Setelah mandi, para pelayan membantu Anastasia berpakaian dan menata rambutnya. Mereka memilihkan gaun sutra berwarna putih dengan bordir emas yang elegan—pakaian yang pantas untuk selir kaisar.Anastasia duduk di depan meja rias, menatap pantulan dirinya di cermin dengan tatapan kosong. Wajah cantik itu terasa asing. Ini bukan wajahnya. Ini bukan hidupnya.“Yang Mulia, Anda harus makan.” Margareth meletakkan nampan berisi sarapan mewah di meja. Ada roti segar, buah-buahan manis, sup ayam hangat, dan teh herbal.Anastasia menatap makanan itu tanpa nafsu makan. Perutnya terasa mual. Tapi ia tahu ia harus makan—tubuh ini terlalu lemah, ia perlu kekuatan.Dengan tangan gemetar, ia mengambil sepotong roti dan menggigitnya. Rasanya hambar di lidahnya meski seharusnya lezat. Ia makan secara mekanis, seperti robot, tanpa merasakan apapun.Para pelayan mengamatinya dengan khawatir. Ini sangat tidak biasa. Anastasia biasanya akan marah karena makanannya tidak sesuai selera, atau akan membuang
آخر تحديث : 2026-05-05 اقرأ المزيد