.

"Ma-maksud Mas Ardi apa? Sa-ya enggak lihat siapa-siapa."

"Co-coba kamu lihat lagi!"

Satriyo pun menoleh ke arah mobil. Yang hanya berjarak lima meter dari mereka berdua berdiri saat ini. Lantas Satriyo menggeleng.

"Enggak ada siapa-siapa Mas Ardi?"

"Lihat lagi yang jelas! Bila perlu kamu maju ke sana, Satriyo!"

"Sa-saya ...?" Suara Satriyo terdengar bergetar.

Melihat sopirnya yang belum apa-apa sudah ketakutan. Membuat Lazuarrdi menekan perasaan takutnya. Tangannya menarik pundak Satriyo untuk ikut berjalan bersama.

"Ayo ikut!"

"Haaahhh?" Satriyo hanya bisa terbengong.

Kini keduanya sudah berdiri di samping mobil. Kemudian melihat dari balik kaca jendela. Memperhatikan dengan seksama. Dari ujung ke ujung hingga bagian belakang.

"Kamu lihat?"

"Enggak ada apa-apa, Mas."

Sosok wanita yang terpenggal kepalanya sudah tak terlihat. Pandangan mata Lazuarrdi tertuju pada pedang samurai, yang masih tetap di jok.

'Siapa wanita itu?'

Saat wajah Lazuarrdi menempel di jendela. Dia kembali melihat bayangan yang aneh. Seperti menyelinap di antara jok tengah dan belakang. Seakan berjalan merangkak, lalu beralih masuk ke bawah jok.

Lelaki tampan itu langsung bergidik. Dia merasakan bulu kuduknya berdiri dan sangat merinding.

"Aku kali ini benar-benar merinding Satriyo ...."

Suara Lazuarrdi terdengar lirih dan serak.

***

Baca juga karya ku lain. KUKU BU SAPTO, terima kasih.

Comments (1)
goodnovel comment avatar
firsty.luvi
This is one of the best story I've read so far, but I can't seem to find any social media of you, so I can't show you how much I love your work
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status