Share

Bab 1049

Author: Rexa Pariaman
Selesai berbicara, Dharmadaya berbalik hendak pergi.

Pada saat itu, Ewan tiba-tiba membuka matanya, mengangkat tangan dan menunjuk ke depan.

Swiiing! Energi pedang mengguncang langit.

Satu garis energi pedang tak berwujud meletup dari ujung jari Ewan, menembus udara, dan menghantam sebuah pohon gingko belasan meter jauhnya.

Batang pohon gingko itu tebalnya sebesar baskom. Pada detik terkena energi pedang, pohon itu langsung terbelah menjadi dua.

Dharmadaya mendadak berhenti melangkah, berbalik m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2238

    Tandi hilang kontak? Ewan terkejut. Belum sempat bertanya, Dewa Perang melanjutkan, "Selain Tandi, ada juga 14 anggota Aula Raja Maut yang hilang kontak."Hmm? Ewan langsung menyadari bahwa ini adalah masalah besar. Dia lalu bertanya, "Dewa Perang, sebenarnya apa yang terjadi?"Dewa Perang berkata, "Di perbatasan barat daya Negara Madonia yang berbatasan dengan Rigina, ada sebuah hutan purba.""Belum lama ini, Aula Raja Maut memburu seorang bandar narkoba. Bandar itu berhasil kabur dan akhirnya melarikan diri ke dalam hutan purba itu.""Karena itu, Tandi memimpin tim masuk ke hutan purba untuk menangkapnya. Sejak saat itu, mereka kehilangan kontak."Ewan merasa agak aneh. Aula Raja Maut memiliki begitu banyak peralatan teknologi tinggi, kenapa bisa kehilangan kontak dengan Tandi?Seolah-olah bisa menebak isi pikirannya, Dewa Perang menjelaskan, "Hutan purba itu awalnya berada di bawah pengelolaan bersama dua negara. Karena nggak berpenghuni, lingkungannya ekstrem, dan banyak binatang b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2237

    "Ini seharusnya ada hubungannya dengan energi murni alami yang kulatih. Selama ini, aku berkali-kali melampaui tingkatan dan membunuh musuh, semuanya mengandalkan energi murni alami.""Ini cukup membuktikan bahwa kekuatan tempur energi murni alami jauh lebih kuat dibanding energi murni terlatih.""Walaupun sekarang aku belum menjadi kultivator abadi, dengan delapan aliran energi murni alami, kekuatan tempurku sudah bisa melawan kultivator abadi tingkat fondasi."Setelah memahami hal itu, Ewan merasa sangat bersemangat."Dengan kekuatan seperti ini, mungkin setelah aku mengembangkan sepuluh aliran energi murni, tanpa perlu melewati petaka langit pun aku sudah bisa menantang ahli tingkat dewa.""Kalau aku mencapai tingkat dewa, bahkan tingkat maharaja, kira-kira sejauh apa kekuatan tempurku nanti?"Untuk sesaat, Ewan dipenuhi harapan terhadap jalan kultivasi.Swoosh! Nazar melesat keluar dari sungai. Setelah mendarat di atas dek, dia menunjuk Ewan dan berteriak marah, "Dasar bocah kurang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2236

    Brak! Nazar dihantam sampai terbang oleh satu pukulan Ewan. Tubuhnya hampir jatuh ke sungai. Di saat genting, dia cepat-cepat meraih pagar di tepi kapal, lalu melakukan salto ke belakang dan mendarat dengan stabil di atas dek.Kemudian, dia menatap Ewan dengan hati dipenuhi keterkejutan. Dia tidak mengerti, dirinya sudah menjadi kultivator abadi tingkat awal fondasi, kenapa masih tidak mampu menahan satu pukulan Ewan? 'Jangan-jangan bocah sialan ini menggunakan trik licik?''Pasti begitu! Kalau tidak, mustahil bocah ini bisa menjadi lawanku.'Memikirkan hal itu, Nazar berkata dengan tidak puas, "Bocah, kita ini cuma latihan, kenapa kamu main curang?""Aku nggak curang," jawab Ewan.Dalam hati, dia juga terkejut karena pukulan tadi bahkan tidak menggunakan kekuatan penuh. Awalnya dia hanya ingin menguji perbedaan kekuatan antara dirinya dan kultivator abadi, tetapi tidak menyangka langsung membuat Nazar terpental.Melihat Ewan tidak mengaku, Nazar mendengus dingin. "Bocah, aku tahu kema

