Berondong Kesayanganku

Berondong Kesayanganku

last updateLast Updated : 2026-09-19
By:  Suci KomalaUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
75Chapters
713views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Pernyataan cinta dari seorang pemuda bernama Dareen Kenan menjadi jalan keluar untuk Rania, dimana wanita berumur 32 tahun itu nekat menerima cinta pria berumur 24 tahun. Bukan karena cinta, melainkan untuk mengulur waktu dan agar sang mama peka bahwa dirinya memang belum siap untuk menikah. Lagipula, menurut Rania, siapa saja tidak akan ada yang menganggap hubungan dengan seorang berondong sebagai hubungan yang serius, apalagi dibawa ke pelaminan. Sayangnya, Rania salah besar. Keputusan yang ia anggap jalan keluar justru membawanya ke kehidupan babak baru yang tak bisa lagi ia kendalikan.

View More

Chapter 1

Hadirnya Masa Lalu

"Ya ampun Rania ... lama tidak berjumpa kerjaanmu masih begini saja?!"

Rania yang sedang mengelap meja seketika membeku. Suara itu ... suara yang tak lagi asing baginya. Ia memejamkan mata sambil menarik napas panjang sebelum menoleh. Restoran miliknya hari itu sedang ramai, tetapi ia malah menghadapi dua sosok manusia yang sudah ia

hindari selama tujuh tahun.

Mereka adalah sosok yang membuat Rania tak ingin lagi mengenal cinta. Mia dan Ardi. Mia adalah sahabat

yang berhasil merebut Ardi darinya.

Mengapa mereka datang lagi? Tanya itu menyeruak dalam benak Rania.

Hati Rania bergetar saat tak sengaja bertatap mata dengan Ardi. Getaran sakit yang kembali menyeruak di dalam dada. Dulu, Ardi sudah berjanji akan menikahinya, tetapi malah menikahi Mia. Ya, mereka berselingkuh sampai Mia dinyatakan hamil.

Rania segera berpaling, kembali menatap Mia sambil tersenyum miring. "Memangnya kenapa?Masalah buat Anda, Nyonya?"

Mia terkekeh-kekeh mengejek. "Jelas saja tidak! Aku hanya kasihan padamu."

Rania mengembuskan napas kasar sambil bersilang dada. "Aku tidak butuh belas kasihanmu! Lagipula hidupku sangat bahagia." Lagi, Rania tersenyum miring.

"Oh, ya? Bahagia? Lalu, mana suamimu?" Mia celingukkan mencari.

Rania memilih melanjutkan pekerjaannya. "Bahagia tidak diukur dengan adanya suami atau tidak."

"Cih! Jangan naif, Rania," sambar Mia cepat, "bilang saja kamu iri kepadaku. Apa jangan, jangan ... kamu masih jomblo? Kasian deh jadi perawan tua, hahaha ...."

Rania meremas kuat kain lap yang dipegang. Ingin rasanya ia lempar ke wajah Mia saat itu juga.

Rania menghampiri mereka. "Aku sama sekali tidak iri padamu. Aku tidak iri menikah dengan laki-laki bajingan seperti suamimu." Rania menatap Ardi sinis.

Rania melihat rahang Ardi mengeras. Ia tahu betul jika pria itu sedang marah.

"Kau--" Mia merasa kesal sampai-sampai tangannya mengepal dan hendak menampar Rania. Namun, seseorang dengan cepat menangkis tangan Mia.

Rania menoleh, mendapati sosok jangkung dengan seragam karyawan restorannya mencengkeram tangan Mia erat hingga wanita itu meringis ringan.

Rania langsung melotot dan berusaha melepaskan cengkeraman tangan itu. "Kenan, lepasin!" bisik Rania pelan.

Pemuda berparas tampan bernama lengkap Dareen Kenan itu baru bekerja selama tiga bulan. Peringainya yang tenang membuat Rania tidak menyangka jika Dareen akan bersikap demikian.

Dareen menoleh. "Maaf Mbak, saya hanya ingin melindungi bos saya."

Mia tersenyum mengejek. "Wah, siapa, nih? Pahlawan kesiangan rupanya."

"Saya pacarnya Mbak Rania!"

Mia tertawa terbahak-bahak, sedangkan Ardi menatap tak percaya.

"Astaga, Rania ... apa tidak ada pria lain, hem? Sampai-sampai bocah ingusan saja kamu jadikan pacar," ujar Ardi, sambil mengamati pria yang ia sebut bocah itu.

"Jadi, seleramu sekarang ini berondong? Pelayan pula," timpal Mia, lalu tertawa lagi.

"Lebih baik kalian pergi dari sini!" usir Rania dingin dengan penuh penekanan.

Mia membersihkan tangannya yang tadi ditepis dengan tisu sambil berkata, "Ya, ya, ya ... kami memang akan pergi dari sini. Aku ke sini hanya ingin tau bagaimana nasibmu sekarang. Eh, ternyata ... hahaha ...."

Mia dan Ardi melenggang pergi dengan tawa yang masih renyah terdengar dari mulut Mia.

Rania tersenyum samar, lalu terdiam.

"Mbak, baik-baik saja, kan?"

Rania terhenyak. "Tentu!"

"Lanjut kerja!" sambungnya.

Rania kembali membersihkan meja, diikuti Dareen yang menyusun buku menu.

Kehadiran Mia dan Ardi membuat mood Rania benar-benar anjlok. Bahkan ia mengelap meja sekuat tenaga seakan-akan melampiaskan kekesalan.

Dareen yang sedari tadi memerhatikan hanya bisa menggeleng pelan.

"Mbak ...," Dareen memanggil Rania sedikit ragu.

"Tolong nanti kamu cek air di depan nyala apa belum!" titah Rania cepat, tanpa memedulikan.

"Iya, Mbak," Dareen mengangguk. Lagi, Dareen memanggil. "Mbak ...,"

"Dan itu tolong tata dengan rapi," potong Rania, sambil menunjuk beberapa pot bunga.

"Mbak, tunggu!" cegah Dareen saat Rania hendak pergi, "soal tadi ...,"

Rania menoleh, tak membiarkan pemuda itu mengatakan sesuatu. Ia justru melotot ke arah Dareen.

"Oh iya, Ken, jangan ngaku-ngaku jadi pacar!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
75 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status