Short
A Traitor's Debt

A Traitor's Debt

By:  EchoCompleted
Language: English
goodnovel4goodnovel
8Chapters
5.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

In the middle of the night, my husband started talking in his sleep. "My little treasure, Daddy's taking you and Mommy to the new house tomorrow." But we were using protection. Where the hell did a kid come from? So I opened his phone. I saw the money transfers to another woman—spent on all kinds of luxury shit and a house. The photo album had pictures of her in a skimpy stripper outfit, a little bump in her belly. The last one was an ultrasound. Four months along, it looked like. I didn't make a sound. Just saved the evidence. They were about to learn the price of betraying a mafia princess.

View More

Chapter 1

Chapter 1

Seorang gadis menjatuhkan bokongnya di sofa empuk di ruang keluarga rumahnya. Ia menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar. Rasa pegal dan lelah mulai terasa setelah pulang dari acara Graduation SMP. Jari kelingking kakinya agak memerah karena sepatu heels yang ia pakai, sebab ia tidak biasa menggunakan sepatu berhak seperti itu. Ia memejamkan matanya sebentar sebelum pergi ke kamarnya untuk bersih-bersih.

Badannya lengket penuh dengan keringat. Ia beranjak pergi ke kamar, menenteng heelsnya.

Beberapa menit kemudian, ia keluar dari kamarnya dengan keadaan segar setelah mandi dan berganti pakaian. Perutnya lapar, ia langsung pergi ke dapur untuk mencari makanan. Sepertinya mie instan cocok untuk sore ini.

Ia berjalan menuju dapur melewati ruang keluarga, ia melihat ada kedua orangtuanya sedang bersantai di sana. Ayahnya fokus memperhatikan tayangan berita di televisi, sedangkan Mamahnya fokus memainkan ponsel.

"Qiya... kesini sebentar," panggil Ayahnya.

Gadis yang diketahui bernama Qiya itu berbelok menuju ruang keluarga dimana Ayahnya berada. Kemudian ia duduk di sofa. Ternyata disana juga ada Yasir, kakaknya.

"Ada apa, Yah?" Tanya Qiya dengan santai.

Henri -Ayah Qiya dan Yasir- mengubah posisi duduknya agar bisa kenghadap ke arah putrinya. "Kamu mau lanjut sekolah kemana?"

Qiya tersenyum mendengar pertanyaan Henri, ia yakin Ayahnya akan mempersiapkan pendaftaran untuknya. Qiya sudah sedikit telat untuk mendaftar SMA, hampir semua teman-temannya sudah tinggal menunggu waktu tes masuk ke SMA pilihan mereka, bahkan tidak sedikit yang sudah melakukan tes.

Sedangkan Qiya? Ia masih dilema, ia tau orangtuanya menginginkan Qiya masuk SMA Swasta sama seperti kakaknya.

"Kan Qiya udah bilang Yah, Qiya mau ke SMA Negeri, Ayah mau daftarin Qiya kan?" Kata Qiya dengan antusias.

Laras -Mamah Qiya dan Yasir- yang sedari tadi diam, mulai berbicara, berharap Qiya akan mengerti. "Mamah sama Ayah berharap kamu mau sekolah di SMA Swasta seperti kakakmu."

Qiya menghempaskan punggungnya ke senderan sofa dengan sedikit kasar, hembusan nafas berat terdengar keluar dari lubang hidungnya, ternyata keinginan orangtuanya masih belum berubah.

"Mamah percaya kalo kamu sekolah sama Yasir, kamu bakal aman, Qiya. Lagi pula, sekolah Swasta bisa bikin kamu lebih enjoy karena peraturannya tidak seketat di Negeri. Tanya kakakmu, gimana sekolah dan lingkungannya," jelas Laras dengan perlahan.

Qiya cemberut, "Qiya gak mau Mamah.." lirihnya.

"Ayah udah daftarin kamu. Kamu tidak perlu tes apapun, langsung masuk nanti. Seragam sekolahnya nanti Mamah ambilkan, kamu tinggal sekolah," kata Henri tegas.

Tanpa mengatakan apapun, Qiya beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga. Ia merasa sangat kesal, Ayahnya begitu egois, tidak memperdulikan keinginan anaknya. Mamahnya pun tidak mengerti dengan perasaan Qiya. Kakaknya juga, tidak membantu sama sekali, malah sibuk memainkan game di ponselnya.

Qiya pasrah, keputusan Ayahnya sudah tidak bisa dibantah lagi, terlebih Qiya sudah didaftarkan, yasudahlah.

Qiya melanjutkan niatnya untuk memasak mie, perutnya tetap lapar. Ia tidak akan melakukan hal bodoh seperti kebanyakan orang, mengurung diri di dalam kamar dan melakukan aksi mogok makan. Qiya cukup cerdas untuk tidak melakukan hal bodoh itu.

Qiya memakan mie dengan perasaan tenang, tidak seperti ketika memasak, hampir saja jarinya terluka terkena gunting ketika membuka bungkus bumbu mie.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviews

Tammy Tilbe
Tammy Tilbe
real good book
2025-12-07 00:26:27
1
0
Shantell aka Lady Persephone
Shantell aka Lady Persephone
Good story!
2025-12-06 18:55:52
0
0
8 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status