Share

Bab 2250

Author: Rexa Pariaman
Ewan terus melangkah menuju bagian terdalam Kuil Kaisar. Tak lama kemudian, dia tiba di depan sebuah pagoda.

Tinggi pagoda itu sekitar 60 hingga 70 meter, dipahat dari satu bongkahan granit utuh, dengan berat ratusan ton. Tampak berat dan khidmat.

Ini sudah merupakan bangunan terakhir di Kuil Kaisar, yang berarti Kasyapa hanya mungkin berada di dalam pagoda ini.

"Di mana Kasyapa?!" Ewan berteriak keras.

Suara itu mengandung kekuatan energi murni. Begitu dilontarkan, suara itu seperti petir yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2863

    "Aku cuma mendapatkan dua pil itu." Nazar bersikeras.Tanpa disadari, semakin Nazar bersikap seperti itu, semakin Ewan merasa ada yang tidak beres.Ewan menyampirkan satu tangannya ke bahu Nazar. Sikap akrab yang tiba-tiba itu membuat Nazar sedikit panik."Bocah Kurang Ajar, kamu mau apa? Jangan-jangan kamu punya niat lain terhadapku? Aku peringatkan, aku nggak tertarik sama pria.""Jangan bicara sembarangan," kata Ewan. "Kita ini teman baik, 'kan?"Nazar mengangguk. "Iya, tapi ....""Teman baik nggak akan membohongi temannya, 'kan?" kata Ewan. "Aku tahu kamu pasti mendapatkan harta lainnya. Keluarkan dan kasih aku lihat."Nazar menggelengkan kepalanya kuat-kuat, lalu berkata, "Nggak mau. Kalau kuperlihatkan ke kamu, kamu pasti akan merebutnya ....""Jadi kamu memang masih menyembunyikan harta karun. Keluarkan!" Sikap Ewan langsung berubah.Nazar sangat ingin menampar dirinya sendiri. Mulutnya memang bodoh!"Bocah, bukannya nggak boleh, tapi kita harus sepakat ya, kamu nggak boleh mere

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2862

    Nazar merasa sedikit gerah karena Ewan terus menatapnya. Dia bertanya, "Bocah, aku ini bukan gadis yang wajahnya secantik bunga. Kenapa kamu terus menatapku?"Ewan bertanya balik, "Batu spiritualnya sudah kuambil. Kamu nggak keberatan?"Nazar spontan menjawab, "Nggak kok."Hm? Kecurigaan di hati Ewan semakin kuat. Dia sangat mengenal Nazar. Orang tua ini adalah orang yang sangat terobsesi dengan uang. Bagaimana mungkin dia tidak keberatan?"Kamu benar-benar nggak keberatan atau sedang menutupi sesuatu?" tanya Ewan lagi."Aku benar-benar nggak keberatan," kata Nazar. "Tadi waktu kamu menghadapi Fathan, aku nggak membantumu. Aku merasa bersalah, jadi kali ini aku nggak akan berebut batu spiritual denganmu."Ada yang tidak beres. Ewan terlalu mengenal sifat orang tua ini. Tanpa alasan yang jelas, dia sama sekali tidak mungkin mengakui kesalahannya. Jangan-jangan benar, orang tua ini sudah mendapatkan sesuatu yang lebih bagus di gudang harta ini?"Keluarkan!" Ewan tiba-tiba membentak denga

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2861

    Namun, kedua matanya justru dipenuhi kegembiraan."Bocah, aku punya kabar baik untukmu. Aku menemukan gudang harta milik Kediaman Penguasa Kota," kata Nazar sambil berlari menghampiri Ewan dengan gembira.Ewan bertanya, "Saat aku membunuh musuh tadi, kamu malah pergi mencari gudang harta milik Kediaman Penguasa Kota?""Ya!" sahut Nazar. "Aku pikir, Fathan sebagai Penguasa Kota pasti memiliki banyak harta. Jadi, saat kamu memancing petaka langit untuk menghadapi Fathan, aku pergi mencari gudang hartanya.""Kerja kerasku akhirnya membuahkan hasil. Aku berhasil menemukannya. Kuberi tahu kamu, di gudang harta itu ada banyak barang bagus."Ewan menahan amarahnya dan bertanya, "Tadi aku memanggilmu, kamu dengar nggak?""Dengar," kata Nazar. "Tapi waktu itu aku lagi sibuk membereskan barang-barang di dalam gudang harta ...."Ctar! Nazar belum selesai berbicara ketika Ewan mencambuknya hingga terpental dan jatuh belasan meter jauhnya. Kepalanya sampai berdarah."Bocah, kenapa kamu mencambukku?

