Chapter: Chapter 7: Warisan Darah KekaisaranPagi datang dengan mual yang hebat. Anastasia nyaris tidak sampai ke kamar mandi sebelum ia muntah.Perutnya kosong tapi tubuhnya tetap memberontak, membuatnya muntah asam lambung yang membakar tenggorokannya.“Yang Mulia!” Margareth berlari masuk, mendengar suara Anastasia yang terengah-engah. Ia menopang tubuh Anastasia yang limbung, membantunya duduk di lantai kamar mandi yang dingin.“Aku... aku tidak kuat,” Anastasia berbisik lemah.“Rasanya seperti... seperti aku sekarat….”“Ini normal, Yang Mulia,” Margareth mengusap punggung Anastasia dengan lembut.“Mual di awal kehamilan adalah hal yang wajar. Ini akan mereda setelah beberapa minggu.”Beberapa minggu. Anastasia tidak yakin ia bisa bertahan selama itu.Para pelayan membantu Anastasia kembali ke ranjang. Mereka membawakan teh jahe hangat dan biskuit kering—makanan yang katanya bisa membantu mual.Anastasia menyeruput tehnya dengan hati-hati, mer
آخر تحديث: 2026-05-08
Chapter: Chapter 6: Kehamilan yang Tidak DiinginkanPagi hari tiba dengan cahaya yang terlalu terang untuk mata Anastasia yang bengkak. Ia bangun dengan tubuh yang masih gemetar dari emosi semalam. Keputusannya untuk bertahan hidup masih segar di pikirannya—sebuah tekad rapuh yang ia pegang erat-erat.Margareth masuk membawa nampan sarapan seperti biasa, tapi kali ini ekspresinya lebih cemas dari hari-hari sebelumnya.“Yang Mulia, ada berita,” ucapnya pelan setelah membantu Anastasia duduk.“Kaisar... Yang Mulia Kaisar akan datang malam ini.”Jantung Anastasia berdegup kencang. Setelah tiga hari tidak ada kabar, Arlos akhirnya akan datang. Dan Anastasia tahu persis apa artinya itu.“Apa dia... apa dia bilang sesuatu tentang kehamilanku?” tanya Anastasia dengan suara kecil.Margareth menggeleng pelan.“Tidak ada. Kaisar hanya memerintahkan kami untuk mempersiapkan Yang Mulia seperti biasa.”Seperti biasa. Seolah kehamilan Anastasia tidak berarti apa-apa.Anastasia menyentuh perutnya yang masih rata. Di dalam sana, kehidupan kecil sedang
آخر تحديث: 2026-05-05
Chapter: Chapter 5: Aku Harus Melindungi Anakku“Panggil tabib,” Margareth memerintahkan pelayan lain dengan nada mendesak. “Sekarang!”Tabib istana—seorang pria tua dengan jenggot putih panjang—datang tidak lama kemudian. Ia memeriksa Anastasia dengan teliti, memegang pergelangan tangannya, melihat matanya, menanyakan berbagai gejala.Dan akhirnya, ia mengangguk dengan ekspresi serius.“Yang Mulia Selir Anastasia,” ucapnya formal.“Anda sedang mengandung.”Dunia Anastasia runtuh untuk kedua kalinya.Hamil.Ia hamil dengan anak Kaisar Arlos.Anak yang menurut novel akan ia lahirkan, akan ia besarkan dalam kesepian, dan akan dibunuh dengan kejam bersama dirinya.Anastasia merasakan dadanya sesak. Ia tidak bisa bernapas. Kamar berputar di sekelilingnya.“Yang Mulia!” Margareth menangkap tubuhnya yang limbung.“Tabib, tolong!”Tapi Anastasia sudah tidak mendengar apa-apa. Kegelapan menelannya, membawanya ke dalam kehampaan yang menyediakan pelarian sementara dari kenyataan yang kejam.Anastasia tersadar di ranjangnya, dengan kompres d
آخر تحديث: 2026-05-05
