LOGIN[ KHUSUS DEWASA ] Santi Mayasari, seorang gadis polos yang terus dikelilingi godaan terlarang, dari teman serumah hingga rekan kerja. Rasa penasaran yang tak terkendali justru membuatnya kehilangan pekerjaan. Demi bertahan hidup, Santi menjadi perawat lansia kaya. Namun satu malam kelam dengan putra sang majikan, Bimo Prakoso Abdinegara, mengubah segalanya. Bukan penyesalan yang muncul… melainkan keinginan untuk mengulang permainan terlarang itu yang lebih liar, lebih berbahaya.
View More“Apa kamu yakin meninggalkan anak-anak?” Santi menggeleng pelan saat berada di dalam mobil. Dia hanya bisa bersandar di dada Baga. Bukan menyesal, dia lebih ingin segera menyelesaikan masalahnya.“Apa aku perlu mengerahkan anak buahku untuk mengambil kembali anakmu?” Santi tetap menggeleng mendengar ucapan Baga, “jangan menangis saja nanti malam. Aku tidak akan memaafkanmu kalau kau sampai menangis nanti malam saat kita hubungan,” Baga sedang memberikan kode kerasnya. “Aku ingin semuanya cepat dan bisa cepat selesai.” Santi menghela napas berat, dia sebenarnya tidak rela kalau anak-anaknya harus ditinggal di kediaman Abdinegara, tapi melihat kondisi Bimo yang tidak mungkin melepaskan Santi, dia untuk memilih meninggalkan anak-anaknya di sana.“Aku nggak akan menyesal, aku ingin semuanya segera selesai dan aku benar-benar ingin kehidupan yang tenang dan damai. Aku nggak ingin bertengkar atau berebut seorang laki-laki,” katanya sedikit kecut, “Aw!” dia meringis saat pinggangnya di c
“Kamu bener-bener nggak peduli lagi padaku?” Bimo sedikit mengeratkan gigi sambil menatap Santi yang masih istrinya, tapi dia malah lebih nyaman dengan laki-laki lain.Faktanya saat ini terjadi, Bimo benar-benar merasa kesal dan sakit hati. “Apa seperti ini rasanya saat Santi melihatku bersama dengan Danira? Aku benar-benar bodoh. Padahal jika saat ini posisi di balik, aku juga akan merasa kecewa dan sakit hati.” bisik Bimo dalam hati.“Sayang, aku mohon kita sudahi pertengkaran kita ya … yaa …. Aku benar-benar sudah nggak kuat jauh dari kamu. Aku kangen, aku benar-benar gak bisa jauh dari kamu. Aku ingin berduaan denganmu,” Bimo maju lagi mendekati Santi, tapi Santi benar-benar berbalik badan dan memeluk Baga.“Papa, Mama, Lana, sepertinya aku batal menginap. Kalau seperti ini lebih baik aku pergi sekarang. Kalau Papa, Mama, Lana masih ingin bertemu dengan Keenan dan Kinara silakan saja. Berapa lama pun kalian aku izinkan. Atau bila memang perlu kalian saja yang mengurus mereka.”
“Beneran ini Pa? Santi akan menginap malam ini?" Bimo merasa mempunyai kesempatan untuk mendekati istrinya lagi.Kalau dia bisa mendekat, Bimo yakin Santi pasti akan luluh. “Tapi, Santi akan tidur sekamar dengannya. Papa sudah berjanji kamu nggak akan ganggu karena bapak masih ingin bermain bersama cucu-cucu papa!” Pak Abdi langsung menegaskan kalau dia sudah mengizinkan Santi bersama laki-laki lain. “Nggak bisa gitu dong Pa! Bagaimanapun Santi itu masih istriku. Papa nggak boleh seenaknya mengambil keputusan kayak begitu. Aku nggak setuju!” Bimo meradang saat mendengar ucapan ayahnya, pasti itu bukan sesuatu hal yang dia inginkan. “Nggak bisa, Bim. Kalau kamu tetap memaksa, cucu papa akan dibawa sekarang. Memangnya kamu sama sekali nggak peduli dengan anakmu? Atau kamu nggak merindukan mereka?" Pak Abdi sebenarnya kesal saat mendengar ucapan Bimo yang lebih mementingkan kepentingan dirinya sendiri ketimbang buah hati mereka.“Papa nggak bisa egois dong! Santi itu masih resmi jadi
“Gue yakin bini gue masih bisa diajak kompromi. Asalkan gue nurut apa yang dia katakan. Ini contohnya ya … dia suruh gue balik ya gue balik. Gue yakin ada nilai plus di mata dia,” ujar Alan sedikit sombong karena dia merasa di atas angin. Dia yakin Lana masih mencintai juga tidak akan berbuat hal yang seperti Santi lakukan.“Jangan berharap! Gue nggak yakin, adik gue itu juga bukan perempuan yang gampang dibujuk. Kalau dia bilang iya, dia pasti akan melakukannya!” tambah Bimo memanasi.“Lana gak kayak gitu, gue yakin dia masih cinta sama gue dan nggak mungkin seperti ini. Lana pasti masih bisa mempertahankan juga mempertimbangkan hubungan kita. Gue nggak kayak lo. Intinya gue masih jauh di atas loh karena gue nggak pernah selingkuh,” ujar Alan semakin percaya diri. “Cih lihat saja nanti. Gue yakin lo juga bakal nyusul kayak gue. Kalau gue sampai bercerai, gue akan memastikan lo juga bakal cerai dari adik gue,” Bimo tak mau kalah jika berbicara dengan temannya. “Dasar temen nggak pe
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.