A babá é a mais nova obsessão do CEO

A babá é a mais nova obsessão do CEO

last updateLast Updated : 2026-04-05
By:  RoseanaautoraCompleted
Language: Portuguese
goodnovel18goodnovel
10
187 ratings. 187 reviews
271Chapters
89.2Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Maria Fernanda só queria esquecer a pior noite da sua vida. Depois de anos amando o melhor amigo em silêncio, ela descobre — em público — que o pedido de casamento não era para ela. Ferida, furiosa e decidida a virar a página, aceita ir para uma boate de elite e acaba vivendo uma noite intensa com um homem misterioso… que ela nunca mais deveria ver. Ou pelo menos era o plano. Enzo é CEO, poderoso, desconfiado e acorda no hospital no dia seguinte convencido de que foi dopado. Sem lembrar do rosto da mulher da boate, mas obcecado por dois detalhes muito específicos — um coração tatuado no dedo anelar e uma maçã mordida no lado certo da nádega — ele passa a procurá-la como quem caça uma ameaça… ou um vício. Para Enzo, ela pode ser uma espiã que tentou sabotá-lo. O problema é que ele não consegue parar de pensar nela. Um mês depois, Maria Fernanda consegue um emprego de babá com salário irrecusável. O detalhe? O pai da criança é o mesmo homem da boate — que agora a observa tentando decidir se ela é uma criminosa perigosa… ou a maior tentação da sua vida. Entre desconfianças absurdas, coincidências improváveis, uma criança que rouba a cena e uma atração impossível de ignorar, os dois vão descobrir que nem todo inimigo quer te destruir — alguns só bagunçam tudo do melhor jeito possível.

View More

Chapter 1

O anel

Hazel menghabiskan waktu lima tahun untuk mengatasi fobia ketinggiannya. Dia memanjat tebing setinggi seratus meter dengan tangan kosong dan berjalan di atas kabel baja yang membentang di antara dua sisi samudra demi mengalahkan rasa takut itu.

Dia berhasil masuk akademi penerbangan, lulus sebagai peringkat pertama, lalu bergabung dengan Pangkalan Penerbangan Utara.

Jika berhasil melewati evaluasi selama lima tahun berikutnya, dia akan menjadi pilot elite dan satu-satunya partner Alaric.

Namun, tiga misi yang dijalaninya selama lima tahun itu selalu berakhir tragis.

Dalam misi pertama, dia mengalami pendarahan hebat dari mata, telinga, hidung, dan mulutnya. Dalam misi kedua, seluruh keluarganya tewas mengenaskan akibat aksi balas dendam. Dalam misi ketiga, dia mengalami patah tulang remuk.

Semua kejadian itu ternyata disengaja.

Hazel akhirnya menemukan dalang di balik semuanya.

Namun, dia malah mendengar Alaric berkata, "Nessa tahu aku bakal menikah sama Hazel dan dia nggak bisa menerima kenyataan. Karena itu, aku sengaja menutupi semuanya. Nggak perlu menghancurkan seluruh hidup Nessa hanya gara-gara masalah kecil begini."

Hazel tersenyum. Lalu, dia meninggalkan tiga hal yang membuat Alaric menyesal seumur hidup.

Misi pertama, Alaric sendiri yang memberikan perintah agar dia membawa pulang sebuah formula rahasia dari luar negeri. Namun, satu-satunya rute penerbangan yang tersedia dilanda badai petir. Dia mengertakkan gigi dan menerbangkan jet tempurnya menerobos badai hingga berhasil keluar dari kepungan awan petir.

Kotak berisi formula itu tetap utuh, tetapi jet tempurnya mengalami kerusakan di banyak bagian.

Misi kedua, dia ditugaskan memberikan bantuan dari udara dalam kasus penyanderaan 100 orang. Dia sudah berhasil mengunci lokasi para penculik dan operasi penangkapan akan segera dilakukan.

Namun pada saat genting, suara seorang wanita tiba-tiba terdengar melalui saluran komunikasi dan membocorkan rencana operasi awal.

Alaric langsung memberikan perintah tegas, "Jalankan Rencana B. Tabrakkan pesawat ke gedung sasaran, sekarang!"

Tanpa ragu sedikit pun, Hazel menjalankan perintah itu dan 100 sandera berhasil diselamatkan. Namun, identitas wanita yang membocorkan rencananya itu tak kunjung terungkap.

Misi ketiga, dia dikirim ke zona perang untuk menerjunkan bantuan kemanusiaan. Namun, paket pertama yang dijatuhkan ternyata sebuah bom. Hazel tidak punya pilihan selain menabrakkan badan pesawatnya ke bom tersebut hingga meledak.

Dia berhasil menyelamatkan banyak nyawa, tetapi dilarang terbang selama satu tahun karena melakukan manuver berbahaya.

Setelah masa evaluasi lima tahunnya berakhir, dia terancam dipindahkan dari tim yang berada langsung di bawah komando Alaric.

Namun, dia masih belum menyerah.

Selama setahun itu, dia memanfaatkan semua koneksi yang dimilikinya untuk melakukan penyelidikan. Semua bukti yang berhasil ditemukan mengarah pada satu nama, Nessa.

