Share

Chapter 54: Anak Yang Membawa Api

Penulis: MIMOWIE
last update Tanggal publikasi: 2026-06-01 20:00:56

“Mama rindu Papa?” Lucian bertanya dengan polos— pertanyaan yang membuat jantung Anastasia berhenti.

“Apa—apa kau bilang Papa, sayang?”

Lucian mengangguk dengan serius, tangan kecilnya menunjuk ke arah barat—ke arah di mana istana berada, ratusan mil jauhnya.

“Papa,” ulangnya. “Papa sedih juga. Papa mencari Mama dan Lucian. Lucian bisa rasakan.”

Anastasia menatap putranya dengan mata melebar. “Kau— kau bisa merasakan dia? Tapi bagaim
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 83: Mama, Jangan Pergi

    Enam bulan berikutnya adalah campuran dari kebahagiaan dan kesedihan.Anastasia memiliki hari-hari baik—di mana dia hampir seperti dirinya yang lama. Bermain dengan anak-anak, jalanjalan dengan Arlos, bahkan menghadiri beberapa acara kekaisaran.Tapi dia juga punya hari-hari buruk—di mana rasa sakitnya begitu hebat hingga dia tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Di mana napasnya begitu pendek hingga berbicara pun terasa mustahil.Yenna dan Margareth selalu ada di sisi Anastasia, menemani Anastasia dengan mata yang basah oleh air mata. Menangisi nasib menyedihkan Anastasia yang malam.Lucian dan Sera tidak sepenuhnya mengerti apa yang terjadi—Tapi mereka tahu Mama sakit. Lagi.Dan mereka menghabiskan setiap momen yang bisa bersama Mama mereka.Lucian—sekarang hampir sembilan tahun—sering bolos akademi hanya untuk duduk di samping tempat tidur ibunya, memegang tangannya, menceritakan tentang harinya.“Mama harus istirahat

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 82: Harga Dari Keajaiban

    “Yang Mulia,” suaranya gemetar. “Kerusakannya... kembali.Dan kali ini... lebih parah dari sebelumnya. Tubuh Yang Mulia Permaisuri... seolah mengimbangi kesehatan yang ajaib dengan memburuk lebih cepat sekarang.”“APA MAKSUDMU?” Arlos mengaum, api literal mulai menari di sekitar tubuhnya.“Yang Mulia, mohon tenang—““KATAKAN PADAKU APA YANG TERJADI PADA ISTRIKU!”Tabib itu menelan ludah.“Tubuhnya... seperti lilin yang dibakar dari kedua ujung.Kesembuhan ajaib itu—itu meminjam dari masa depannya. Dan sekarang—tubuhnya menagih hutang itu. Dengan bunga.”Keheningan total.Arlos merasakan dunia berhenti berputar.“Berapa lama?” suaranya tiba-tiba berbahaya tenang.“Aku... aku tidak tahu pasti…Yang Mulia—tidak ada yang bisa kulakukan. Tidak ada ramuan, tidak ada sihir lagi yang bisa--““KELUAR.”“Yang Mulia—““KELUAR SEBELUM AKU MEMBAKARMU HIDUP-HIDUP.”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 81: Tugas Yang Telah Selesai

    Malam Keintiman Kembali ke istana, kehidupan normal mereka kembali—tapi dengan kualitas baru. Anastasia, sekarang benar-benar sehat, memiliki energi yang belum pernah dia miliki dulu bahkan saat ia masih beumur 17 tahun dan belum melahirkan Lucian, anak pertamanya. Dia tidak hanya bisa mengurus anak-anak dan tanggung jawab permaisuri— Dia juga punya waktu untuk Arlos. Waktu yang berkualitas. Intim. Malam-malam mereka menjadi lebih dalam—bukan hanya fisik—meskipun itu juga, tapi emosional. Mereka akan berbicara sampai larut malam—tentang mimpi, ketakutan, harapan. “Aku takut,” Anastasia mengaku suatu malam, kepalanya di dada Arlos, mendengarkan detak jantungnya yang stabil. “Takut apa?” Arlos bertanya, jari-jarinya bermain dengan rambutnya. “Bahwa ini semua akan hilang. Bahwa ini terlalu sempurna untuk bertahan.” Arlos menariknya lebih erat.

