A Master Intern and her Submissive Boss

A Master Intern and her Submissive Boss

last update최신 업데이트 : 2023-12-18
에:  MaterCatLady연재 중
언어: English
goodnovel18goodnovel
순위 평가에 충분하지 않습니다.
16챕터
1.7K조회수
읽기
보관함에 추가

공유:  

보고서
개요
장르
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

시놉시스

In the heart of a bustling metropolis, two worlds collide. By day, she's Luna Cruz, an unassuming office worker. By night, she's Dew, a renowned practitioner of BDSM, celebrated for her ability to awaken hidden desires. When Alex Quinn, a CEO/Boss, crosses paths with Dew on a crowded subway, their lives take an unexpected turn. Drawn into Dew's enigmatic world of dominance and submission, Alex Quinn embarks on a journey of self-discovery, challenging societal norms and his own desires. As their connection deepens, Alex Quinn's younger brother, Danny, and his close friend, Mike, also become entangled in Dew's world, exploring their own forbidden fantasies. Together, they navigate the intricate dance of pleasure and restraint, pushing the boundaries of their desires. But Dew harbors a mysterious past, and when it resurfaces, the delicate balance they've found is threatened. The characters must confront their inner demons, unravel secrets, and make choices that will change their lives forever. "A Master Intern and her Submissive Boss" is a captivating exploration of human desire, the complexities of relationships, and the power of embracing one's true self. In a world where hidden desires are revealed, will they succumb to temptation or find the strength to forge their own paths? Prepare to be enthralled by a story that challenges conventions and delves deep into the realms of passion, love, and self-acceptance. "A Master Intern and her Submissive Boss" is a tale that will leave you questioning the boundaries of your own desires and the captivating power of connection.

더 보기

1화

Chapter 1 - Absolute Submission

01

"Bang, ayo, kita pulang," ajak Alvaro Gustav Baltissen, sembari memegangi lengan kiri seniornya. 

Haikal Jabbar bergeming. Direktur utama Baltissen Grup tersebut masih termangu, sambil memandangi gundukan tanah yang dipenuhi banyak bunga di hadapannya.

Tatapan nanar Haikal menjadikan rekan-rekannya saling melirik. Mereka memahami jika salah satu pengawal PBK lapis satu tersebut, masih berat untuk meninggalkan makam istrinya, Isnindar Herawati. 

Alvaro menghela napas berat dan mengembuskannya perlahan. Dia beradu pandang dengan Hamid Awaluddin, direktur utama PG, yang berada di sebelah kanan Haikal. 

Keduanya seolah-olah tengah berbincang dengan menggunakan bahasa batin, kemudian mereka sama-sama mengangguk. 

Alvaro mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia memberi kode pada asistennya, untuk memanggilkan orang-orang yang sangat disegani Haikal. 

Tidak berselang lama, beberapa pria menyambangi kelompok tersebut. Alvaro dan teman-temannya bergeser untuk memberikan tempat pada mereka. 

"Kal, kita harus pulang. Ini sudah gerimis," bujuk Sufyan, Kakak tertua Haikal. 

"Kamu bisa datang ke sini kapan pun kamu mau, tapi, sekarang kita mesti pulang," sahut Fahar, Ayah mertua Haikal. 

Akan tetapi, Haikal tetap bergeming. Dia seolah-olah tidak mendengar ucapan kedua keluarganya tersebut, yang masih terus mencoba membujuknya. 

Pria tua asli Spanyol, merangkul pundak Haikal dari samping kanan. "Iis tidak akan senang, jika kamu melupakan tugas untuk merawat anak-anak kalian," tutur Gustavo Demetrio Baltissen, dengan lembut. 

"Gustavo benar. Kamu sudah berjanji pada Iis, untuk fokus merawat anak-anak," sela Sultan Pramudya. "Kamu tidak akan bisa menuntaskan janji, jika kamu tetap di sini dan hujan-hujanan," lanjutnya. 

