مشاركة

Bab 1376

مؤلف: Rexa Pariaman
Di lantai pertama Pagoda Pencerahan.

Dharmadaya menatap Marwanto yang sedang duduk di lantai memulihkan luka. Raut wajahnya tegang. Dia khawatir Marwanto akan menerobos masuk.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di telinganya. Dharmadaya menoleh dan melihat Ewan turun. "Tuan Ewan, kamu ...."

Dharmadaya semula hendak bertanya mengapa Ewan turun, tetapi baru membuka mulut, dia tiba-tiba menyadari bahwa Marwanto bisa mendengar percakapan mereka, sehingga dia segera menutup mulutnya.

"Master Hampa ada di atas menara. Pergilah melihat beliau," kata Ewan. Setelah berkata demikian, dia melangkah menuju luar menara.

"Tunggu!" Dharmadaya cepat-cepat menarik Ewan, lalu berkata dengan suara pelan, "Tuan Ewan, jangan keluar. Marwanto dari Kota Terlarang ada di luar. Begitu kamu keluar, dia akan membunuhmu."

"Dan Marsudi itu, sampai sekarang belum juga menampakkan diri. Aku khawatir dia bersembunyi di tempat gelap untuk melancarkan serangan mendadak ...."

Ewan memotong ucapan Dharmadaya dan ber
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1378

    Dharmadaya bersiap naik ke menara untuk mencari Master Hampa, ketika tiba-tiba terdengar jeritan menyakitkan dari luar."Arghhh!"Gawat! Dharmadaya mengira Ewan terluka. Dia segera berlari keluar dari Pagoda Pencerahan, lalu langsung terpaku.Dia melihat Ewan berdiri di tempat, sementara Marwanto terlempar keluar. "Ini ...."Dharmadaya mengira penglihatannya keliru. Dia menggosok matanya keras-keras, lalu menatap lagi. Marwanto benar-benar terlempar ke luar."Bagaimana mungkin? Marwanto sekuat itu, bagaimana mungkin Ewan bisa menghantamnya sampai terbang? Apa yang sebenarnya terjadi?" Wajah Dharmadaya dipenuhi kebingungan.Orang yang sama bingungnya dengannya adalah Marwanto. Gedebuk! Marwanto jatuh ke tanah lebih dari 20 meter jauhnya. Dia merasa seluruh tubuhnya seperti tercerai-berai.Tanpa sempat memedulikan rasa sakit, dia segera bangkit dari tanah dan menatap Ewan dengan wajah penuh keterkejutan, lalu bertanya, "Bagaimana mungkin kamu punya tenaga dalam sebesar ini?"Ewan menyeri

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1377

    "Benar, aku Marwanto." Senyuman Marwanto mengandung niat membunuh.Ewan berkata, "Jelek sekali."Marwanto begitu marah sampai janggutnya bergetar. 'Sialan, kamu ini bisa bicara seperti manusia atau nggak?'Ewan melanjutkan, "Aku pernah bertemu Mariadi, Magana, dan Makuta. Mereka juga jelek, tapi kamu lebih jelek dari mereka."Marwanto benar-benar murka.Ewan tersenyum dan berkata, "Sayang sekali, waktu Makuta mati, kamu nggak ada di tempat. Itu benar-benar menyedihkan."Sret! Marwanto sontak berdiri. Wajahnya dingin saat dia meraung marah, "Bocah, membuatku marah nggak ada untungnya buat kamu.""Kalau aku nggak memancing amarahmu, apa kamu nggak akan membunuhku?" tanya Ewan balik.Marwanto menyahut, "Entah kamu memancingku atau tidak, aku tetap akan membunuhmu."Ewan tertawa ringan. "Nah, itu dia. Toh kamu ingin membunuhku, jadi sebelum bertarung, aku buat kamu kesal dulu. Menurutmu itu nggak menarik?"'Menarik apanya? Menarik kepalamu!' Wajah Marwanto semakin muram."Kudengar kamu tel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1376

