分享

Bab 2424

作者: Rexa Pariaman
"Siapa di sana?"

Begitu mendengar suara langkah kaki, Ewan dan Nazar langsung menoleh bersamaan. Tak lama kemudian, seorang lelaki tua yang berpenampilan lusuh muncul dalam pandangan mereka.

Usianya tampak sangat tua. Kerutan di wajahnya menyerupai kulit pohon yang telah mengering. Rambut putihnya kusam, kering, dan tidak memiliki sedikit pun kilau.

Jubah abu-abunya sudah compang-camping. Bahkan dari kejauhan, mereka bisa mencium bau asam yang sangat menyengat dari tubuhnya, cukup membuat perut
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2430

    "Terbuka?" Ewan cukup terkejut.Tadi dia melihat sembilan lubang kecil itu agak mirip titik akupunktur pada tubuh manusia. Tanpa sadar, dia teringat pada teknik Sembilan Jarum Melawan Takdir, lalu langsung menggunakannya. Tak disangka, pintu perunggu itu benar-benar terbuka.Pada saat yang sama, Ewan teringat ketika pertama kali memperoleh teknik Sembilan Jarum Melawan Takdir. Saat itu, kitab rahasia itu berubah menjadi abu, lalu membentuk lima huruf.[ Tanah Gunung Shuza Menantimu Kembali ]Mungkinkah Sembilan Jarum Melawan Takdir ada hubungannya dengan Gunung Shuza?Saat Ewan sedang berpikir, pintu perunggu perlahan terbuka. Sesaat kemudian, aura dingin yang menusuk tulang menyembur dari dalam.Tubuh Ewan dan Nazar langsung merinding. Mereka tak kuasa gemetaran, seolah baru saja memasuki alam baka."Energi negatif di sini pekat sekali!" Nazar berdiri di depan pintu dengan ekspresi serius.Ewan juga cukup terkejut. Dia mendapati bahwa energi negatif di tempat ini jauh lebih pekat diba

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2429

    Pintu perunggu itu tidak bergerak sedikit pun."Apa?" Ewan terkejut. Padahal, saat ini kekuatan kedua lengannya sanggup mengangkat beban puluhan ribu kilogram.Tak disangka, pintu perunggu itu begitu berat."Sekali lagi!" Ewan langsung mengendalikan empat Kaldron Kosmik, berniat menggunakan benda itu untuk menghantam pintu perunggu hingga terbuka.Bam! Empat Kaldron Kosmik menghantam pintu perunggu secara bersamaan, menghasilkan ledakan dahsyat yang mengguncang langit dan bumi. Seluruh Makam Pedang seolah bergetar pada saat itu.Namun, pintu perunggu itu tetap bergeming."Gimana mungkin?" Ewan sulit memercayainya. Hanya sebuah pintu perunggu, bagaimana bisa sekeras ini?Nazar berkata dengan bersemangat, "Cuma tempat yang menyimpan harta karun luar biasa yang akan dipasangi pintu perunggu seberat ini.""Bocah, aku yakin di lantai tiga Makam Pedang ini pasti ada benda pusaka tiada tanding. Cepat kerahkan tenagamu lagi dan buka pintunya. Aku penasaran harta apa yang tersembunyi di dalam s

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2428

    Ewan dan Nazar tampak sangat bersemangat.Di lantai kedua Makam Pedang, yang terlihat hanyalah deretan rak buku yang memenuhi seluruh ruangan. Di atas rak-rak itu tersusun kitab-kitab kuno berjilid benang. Jumlahnya paling sedikit puluhan ribu jilid!Keduanya saling memandang. Pada saat yang sama, sebuah kemungkinan melintas dalam benak mereka. Teknik kultivasi tertinggi Gunung Shuza!Swoosh .... Hampir bersamaan, keduanya bergerak dan berlari menuju rak buku.Nazar mengambil sebuah kitab kuno. Di halaman sampulnya tertulis beberapa huruf besar, Tiga Belas Jurus Pedang Pengejar Angin! Ini adalah sebuah kitab pedang."Ada banyak sekali teknik kultivasi di sini. Kalau aku mempelajarinya satu per satu, aku pasti bisa jadi ahli nomor satu di dunia. Hahaha ...." Nazar tertawa terbahak-bahak sambil membuka sampul kitab itu dengan cepat.Namun, sebelum sampulnya sempat terbuka, kitab itu langsung berubah menjadi debu di tangannya."Apa-apaan ini?" Nazar tercengang. Dia segera mengambil kitab

