Share

Bab 2045

Penulis: Rexa Pariaman
"Selain itu, aku sudah siapkan pesawat khusus yang sudah menunggu di Papandaya. Pesawat itu siap menjemput ibumu dan yang lainnya kapan saja."

"Di Negara Jaban, aku juga sudah utus belasan anggota Organisasi Draken. Mereka siap menjemput Yuki kapan saja."

Ewan memuji, "Kerja bagus."

Cantika melanjutkan, "Selain itu, besok malam saat kamu pergi ke Kota Terlarang, aku berencana menyuruh Naga Hijau, Kirin, dan Ricky untuk menemanimu."

"Pada saat yang sama, aku juga sudah mengerahkan 80.000 saudara
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2050

    Malam Tahun Baru.Di pagi hari, angin utara meraung kencang. Ranting-ranting pohon di halaman bergoyang tertiup angin, mengeluarkan suara gemeresik, membuat orang tanpa sadar merasa sendu.Menjelang siang, matahari bersinar terang, langit cerah tanpa awan.Seluruh Keluarga Aditya memasang lampion dan hiasan, menghias halaman dengan suasana meriah untuk menyambut Tahun Baru.Dika awalnya merasa hal itu tidak perlu. Karena setelah malam ini, keluarga nomor satu di ibu kota ini mungkin akan benar-benar lenyap.Namun, Latif bersikeras. Dia berkata, "Sekalipun harus mati, kita harus makan malam bersama dulu sebelum berangkat. Saat pergi, setidaknya mereka bisa membawa sedikit keberuntungan tahun baru."Meskipun begitu, suasana hati semua orang tetap terasa kelam.Untuk menyambut Tahun Baru, Latif bahkan turun tangan sendiri untuk memasak beberapa hidangan.Pada pukul 1 siang, semua orang makan bersama. Setelah itu, Ewan kembali ke kamar, lalu menelepon tanpa henti. Mulai dari Aruna, Lisa, N

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2049

    "Terima kasih, Bibi." Benson tersenyum lebar."Baiklah, kita lanjutkan pembahasan strategi menghadapi musuh," kata Latif, lalu bertanya kepada Putri Naga, "Tadi kamu bilang kamu akan menangani Ardan?""Benar." Putri Naga berkata, "Selama kultivasi Ardan nggak melebihi delapan aliran energi murni, aku yakin bisa membunuhnya.""Dika, belakangan ini aku nggak menghubungimu karena aku menjalani kultivasi tertutup. Jadi, menghadapi Ardan seharusnya bukan masalah."Mendengar itu, semua orang sangat senang."Baik, Ardan kami serahkan padamu," ujar Latif. "Lalu Mahendra, siapa yang akan menghadapinya?""Serahkan padaku," kata Dika. "Aku yang akan membunuh Mahendra."Putri Naga memutar bola mata, menyindir tanpa ampun, "Sudahlah, dengan kemampuanmu sekarang, Mahendra bisa membunuhmu hanya dengan satu tangan."Dharmadaya berkata, "Biar aku yang menghadapi Mahendra bersama Ewan."Putri Naga menggeleng. "Bukannya aku meremehkan kalian, tapi kalian berdua bekerja sama melawan Mahendra pun akan teta

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2048

    Dika berkata, "Manggala dan yang lainnya terlalu kuat. Kalau mereka bekerja sama, kita sama sekali nggak bisa menangkalnya.""Jadi, hanya dengan duel satu lawan satu, kita masih punya secercah peluang hidup. Gimana menurut kalian?"Dewa Perang menyahut, "Aku setuju dengan strategi Dika, duel satu lawan satu bisa kita tangani."Ewan juga mengangguk. "Aku juga merasa cara Paman Dika sangat bagus."Dharmadaya menangkupkan kedua tangannya. "Amitabha, menurutku duel satu lawan satu juga baik."Latif lalu berkata, "Kalau semua setuju duel satu lawan satu, langkah berikutnya kita pikirkan, siapa yang akan menghadapi Ardan.""Aku yang akan menghadapi Ardan!" Sebuah suara dingin terdengar dari pintu ruang makan.Semua orang menoleh, melihat Putri Naga yang mengenakan jubah emas berjalan masuk dari luar.Hari ini, Putri Naga tidak memakai topeng. Dia memperlihatkan wajah cantiknya di hadapan semua orang.Wajah oval, mata indah, alis yang seperti lukisan, kulit yang putih bersih. Hidungnya mancun