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 80: Dan Untuk Sesaat, Dunia Sempurna

    Di akademi, semua orang terdiam ketika Permaisuri tiba. Anastasia, dalam gaun sutra biru yang elegan, mahkota kecil di kepalanya, berjalan dengan Arlos di sisi kanannya dan Lucian di kiri. “Permaisuri kita sangat cantik,” bisik-bisik di antara siswa dan orang tua. “Dan lihat—dia memegang tangan Pangeran Lucian. Mereka sangat dekat.” Upacara dimulai. Dan ketika nama Lucian dipanggil— “Pangeran Lucian Draven Cassius, Siswa Terbaik Tahun Ketiga”— Anastasia berdiri, bertepuk tangan dengan bangga, air mata mengalir. Lucian berjalan ke panggung, menerima medali emas dan sertifikat. Tapi alih-alih langsung kembali— Dia turun dari panggung, berjalan langsung ke ibunya, dan memeluknya. “Ini semua karena Mama,” bisiknya. “Mama yang selalu percaya pada Lucian.” Anastasia tidak bisa menahan tangisannya. Dia memeluk putranya dengan erat—putranya yang sudah hampir setinggi bahun

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 79: Tahun-Tahun Keemasan

    Villa pantai kekaisaran adalah surga di bumi. Dibangun di tepi pantai pribadi dengan pasir putih dan air biru jernih, dikelilingi oleh hutan tropis yang rimbun. Villa itu sendiri megah tapi juga nyaman—bukan istana yang formal tapi rumah yang hangat. Mereka tiba di sore hari—Lucian dan Sera sudah bergidik dengan kegembiraan saat melihat laut untuk pertama kalinya. “AIR BESAR!” Lucian berteriak, berlari ke pantai sebelum siapapun bisa menghentikannya. “Lucian! Tunggu!” Anastasia tertawa, berlari mengejarnya dengan Sera di gendongan. Arlos mengikuti dengan senyum—pemandangan keluarganya bermain di pasir membuat sesuatu di dadanya melembut. Ini adalah kebahagiaan. Kebahagiaan sejati. ☆☆☆ Dua minggu berikutnya adalah kenangan yang akan mereka hargai selamanya. Pagi dimulai dengan sarapan di teras yang menghadap laut. Lucian dan Sera akan berlari ke panta

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 78: Musim Terakhir Sebelum Mereka Tumbuh

    Malam adalah untuk keintiman. Setelah anak-anak tidur—Lucian di kamarnya yang sekarang penuh dengan buku tentang sihir dan sejarah kekaisaran, Sera di tempat tidur bayi di kamar mereka—dia masih menolak tidur jauh dari orang tuanya. Arlos dan Anastasia akan punya waktu untuk mereka berdua. Kadang mereka hanya duduk di balkon, menatap bintang, berbicara tentang hari mereka. Kadang mereka membaca bersama—Arlos membacakan laporan kekaisaran sementara Anastasia membaca novel—dia menemukan dia sangat suka cerita romansa, meskipun tidak ada yang sebanding dengan cerita mereka sendiri. Dan kadang— Kadang mereka hanya menatap satu sama lain, tidak perlu kata-kata, tangan saling bergandengan. “Apa yang kau pikirkan?” Arlos akan bertanya suatu malam, jari-jarinya bermain dengan rambut Anastasia yang tergerai. “Aku berpikir betapa beruntungnya aku,”

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 51: Benih Yang Tertinggal

    Tiga bulan berlalu.Anastasia berdiri di depan jendela kecil pondok sederhana mereka, menatap matahari terbit di atas ladang gandum yang bergoyang tertiup angin pagi.Udara segar. Langit biru. Suara burung berkicau.Kebebasan.Mereka tinggal di desa kecil berna

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 50: Perburuan Dimulai

    "YANG MULIA! YANG MULIA KAISAR!"Arlos bangkit, mata merah menyala dalam kegelapan. "Apa—""Tumbal itu—Anastasia—dia hilang! Dan bayi—Pangeran Lucian juga hilang!"Dunia Arlos berhenti.Sesuatu di dadanya—sesuatu yang dia tidak tahu ada di sana—terpelintir deng

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 49: Malam Pelarian

    "Keluar," perintahnya dengan suara yang dingin.""Apa?" Amara menatapnya dengan mata melebar, terkejut."Tapi Yang Mulia—kita hampir—""Aku bilang KELUAR!" Arlos berteriak, mata merahnya menyala dengan kemarahan yang tiba-tiba.Tapi bukan kemarahan pada Amara.

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 47: Penjara Tanpa Akhir

    Hari-hari berubah menjadi minggu.Minggu berubah menjadi bulan.Anastasia kehilangan hitungan berapa lama dia telah hidup dalam kegelapan ini.Tanpa Lucian.Tanpa Yenna.Tanpa Margareth.Tanpa siapapun kecuali penjaga yang membawa makanan seha

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status