Chapter: Chapter 4: Benih Pewaris Sang KaisarMalam semakin larut. Para pelayan mulai menyalakan lilin-lilin di kamar, menciptakan cahaya yang hangat tapi tidak cukup untuk mengusir dinginnya perasaan Anastasia.Lalu pintu kamar terbuka.Tidak ada yang mengetuk.Tidak ada pengumuman.Tapi Anastasia langsung tahu siapa yang datang.Hanya ada satu orang yang bisa masuk ke kamarnya tanpa izin.Kaisar.Semua pelayan langsung berlutut, kepala menunduk dalam. Margareth memberi isyarat cepat kepada yang lain untuk segera keluar, dan dalam sekejap, kamar yang tadinya ramai menjadi sepi. Hanya tersisa Anastasia dan monster berkulit manusia itu.Anastasia duduk di tepi ranjang, tubuhnya kaku. Ia tidak berani menatap. Ia bisa merasakan aura mencekam yang memancar dari sosok tinggi besar yang berdiri di dekat pintu.Arlos menutup pintu dengan pelan—bunyi klik kunci yang terdengar seperti vonis mati di telinga Anastasia.Langkah kakinya berat saat ia melangkah mendekat. Satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah. Lalu ia berhenti tepat di hadapa
آخر تحديث: 2026-05-05
Chapter: Chapter 3: Satu Tahun Sebelum KehancuranSetelah mandi, para pelayan membantu Anastasia berpakaian dan menata rambutnya. Mereka memilihkan gaun sutra berwarna putih dengan bordir emas yang elegan—pakaian yang pantas untuk selir kaisar.Anastasia duduk di depan meja rias, menatap pantulan dirinya di cermin dengan tatapan kosong. Wajah cantik itu terasa asing. Ini bukan wajahnya. Ini bukan hidupnya.“Yang Mulia, Anda harus makan.” Margareth meletakkan nampan berisi sarapan mewah di meja. Ada roti segar, buah-buahan manis, sup ayam hangat, dan teh herbal.Anastasia menatap makanan itu tanpa nafsu makan. Perutnya terasa mual. Tapi ia tahu ia harus makan—tubuh ini terlalu lemah, ia perlu kekuatan.Dengan tangan gemetar, ia mengambil sepotong roti dan menggigitnya. Rasanya hambar di lidahnya meski seharusnya lezat. Ia makan secara mekanis, seperti robot, tanpa merasakan apapun.Para pelayan mengamatinya dengan khawatir. Ini sangat tidak biasa. Anastasia biasanya akan marah karena makanannya tidak sesuai selera, atau akan membuang
آخر تحديث: 2026-05-05
Chapter: Chapter 2: Selir Sang KaisarPagi datang dengan cahaya yang terlalu terang.Anastasia membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa remuk seperti habis ditabrak truk. Setiap otot berteriak kesakitan, terutama bagian bawah tubuhnya yang terasa kebas dan panas.Ia menatap langit-langit ruangan yang asing—langit-langit tinggi dengan lukisan indah para malaikat dan dewa-dewa. Kelambu putih yang mewah mengelilingi ranjang besar tempat ia berbaring.Ini bukan mimpi.Ini nyata.Ia benar-benar ada di sini. Di dalam novel. Di dalam tubuh Anastasia yang malang.Air mata mulai mengalir lagi tanpa ia sadari. Ia tidak bisa menghentikannya. Seluruh tubuhnya bergetar, antara takut, marah, dan putus asa.Pintu kamar terbuka dengan bunyi berderit pelan. Anastasia tidak menoleh, ia hanya terus menatap kosong langit-langit sambil menangis dalam diam.“Yang Mulia, sarapan Anda sudah siap. Izinkan kami membantu Anda mandi dan berpakaian.”Suara lembut itu—suara pelayan kepala bernama Margareth. Anastasia ingat dari memori gadis ini. Marg
آخر تحديث: 2026-05-05