Share

Bab 1501

Penulis: Rexa Pariaman
"Ewan, pertandingan kali ini sangat penting. Karena itu, aku datang sendiri untuk mengantarmu."

Ridho berkata dengan wajah serius, "Ewan, dalam pertandingan ini, yang kamu wakili bukan hanya dirimu sendiri, tetapi juga seluruh pengobatan tradisional."

"Pemberitaan beberapa hari terakhir pasti sudah kamu lihat. Pertarungan antara pengobatan tradisional Madonia dan pengobatan Korilia telah memicu perdebatan besar. Walaupun ini terlihat seperti adu kemampuan medis, kenyataannya sudah naik menjadi p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2246

    Biksu itu terpental, jatuh ratusan meter jauhnya, lalu muntah darah tanpa henti. Kemudian, dia segera bangkit dari tanah, menatap Ewan dengan wajah penuh keterkejutan."Gimana mungkin? Dia bahkan bukan kultivator abadi, gimana bisa memecahkan Ilmu Dewa Tubuh Vajra milikku? Apa dia menyembunyikan kekuatannya?"Hati biksu itu mencelos. Dengan wajah muram, dia berkata, "Nggak peduli dia menyembunyikan kekuatan atau nggak. Hari ini, aku harus membunuhnya!""Guru bilang, begitu melihat orang dari Negara Madonia, aku harus membunuhnya tanpa pandang bulu. Nggak boleh ada satu pun yang dibiarkan hidup!"Memikirkan itu, biksu itu melangkah maju selangkah demi selangkah. Di belakangnya, sembilan energi naga berputar seperti naga sejati yang terbang.Kedua matanya merah, energi dalam tubuhnya mendidih, memancarkan aura dahsyat seperti dewa dari zaman purba. Benar-benar mengerikan."Matilah kamu!" Biksu itu berteriak, tangan kanannya mengepal, lalu menghantam ke arah Ewan.Bam! Aura yang mengerika

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2245

    Namun, Ewan sama sekali tidak takut, apalagi menghindar. Dia menjalankan Teknik Naga Ilahi Sembilan Revolusi, mengumpulkan delapan aliran energi murni ke tinju kanan, lalu menghantam langsung ke arah tinju biksu itu.Boom! Dua tinju bertemu di udara, seperti dua bintang bertabrakan, mengguncang bumi dan langit.Dalam sekejap, biksu itu terpental, menabrak beberapa pohon kuno sebesar bak mandi, lalu jatuh ratusan meter jauhnya.Sementara itu, Ewan tetap berdiri di tempat tanpa bergerak sedikit pun. Kedua kakinya seperti berakar di tanah."Buset!" Tandi terkejut sampai matanya hampir keluar. Dia sama sekali tidak menyangka Ewan bisa menerbangkan biksu itu dengan satu pukulan.Harus diketahui, biksu itu adalah kultivator abadi tingkat puncak fondasi, sedangkan Ewan baru mengembangkan delapan aliran energi murni alami. Kalau tidak melihat sendiri, dia tidak akan pernah percaya.Dengan perbedaan tingkatan yang begitu besar, kenapa justru biksu itu yang terpental? Apa yang sebenarnya terjadi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2244

    Pukulan biksu itu terlihat biasa saja, tanpa sedikit pun kekuatan. Bahkan kecepatannya pun sangat lambat. Namun, Ewan jelas merasakan dari tinju lawan terpancar tekanan yang mencekik.Ewan langsung menyambut dengan satu pukulan.Bam! Seiring pukulan Ewan dilepaskan, aura yang sangat kuat dan ganas pun meledak. Pada saat yang sama, tinjunya memancarkan cahaya emas yang menyilaukan.Tinju itu melaju kencang, kekuatannya tak terbendung.Bam! Dua tinju bertabrakan dengan keras, seperti petir meledak di tanah datar. Gelombang energi yang dahsyat membuat pohon-pohon kuno di sekitar bergetar dan daun-daun berjatuhan. Serangan ini berakhir imbang."Lagi!" Biksu itu berteriak dan kembali menyerang.Ewan tidak mundur sedikit pun. Tinju mereka terus bertabrakan. Dalam sekejap, mereka sudah saling menghantam puluhan kali.Setiap benturan antara Ewan dan biksu itu seperti dua peluru meriam yang saling beradu. Kekuatan mengerikan menyebar, membuat daun-daun beterbangan di udara."Cukup!" Tiba-tiba,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2243