Haikal tetap diam. Bulir bening luruh dari kedua matanya. Haikal menunduk dan terisak-isak, hingga menimbulkan kesedihan semua orang yang melihatnya. 

Gustavo berpindah ke depan Haikal. Dia memeluk anak angkatnya tersebut, yang akhirnya sesenggukan dalam dekapannya. 

Selama beberapa saat suasana hening. Tidak ada seorang pun yang urun suara. Mereka turut terharu dan bisa merasakan kesedihan Haikal ditinggal istri tercinta, untuk selama-lamanya. 

Rinai hujan kian membesar. Puluhan payung dikembangkan untuk melindungi diri. Satu per satu pelayat jalan menjauhi tenda hijau yang menaungi makam Isnindar Herawati. 

Panggilan seorang perempuan menjadikan tangisan Haikal berhenti. Dia mengurai pelukan dan menjauhkan diri dari Gustavo, lalu mengambil tisu yang diberikan perempuan tersebut, untuk mengusap wajahnya yang basah. 

"Mari kita pulang, Bang. Anak-anak sudah capek," ungkap Mayuree Fitriachara Pramudya, putri kedua Sultan Pramudya, sekaligus istri Alvaro. 

Haikal mengalihkan pandangan pada ketiga anaknya yang tengah duduk di dekat Ummi dan Ibu mertuanya. Haikal akhirnya mengangguk mengiakan ucapan Mayuree, karena dia tidak mau anak-anaknya kelelahan. 

Haikal berjongkok dan mengusap nisan bertuliskan nama istrinya. "Ayah pulang dulu, Bu. Besok Ayah datang lagi," bisiknya. 

Haikal menatap makam itu sesaat, sebelum dia mengambil sekuntum bunga dan menggenggamnya erat. Pria berbaju koko hitam itu berdiri. Dia membaca doa agar istrinya bisa tenang di alam kubur. 

Haikal mendengkus pelan, lalu dia memutar tubuh dan jalan mendatangi keluarganya. Haikal mengambil putra bungsunya dari pangkuan sang nenek, kemudian dia menggendong lelaki kecil tersebut yang telah terlelap. 

Haikal memegangi tangan kiri putrinya, sembari meminta agar putra sulungnya ikut dengannya menuju mobil. Haikal jalan sembari memastikan anak-anaknya tetap bersama. Keluar dari tenda, mereka langsung dipayungi beberapa ajudan muda. 

Sekian menit berlalu, Haikal dan ketiga anaknya telah berada di mobil Jeep Mercedes-Benz hitam, yang dikemudikan pemiliknya sendiri. 

Haikal menyandarkan badannya sambil memeluk Baadal Syarifian yang berusia 2 tahun. Haikal memejamkan mata sambil membayangkan paras istrinya, yang mengembuskan napas terakhir kemarin malam. 

Runutan peristiwa dari awal perjumpaan mereka belasan tahun lalu, kembali berputar dalam benak Haikal. Dia masih mengingat jelas sosok Isnindar yang merupakan perempuan tangguh. 

Semenjak menikah 13 tahun silam, Isnindar nyaris tidak pernah mengeluh akan kesibukan suaminya. Isnindar juga menjadi pendukung terkuat Haikal, sejak merintis karier sebagai pengawal keluarga Pramudya. 

Bulir bening kembali luruh dari sudut mata Haikal. Dia membiarkan lelehan air itu dan tidak berniat mengusapnya. 

Alvaro yang melihat hal itu, mengerjap-ngerjapkan matanya yang mengabut. Alvaro memahami kesedihan senior kesayangannya tersebut, karena dia tahu jika Haikal sangat mencintai istrinya. 

Isakan pelan Haikal terdengar keempat penumpang di belakang. Hamid mengeratkan pelukan pada Ghazwa Sabiqah, putri kedua Haikal. Sedangkan Darma Suhendar memeluk Bariq Khalaf Mahdi, putra tertua Haikal, yang turut menangis. 

