Share

Bab 165

Author: Gusmandora
last update publish date: 2026-11-02 18:28:29

# Bab165

Dapur Loli sore ini mendadak ramai, karena kehadiran Bagas dan Grace tentu saja. Bagas yang terbiasa dihadapkan dengan gambar konstruksi, rapat perusahaan, dan tumpukan dokumen proyek, kali ini harus berhadapan dengan tepung terigu dan mixer.

Laki-laki itu berdiri di depan meja dapur dengan lengan kemeja yang sudah digulung sampai siku. Di hadapannya ada semangkuk tepung, telur, gula, mentega, dan beberapa peralatan membuat kue.

Sementara Grace duduk di kursi kecil dekat meja, memperha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Isma Rini
yaa kan emang anda DUDA pak,,!! masak sudah pecah telur mau dikira Jaka Ting Ting sih
goodnovel comment avatar
Hanum Layla
iya Gas, kamu tuh Duda Duda banget Duda jodohnya Loli, ups hehe.....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 172

    # Bab 172Dengan kekuatan cahaya bulan milik Sailor moon, kekuatan kage bunshin no jotsu milik Naruto, akhirnya Loli bisa mengusir Bagas secara tidak halus. Yah, setelah benar-benar minta minum, bahkan Loli tidak mengajak masuk laki-laki itu kedalam rumahnya. Bagas hanya duduk di kursi teras, dan langsung pulang setelah menghabiskan satu gelas air putih yang diberikan Loli. Selepas kepergian Bagas, Loli kemudian mandi, berganti pakaian tidur dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur, hari sudah jam dua belas malam namun mata Loli masih terjaga.Dia lalu membuka Instagram, mengscroll reels lalu entah kenapa jarinya malah membuka akun Ig Bagas. Yah, sepenasaran apa sih akhirnya Loli sama sosok duda brondong yang meresahkan satu ini.Sebenarnya mereka sudah lama saling follow, dulu sekali saat Bagas belum menikah dengan Gina, saat resepsi pernikahan Donna yang pertama, mereka kenal karena Loli selalu menempel ke Donna saat itu."Yang cakep disebelah Reza itu siapa?" Bisiknya ke Donna."

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 171

    # Bab 171Dahi Loli mengernyit saat Bagas mendekatinya, kok bisa-bisanya laki-laki ini sudah berada disini. Bagas memasukkan tangannya kedalam saku celana, "Butuh tumpangan?"Loli memicingkan mata,"Kok kamu tiba-tiba sudah muncul aja disini?" Tanyanya curiga.Bagas terkekeh, laki-laki itu menunduk sebentar kemudian menatap Loli, "Arah ke rumah mamaku kan lewat sini, lewat mana lagi memangnya?"Benar juga sih, toko Loli memang berada di perlintasan jalan raya yang menuju kearah rumah mertua Donna. Jadi kali ini Loli hanya mengangguk dan menatap ban mobilnya yang sekarang terlihat menyedihkan itu."Aku antar pulang." Bagas juga melihat ban mobil Loli yang kempes, "Jam segini bengkel mobil udah pada tutup." Lanjutnya.Akhirnya dengan berat hati Loli menerima tawaran Bagas, laki-laki itu langsung membukakan pintu samping kemudi untuk Loli."Makan dulu aja kali ya, laper banget." Bagas mulai menghidupkan mesin mobilnya. "Resto daerah sini yang mana yang enak?" Tanyanya pada Loli."Enak se

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 170

    # Bab 170Bagas masih menatap Loli dari jarak beberapa meter dimana laki-laki itu duduk bersama beberapa kumpulan cowok-cowok yang ditebak Loli adalah teman-teman nongkrong Bagas, namun kemudian Bagas memutus kontak lebih dulu dengan memalingkan wajahnya. Seolah tidak mengenali Loli, Bagas kembali mengobrol bersama teman-temannya itu. Dengan outfit anak muda kekinian, celana pendek berbahan kain, kaus oblong putih dilapisi jaket jeans, Bagas tidak seperti seseorang yang pernah menikah dan punya anak.Diabaikan seperti tadi, kenapa ego Loli agak tersentil ya, seharusnya Bagas bisa tersenyum kan padanya, secara mereka saling kenal, sudah saling pandang , mata Bagas tepat menangkap mata Loli tadi. Jelas Bagas tau dia itu Loli, tapi malah buang muka. Loli menggeleng tak percaya, emang susah kalau berhadapan dengan duda brondong labil, susah ditebak ya isi kepalanya.Sementara mas Tio masih bernyanyi diatas panggung, Loli kembali duduk di kursinya. Dia sudah selesai merekam walau enggak

