Share

Bab 76

Author: NACL
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-28 11:10:21

Diana membelalak saat tangan itu makin dekat dan kepalanya sedikit mundur. Kala tangan Renita tersisa beberapa senti lagi, tiba-tiba berembus angin cepat di sekitar pipinya. Ia menoleh dan tercenung mendapati Dhava menahan lengan wanita itu.

“Mas,” gumam Diana, pupilnya bergetar dan ia menelan ludah. Bahkan napasnya tersengal-sengal.

“Kamu itu suamiku, Dhav! Tapi malah belain dia!” sergah Renita, kakinya menghentak kecil.

Alih-alih menatap Renita, justru Dhava memandangi Diana. Dengan suara teg
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
NACL
iya kak mereka nih ibu dan anak kompak
goodnovel comment avatar
Happy Supriyanto
aneh kan pasti itu Rayan dan ibu nya aneh yang punya rumah malah di usir keluar
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 6-Tamat

    Senja yang temaram menemani Diana yang tengah berdiri anggun di depan salon kecantikan. Ia mengenakan gaun warna pastel terbaik hasil rancangan butiknya sendiri. Persiapan ini khusus untuk menghadiri pesta ulang tahun perusahaan keluarga, malam ini. ​Senyum Diana merekah saat mobil suaminya berhenti tepat di depannya. Begitu pintu terbuka, Diana langsung merajuk, "Mas, lama banget! Kakiku sampai pegal nunggu." Bukannya meminta maaf dengan kata-kata, Dhava justru menyodorkan kotak beludru merah kecil. Jantung Diana berdesir, pun ia gegas masuk ke mobil. Ia pikir isinya adalah perhiasan baru. Namun saat dibuka, matanya membulat melihat cokelat berbentuk hati yang tampak lezat. ​"Coba dimakan, Sayang. Rasanya enak." Suara Dhava terdengar lembut. ​Diana mendengkus, meskipun pipinya makin merona. "Mas, kamu keterlaluan. Aku pikir isinya cincin!" ​"Kamu sudah punya banyak perhiasan, aku bingung mau kasih apa lagi. Anggap saja ini ucapan maaf karena aku terlambat jemput," sahut Dhava

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 5

    Civic RS hitam milik Davka meluncur membelah jalanan. Namun suasana di dalam kabin begitu hening. Pemuda itu sesekali melirik ke samping, mendapati Gadis yang duduk kaku dengan kedua tangan meremas sabuk pengaman erat-erat. ​"Rumahmu di mana?" tanya Davka mengalun pelan. ​Gadis tidak menyahut. Kepala gadis itu makin menunduk, membuat rambut kuncir kudanya yang agak berantakan menutupi sebagian wajah. Jemarinya yang masih terbalut saputangan kini gemetaran. ​"Gadis? Kamu ok?" Davka mengulurkan tangan, menyentuh lembut bahu gadis itu. ​Seketika Gadis bak tersengat listrik. Tubuhnya menegang, dan rona merah menjalar cepat dari leher hingga ke telinga. Merasa ada yang tidak beres, Davka justru mendekatkan punggung tangannya ke dahi Gadis. ​"Kamu sakit?" ​"En-enggak, Kak …," suara Gadis mencicit. ​"Aku antar ke rumah sakit saja kalau begitu." “Bukan, Kak. Jangan!” ​Tepat saat Davka hendak memutar kemudi, mendada suara cukup nyaring terdengar dari dalam perut Gadis. Gadis itu m

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 4

    Memiliki garis wajah tegas dan tatapan yang lembut, membuat Davka yang kini duduk di tingkat tiga perkuliahan menjadi idola kampus yang tak terbantahkan. Sebagai Presiden Mahasiswa, karismanya berlipat ganda, menjadikannya sosok yang dikagumi sekaligus sulit digapai."Kak Davka!" panggil seorang gadis berkacamata dengan suara agak gemetar.Davka tidak menoleh. Ia terus melangkah mantap di koridor fakultas dengan jaket almamater yang tersampir di bahunya. Kepalanya tampak mengangguk-angguk mengikuti irama musik dari airpods yang terpasang di telinga."Kak Davka!" panggil gadis itu lagi, kali ini sedikit lebih keras. "Kak, tunggu! Ada yang ketinggalan!"Langkah Davka justru makin cepat. Gadis itu hanya bisa terpaku saat melihat seorang perempuan lain berdiri di depan Davka.Tanpa diduga, Davka berhenti dan menyapa perempuan itu dengan senyum hangat. Pemandangan itu membuat si gadis berkacamata meremas tali tasnya erat-erat."Kak Davka...," gumamnya, ada rasa sesak yang tiba-tiba menyusu

