LOGINLerina dibuang setelah pamannya berhasil merebut semua harta peninggalan orang tuanya. Dia terpaksa menumpang di rumah seoaran pelayan temannya. Dia harus mencari pekerjaan saat itu, namun nasib baik tidak berpihak padanya. Hingga temannya Rivera mendengar dari orang tuanya, ada pria kaya yang ingin memiliki anak tanpa menikah. Dia menawarkannya. Lerina yang memang sangat membutuhkan uang untuk tempat tinggal, kehidupan sehari-hari juga biaya untuk kuliah, akhirnya menerima tawaran itu. Lima tahun kemudian takdir mempertemukan mereka.
View More"You have to marry Mr. Lorcan Amadeus, Atasha."
That was my mom's sweetest welcome right after i came home from a high-end club which I can't remember the happenings last night anymore because i was too wasted. Blame it on the Bacardi that Sydney made me gulp for about twenty times, i think?
Ugh, nevermind the numbers! But seriously, i feel sore all over my body and one thing is I'm sure... I may have forgotten some details of events last night at the club but somehow, i can still remember that particular steamy moment i had with a stranger.
Oh shoot, right! I slept with a random man and worse, he got my first V-card! Damn it...
"Atasha, are you listening?" Mom snapped my senses back. She's arching her brow at me while holding her waist.
My forehead crinkled at her. "Come again, mom? Marry who?" I asked again, hoping i just misheard it.
"I said, you will marry Mr. Lorcan Amadeus for the betterment of all, for the sake of our growing business---" i gasped as i cut her off.
"No!"
Are they serious? No, no, no. This isn't happening!
"But yes, sweetie. You have no choice but to obey," she then, hovered around Dad who was sitting on his swivel chair, never throwing care at my disapproval. "The matrimony is set to happen the day after tomorrow so, be ready." Mom announced with finality.
Oh fvck this.
"B-but... how about my own freedom? How could you do this to me? I don't want to marry someone i do not love and i don't even know!" I shouted, driven by my emotions.
Because aside from their news shocked me to the core, it also tore me apart, like burned down all my better expectations from them.
"Goodness, Atasha! You're not getting any younger so whether you like it or not, you have to marry him. Don't worry, dear because we assure you, he's the most perfect husband for you. Trust us." Mom smirked wickedly as she sipped on her wine.
Meanwhile, Dad just gave me his nonchalant look as if all of mom's decisions had been approved by him.
I so hate this family...
And just like that, my precious freedom of being 22 was taken away from me and i found myself walking down not on the aisle but on the tiled floor of the courthouse where the wedding is being held.
"You may now kiss your bride." The judge announced.
Lorcan silently cupped my face as his soft lips brushed into mine.
It was the most bittersweet kiss i have ever experienced in my entire life as i realized how fate played a trick on me because my husband happens to be the stranger i slept with and ran away from.
My parents never told me the real deal about the person whom i married. He's not just a rich hottie bachelor no more but a freaking billionaire and a devil disguised in his expensive suit. Lorcan Amadeus, the man who is a nightmare for me but an ultimate dream for every woman out there.
But despite the culture shock upon witnessing his dominance, I can't deny the fact that it's ironically affecting every bit of my system, and my heart beats erratically for him, recognizing his touch, kisses and warmth against my body.
It was such an experience, for a short span of time being his wife, i learned to fulfill my duties and today, I'm holding a lunchbox wrapped in a foil while heading towards his office.
All smiles, i entered the elevator for me to reach the 20th floor. My fingers were fidgeting, maybe because of the excitement i was feeling, thrilled to see his reaction once i gave him the foods I had prepared.
I stepped out of the elevator and walked towards his office and without knocking, i opened the door and went inside.
Only for me to freeze for a moment, unable to mobilize as my eyes are being welcomed by an unfamiliar woman sitting comfortably on his table, wearing a very short pencil cut skirt and sleeveless top that should be covered by a coat!
My eyes found my husband who's sitting on his swivel chair, letting her play his necktie.
What crap is this...
But the true load of crap has slapped me hard the moment his cold dripping gaze bore into mine and he spat the words i never prepared myself for.