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 169

    # Bab 169Semenjak menjadi ibu rumah tangga, dunia Donna benar-benar berubah 180 derajat, biasanya jam segini dia masih fokus berkutat di depan layar komputer, namun sekarang dia sudah rebahan aja di depan televisi, menonton Netflix. Terkadang kalau sudah bosan , dia akan ke toko kue Loli, menghabiskan waktu disana sambil menunggu Alle dan Allu pulang sekolah.Perjalanan dinas terjauhnya sekarang, mengantar Alle dan Allu sekolah, terus seminggu dua kali mengantar mereka renang, les balet dan setiap Sabtu sore ikut taekwondo, padat sekali kan.Donna baru selesai menonton series Where The Mask Ends episode 17, dan dia mulai terasa bosan. Belum ada notifikasi pesan dari suami. Donna mengutak-atik ponselnya, lalu mengirim pesan ke Reza.Donna: Bang...Reza : YDonna melotot, apa itu "Y", pelit sekali anda ya.Donna: Bang, kapan pulang, bosaaaann.Reza: Lagi meeting, mode sibuk.Donna mendengus kesal, dia memejamkan mata kemudian membukanya lagi, iya sih masih jam dua siang juga, laki-lak

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 168

    # Bab 168Sumpah ya, Loli sebenarnya agak dongkol juga dengan ucapan Bagas barusan, well, Loli tau Bagas punya uang yang mungkin enggak berseri itu, tapi hello, ini tokonya, ini usahanya. Ngapain coba laki-laki itu mau mengatur dia mesti punya karyawan berapa, sampai mau ngatur dia bisa menambah karyawan Loli kalau dia mau.Dan yang lebih membuat Loli kesal, Bagas itu usianya dibawah Loli loh, adik kan jatuh nya, adik nya Donna ya adik Loli juga, dan mereka enggak dekat-dekat amat ya sampai Bagas sok sok ngatur toko Loli dengan tampang songongnya yang luar biasa cakep itu, please lah.Dan dia bilang apa coba sebelum keluar dari toko Loli tadi, Kalau butuh teman ngobrol, jangan sungkan telpon dia, dia siap kapan aja. Loli hampir tertawa, apa tampang Loli seperti orang desperate banget sampai Bagas harus bicara seperti itu. Jujur ya, teman Loli masih banyak yang bersedia buat diajak ngobrol, jadi pilihan untuk menghubungi adik ipar sahabatnya mungkin berada di daftar terakhir yang Loli

  • Aku Bukan Orang Ketiga    Bab 167

    # Bab 167Pagi-pagi sekali Loli sudah membuka toko kuenya, kebetulan dia datang berbarengan dengan mas Tio, pria yang punya coffee shop di samping toko kue milik Loli.Mas Tio sudah hampir tiga tahun membuka bisnis coffee shop disana, jauh sebelum Loli membuka usahanya. kata mas Tio dulu sebelum Loli menyewa ruko itu, disana adalah tempat penyewaan buku. Berhubung minat baca orang-orang terhadap buku sudah mulai menurun, tempat itu tereliminasi seiring perkembangan zaman, sempat kosong beberapa bulan hingga akhirnya Loli menempatinya sebagai toko kue."Semenjak toko kue mu ada disini, omset mas jadi naik loh." Ujar mas Tio.Loli tertawa, " Berarti aku pembawa rezeki dong ya.""Bukan kamunya, tapi pas banget, strategis pilihan bisnisnya, orang - orang yang minum kopi bisa sambil makan cake, kolaborasi yang bagus kan."Loli mengangguk setuju, Baru kurang lebih tiga bulan dia membuka toko kue ini, namun tokonya tidak bisa dikatakan sepi untuk pemula. Omsetnya bahkan bisa tiga kali lipat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status