LOGINAndini melaporkan perselingkuhan suaminya dengan seorang influencer terkenal pada polisi. Namun, ternyata Fahmi menuding dirinya selingkuh. Ia menjelaskan jika dirinya dan Indri sang Influencer sudah resmi menikah. Hal itu, membuat Andini tak habis pikir. Akankah Andini bertahan dengan rumah tangganya atau memilih berpisah?
View MorePerkataan Fahmi masih membekas. Apakah itu penyebab Fahmi berselingkuh dengan wanita lain? Ia berjalan menuju halaman belakang rumah, untuk sekadar menenangkan diri. Menikmati suara air mancur yang gemericik. Tampak Bagas tengah duduk santai sambil mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk. "Pak Bagas," sapa Andini menghampiri sopir pribadi suaminya itu. Bagas menoleh ke arah sumber suara, ia begitu kaget. Matanya melebar, takut jika Andini akan bertanya sesuatu tentang Fahmi. "Nyo-nya," sahutnya gagap. Andini celingukan, memastikan tak ada Fahmi di sekitar halaman. "ada yang mau saya tanyakan." Perkataan itu membuat Bagas mati kutu. Ia makin gelagapan salah tingkah. "Apa ... Nyonya?" tanya Bagas terbata-bata. "Pak Bagas tau tentang apartemen edelweis?" tanya Andini mengecilkan volume suara. "Apartemen? Tidak, Nyonya," jawab Bagas. "Yakin? Pak Bagas adalah asisten suami saya,seharusnya kamu tahu apa yang dilakukan suami saya," cecar Andini ia sedikit mendekatkan dir
Andini membisu sepanjang perjalanan pulang, ia begitu syok. “Sabar ya Mbak,” hibur Sintya matanya fokus ke jalanan. Andini hanya tersenyum sebentar, setelah itu kembali murung. Mereka sudah tiba di depan pintu gerbang rumah Andini. Mata Andini terbelalak saat melihat mobil berwarna putih di halamanya. “Itu Mas Fahmi udah pulang,” cetus Sintya. “Iya,” sahut Andini singkat, ia melepaskan sabuk pengaman dari badannya. “Mbak, kamu bersikap seperti biasa ya jangan dulu aneh-aneh,” pinta Sintya. Andini mengangguk, ia menyiapkan wajah manisnya sebelum turun dari mobil. “Kamu gak mampir dulu?” tanya Andini seraya membuka pintu mobil. “Lain kali aja,” Ia mengatur nafas sebelum memasuki rumah mewah berlantai dua itu. Perlahan kakinya melangkah menuju pintu utama. Tangannya sedikit gemetar saat memegang gagang pintu. Namun, Andini harus bisa mengendalikan emosinya. “Surprise!” seruan itu membuat Andini terperanjat saat sudah berada di dalam rumah. Tampak, Fahmi dan asisten rumah tangga
Lampu menyala seketika, Andini menyipitkan matanya sedikit silau. Ruangan dengan satu kamar tidur itu terasa sunyi. Andini melangkah lagi menyusuri setiap sudut di susul Sintya. "Seperti ditinggalkan sudah lama," kata Sintya seraya meletakan jari telunjuk di atas meja kayu, "berdebu." "Lihat!" tunjuk Andini, ia menggenggam jam tangan mewah yang persis seperti milik Fahmi. Hadiah ulang tahun tiga bulan silam yang ia berikan. "Ini jam tangan milik Fahmi," lirih Andini lesu. Wajahnya pucat pasi, air matanya tiba-tiba jatuh perlahan."Jadi benar apartemen ini milik Mas Fahmi," gumam Sintya menghampiri Andini. Matanya berkeliling, bergulir kanan kiri. Andini masih butuh bukti yang kuat, ia kali ini menuju ruang tidur. Pintunya tidak dikunci, Andini langsung menerobos masuk. Ia memandangi sekeliling ruang tidur yang mengeluarkan aroma jasmin itu. Andini membuka lemari pakaian, ia kaget ada sepasang baju pengantin yang menggantung disana. Ada juga kaos dan kemeja milik Fahmi, tas branded
Hari berpindah, Andini dan Fahmi tetap menjalani hidup seperti biasa. Namun, Andini sedikit curiga pada suaminya itu. Fahmi jarang pulang, dan ketika kerumah akan tercium bau parfum yang bukan milik Fahmi. Andini juga sempat memergoki Fahmi tengah chattingan malam hari ketika Andini setengah tidur. Namun, ia tidak tahu siapa yang di chat malam itu oleh Fahmi. Ia masih berprasangka baik, ditambah Fahmi selalu pintar mengelak saat Andini mengungkap kecurigaannya. "Mbak, saya aja yang cuci," pinta Andini pada ART nya. "Loh, Nyonya jangan itu tugas saya," ujar Leni sang ART. "Gak apa-apa saya hari ini gak ada kerjaan, kamu kerjain yang lain aja," timpal Andini. Leni mengangguk seraya beranjak pergi dari ruang cuci. Andini memasukan beberapa baju miliknya juga milik Fahmi. Sambil mengecek saku-saku, supaya tidak ada benda ikut tercuci. Ia terhenti sejenak, ada sebuah benda tipis terbuat dari plastik yang ada di dalam celana milik Fahmi. Ia mengeluarkan tangannya, tergenggam seb












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.