Share

Bab 38

Penulis: Kayla
Jika Stephan memperhatikanku sewaktu di tempat konstruksi, masalah ini juga tidak akan terjadi.

Sadie keluar dari tirai biru di belakang dan berujar, "Kak Stephan, apa dokter sudah datang? Sekarang detak jantungku sangat cepat. Aku cemas."

Stephan memandangi Sadie, lalu melihatku sembari berkata, "Biarkan dokter periksa Sadie dulu. Dia punya penyakit jantung, lebih berbahaya."

Namun, Nicholas juga berpegang teguh pada pendiriannya. Dia ditelepon direktur rumah sakit, tetapi dia langsung mengakhi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 50

    Aku memandang Stephan dengan ekspresi tidak percaya dan membalas, "Kamu ... mau aku donor darah untuk anak itu? Stephan, jangan lupa aku juga menderita anemia. Bahkan anemiaku sangat parah karena mengikutimu menjadi vegetarian selama tiga tahun."Ekspresi Stephan tampak terkejut sesaat, lalu kembali menjadi dingin. Dia menanggapi, "Anemiamu nggak akan mengancam nyawamu, tapi sekarang Dora harus diselamatkan. Cuma kamu yang bisa menyelamatkannya."Aku mengepalkan tanganku dengan erat sampai-sampai kukuku menusuk telapak tanganku. Aku menimpali dengan geram, "Dia itu anaknya kamu dan Sadie, aku nggak percaya golongan darah kalian nggak cocok dengannya! Masa kamu bukan suruh Sadie donor darah, malah menyuruhku?"Aku menegaskan, "Kamu menyerah saja! Jangan harap aku mau menyelamatkan putrimu!"Tiba-tiba, Sadie yang menunggu di luar menerobos masuk. Dia berlari ke samping tempat tidurku, lalu berlutut dan memohon seraya menangis, "Bu Zayleen, aku mohon selamatkan Dora. Dia masih kecil, aku

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 49

    Aku menjawab tanpa ragu sedikit pun.[ Iya, jual saja. ]Awalnya aku mengira cinta Stephan padaku tak ada duanya seperti kalung itu. Namun, Stephan sudah berubah. Pernikahan kami juga hancur, jadi rasanya ironis melihat simbol ikatan cinta ini.Jesslyn membantuku menjual perhiasan dan membayar biaya pengobatan ibuku. Kemudian, dia membawa sampel Stephan dan Dora ke laboratorium tes DNA yang terkenal di Kota Heiken.....Dua hari kemudian, hasil tes DNA sudah keluar. Probabilitasnya 99,99 persen, jadi Stephan memang ayah biologis Dora.Aku memang sudah menduga hasilnya seperti ini. Namun, semua yang terjadi di antara aku dan Stephan sejak kecil muncul di benakku saat melihat tulisan yang padat di laporan tes DNA itu.Jelas-jelas dulu hubunganku dengan Stephan begitu dekat. Akan tetapi, semuanya berubah sejak Dora lahir tiga tahun yang lalu. Aku bukan lagi orang yang terpenting bagi Stephan, melainkan orang yang bisa dia tinggalkan dengan mudah."Um, ini memang hasil yang kuinginkan," ka

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 48

    Aku merasa sedikit gugup. Aku bertanya lagi, "Ibu nggak beri tahu Sadie aku juga pergi, 'kan?"Ibu angkatku tertawa dan menjawab, "Bukannya kamu melarangku memberitahunya? Jadi, aku nggak bilang.""Baguslah kalau begitu," timpalku yang merasa lega. Aku menambahkan, "Kalau begitu, aku dan Stephan pasti datang Rabu depan."Sesudah mengakhiri panggilan telepon ibu angkatku, pihak rumah sakit yang merawat ibuku menelepon. Mereka mendesakku untuk membayar biaya pengobatan.Biaya pengobatan ibuku setiap tahun sangat mahal. Dulu, Keluarga Yurdika yang menanggung semua biaya ini.Setelah aku menikah dengan Stephan, dia yang berinisiatif ingin menanggung semua biaya pengobatan ibuku. Waktu itu, Stephan selalu mengutamakanku dan memperhatikanku. Akan tetapi, sekarang Stephan menemani Sadie jalan-jalan dan melupakan semua janjinya padaku dulu.Aku menggenggam ponsel sambil memandangi layar untuk waktu yang lama, lalu aku memutuskan untuk menelepon Stephan.Sadie yang menjawab panggilan telepon, "