Seorang anak magang biasa di pusat komando.

Hazel membawa bukti-bukti itu dan berjalan menuju kantor Alaric. Dadanya terasa sesak karena rasa sakit dan ketidakadilan yang sulit dia ungkapkan.

Dari dalam kantor terdengar perdebatan sengit antara Alaric dan wakilnya, Elio.

"Kamu mau ngasih gelar Pilot Terbaik kali ini ke Nessa? Orang yang bahkan belum pernah naik jet tempur?" Suara Elio sarat akan amarah yang ditahan, "Kamu pikir aku benaran nggak tahu apa yang terjadi dalam tiga misi Hazel itu?"

Langkah Hazel yang berada di luar pintu seketika terhenti.

Suara Alaric terdengar tenang tanpa gejolak sedikit pun. Nada bicara yang dingin itu telah didengarnya selama sepuluh tahun dan selalu dia patuhi seakan-akan setiap perkataan Alaric adalah titah mutlak.

"Aku komandan tertinggi. Setiap penilaianku selalu adil dan objektif."

"Adil?" Elio nyaris berteriak, "Misi pertama Hazel ternyata cuma untuk mengawal pembalut khusus pesanan Nessa? Cuma karena dia bilang alergi kalau memakai produk dalam negeri? Hazel sampai tersambar petir di tengah badai waktu itu! Mata, telinga, hidung, dan mulutnya semua berdarah. Kamu nggak tahu itu?"

Di luar pintu, Hazel merasa jantungnya seolah diremas dengan kuat. Rasa sakit itu membuatnya hampir tidak bisa bernapas.

"Situasinya mendesak. Alergi membuat Nessa sangat nggak nyaman." Suara Alaric tetap datar. Bahkan pembelaannya terdengar seolah-olah hal itu sudah sewajarnya.

"Kalau yang kedua?" Elio masih diliputi amarah. "Nessa nggak bisa menemukanmu, lalu berteriak-teriak di saluran komunikasi umum sampai membocorkan keberadaan Hazel! Setelah itu para penculik membalas dendam. Orang tuanya mengalami kecelakaan mobil, sedangkan adik laki-laki dan adik perempuannya diperlakukan oleh para bajingan itu sampai ...."

Elio tidak sanggup melanjutkan.

Hazel juga nyaris tidak sanggup mendengarnya lagi.

"Dia takut gelap." Akhirnya terdengar sedikit kelelahan dalam suara Alaric, tetapi dia tetap membela Nessa, "Dia membutuhkanku. Mengenai apa yang menimpa keluarga Hazel ... aku sudah memberikan kompensasi padanya."

Seluruh tubuh Hazel gemetar. Dia terpaksa bersandar ke dinding agar masih bisa berdiri.

Foto jasad kedua adiknya yang mengenaskan, telepon orang tuanya yang tak akan pernah tersambung lagi .... Semua mimpi buruk yang membuat dia terbangun di tengah malam ternyata hanya berawal dari ucapan Nessa bahwa dia takut gelap?

"Oke, lalu yang ketiga?" Elio tak mampu lagi menahan amarah dan kesedihannya. "Nessa mengganti bantuan dengan bom itu tanpa alasan. Dia sebenarnya mau membunuh para pengungsi di bawah atau mau membunuh Hazel? Perbuatannya seharusnya membuat dia diadili di pengadilan militer! Kenapa kamu malah menutup-nutupinya?"

"Nessa cuma khilaf sesaat." Suara Alaric merendah saat melanjutkan, "Nessa tahu aku bakal menikah sama Hazel dan dia nggak bisa menerima kenyataan. Karena itu, aku sengaja menutupi semuanya. Nggak perlu menghancurkan seluruh hidup Nessa hanya gara-gara masalah kecil begini."

Masalah kecil?

Seluruh tubuh Hazel bergetar.

Sepuluh tahun perjuangannya yang berlumuran darah, berkali-kali berada di ambang hidup dan mati, serta nyawa keempat anggota keluarganya ....

Di mata Alaric, semua itu hanya masalah kecil?

Bahkan Elio sendiri sampai tak mampu menahan nada sinisnya.

"Kamu pilih kasih sekali sama Nessa hanya karena dia adalah sandera pertama yang kamu selamatkan waktu itu, sehingga dia punya arti khusus bagimu. Tapi demi dia, kamu bahkan nggak segan menggunakan pernikahanmu untuk mempertahankan Hazel. Pak Alaric, sebenarnya kamu ini nganggap Hazel apaan?"

Setelah hening sesaat, suara Alaric kembali terdengar. Nada bicaranya tetap seolah semua itu sudah sewajarnya.

"Hazel sebentar lagi bakal jadi istriku. Aku juga sudah memutuskan bahwa setelah kami resmi menikah, aku akan mengajukan permohonan agar dia menjadi satu-satunya partner terbangku. Tapi Nessa berbeda. Dia sudah nggak punya apa-apa lagi."

