MasukSetahun setelah pernikahan, Stephan Kurniadi tiba-tiba menjadi dingin terhadap wanita. Dia membangun aula pemujaan di vila dan selalu membawa tasbih. Tidak peduli seberapa keras aku mencoba merayunya, dia tetap acuh tak acuh dan tidak terpengaruh. Suatu malam, aku berdiri di luar pintu kamar mandi dan menyaksikannya melampiaskan hasratnya pada foto wanita lain. Ternyata Stephan bukan kejam. Dia hanya kejam terhadapku. Aku menipunya untuk menandatangani surat kesepakatan cerai dan menghilang sepenuhnya dari hidupnya. Namun, aku malah mendengar kabar bahwa dia mencariku dengan gila-gilaan. Kami bertemu lagi di pernikahan pamannya. Melihatku mengenakan gaun pengantin putih, matanya memerah dan dia tidak mampu memanggilku "Bibi"!
Lihat lebih banyakAku memandang Stephan dengan ekspresi tidak percaya dan membalas, "Kamu ... mau aku donor darah untuk anak itu? Stephan, jangan lupa aku juga menderita anemia. Bahkan anemiaku sangat parah karena mengikutimu menjadi vegetarian selama tiga tahun."Ekspresi Stephan tampak terkejut sesaat, lalu kembali menjadi dingin. Dia menanggapi, "Anemiamu nggak akan mengancam nyawamu, tapi sekarang Dora harus diselamatkan. Cuma kamu yang bisa menyelamatkannya."Aku mengepalkan tanganku dengan erat sampai-sampai kukuku menusuk telapak tanganku. Aku menimpali dengan geram, "Dia itu anaknya kamu dan Sadie, aku nggak percaya golongan darah kalian nggak cocok dengannya! Masa kamu bukan suruh Sadie donor darah, malah menyuruhku?"Aku menegaskan, "Kamu menyerah saja! Jangan harap aku mau menyelamatkan putrimu!"Tiba-tiba, Sadie yang menunggu di luar menerobos masuk. Dia berlari ke samping tempat tidurku, lalu berlutut dan memohon seraya menangis, "Bu Zayleen, aku mohon selamatkan Dora. Dia masih kecil, aku
Aku menjawab tanpa ragu sedikit pun.[ Iya, jual saja. ]Awalnya aku mengira cinta Stephan padaku tak ada duanya seperti kalung itu. Namun, Stephan sudah berubah. Pernikahan kami juga hancur, jadi rasanya ironis melihat simbol ikatan cinta ini.Jesslyn membantuku menjual perhiasan dan membayar biaya pengobatan ibuku. Kemudian, dia membawa sampel Stephan dan Dora ke laboratorium tes DNA yang terkenal di Kota Heiken.....Dua hari kemudian, hasil tes DNA sudah keluar. Probabilitasnya 99,99 persen, jadi Stephan memang ayah biologis Dora.Aku memang sudah menduga hasilnya seperti ini. Namun, semua yang terjadi di antara aku dan Stephan sejak kecil muncul di benakku saat melihat tulisan yang padat di laporan tes DNA itu.Jelas-jelas dulu hubunganku dengan Stephan begitu dekat. Akan tetapi, semuanya berubah sejak Dora lahir tiga tahun yang lalu. Aku bukan lagi orang yang terpenting bagi Stephan, melainkan orang yang bisa dia tinggalkan dengan mudah."Um, ini memang hasil yang kuinginkan," ka
Aku merasa sedikit gugup. Aku bertanya lagi, "Ibu nggak beri tahu Sadie aku juga pergi, 'kan?"Ibu angkatku tertawa dan menjawab, "Bukannya kamu melarangku memberitahunya? Jadi, aku nggak bilang.""Baguslah kalau begitu," timpalku yang merasa lega. Aku menambahkan, "Kalau begitu, aku dan Stephan pasti datang Rabu depan."Sesudah mengakhiri panggilan telepon ibu angkatku, pihak rumah sakit yang merawat ibuku menelepon. Mereka mendesakku untuk membayar biaya pengobatan.Biaya pengobatan ibuku setiap tahun sangat mahal. Dulu, Keluarga Yurdika yang menanggung semua biaya ini.Setelah aku menikah dengan Stephan, dia yang berinisiatif ingin menanggung semua biaya pengobatan ibuku. Waktu itu, Stephan selalu mengutamakanku dan memperhatikanku. Akan tetapi, sekarang Stephan menemani Sadie jalan-jalan dan melupakan semua janjinya padaku dulu.Aku menggenggam ponsel sambil memandangi layar untuk waktu yang lama, lalu aku memutuskan untuk menelepon Stephan.Sadie yang menjawab panggilan telepon, "
Aku sedang mencari alasan untuk membuat Stephan meninggalkan rumah sakit. Tiba-tiba, pintu kamar diketuk. Ternyata Sadie yang datang.Aku benar-benar salut pada Sadie. Dia bukan hanya sibuk mengadakan konser, syuting iklan, dan film. Bahkan dia masih sempat untuk mengawasi Stephan setiap hari. Orang yang berdedikasi tinggi seperti ini pasti berhasil dalam melakukan apa pun.Mata Sadie bengkak. Dia berbicara dengan lembut, "Kak Stephan, aku datang untuk menjenguk Bu Zayleen. Tadi pagi Dora ikut aku, jadi aku nggak bisa bicarakan masalah Bu Zayleen. Katanya luka Bu Zayleen sangat parah. Bagaimana kondisinya sekarang?"Stephan menyahut, "Operasinya sangat berhasil. Dokter bilang nggak akan meninggalkan gejala sisa."Sadie menanggapi, "Baguslah kalau begitu. Kalau terjadi sesuatu pada Bu Zayleen, aku pasti nggak bisa tenang seumur hidup."Stephan bertanya saat melihat mata Sadie yang bengkak, "Matamu kenapa?""Nggak apa-apa," jawab Sadie. Dia menyeka air matanya dan meneruskan dengan mata












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.