ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar

ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar

last updateLast Updated : 2026-05-08
By:  MIMOWIEUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
7Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah mati karena ditikam pencuri, Anastasia terbangun di dalam novel favoritnya sendiri. Sayangnya, ia bukan tokoh utama yang dicintai semua orang—melainkan Anastasia, selir Kaisar Arlos yang kejam, wanita yang di masa depan akan dibunuh bersama anak-anaknya sendiri. Kini ia terjebak sebagai tawanan sang kaisar dan dipaksa melahirkan pewarisnya. Mengetahui akhir tragis yang menantinya, Anastasia harus bertahan hidup, mengubah takdir, dan melarikan diri dari pria yang suatu hari akan menghancurkannya.

View More

Chapter 1

Chapter 1: Terbangun di Ranjang Kaisar

Hujan deras mengguyur jalanan kota yang sepi. Anastasia berjalan tergesa-gesa di trotoar yang basah, jaket tipisnya tidak banyak membantu.

Jam menunjukkan pukul sebelas malam lewat lima belas menit. Terlambat. Lagi-lagi ia terlambat pulang ke apartemen kecil yang ia sewa sendiri, jauh dari ayah, ibu, dan adiknya yang kini tinggal terpisah-pisah sejak rumah tangga itu runtuh. Tapi setidaknya, hari ini ia berhasil menamatkan novel favoritnya.

"Ketika Bunga Musim Semi Layu"—cerita tentang Kaisar Arlos yang dingin dan kejam, yang jatuh cinta pada gadis berambut perak bernama Amara. Yang membuat Anastasia marah adalah bagaimana kaisar itu membunuh istri dan anak-anaknya sendiri—istri yang kebetulan juga bernama Anastasia—hanya karena sang istri mencoba membunuh Amara karena cemburu.

"Dasar kaisar brengsek," gerutunya sambil membuka aplikasi novel di ponselnya, membaca ulang chapter terakhir sambil berjalan.

Ia terlalu fokus pada layar hingga tidak menyadari langkah kaki di belakangnya.

"Hei!"

Seseorang menarik tasnya dari belakang. Anastasia mencengkeram tali tas dengan erat. "Lepaskan!"

Pencuri itu menarik lebih kuat. Anastasia terhuyung, kakinya tergelincir di trotoar yang basah.

Lalu ia melihat kilatan logam.

Pisau.

Rasa sakit yang tajam menembus perutnya. Tas dan ponselnya terlepas. Tubuhnya ambruk ke trotoar yang dingin.

Anastasia menatap langit malam yang gelap, hujan membasahi wajahnya. Di layar ponsel yang tergeletak tidak jauh darinya, ia masih bisa melihat ilustrasi Kaisar Arlos—mata merah menyala, rambut hitam legam, tatapan dingin yang menusuk.

Ah... bodohnya aku. Bahkan di saat-saat terakhir, aku masih memikirkan novel itu.

Kesadarannya kabur. Dingin. Sangat dingin. Tapi entah kenapa, terasa seperti ada tangan hangat yang menariknya—dan suara yang memanggil namanya dari tempat yang sangat jauh.

"Anastasia... Anastasia...."

Lalu... kegelapan menelannya.

☆☆☆

Panas.

Itu yang pertama kali Anastasia rasakan saat kesadarannya mulai kembali. Bukan dingin seperti yang ia harapkan dari kematian, tapi panas yang membakar. Dan ada sesuatu yang bergerak di dalam tubuhnya—sesuatu yang keras, besar, dan bergerak dengan ritme yang brutal.

Matanya terbuka lebar.

Napasnya tersengal. Pandangannya kabur, tapi ia bisa merasakan—ada seseorang di atasnya. Seseorang yang besar, berat, dan bergerak dengan cara yang membuatnya ingin berteriak.

"Lepas—" suaranya serak, nyaris tidak keluar. "Sakit... hentikan...."