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 47

    Aku sedang mencari alasan untuk membuat Stephan meninggalkan rumah sakit. Tiba-tiba, pintu kamar diketuk. Ternyata Sadie yang datang.Aku benar-benar salut pada Sadie. Dia bukan hanya sibuk mengadakan konser, syuting iklan, dan film. Bahkan dia masih sempat untuk mengawasi Stephan setiap hari. Orang yang berdedikasi tinggi seperti ini pasti berhasil dalam melakukan apa pun.Mata Sadie bengkak. Dia berbicara dengan lembut, "Kak Stephan, aku datang untuk menjenguk Bu Zayleen. Tadi pagi Dora ikut aku, jadi aku nggak bisa bicarakan masalah Bu Zayleen. Katanya luka Bu Zayleen sangat parah. Bagaimana kondisinya sekarang?"Stephan menyahut, "Operasinya sangat berhasil. Dokter bilang nggak akan meninggalkan gejala sisa."Sadie menanggapi, "Baguslah kalau begitu. Kalau terjadi sesuatu pada Bu Zayleen, aku pasti nggak bisa tenang seumur hidup."Stephan bertanya saat melihat mata Sadie yang bengkak, "Matamu kenapa?""Nggak apa-apa," jawab Sadie. Dia menyeka air matanya dan meneruskan dengan mata

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 46

    Stephan mendengus, lalu mengamatiku seraya berkomentar, "Sekarang kamu tahu dia itu orang tuaku? Dulu kamu nggak begitu patuh waktu dia melarangmu menikah denganku."Suaraku tercekat. Perasaan cinta dan pengorbananku untuk Stephan dulu malah menjadi alat Stephan untuk menyakitiku sekarang.Stephan menjepit rahangku untuk memaksaku melihatnya. Dia menegaskan, "Zayleen, sudah cukup kamu berpura-pura jual mahal. Asalkan kamu nggak mempersulit Sadie dan menyakiti Dora, aku nggak akan mencabut posisimu sebagai istriku."Stephan mengira jaminannya akan membuatku tenang dan berterima kasih padanya. Namun, aku makin yakin untuk bercerai dengan Stephan.Untuk apa aku mempertahankan posisi sebagai istri Stephan yang hampa itu? Masa aku harus tinggal di vila itu seumur hidup untuk melihat keharmonisan Stephan bersama Sadie dan putri mereka?Aku sudah bisa mengungkap kebenaran kurang dari setengah bulan. Begitu teringat bukti yang pengacara suruh aku kumpulkan, aku tiba-tiba berbicara dengan lembu

  • Aku Ajukan Cerai, Suamiku yang Dingin Melanggar Pantangannya   Bab 45

    Sebenarnya aku juga terkejut. Sekarang Stephan menghentikan ibunya demi aku.Helen yang tidak rela menegur, "Stephan, kenapa kamu menghentikanku? Masa kamu nggak tahu seberapa besar pengaruh berita yang dirilisnya hari ini untuk Grup Kurniadi?"Stephan melihatku sekilas, lalu berkata kepada ibunya, "Grup Kurniadi sudah menghadapi banyak masalah besar sejak didirikan. Masa satu berita saja bisa menimbulkan pengaruh besar bagi Grup Kurniadi?"Helen memandangi putranya dengan ekspresi terkejut sembari menanggapi, "Sampai sekarang kamu masih membelanya? Stephan, sekarang kamu sudah punya Sadie dan Dora. Jangan sampai kamu dicelakai wanita ini lagi. Kalau nggak, apa kamu nggak merasa bersalah pada Sadie?"Stephan membalas dengan datar, "Aku bisa selesaikan masalahku sendiri. Aku suruh Jovin antar kamu pulang.""Nggak bisa!" tegas Helen. Dia melanjutkan, "Wanita rendahan ini bukan cuma nggak pantas menjadi istrimu, dia bahkan berani menjelek-jelekkan Grup Kurniadi dan cemburu pada Sadie. Buk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status