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 3

    Sore itu, kediaman keluarga Dhava mendadak bertegangan tinggi, bahkan lebih tegang daripada saat Dhava menghadapi ayah mertua yang garang dan banyak maunya. Penyebabnya tidak lain karena, ada dua pemuda berjaket jeans dan kulit yang duduk di teras rumah, menunggu Myesha dan Davira keluar.Tak tenang, Dhava bergegas menuju kamar si kembar. Begitu pintu terbuka, matanya menangkap sosok Myesha yang nampak anggun dalam balutan dress pink di bawah lutut, beda dengan Davira tampil santai dengan kaos maron, jeans, dan sudah siap dengan sneakers-nya."Lelaki di depan itu teman kalian?" tanya Dhava dengan nada menginterogasi.Myesha terkikik. "Iya, Pa. Dia ... umm, lebih dari teman sih, iya kan, Vir?"Myesha menyenggol lengan Davira, membuat mata Dhava seketika melotot tajam."Apa? Kalian berani sekali pacaran? Papa sudah bilang jangan pacaran dulu!" seru Dhava yang mungkin suaranya terdengar keluar..Davira buru-buru menyikut Myesha agar diam. "Bukan pacar, Pa. Teman saja kok, mereka kakak ke

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 2

    Meskipun Dhava kini disibukkan dengan bisnis alat-alat kesehatan milik keluarganya, ia tak pernah lupa mengunjungi klinik terapi di Jakarta. Klinik yang penuh kenangan itu kini dikelola oleh adik tingkatnya semasa kuliah psikologi dulu.Diana mematung menatap fasad bangunan klinik yang kini berubah menjadi jauh lebih modern dengan sentuhan minimalis."Mas, aku masih ingat waktu datang ke sini pertama kali. Aku bingung, takut, dan nggak yakin sama sekali."Dhava menoleh, menatap istrinya dengan dalam. "Aku sebenarnya sudah lihat kamu dari parkiran, Di. Aku kaget setengah mati. Ternyata wanita yang aku rindukan datang ke sini demi belajar menjadi istri yang baik."Diana tersentak, lalu menatap Dhava."Ih, Mas! Jadi waktu kita berpapasan di dalam itu bukan kebetulan?""Bukan," jawab Dhava sembari meraih jemari Diana. "Nggak ada kebetulan hari itu. Aku memang sengaja keluar ruangan … untuk memastikan itu benar-benar kamu. Aku ... kangen kamu, Di. Aku cuma mau lihat kamu sedekat mungkin.""

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Special Chapter 1

    "Baby? Diana!"​Dhava terlonjak dari ranjang dengan napas berhembus liar. Bahkan jantungnya berdegup tidak keruan saat tangannya hanya meraba sisi tempat tidur yang kosong dan … dingin. Kamar mereka tampak remang, hanya diterangi cahaya lampu tidur yang kekuningan, parahnya lagi suasana menjadi sunyi. Ketakutan yang tidak rasional tiba-tiba menyergap.“Sayang, Diana?” panggil Dhava lagi.​"Aku di kamar mandi, Mas!" teriak Diana dari balik pintu kayu.​Dhava mengusap dadanya, mencoba menenangkan debar jantung yang menggila, lalu bergegas lari menuju sumber suara. Begitu Diana baru saja melangkah di ambang pintu, Dhava langsung menyergap, mendekap tubuh istrinya itu dengan sangat erat. Sungguh ia takut sedetik saja ia lengah, Diana akan pergi.​"Jangan pergi, Baby," bisik Dhava, parau tepat di ceruk leher Diana.​Meskipun Diana sempat terkesiap, tetapi hatinya menghangat. Ia mengusap pinggang suaminya. "Mas Dhava kenapa, sih? Kenapa jadi begini?" Diana rasakan ada udara panas menguar

  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Bab 189 Syok

    “Mungkin tentang Dhava, Di.” Dirga siap menerima sambungan telepon itu. Namun sebelum itu terjadi, Diana cepat-cepat menahan lengan kakaknya.“Jangan, Bang. Mas Dhava pasti udah tahu aku nggak ada di rumah dan … minta tolong Om Darius cari aku. Jangan, ya, please,” pinta Diana, sepasang mata karame

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Bab 175 Bikin Jantungan

    Tidak ada sahutan apa pun.“Diana? Baby?” panggil Dhava lagi. Suaranya bergema di ruangan yang luas dan dingin itu.Ia melangkah mantap, dan matanya bergerak liar mencari-cari Diana. Namun, tujuan pertama Dhava tentu saja balkon. Pintu yang terbuka lebar dan gorden yang menari ditiup angin sore itu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Bab 173 Pria Dewasa

    Sementara Renita mulai terpengaruh obat penenang dan tidur dalam pelukan maminya, wanita paruh baya itu tidak tinggal diam. Bukan menyusul sang suami, melainkan menggerakkan jemarinya yang berhias cincin berlian itu di atas layar telepon genggam.Maminya Renita mengklik kontak Maharani dengan tekan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
  • Aduh, Sayang Jangan Goda Aku Terus   Bab 168 Pilihan Berat

    “Mas Darius!!!” sergah Maharani mendengar ucapan gila suaminya. Ia mengatur napas yang mendadak terasa panas rasanya. Suaminya ini benar-benar sudah kehilangan akal sehat.“Rani … kita jangan buta, kita tahu kehidupan Dhava selama ini nggak sebaik kelihatannya. Aku diam bukan karena nggak tahu. Tap

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status