*** 

Malam harinya, acara takziah pertama dilaksanakan di kediaman Haikal, di kawasan Cilandak. Rumah besar itu nyaris tidak mampu menampung banyaknya tamu yang hadir, untuk mendoakan almarhumah Isnindar Herawati. 

Tenda besar yang dipasang menutupi halaman depan, juga tidak bisa menaungi seluruh tamu. Banyak dari mereka yang mengikuti takziah, sambil duduk bersila di karpet yang dihamparkan di jalan depan rumah dua lantai bercat gading. 

Hadirin terlihat serius mengaji sambil memegangi buku Yaasin, yang telah dibagikan panitia. Hal serupa juga dilakukan seluruh anggota keluarga Haikal dan Isnindar, yang memenuhi area dalam rumah. 

Puluhan menit terlewati. Acara takziah telah usai. Para tamu sebagian besar sudah pulang. Hingga tersisa keluarga dan kerabat Haikal. 

"Abang, dimakan dulu," cakap Lula Faida Annaila, Adik sepupu Isnindar, sembari memberikan piring pada Haikal. 

"Abang nggak lapar," jawab Haikal. 

"Abang belum makan dari siang." 

"Beneran nggak lapar, La." 

Lula memandangi lelaki berkumis tipis, yang matanya bengkak. "Oke, piringnya kutaruh di sini. Dicemil aja lauknya, kalau Abang nggak mau makan nasi." 

Haikal tidak menyahut. Dia memandangi piring tanpa berniat menyentuhnya. Lula mendengkus pelan, lalu dia berdiri dan jalan menjauh. 

Tidak lama kemudian, Ghazwa menghampiri ayahnya dan duduk di depan Haikal. Tanpa mengatakan apa pun, Ghazwa menyendok nasi dan menambahkan sedikit daging semur. Lalu dia mendekatkan sendok itu ke depan mulut sang ayah. 

"Makan, Yah. Kakak suapin," bujuk gadis kecil berusia 8 tahun tersebut. 

"Ayah makan sendiri aja," tolak Haikal.

Ghazwa menggeleng. "Kalau Ayah nggak makan, Kakak nangis, nih!" ancamnnya sembari memandangi Haikal saksama. 

Pria berbaju koko putih itu terkesiap. Haikal seakan-akan tengah melihat Isnindar kecil, karena paras Ghazwa yang mirip dengan ibunya. 

Haikal tertegun ketika menyaksikan sepasang mata Ghazwa berkaca-kaca. Haikal memaksakan diri untuk membuka mulut dan membiarkan Ghazwa menyuapinya. 

Hamid dan seluruh sahabat Haikal, serentak menghela napas lega. Mereka sangat mengkhawatirkan Haikal yang menolak makan sejak pulang dari makam. 

"Cukup, Kak. Ayah sudah kenyang," tukas Haikal. 

"Baru lima suap. Nggak mungkin kenyang," sanggah Ghazwa. 

Haikal mengeluh dalam hati, karena putrinya mewarisi sifatnya yang keras hati. "Satu suap lagi. Setelah itu, Ayah mau makan jeruk." 

Ghazwa mengangguk mengiakan. Dia menyuapi sang ayah, kemudian hendak berdiri, ketika Bariq datang sambil membawakan beberapa buah jeruk. 

Hadirin memerhatikan kala kedua bersaudara tersebut mengupas jeruk dengan cepat. Kemudian Bariq dan Ghazwa bergantian menyuapi ayahnya. 

Haikal tidak kuasa menolak dan membiarkan dirinya disuapi, hingga semua jeruk habis. Haikal memaksakan senyuman untuk menghibur kedua anaknya. Kemudian dia maju dan mendekap Bariq serta Ghazwa, yang balas memeluknya erat. 

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

댓글 없음
16 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status