"Hah, lalu gimana kalau Hazel mengetahui semua ini?" tanya Elio dengan menekankan setiap katanya. "Apa dia masih mau menikah denganmu dan menjadi partnermu?"

"Dia nggak bakal tahu." Suara Alaric mendadak dingin, jelas tidak ingin membahas masalah itu lebih jauh. "Lagian, dia sudah mengejarku selama sepuluh tahun. Semua impiannya sudah aku wujudkan. Sebulan lagi kami akan resmi menikah. Dia nggak akan pergi."

Ternyata Alaric tahu semuanya. Dia tahu Hazel sudah mencintainya selama sepuluh tahun dan bermimpi menjadi satu-satunya partner terbangnya selama sepuluh tahun.

Itulah sebabnya, ketika Hazel mengetahui keempat anggota keluarganya tewas mengenaskan dan dengan kalap bersikeras mencari pengkhianat di antara mereka, Alaric terus berkata padanya, "Hazel, jangan takut. Mulai sekarang, aku akan memberimu sebuah keluarga."

Lebih ironisnya lagi, sandera pertama yang diselamatkan Alaric dalam misi tempur pertamanya dulu bukanlah Nessa.

Melainkan Hazel sendiri.

Hari itu menjadi akhir dari mimpi buruk Hazel, tetapi juga awal dari perasaannya terhadap Alaric.

Setelah dibawa ke rumah sakit dan kondisinya pulih, dia mendengar Alaric juga sedang menjalani pemulihan di sekitar sana.

Hazel pun membawa benda kenang-kenangan mereka dan diam-diam keluar dari kamar rawatnya. Namun dari kejauhan, dia hanya sempat melihat Alaric memeluk seorang gadis.

Tak lama kemudian, orang tuanya datang tergesa-gesa dan membawanya pergi. Sejak saat itu, mereka tidak pernah bertemu lagi sampai Hazel masuk ke pangkalan penerbangan.

Air mata menetes menyusuri pipi Hazel.

Satu-satunya sosok yang selama ini dipujanya, kesetiaan yang telah terpatri dalam relung hatinya, serta impian yang dia kira akhirnya akan menjadi kenyataan ....

Ternyata semua itu hanyalah kompensasi dan rasa iba.

Demi sesuatu yang begitu konyol, Hazel telah mengorbankan masa muda, kesehatan, bahkan nyawa orang-orang yang paling dia cintai.

Hazel berdiri tegak dan menghapus sisa air mata terakhir di wajahnya.

Dia tidak membuka pintu itu. Dia hanya berbalik dan berjalan kembali ke meja kerjanya. Semua bukti dikumpulkan menjadi satu berkas, lalu dikirimkan melalui situs pengaduan Pengadilan Militer Tertinggi.

Tak lama kemudian, sebuah balasan muncul di layar.

[ Laporan dan seluruh bukti telah diterima. Proses verifikasi akan segera dilakukan dan diperkirakan memerlukan waktu 30 hari kerja. ]

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Bem-vindo ao Goodnovel mundo de ficção. Se você gosta desta novela, ou você é um idealista que espera explorar um mundo perfeito, e também quer se tornar um autor de novela original online para aumentar a renda, você pode se juntar à nossa família para ler ou criar vários tipos de livros, como romance, leitura épica, novela de lobisomem, novela de fantasia, história e assim por diante. Se você é um leitor, novelas de alta qualidade podem ser selecionados aqui. Se você é um autor, pode obter mais inspiração de outras pessoas para criar obras mais brilhantes, além disso, suas obras em nossa plataforma chamarão mais atenção e conquistarão mais admiração dos leitores.


Ratings

10
100%(187)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
187 ratings · 187 reviews
Write a review

reviewsMore

Leidimar De Souza Alcantara
Leidimar De Souza Alcantara
amei !!! um dos melhores que já li. ri bastante pois os personagens são bem engraçados. um amor improvável e obsessivo mais a pena viajar nessa linda e engraçada história de amor.super indico e Hot
2026-08-03 12:00:29
2
1
Dalcira Rapaki Med
Dalcira Rapaki Med
Este é um dos livros mais malucos, bipolar, obsessivo, dei muitas risadas sozinha, me diverti muito lendo os personagens, vibrei, torci rsrrs mas super recomendo a leitura muito descontraído
2026-07-29 01:17:12
1
0
Gleidiane D Sousa
Gleidiane D Sousa
Amei a Leitura, posso dizer que esse livro foi um dos melhores que já li. Garanto que não irão se arrepender, dando uma oportunidade a essa leitura. Parabéns, pelo livro e obrigada pelas risadas, e outras emoções que tive durante a leitura, foi tudo muito marcante em cada capítulo.
2026-06-21 03:47:34
5
3
Isabel Cristina
Isabel Cristina
Alguém pode me dizer se essa história tem fim? Pergunto porque li uma história sem fim. ...
2026-06-19 19:08:54
4
1
aNa c
aNa c
Adorei esse livro. Enzo é um personagem que bem desenvolvido e a história no geral é muito leve, mesmo nos momentos tensos dá para rir.
2026-06-11 02:39:49
2
0
271 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status