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2427

    "Sepertinya hanya bisa menggunakan Kaldron Kosmik."Ewan mengeluarkan empat Kaldron Kosmik dan mengarahkannya untuk menghantam gerbang secara bersamaan.Energi pedang di atas gerbang segera menebas, menghalangi Kaldron Kosmik. Kedua kekuatan itu pun saling mengunci dalam kebuntuan."Membesar!" seru Ewan pelan.Empat Kaldron Kosmik mendadak membesar, bagaikan empat gunung raksasa dengan berat lebih dari puluhan ribu kilogram.Akhirnya, energi pedang di atas gerbang berhasil ditekan hingga hancur satu per satu. Keadaan kembali tenang.Ewan melangkah maju dan mendorong gerbang itu. Kriiiet .... Gerbang perlahan terbuka.Sesaat kemudian, bau apek menyembur ke luar, membuat Ewan dan Nazar terbatuk-batuk tanpa henti.Ewan sangat berhati-hati. Dia tidak langsung masuk. Sambil berdiri di ambang gerbang, dia melirik ke dalam dan mendapati tempat itu dipenuhi sarang laba-laba, tampak sangat usang dan terbengkalai.Nazar mengeluarkan selembar jimat, menjepitnya di antara dua jari, lalu melafalkan

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2426

    Jantung Ewan berdegup kencang. Inikah daerah terlarang Gunung Shuza?Ewan sempat memperhatikan bahwa tulisan "Daerah Terlarang Gunung Shuza" di tubuh gunung itu diukir oleh jari seseorang.Lebar setiap hurufnya sekitar satu meter, terpahat sedalam satu meter pula ke dalam tubuh gunung. Tiap torehannya mengandung aura yang mampu mengguncang langit.Dari situ terlihat bahwa orang yang mengukir empat kata itu pasti seorang ahli yang tiada tanding."Tua bangka, gunung ini adalah daerah terlarang Gunung Shuza. Ayo kita naik dan lihat-lihat," kata Ewan.Nazar mendongak, menatap puncak gunung dan berkata, "Setinggi itu, gimana caranya kita naik?"Pada saat itu, embusan angin dingin menerpa. Dari kejauhan terdengar suara gemerincing logam.Ewan dan Nazar berjalan ke arah asal suara. Di sana mereka mendapati seutas rantai besi setebal gelas, menggantung di sisi gunung. Jelas, rantai itu adalah satu-satunya jalan untuk mencapai puncak."Tua bangka, aman, 'kan?" tanya Ewan."Aman dari mana?!" sah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2425

    Ewan semakin tidak mengerti. Cuma sebuah sekte yang telah dimusnahkan ... kesempatan besar apa yang mungkin masih tersisa di sana?Melihat Ewan terus mengernyitkan dahi, Nazar berkata, "Bocah, itu cuma dugaanku. Jangan terlalu dipikirkan. Bagaimanapun juga, kita sudah sampai di sini. Ayo lanjut ke depan dan melihat-lihat. Meskipun Gunung Shuza telah dimusnahkan, dulu mereka pernah mencapai kejayaan yang luar biasa.""Kurasa tempat ini pasti masih menyimpan banyak harta berharga."Keduanya pun melanjutkan perjalanan. Sesekali Ewan menoleh ke belakang dan melihat lelaki tua itu.Tiba-tiba, Ewan berbalik arah."Bocah, mau ke mana?" tanya Nazar.Ewan tidak menjawab. Dalam beberapa langkah cepat, dia sudah tiba di depan lelaki tua itu."Senior, darah kehidupanmu sudah mengering dan umurmu hampir habis. Semoga ini bisa sedikit membantumu."Ewan segera memetik sehelai daun dari Pohon Emas di dalam Kaldron Semesta, lalu menyelipkannya ke dalam mulut lelaki tua itu sebelum berbalik dan pergi."

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status