LOGINSanti Mayasari, seorang gadis polos yang terus dikelilingi godaan terlarang, dari teman serumah hingga rekan kerja. Rasa penasaran yang tak terkendali justru membuatnya kehilangan pekerjaan. Demi bertahan hidup, Santi menjadi perawat lansia kaya. Namun satu malam kelam dengan putra sang majikan, Bimo Prakoso Abdinegara, mengubah segalanya. Bukan penyesalan yang muncul… melainkan keinginan untuk mengulang permainan terlarang itu yang lebih liar, lebih berbahaya.
View MoreLangkah kaki petugas semakin menjauh.Suara borgol yang beradu perlahan menghilang bersama sosok Arka yang dibawa keluar dari gudang itu.Meski masih terselip kalimat terakhir yang mengerikan dari Arka, Santi tetap harus bangkit. Meski masa lalunya yang terbongkar membuat hatinya tidak karuan.Santi masih berdiri di tempatnya, memeluk Keenan dan Kinara erat. Tapi, tatapannya kosong. Napasnya tidak beraturan.“Sayang … kamu nggak apa-apa ?” suara Bimo pelan, mencoba menyentuh bahunya.Bimo harus menyakinkan diri kalau dia akan tetap ada bagaimanapun kondisinya. Tidak akan mundur karena dia benar-benar ingin semua kembali seperti semula. Pernikahannya tidak berantakan dan dia bisa membawa pulang Santi juga anak-anak ke keluarga besar Abdinegara.“Jangan,” bisik Santi. Bukan menolak. Tapi, dia seperti tenggelam dengan kenyataan beberapa saat lalu, “jangan ganggu aku dulu, bisakah kamu biarkan aku sendiri dulu!” Matanya perlahan terpejam.
Santi menatapnya dingin, dia benar-benar tidak menyangka sudah seperti ini pun Arka sepertinya tidak sadar. Padahal jika ditelaah, Arka sudah kalah. Baga berdiri tepat di depannya untuk pertama kalinya Arka benar-benar terpojok. Santi memeluk kedua anaknya erat. Bimo berdiri di sampingnya. Di tengah reruntuhan gudang tua itu semua akhirnya berubah. Tapi, satu hal jelas ini belum benar-benar selesai. Sirine semakin dekat. Merobek keheningan yang sejak tadi dipenuhi suara napas berat, tangisan bayi, dan dentuman sisa pertarungan. Arka tidak lagi melawan saat beberapa pria berseragam masuk dan langsung memborgol kedua tangannya. Anehnya, dia tetap tersenyum. Bukan senyum terpaksa ataupun putus asa, tapi senyum kepuasan. Santi yang masih memeluk Keenan dan Kinara merasakan sesuatu yang tidak beres. Hatinya yang sejak tadi kacau, kini justru terasa dingin. “Kenapa kamu senyum?” suaranya lirih. Arka
Arka terdiam sesaat. Bukan karena ragu melainkan karena dia menikmati momen itu. Tatapannya turun, menelusuri wajah Santi yang basah oleh air mata, lalu beralih pada dua bayi mungil yang tak mengerti apa-apa di dalam kereta dorong.“Selalu seperti ini …,” gumamnya pelan. “Kamu memang selalu memilih jadi martir.”Santi menggeleng cepat. “Ini bukan soal aku jad soki pahlawan atau apa pun. Ini soal menghentikan semua ini sekarang. Aku nggak mau siapapun terluka, apalagi ini karena diriku.” Arka terkekeh pelan, suara tawanya bergema di dalam gudang yang gelap. “Menghentikan?” Arka mendekat satu langkah, “kamu pikir ini bisa berhenti begitu saja?” suara Arka sedikit bergetar. Entah Santi merasa dia salah menilai atau itu juga perasaan luka yang Arka lukiskan dengan cara membabi buta seperti ini.Di layar, Bimo terpukul mundur. Tubuhnya nyaris jatuh, napasnya sudah tidak beraturan. Di sisi lain, Baga masih berdiri, tapi gerakannya mulai melambat. Jumlah lawan terlalu banyak.“Waktumu ham
Kali ini Santi tidak banyak berkomentar. Dia seperti pasrah saat mendengar ucapan dari Bimo. Semua yang dikatakannya memang benar, Baga belum pernah menikah ataupun memiliki anak.Santi merasakan dadanya sesak lagi memikirkan dua nyawa yang sedang terancam. Arka benar-benar kejam. Dia bahkan melakukan segala cara hanya untuk membawa Santi kembali ke sisinya. “Tolong jangan ribut lagi …,” suara Santi bergetar, tangannya juga gemetaran, “aku mohon … aku hanya ingin bertemu dengan anak-anakku,” Santi menatap keduanya.Kejadian ini sudah direncanakan dan Santi benar-benar tidak mengira pikirannya beberapa detik lalu sekarang malah menjadi bumerang yang menyerangnya balik. “Aku akan pergi menemuinya!” Santi sudah ingin meninggalkan mereka.“Tidak,” kata Baga tegas. Dia melarangnya karena merasa ini adalah jebakan yang disiapkan oleh Arka.“Nggak, aku harus segera menemuinya. Dia mau bertemu denganku dan anak-anakku, aku nggak mungkin tega membiarkan anak-anakku terancam,” hatinya semakin
Baga kembali ke kediaman dengan membawa Santi kemudian menyuruh salah seorang pengawal untuk menghubungi Jonathan. Dia tidak ingin kalau Santi lama-lama di rumah sakit hanya untuk melihat pertunjukan yang seharusnya tidak dia lihat. “Kamu percaya padaku?” Baga tidak menjawab pertanyaannya.“Diamla
Mobil itu tetap diam di tempatnya, mesin menyala pelan, seolah ikut menahan napas bersama ketegangan yang menggantung di udara.Baga menatap layar tablet tanpa berkedip. Rekaman yang menampilkan setiap ekspresi Danira diputar ulang. Dari raut pura-pura sedih, hingga tatapan dingin penuh perhitungan
Mencari keadilan untuk wanita yang sangat dicintainya. Bagi Baga hal yang sedang dilakukannya masjid termasuk ringan. Dia tidak langsung mengeksekusi di tempat. Kalau dulu ada yang berbuat sesuatu hal buruk atau menyenggol dirinya, Baga akan langsung membunuhnya di tempat.Tidak ada yang benar-ben
Bimo masih berdiri mematung di depan gerbang tinggi kediaman Baga. Hujan gerimis mulai turun, membasahi bahu kemejanya yang kusut, namun egonya jauh lebih basah oleh rasa hina.Diusir oleh pengawal pria lain di depan rumah yang menampung istrinya sendiri adalah tamparan paling keras yang pernah dia












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews