Share

Bab 728

Author: Rexa Pariaman
Neva? Tubuh Ewan langsung menegang, menahan gejolak dalam hatinya. Dia buru-buru bertanya, "Kak Neva, kamu baik-baik saja?"

"Aku baik. Kamu sendiri gimana?" tanya Neva.

"Aku juga baik," jawab Ewan. "Beberapa hari lalu aku sempat telepon kamu, tapi nomor lamamu sudah nggak aktif."

"Oh ya?" kata Neva. "Sejak aku kembali ke ibu kota, aku ganti nomor. Aku lupa kasih tahu kamu."

"Oh, begitu." Ewan menghela napas lega. Dia sempat mengira Neva sengaja menghindarinya.

"Kak Neva, kenapa tiba-tiba telepon
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2683

    'Nggak kusangka ... di dunia fana ternyata ada nadi naga sekuat ini.' Dewi Kembang sangat terkejut. Namun, diam-diam hatinya dipenuhi kegembiraan.'Kalau aku bisa mendapatkan nadi naga ini, kultivasiku akan langsung pulih. Saat itu, sekalipun aku nggak menemukan pintu masuk menuju dunia kultivasi dari Gunung Mahameru, aku tetap bisa kembali menggunakan teknik rahasia.'Memikirkan hal itu, Dewi Kembang diam-diam melirik Ewan. 'Kalau aku kembali ke dunia kultivator abadi ... bagaimana dengannya?'Tak lama kemudian, Dewi Kembang pun merasa lega. 'Dia punya murid dari Klan Iblis. Kalaupun nanti memasuki dunia kultivasi, dia pasti akan menghadapi ancaman maut.''Setelah aku kembali ... aku akan lebih dulu mencari dalang yang menghancurkan Istana Kembang, membalaskan dendam Guru dan para saudari seperguruanku. Setelah itu, barulah aku bersiap menyambut kedatangannya ke dunia kultivasi.'Saat Dewi Kembang tenggelam dalam pikirannya, di sampingnya, Midori dan Zayn juga sama-sama memasang wajah

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2682

    Wusss .... Tiba-tiba, angin kencang bertiup.Bintang-bintang yang memenuhi langit mendadak menghilang. Sebuah bulan merah menggantung tinggi di angkasa, seolah darah memenuhi seluruh permukaannya.Pemandangan itu begitu menggetarkan jiwa.Dalam sekejap, seluruh langit dan bumi dipenuhi oleh aura yang aneh."Bulan Merah?" Dewi Kembang berseru kaget. Wajah cantiknya sedikit berubah.Ewan menoleh ke arahnya dan bertanya, "Sepertinya kamu tahu sesuatu?"Dewi Kembang menjelaskan dengan nada serius, "Di dunia kultivasi beredar dua legenda tentang Bulan Merah. Yang pertama, saat Bulan Merah menggantung di langit, seorang mahasuci akan lahir ke dunia."Ewan langsung bertanya, "Kalau legenda yang kedua?"Dewi Kembang menjawab, "Saat Bulan Merah muncul, dunia akan dilanda kekacauan."Ekspresi Ewan berubah serius."Entah kemunculan Bulan Merah kali ini ... menandakan lahirnya seorang mahasuci atau justru pertanda kekacauan besar."Melihat raut wajah Ewan, Dewi Kembang berkata, "Itu semua hanya le

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2681

    Begitu Sunnata selesai berbicara, tampak Nazar merangkak keluar dari lubang salju dengan wajah babak belur."Hahaha ...."Semua orang akhirnya tidak bisa menahan tawa lagi dan tertawa terbahak-bahak."Hmph, kalian semua menindasku. Aku ... aku akan nangis kasih kalian. Huhuhu ...." Nazar berpura-pura mengusap air matanya seperti seorang istri muda yang diperlakukan tidak adil.Namun, tidak ada seorang pun yang menghiraukannya.Sunnata berkata, "Semuanya, di luar sangat dingin. Mari masuk ke rumah batu untuk menghangatkan badan."Semua orang pun masuk ke rumah batu. Begitu melangkah masuk, wajah Ewan langsung memperlihatkan ekspresi terkejut.Di tengah rumah batu terdapat sebuah tungku besar, sementara di sudut ruangan tampak beberapa bangkai burung dan binatang liar.Sunnata menjelaskan, "Aku dan bajingan itu bosan, jadi kami berburu beberapa binatang liar. Kami memanggang daging sambil minum arak. Sungguh menyenangkan.""Kalian datang dari tempat yang jauh. Beristirahatlah sebentar. A

