Share

Bab 96: Satria Pergi ke Pulau Utama Kerajaan Doraka

Satria duduk sendiri di kursi yang ada di balkon tokonya. Tatapannya tertuju ke langit malam yang tampak dipenuhi oleh bintang. Secangkir teh tampak tersaji di meja yang ada di depan Satria. Tak lama kemudian Grey datang menghampirinya dari dalam rumah. Grey sejenak ikut mengalihkan pandangannya menatap langit malam, tampak rembulan sedang purnama malam ini.

“Para tokoh mengatakan bahwa tidak ada pergerakan sama sekali dari pihak kerajaan, padahal mereka sudah siap jika pihak Kerajaan Doraka mengerahkan Pandora untuk menyerang Pulau Nayaga. Apakah kau sudah mengetahuinya sejak awal? Hanya kau saja yang terlihat lebih tenang dibandingkan yang lainnya,” tanya Grey.

“Ya. Pandora pasti sudah dikerahkan untuk mengatasi masalah di pulau-pulau lain yang mulai bermunculan. Kerajaan akan berusaha agar kejadian di Pulau Nayaga tidak terjadi lagi di pulau lain, tentunya mereka akan memprioritaskan pasukan terbaiknya. Keadaan di pulau ini ibarat nasi sudah berubah menjadi bubur, mereka tidak akan
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status