"Glad that you came. I don't have to ask my men to bring you here," he then handed me a piece of paper... that i never wanted to see nor read its content. "I want a divorce right fvcking now, Atasha Rae. Sign it." He muttered acidly.
I felt like a cold water had poured all throughout my body. I was too stunned to speak for a second but when i saw how his secretary for this month flirts with him, my blood boils automatically.
"But... why?! I did nothing but be a good wife to you, Lorcan! And why are you with her..." I trailed off while surveying his secretary dressed as a slut.
She's a snake!
"Oh cut the drama, woman. All i want is for you to sign this damned divorce paper. Sign it now! Leave and never come back again!" He stood up from his seat, eyes were darkly unreadable, piercing through my soul.
It was such a heavy pair to stare at. Slowly, i put the lunchbox on the spaced table, it should be his lunch for this afternoon but i think he doesn't need it anymore, and with my falling tears and trembling hands, i took the paper and stared at it for seconds.
God. Did he find me boring? Am i not enough to be his lover?
I guess, we can't really force the love that's not meant for us.
I looked at him for the last time, the perfectly sculpted face of a man who made me feel the sparks fly in a short span of time.
"As you wish, my beloved husband." Pride is the only thing left to me. Gulping all the pain leaping through my throat, i signed the paper and it fell on the floor.
... just like how he dropped my heart and broke it into tiny pieces.
As soon as i turned my back, i burst into tears. Never wanting to look back, i made a step forward to his office door to make my leave but deep inside my heart and despite the decisions of my rational mind, I'm still hoping for him to call me and apologize and say he never meant those words, like it was all just a misunderstanding.
But he didn't. It wasn't.
Leaving his life means burying a little secret that ought to grow in my womb.
Because little did he know, I'm carrying his heir... the billionaire's heir.
Ending Malam itu Lucia tertidur di sofa sedangkan Sean masih terjaga di dekat box kedua bayinya. Sean menoleh pada istrinya yang tampak kedinginan, ia pun berdiri dan menutupkan jasnya di tubuh Lucia.Malam itu Sean tidak tidur, ia fokus menjaga keduanya, mengabaikan rasa lelah yang mendera tubuhnya juga membiarkan Lucia terlelap, karena besok Sean harus ke perusahaan. Setidaknya istrinya istirahat dengan cukup. "Selamat pagi Tuan!" Seorang suster datang memeriksa keadaan si kembar."Pagi!" balas Sean.Suster tersebut menyentuh kulit Vin dan Van, "Sudah tidak demam, sebentar lagi dokter akan datang memeriksa." Suster tersebut keluar lagi.Sean melihat istrinya yang masih tertidur, dia melihat jam yang sudah menunjuk pukul tujuh. Sean akan tinggal sampai Lucia bangun, setidaknya di rapat kemarin dia sudah memperingatkan para staff untuk melapor padanya atas kebijakan Rain yang mungkin akan berpotensi merugikan perusahaan.Sean menunggu hingga satu jam kemudian Lucia bangun. Se
Vin Dan Van Demam Bibir Rain menyeringai saat menuruni anak tangga, ia sempat mendengar pembicaraan Sean dan Lucia. Entah apa maksudnya, keributan pasangan suami istri itu seolah menjadi hiburan baginya. Ke esokan paginya, Lucia masih mendiamkan Sean, ia hanya fokus kepada bayi kembarnya. Sean memaklumi hal itu, dia yang salah karena belakangan ini sering pulang terlambat. Wajar saja Lucia pasti lelah menjaga dua bayinya meski Vin dan Van bukan termasuk bayi yang rewel. Sean tetap membantu Lucia mengurus Vin dan Van sebelum berangkat ke perusahaan . Dia sengaja datang sedikit siang hari ini. "Aku pergi!" pamitnya pada Lucia yang hanya di balas dengan deheman, "aku janji akan pulang lebih awal," katanya seraya tersenyum, namun lagi-lagi Lucia hanya diam. Sean melangkah meninggalkan kamar dan ketiga makhluk pengisi hatinya. Di perusahaan baru saja di adakan rapat yang di pimpin oleh Rain. Padahal rapat itu di rencanakan oleh Sean kemarin, namun Rain mengganti jadwalnya atas