    Di lantai pertama Pagoda Pencerahan.Dharmadaya menatap Marwanto yang sedang duduk di lantai memulihkan luka. Raut wajahnya tegang. Dia khawatir Marwanto akan menerobos masuk.Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di telinganya. Dharmadaya menoleh dan melihat Ewan turun. "Tuan Ewan, kamu ...."Dharmadaya semula hendak bertanya mengapa Ewan turun, tetapi baru membuka mulut, dia tiba-tiba menyadari bahwa Marwanto bisa mendengar percakapan mereka, sehingga dia segera menutup mulutnya."Master Hampa ada di atas menara. Pergilah melihat beliau," kata Ewan. Setelah berkata demikian, dia melangkah menuju luar menara."Tunggu!" Dharmadaya cepat-cepat menarik Ewan, lalu berkata dengan suara pelan, "Tuan Ewan, jangan keluar. Marwanto dari Kota Terlarang ada di luar. Begitu kamu keluar, dia akan membunuhmu.""Dan Marsudi itu, sampai sekarang belum juga menampakkan diri. Aku khawatir dia bersembunyi di tempat gelap untuk melancarkan serangan mendadak ...."Ewan memotong ucapan Dharmadaya dan ber

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1375

    "Dulu kemampuan Marwanto bahkan tidak sebanding dengan Dharmadaya sekarang. Saat itu dia bahkan belum punya satu aliran energi murni pun. Tapi ketika aku bertarung dengannya tadi, aku mendapati bahwa Marwanto sudah menumbuhkan tiga aliran energi murni."Seberapa kuat itu?Jika Marwanto saja sudah sekuat ini, bukankah Manggala sudah mencapai tingkat yang lebih mengerikan lagi?Benar saja.Master Hampa melanjutkan, "Di antara orang-orang Kota Terlarang, bakat bela diri Manggala adalah yang paling kuat, dan kekuatannya juga yang paling tinggi. Ketika Manggala datang ke Kuil Naga Langit pada masa itu, dia sudah menumbuhkan tiga aliran energi murni.""Dia lalu mengasingkan diri selama bertahun-tahun. Kalau tebakanku tidak keliru, Manggala sekarang setidaknya memiliki sembilan aliran energi murni di dalam tubuhnya."Apa? Sembilan aliran energi murni? Apakah ini masih manusia?Ewan membelalakkan mata dan sulit memercayainya. Setelah beberapa saat barulah dia tersadar dan berkata, "Master, per

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1374

    Setelah menerima penyaluran dari Master Hampa, Ewan memperoleh tenaga dalam selama 100 tahun. Pada saat ini, dia hanya merasakan bahwa dirinya belum pernah sekuat sekarang.Beberapa saat kemudian.Ewan membuka matanya. Ketika melihat kondisi Master Hampa, hatinya terasa perih.Saat ini, wajah Master Hampa yang kurus dipenuhi kerutan tebal. Bercak-bercak cokelat muncul di pipinya, raut mukanya kelabu, dan napas kematian sudah sangat jelas terlihat. Ewan dapat melihat dengan jelas bahwa sisa hidup Master Hampa sudah tidak banyak lagi.Namun, di wajah Master Hampa malah terukir senyum yang tenang. Sepasang matanya yang lembut memancarkan cahaya penuh welas asih."Kebaikan Master begitu besar, aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus membalasnya. Izinkan aku bersujud beberapa kali," kata Ewan.Buk buk buk!Ewan berlutut di hadapan Master Hampa dan bersujud dengan penuh hormat sebanyak tiga kali.Master Hampa bertanya, "Tuan Ewan, bagaimana perasaanmu sekarang?"Ewan menjawab, "Terima kas

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 1373

    "Tuan Ewan, terima kasih banyak!"Ewan berkata, "Master nggak perlu sungkan. Luka Master cukup serius, sebaiknya biarkan aku bantu mengobatinya.""Tuan Ewan, jangan buang-buang tenaga untukku. Lebih baik simpan tenagamu untuk menghadapi Marwanto," kata Master Hampa. "Niat Marwanto untuk membunuhmu sangat kuat dan kemampuan bertarungnya luar biasa. Bahkan aku pun bukan tandingannya.""Master, jangan berkata begitu. Aku akan mengobati lukamu dulu ...."Belum sempat Ewan menyelesaikan kalimatnya, Master Hampa sudah mengangkat tangan dan memberi isyarat agar dia diam."Tuan Ewan, duduklah," ujar Master Hampa.Ewan menatap Master Hampa dengan heran."Aku akan mewariskan kepadamu sebuah ilmu tertinggi. Kalau nggak, begitu kamu keluar dari menara, kematian pasti menantimu.""Tapi Master, lukamu ....""Lukaku nggak menjadi masalah," kata Master Hampa dengan wajah serius. "Tuan Ewan, silakan duduk."Ewan segera duduk bersila di lantai.Di dalam hatinya, dia merasa penasaran. Dia tidak tahu ilmu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status