    "Jangan berharap ada yang bisa menyelamatkanmu. Selama itu orang dari Negara Madonia, begitu muncul di sini, aku akan langsung membunuhnya ....""Besar sekali mulutmu." Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dari belakang biksu itu."Siapa?" Biksu itu terkejut. Belum sempat menoleh, punggungnya sudah dihantam oleh satu pukulan.Bam! Biksu itu terpental, jatuh puluhan meter jauhnya, darah muncrat dari mulutnya.Saat itu, Tandi melihat siapa yang menyerang."Ewan?" Tandi awalnya senang, lalu buru-buru berkata, "Ewan, cepat pergi! Biksu ini sangat kuat. Dia sudah membunuh semua prajurit Aula Raja Maut kita!"Ewan datang ke sini untuk mencari Tandi, mana mungkin dia pergi? Apalagi dalam situasi seperti ini, kalau dia pergi, Tandi pasti akan mati.Shing! Ewan mengangkat tangan dan melepaskan satu aliran energi pedang. Dia memutus tanaman merambat itu, lalu menurunkan Tandi.Di tubuh Tandi ada empat atau lima luka, semuanya masih berdarah. Ewan menggambar beberapa Jimat Penghenti Darah untuk meng

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2242

    "Argh ...!" Dari dalam hutan di depan, tiba-tiba terdengar jeritan menyayat."Itu suara Tandi." Ewan sontak terkejut. Tanpa ragu, dia meraih bahu Ashraf dan melesat ke depan secepat kilat.Ashraf bahkan belum sempat memahami apa yang terjadi, sudah merasa tubuhnya terangkat. Pemandangan di sekelilingnya seperti diputar cepat dan suara angin menderu di telinganya."Dokter benar-benar bukan ahli Daftar Naga?" Ashraf merasa sulit memercayainya.Menurutnya, kemampuan seperti ini hanya bisa dilakukan oleh ahli Daftar Naga. Mana dia tahu, bagi Ewan sekarang, ahli Daftar Naga hanyalah seperti semut.Tak lama kemudian, Ewan berhenti. Matanya menatap ke depan.Terlihat sekitar 300 meter di depan, ada sebuah pohon kuno besar. Di atasnya tergantung seseorang yang mengenakan seragam kamuflase. Itu adalah Tandi.Seluruh tubuh Tandi terikat oleh tanaman merambat dan tergantung terbalik di pohon. Kepalanya menghadap ke bawah, kakinya ke atas.Di sampingnya, berdiri seorang biksu botak. Biksu itu masi

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2241

    "Orang yang membunuhnya sebenarnya bisa langsung menghabisinya dengan satu serangan, tapi pelaku nggak melakukannya.""Pelaku sengaja membuat sayatan kecil di arteri leher prajurit ini. Tujuannya adalah untuk menguras darahnya.""Hanya saja, suhu di sini sangat rendah, prajurit ini sudah mati sebelum seluruh darahnya mengalir habis."Ashraf marah. "Kejam sekali! Kalau aku bertemu pelakunya, pasti akan kubunuh dia!""Sekalipun pelaku berdiri di depanmu, kamu nggak akan bisa membunuhnya. Kekuatan pelaku ini sangat luar biasa." Dari luka tersebut, Ewan menilai bahwa pembunuh prajurit ini kemungkinan besar adalah ahli Daftar Dewa. Bahkan, bisa jadi lebih kuat dari itu.Hal ini membuatnya khawatir terhadap keselamatan Tandi dan yang lainnya, sekaligus merasa bingung. Kenapa ada ahli luar biasa muncul di tempat seperti ini?Apakah orang dari bandar narkoba? Seharusnya bukan! Kalau bandar narkoba punya ahli seperti itu, dia tidak perlu lari ke hutan purba ini.Lantas, siapa pelakunya?"Ayo."

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status