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2680

    "Dewi Kembang, Nona Midori, lama nggak bertemu. Aku benar-benar merindukan kalian." Nazar kembali menyapa kedua gadis itu.Dewi Kembang sama sekali tidak menanggapi. Sebagai Ketua Istana Kembang, dia memiliki harga diri dan kebanggaannya sendiri.Sementara itu, Midori berkata, "Master Nazar, aku sama sekali nggak merindukanmu.""Masa begitu?" kata Nazar dengan wajah tanpa malu. "Aku begitu merindukanmu, tapi kamu malah nggak merindukanku?""Kamu bukan Tuan Ewan. Kenapa aku harus merindukanmu?" kata Midori dengan wajah penuh rasa jijik. "Lagi pula, wajahmu jelek sekali."Nazar hampir memuntahkan darah karena kesal."Gadis kecil, ucapanmu itu nggak benar!" kata Sunnata. "Walaupun bajingan ini memang sudah tua, kadang-kadang dia masih cukup menggemaskan. Apa kamu nggak merasa kalau wajahnya sangat mirip anjing pug?""Pfft ...."Dewi Kembang dan Midori sama-sama tertawa.Nazar langsung murka. "Pendeta tua, apa karena sehari saja aku nggak memukulmu, badanmu jadi gatal?"Sunnata berkata den

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2679

    "Ikuti aku."Ewan pernah datang ke tempat ini sebelumnya, sehingga dia dengan mudah membawa semua orang menuju rumah batu yang dahulu ditempati Ega dan Aruna. Dari kejauhan, mereka sudah mendengar suara Nazar dari dalam rumah batu."Wah, salju turun!""Langit putih semua.""Bumi putih semua.""Gunung putih semua.""Atap putih semua.""Seluruh dunia putih semua!"Sudut bibir Ewan berkedut.Tua bangka ini benar-benar tidak pernah bisa menghilangkan kebiasaan menulis puisi.Tak lama kemudian, terdengar lagi suara Nazar."Pendeta tua, puisiku yang bergaya modern ini bagus, 'kan? Bahasanya mudah dipahami, lugas, dan sederhana. Hanya dengan beberapa kalimat saja sudah berhasil menggambarkan pemandangan salju yang turun begitu megah. Menurutmu, bukankah puisi ini layak masuk buku sejarah?"Tak lama kemudian, terdengar dengusan dingin Sunnata. "Masuk buku sejarah? Berani juga kamu mengatakan hal seperti itu. Benar-benar nggak tahu malu.""Pendeta tua, jangan kira aku nggak tahu. Kamu cuma iri

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2678

    Setelah mendengar perkataan Ewan, hati Dewi Kembang bergetar. Dia bisa melihat bahwa Ewan mengatakannya dengan sungguh-sungguh.Pada saat itu, seolah ada sesuatu yang menyentuh relung terdalam hatinya. Sejak kecil hingga sekarang, ini adalah pertama kalinya seorang pria mengatakan kata-kata seperti itu kepadanya.Untuk sesaat, yang dia Klanakan hanyalah haru.'Pria menyebalkan ini ... kenapa dia memperlakukanku sebaik ini?'Tanpa dia sadari, Ewan justru sedang tertawa dalam hati.'Gadis kecil, masa aku nggak bisa menaklukkanmu? Meski kamu adalah Ketua Istana Kembang, pada akhirnya kamu tetaplah seorang wanita. Selama dia wanita, nggak ada yang bisa lolos dari rayuan dan tipu daya pria.''Lagi pula, pengalamanku menghadapi wanita sudah sangat banyak. Mana mungkin kamu bisa mengalahkanku?'Mata Ewan terus menatap Dewi Kembang tanpa berkedip dengan penuh kasih sayang.Tatapan itu membuat wajah Dewi Kembang memerah karena malu. Dia mengalihkan pandangannya, lalu sengaja memasang wajah ding

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status