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2860

    Ewan melihatnya dengan jelas. Setelah cahaya keemasan itu keluar dari ubun-ubun Fathan, cahaya itu dengan cepat berubah menjadi sosok kecil berwarna keemasan sebesar kepalan tangan. Wajahnya persis sama dengan Fathan.Terutama kedua matanya yang dipenuhi kebencian dan kedengkian, seolah ingin menelan Ewan hidup-hidup.Pada saat yang sama, Ewan menyadari kepala Fathan berada dalam kondisi yang sangat aneh, seolah jiwanya lenyap dalam sekejap."Saat kita bertemu lagi nanti, aku pasti akan mencincang tubuhmu sampai berkeping-keping."Sosok kecil keemasan itu berbicara seperti manusia. Setelah selesai berbicara, dia memelesat dan kabur ke kejauhan."Ini ... roh primordial keluar dari tubuh?"Ewan pernah mendengar Dewi Kembang mengatakan bahwa setelah seorang kultivator menerobos tingkat gua surgawi, dia bisa mengembangkan roh primordial. Asalkan roh primordial tidak musnah, tubuh fisik masih bisa dibentuk kembali."Mau lari ke mana!"Ewan berteriak keras dan langsung mengejarnya. Kemudian,

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2859

    "Bisa dibilang, kalian memang ditakdirkan mati.""Oh ya, tadi kamu bertanya siapa aku. Sekarang aku bisa kasih tahu kamu. Namaku Bodhisattva Naga.""Kamu Bodhisattva Naga?" Fathan menatap Ewan dengan terkejut."Aku nggak menyangka seorang penguasa kota sepertimu juga tahu namaku. Sungguh suatu kehormatan." Ewan tersenyum lebar. Saat berbicara, deretan giginya yang putih dan rapi terlihat, tetapi justru membuat orang bergidik.Fathan berkata, "Kemarin aku menerima laporan kalau seseorang bernama Bodhisattva Naga membunuh puluhan murid Aliran Hitam Putih di sebuah kota kecil. Aku sudah mengirim orang untuk menangkapmu. Nggak kusangka kamu seberani itu sampai datang sendiri mengantarkan nyawa."Ewan melirik Fathan dan menyadari gua surgawi di belakangnya masih menyerap energi spiritual langit dan bumi dengan ganas. Luka-luka Fathan juga pulih dengan cepat.Diam-diam Ewan menggambar Jimat Kilat dengan tangan kirinya di belakang punggung, lalu berkata, "Tuan Fathan, kamu sudah berbicara den

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2858

    Fathan tidak menyangka dirinya yang merupakan ahli tingkat gua surgawi malah akan ditindas Ewan. Dia menatap Cambuk Pemukul Dewa dengan gentar, lalu berkata dengan angkuh, "Nggak semudah itu kalau kamu ingin membunuhku."Fathan segera bangkit dari tanah, lalu mengulurkan kedua tangannya. Seketika, empat bendera hitam muncul di tangannya.Dia melemparkan keempat bendera itu ke udara, lalu kedua tangannya membentuk segel dengan cepat. Tak lama kemudian, keempat bendera itu seolah diaktifkan. Ukurannya membesar dengan cepat hingga menyerupai empat gumpalan awan hitam yang melindungi seluruh tubuh Fathan dengan rapat.Fathan berteriak, "Aku nggak percaya kamu masih bisa melukaiku!"Tanpa berkata apa-apa, Ewan langsung mengayunkan Cambuk Pemukul Dewa.Ctar!Cambuk Pemukul Dewa memancarkan cahaya putih dan menghantam salah satu bendera. Terdengar suara derakan, lalu bendera itu hancur berkeping-keping."Apa?!"Ekspresi Fathan berubah drastis. Jelas dia tidak menyangka Cambuk Pemukul Dewa mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status