Hug Me Papa
Hug Me Papa
Author: Nanaa_
1

Langkah kakinya yang mungil itu terus menyusuri jalanan yang sepi, anak rambutnya bergoyang tertiup angin, Jovian atau yang kerap disapa Jovan-nie anak laki-laki baru menginjak usia 10 tahun itu bersenandung kecil.

Jemarinya menggenggam erat setangkai bunga matahari dan bibir mungil itu tak henti-hentinya tersenyum, Jovian akan memberikan bunga ini pada sang Mama dan Papanya. Namun langkah kakinya terhenti saat suara pecahan barang dan teriakan sang ibu terdengar.

"Kau menyembunyikan nya selama ini!! Kau tega pada Jovian!!"

"Sudah kubilang itu kesalahan!"

"Tapi wanita itu sudah memiliki anak hasil perbuatan mu William!"

"Maka izinkan aku untuk menikahinya Helena!!"

Perdebatan hingga makian dari bibir sang ayah pun semakin keras, Jovian tidak mengerti mengapa Mama dan Papanya bertengkar hebat, bukankah hari ini adalah hari pernikahan mereka? Seharusnya mereka bahagia dan merayakannya seperti biasa, bercanda dan tertawa bahagia.

"Lalu bagaimana dengan ku dan Jovian William??"

"Pilihan mu hanya dua, izinkan aku untuk menikahinya atau kau cerai tanpa mendapatkan sepeserpun harta dariku!"

Teriakan itu semakin membuat Jovian takut, Jovian kecil meringkuk di depan pintu kamar orang tuanya dengan telapak tangan yang menutupi telinganya, berharap pertengkaran hebat itu pun tak terdengar olehnya.

"Bagaimana dengan Jovian?? William jangan gila!!"

"Maka bawalah Jovian Helena!"

Tangisan pedih sang ibu terdengar menyakitkan ditelinga Jovian, suara langkah kaki dari dalam kamar pun membuat Jovian tersadar jika sang ibu akan menemukannya di sini dengan keadaan menyedihkan, Jovian pun langsung berlari menuju kamarnya dan masuk ke dalam selimut tebal dan menangis dalam diam.

Pintu kamar Jovian terbuka menampilkan sang ibu yang tersenyum sedih melihat sang anak menangis diam-diam, Jovian-nya pasti mendengar pertengkarannya dengan sang suami. Helena segera mengusap sudut matanya yang dibanjiri air mata dan berjalan mendekati Jovian.

Jovian-nya lah yang paling tersiksa disini, dia tidak mengerti apa-apa lalu di pisahkan dengan ayahnya yang brengsek. Helena tidak menyangka jika William memiliki anak hasil hubungan gelap dimasa lalu dan memiliki anak, bahkan tiga tahun lebih tua dari Jovian. Dan wanita itu ingin suaminya menikah dengannya, melupakan jika pria itu memiliki istri dan putra kecil. Helena tak masalah jika anak itu di asuh olehnya, tetapi William tetap bersikukuh untuk tetap menikahi wanita itu.

Mimpi buruk Helena ternyata menjadi sungguhan, dulu Helena berjanji jika dia memiliki buah hati maka Helena tidak akan membuat sang anak merasakan apa itu perceraian dan tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya. Ternyata itu hanya bertahan untuk beberapa tahun saja, Helena mengingkari janjinya atau William yang memberikan janji palsu?

"Jovian? Jovian-nie ikut Mama ya?" Ucap Helena sambil mengusap punggung bergetar dibalik selimut itu.

"Aku bukan anak nakal kan?" Tanya nya lagi

"Bukan ma." Jawab Jovian parau.

"Maka Jovian harus patuh pada Mama sayang, Jovian ikut dengan Mama ya?"

Tetap berusaha untuk tidak menangis di hadapan Jovian, terus membujuk Jovian hingga Jovian mengangguk ingin ikut dengannya membuat Helena lega bukan main.

"Mama sayang Jovian." Helena memeluk tubuh mungil itu dengan erat, mengecup pucuk kepala Jovian sayang dengan air mata berderai. Mendekap hangat tubuh putranya yang bergetar menangis dengan terus menggumankan kata maaf.

"Mama janji, Jovian akan bahagia."

Terkadang ada sebagian orang yang saat masa kanak-kanaknya itu tidak bahagia, menjadi korban keegoisan orang tua dan berakhir terluka dengan janji-janji yang menurutnya akan membuat dirinya bahagia, padahal itu hanyalah fana.

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status