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2235

    Luka-luka itu dipenuhi darah emas, terlihat sangat mengerikan. Untungnya, energi murni alami terus mengalir tanpa henti, ditambah dengan Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi, luka-luka Ewan pulih dengan cepat.Ewan bahkan belum sempat menarik napas sudah kembali ditelan oleh petaka langit. Seluruh tubuhnya diliputi rasa sakit hebat, seperti perahu kecil di tengah lautan yang dihantam badai dahsyat tanpa ampun dan berkali-kali.Beberapa kali, Ewan merasa dirinya sangat dekat dengan kematian. Di saat kritis, dia mengeluarkan belasan tanaman obat berusia ratusan tahun dari Kantong Kosmik, lalu menelannya untuk kembali memulihkan tenaganya.Namun, petaka langit terlalu kuat, terus berlangsung tanpa henti, seolah-olah tidak akan berhenti sebelum membunuhnya.Ewan hampir tidak sanggup bertahan. Dia bahkan mengeluarkan Pil Penghindar Langit dan menggenggamnya di telapak tangan. Namun pada akhirnya, dia tidak meminumnya.Pil Penghindar Langit itu adalah peninggalan Respati untuknya. Setelah mem

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2234

    Duar! Petir besar mengguncang dunia, langsung menyambar ke arah Nazar."Sial!" Nazar berteriak, lalu tubuhnya bergerak cepat, melompat ke tebing di sisi lain. Tak disangka, petir itu berbelok di udara, mengejar Nazar."Menghindar!"Duar! Petir itu nyaris mengenai Nazar, lalu menghantam tebing dan menciptakan lubang besar."Berbahaya sekali, tadi hampir saja kena sambaran ...."Duar! Nazar belum sempat menarik napas lega, petaka langit kembali datang."Menghindar lagi ...." Nazar terus berganti arah tanpa henti. Siapa sangka, petaka langit seperti memiliki mata, terus mengejarnya dari belakang."Langit sialan, seumur hidup aku berbuat baik, kenapa kamu mempersulitku? Jangan-jangan kamu memang suka menindas orang baik? Menghindar lagi ...."Nazar terus menghindar, sementara petir berubah menjadi naga panjang, mengejarnya dengan kecepatan ekstrem. Setelah beberapa saat kejar-kejaran, petaka langit tampaknya marah.Duar! Tujuh sambaran petir turun dari langit, berubah menjadi lautan petir,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2233

    Lompatan itu langsung sejauh sepuluh meter. Bukan hanya jaraknya jauh, saat kedua kakinya mendarat, bahkan tidak terdengar suara sedikit pun. Dia mendarat tanpa suara, bahkan berhasil menghindari energi pedang Ewan."Seperti yang kuduga, kecepatannya memang sangat tinggi."Energi pedang yang tadi dilepaskan Ewan hanya untuk uji coba, tetapi itu sebenarnya sudah cukup untuk melukai parah ahli tingkat Daftar Dewa. Serangan seperti itu malah dihindari dengan mudah oleh monyet air itu.Dari situ terlihat betapa lincahnya makhluk itu.Kecepatan hanyalah salah satu kelebihannya. Setelah menghindari energi pedang, tubuh monyet air itu melompat dan menerjang Ewan.Saat menerjang, kecepatannya tiba-tiba meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dan sama sekali tidak menimbulkan suara angin.Baru saat itu Ewan mengerti kenapa sebelumnya Nazar tidak merasakan apa pun, tetapi monyet air itu bisa tiba-tiba muncul di hadapannya. Karena makhluk ini sangat aneh.Monyet air itu seperti kilat. Setelah mun

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status