Ada Apa Dengan Rain? "Sana, pergi dari sini! Dasar mesum!" Alyona mengusir Dario yang sudah lancang memeluknya tadi."Nona, aku bisa jelaskan," kata Dario seraya mundur kebelakang, karena Alyona mengusirnya dengan sapu, "Aku sempat mengira anda laki-laki," ucap Dario mengklarifikasi."Alyona, tidak perlu pakai sapu, dia pasti pergi," kata Rivera pada putrinya. Alyona sangat kasar terhadap orang yang ia benci."Mom, pria mesum seperti ini memang pantas di kasari." Gadis itu tidak paduli, ia terus mengacungkan sapu ke arah Dario yang sudah keluar dari pintu utama. Dia sudah seperti tersangka."Sana, tidak ada yang sudi mempekerjakan orang mesum sepertimu!" ucap Alyona seraya memelototi Dario. Dia masih berpikir kalau pria yang berasal dari Milan Itu adalah pekerja di rumah kakek besar. "Siapa yang mesum?" Sean yang baru saja turun sempat mendengar ucapan adik sepupunya itu. Ia mengeryitkan dahi saat melihat Alyona menghardik temannya dengan gagang sapu. "Kakak, kebetulan sekal
Sudah Pelayan Mesum Lagi Berita duka baru saja datang dari Dellwood. Kakek Zoku dinyatakan meninggal dunia pagi ini. Pria yang paling banyak berjasa untuk keluarga mereka yang selalu memastikan keluarganya hidup dengan baik dan layak.Masing-masing keluarga sudah di hubungi oleh Ben sang asisten. Termasuk Han yang masih ada di Kota Milan. Kesedihan merayapi hati setiap jiwa yang terikat dengannya. Mendengar hal itu, Sean langsung mendatangi dokter untuk menanyakan perihal putranya yang akan melakukan perjalanan udara.Pesawat pribadi menjadi pilihan mereka, sore nanti mereka akan terbang dari Milan menuju Minnesota, di lanjut dengan perjalanan darat kurang lebih dua jam lagi.Keluarga Zoku di liputi duka mendalam akibat kepergian sesepuh mereka, Zoku.Banyak para pelayat yang datang, terutama dikalangan pengusaha bahkan ada yang dari luar negeri.Mereka bergantian memberikan salam penghormatan, mencium untuk yang terakhir kalinya. Sampai saatnya Kakek Zoku di antar ke per
Nasib Pernikahan Luisa Ludwig di vonis penjara selama dua puluh tahun atas percobaan pembunuhan juga kasus penculikan Lucia dulu.Dia memohon untuk di ampuni dan di keluarkan dari dalam penjara."Valdez, aku mohon keluarkan aku dari sini!" pintanya saat sidang kasusnya baru saja selesai.Valdez
Luisa Lari! Balon-balon yang di dominasi warna biru tampak menempel di beberapa tempat, termasuk tangga hingga ke ujung, juga di dekat sofa dan di beberapa dinding, di tambah sedikit bunga hingga menambah keindahan ruangan tersebut. Di tengah ruangan itu terdapat karpet yang terhubung
Kau Memang Putriku, Lucia! Lerina menyampaikan kedatangan Luisa dan telpon dari Tuan Valdez tadi. Bohong kalau Lucia tidak merasa bersalah, namun ketakutan terhadap Ludwig juga tak bisa dipungkirinya."Mom aku takut," keluhnya. Meski sesungguhnya ia tidak tega mendengar hal yang terjadi pada N
Menjenguk Neve Selain bersama suaminya, Nyonya Valdez ternyata berulang kali mencoba datang untuk menemui Lucia, namun berakhir di tolak hingga membuatnya jatuh sakit.Ia di rawat di rumah sakit dalam keadaan lemah, tiada hari tanpa memikirkan Lucia.Tuan Carlos yang sudah sempat pulang ke Spany
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore