Share

Part 9

“Lo dijemput sama kakak lo yang tadi pagi ya, Bell?” tanya Sita sembari tersenyum.

Bella hanya mengangguk.

“Ya udah, gue tungguin lo aja deh sampai kakak lo datang.”

“Gak usah.” Bella menolak.

“Gak papa kok. Lagian kakak lo juga bentar lagi nyampe, kan?”

“Tapi jemputan lo udah datang.”

Supir pribadi Sita baru saja tiba, tapi Sita malah mau menemani Bella menunggu Baron.

“Aman, gue udah suruh nunggu kok.”

“Terserah lo aja deh.”

Ketika sedang menunggu, Vian menghentikan motornya di depan mereka. Dia membuka kaca helmnya menatap Bella.

“Pulang naik apa? Mau bareng?” tawar Vian.

“Bella dijemput kakaknya.” Bukan Bella yang menjawab, melainkan Sita.

“Oh ya udah, gue duluan, ya.” Vian pun pergi.

Sita tersenyum menatap Bella. “Kalau kakak lo gak jemput lo bakal nerima tawaran Vian buat pulang bareng dia gak?” tanya Sita.

“Enggak.” Bella menjawab tanpa ragu.

“Kenapa?”

“Gue bisa pulang sendiri.”

Sita menghela napas mendengar jawaban Bella. “Gak asik banget lo.”

“Ketemu lagi, nih.” Bella langs
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status