Ruangan di sekelilingnya remang-remang, hanya diterangi cahaya bulan. Tapi cukup terang untuk melihat sosok pria di atasnya—pria dengan tubuh tinggi besar, bahu yang lebar seperti tembok, dada bidang yang berkilau karena keringat. Rambut hitam legam yang jatuh menutupi sebagian wajahnya. Dan sepasang mata—

Mata merah yang menyala dalam kegelapan.

Mata yang sangat Anastasia kenali.

"Tidak... tidak mungkin..."

Kaisar Arlos.

Pria itu menatapnya dengan tatapan datar, tanpa emosi, seolah Anastasia hanyalah benda mati di bawahnya. Tangannya yang besar mencengkeram pinggang Anastasia, menariknya lebih dekat, lebih dalam.

Anastasia memekik, air mata mengalir di pipinya. Ia mencoba mendorong dada bidang itu, tapi lengannya terlalu lemah.

"Kumohon... hentikan…." lirihnya, suaranya hancur antara isak tangis dan erangan kesakitan.

Tapi Arlos tidak berhenti. Gerakannya tetap brutal, kasar, tanpa belas kasihan.

Anastasia memutar kepalanya. Pandangannya jatuh pada ruangan di sekelilingnya—ranjang besar dengan kelambu mewah, langit-langit tinggi dengan ukiran rumit, tirai sutra yang berkibar tertiup angin malam.

Ini... ini ruangan kerajaan.

Deg!

Memori yang bukan miliknya tiba-tiba menyerbu pikirannya seperti banjir bandang.

Gadis kecil bernama Anastasia menangis di pelukan ibunya yang sekarat—lalu ibunya meninggal, dan semuanya berubah. Ayahnya, Raja Silvestra, tidak pernah lagi menatapnya dengan kasih sayang. Kakak-kakaknya memperlakukannya seperti hantu.

"Ibu meninggal karenamu! Seharusnya kau yang mati!"

Ia tumbuh dalam kesendirian, diabaikan, dibenci keluarganya sendiri. Hingga datanglah Kaisar Arlos dengan pasukannya, menaklukkan Silvestra dalam hitungan jam. Ayahnya berlutut, memohon belas kasihan—dan menyerahkan Anastasia begitu saja saat kaisar itu memintanya.

Malam demi malam sesudah itu, Arlos memperlakukannya seperti boneka. Tidak ada kehangatan, tidak ada kelembutan. Hanya kegelapan dan rasa sakit—hingga gadis yang awalnya lembut itu perlahan berubah menjadi kejam dan menakutkan.

Lalu Amara datang. Gadis berambut perak yang mencuri perhatian kaisar. Dan Anastasia yang semakin terpuruk akhirnya mencoba membunuhnya—hingga ia sendiri dibunuh bersama anak-anaknya oleh Arlos.

"Tidak...."

Anastasia—yang asli, yang datang dari dunia modern—menangis keras. Ia mengerti sekarang.

Ia telah masuk ke dalam novel "Ketika Bunga Musim Semi Layu". Ia telah menjadi Anastasia, istri malang yang akan dibunuh dengan kejam di masa depan.

"Aku tidak mau... aku ingin pulang... kumohon, biarkan aku pulang…."

Suaranya membuat Arlos sedikit mendongak. Mata merah itu menatapnya sekilas—tapi tidak ada empati di sana. Hanya kekosongan yang mengerikan.

Lalu pria itu kembali bergerak, lebih cepat, lebih brutal. Tangannya mencengkeram dagu Anastasia, memaksanya menatap wajahnya saat ia menciumnya—ciuman yang kasar, menuntut, mencekik.

Anastasia tidak bisa bernapas. Ia merasa seperti tenggelam.

Dan akhirnya, kegelapan kembali menelannya. Tapi kali ini, bukan kematian yang menjemputnya.

Hanya kepasrahan yang menyakitkan.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status