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2047

    Ewan duduk, lalu sedikit mengangguk kepada Dewa Perang sebagai ucapan salam.Dewa Perang tersenyum lebar.Dika dan Widopo ikut duduk."Ewan, aku perkenalkan, ini bibi keduamu," kata Widopo sambil menunjuk wanita paruh baya di sampingnya.Wanita itu tersenyum. "Ewan, selamat datang.""Halo, Bibi." Ewan tersenyum.Ewan lalu bertanya kepada Dika, "Paman, kenapa istrimu nggak kelihatan?"Dika memaki, "Perempuan itu entah ke mana. Belakangan ini nggak bisa dihubungi. Sialan, aku hampir mati pun dia juga nggak datang menjengukku. Huh, nanti aku ceraikan saja dia."Ewan tertawa. "Kamu berani? Nggak takut dipukuli?"Wajah Dika langsung memerah.Semua orang ikut tertawa.Ewan lalu bertanya kepada Dharmadaya, "Master, kapan kamu tiba di ibu kota?""Sore ini," jawab Dharmadaya. "Ewan, kulihat cahaya di matamu tertahan di dalam. Tampaknya kultivasimu meningkat lagi?"Ewan menjawab, "Naik sedikit saja.""Ayah, karena Ewan sudah datang, ayo makan!" kata Dika. "Aku lapar.""Tunggu dulu," kata Latif.

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2046

    Pada pukul 7 malam, Ewan membawa koper dan keluar dari markas Organisasi Draken dengan senyuman tipis di sudut bibirnya."Cantika, mau melawanku? Huh, dalam hitungan menit aku bisa bikin kamu berlutut minta ampun."Tepat pada saat itu, sebuah mobil merah berhenti di depan gerbang. Pengemudinya adalah Dika."Ayo naik!" teriak Dika.Ewan duduk di kursi penumpang depan, merasakannya sejenak, lalu berkata, "Memang pantas disebut mobil mewah, nyaman sekali.""Omong kosong, ini mobil dinas orang tua. Di seluruh negeri cuma ada beberapa unit," kata Dika dengan tidak puas. "Semua orang di rumah sudah menunggumu, kenapa baru keluar sekarang?"Ewan menjawab, "Baru saja menyelesaikan sedikit urusan penting."Dika tidak bertanya lebih lanjut, langsung menyalakan mobil dan membawa Ewan pergi.Dua puluh menit kemudian, mobil memasuki Jalan Cama, melewati gerbang Kota Terlarang.Ewan melirik tembok kota yang tinggi dan penuh jejak waktu. Kilatan dingin muncul di matanya, itu adalah niat membunuh yang

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2045

    "Selain itu, aku sudah siapkan pesawat khusus yang sudah menunggu di Papandaya. Pesawat itu siap menjemput ibumu dan yang lainnya kapan saja.""Di Negara Jaban, aku juga sudah utus belasan anggota Organisasi Draken. Mereka siap menjemput Yuki kapan saja."Ewan memuji, "Kerja bagus."Cantika melanjutkan, "Selain itu, besok malam saat kamu pergi ke Kota Terlarang, aku berencana menyuruh Naga Hijau, Kirin, dan Ricky untuk menemanimu.""Pada saat yang sama, aku juga sudah mengerahkan 80.000 saudara dari Organisasi Draken. Sebelum besok siang, mereka semua bisa tiba di ibu kota.""Orang-orang Kota Terlarang memang kuat, tapi kita menang jumlah. Kalau kamu nggak bisa bertahan, biarkan 80.000 saudara dari Organisasi Draken yang maju. Dengan jumlah sebanyak itu, Manggala dan yang lainnya pasti kewalahan."Ewan menggeleng. "Suruh semua saudara pulang.""Kenapa?" Cantika tidak mengerti.Ewan berkata, "Mereka bukan hanya saudara kita, tapi juga ayah bagi anak-anak, suami bagi istri, dan anak bagi

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status