SKANDAL CINTA TERLARANG

SKANDAL CINTA TERLARANG

last updateLast Updated : 2026-09-27
By:  KingBee Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
1views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Niat mau lepas dari suami yang dingin dan kembali ke sang mantan, Rania justru yang dibuat terkejut dengan perselingkuhan suaminya selama ini. Niat itu kandas, ia justru mempertahankan demi membalas sakit hatinya. Apakah yang akan Rania lakukan?

View More

Chapter 1

Chapter 1

"Kamu seharian ngapain aja di rumah?" Suara Elvino memecah kesunyian dengan nada datar. Ia menunjuk majalah dan beberapa buku yang berserakan di atas meja ruang keluarga.

"Rumah berantakan begini nggak dirapikan. Makanan juga belum siap di meja makan."

"Aku tadi agak pusing, Mas. Habis minum obat terus ketiduran sebentar di kamar." Rania menjawab pelan. Ia melangkah mendekati meja untuk merapikan tumpukan buku itu.

"Pusing terus alasanmu. Aku yang banting tulang mati-matian di luar aja nggak pernah ngeluh pusing." Elvino melonggarkan dasinya dengan kasar, menariknya lepas, lalu melemparkan tas kerjanya begitu saja ke atas sofa.

"Aku cuma belum sempat beresin, Mas. Ini juga mau aku rapikan sekarang. Sebentar lagi aku panaskan makanan buat kamu." Rania mencoba menahan nada suaranya agar tidak ikut meninggi.

"Belum sempat gimana maksudnya? Kerja kamu cuma di rumah tiap hari. Harusnya rumah bersih, makanan siap, baju disetrika. Bukan malah kayak kapal pecah begini. Apa sih susahnya ngurus hal kecil kayak gini?"

"Kenapa kamu jadi marah-marah? Aku bilang aku lagi sakit, Mas. Aku butuh istirahat juga."

Rania menghentikan gerakannya. Ia menatap wajah suaminya. Matanya mulai terasa panas menahan bendungan air mata.

Elvino balas menatapnya. Sorot matanya sangat dingin. Tajam. Menusuk tepat di ulu hati Rania.

Pria itu melangkah maju satu langkah, menjulang di hadapan istrinya.

"Dua tahun, Rania." Nada suara Elvino perlahan meninggi. Tidak ada kelembutan di sana. "Dua tahun kita nikah. Kalau saja kamu bisa ngasih aku anak, rumah ini nggak akan terasa sedingin kuburan. Paling nggak ada alasan buat kamu diam saja di rumah tanpa ngerjain apa-apa!"

Rania mematung. Napasnya seakan berhenti di tenggorokan saat itu juga.

Elvino mendengus kasar, lalu membuang muka. Pria itu berjalan melewati Rania begitu saja menuju kamar mandi tanpa sedikit pun rasa bersalah. Meninggalkan Rania yang berdiri gemetar menahan kehancuran di dadanya sendiri dalam ruang tamu yang sunyi.

Di saat perasaannya hancur tak bersisa, di saat ia tidak tahu lagi harus bersandar ke mana, pikirannya tanpa sadar mencari tempat berlindung. Tempat yang selalu mau menerimanya.

Ingatannya perlahan melayang dan jatuh pada Zayyan.

Sudah satu tahun mereka menjalani hubungan diam-diam ini. Ia bimbang. Rasa takut ketahuan berbaur dengan rasa rindu yang teramat sangat. Hatinya menginginkan pelukan hangat pria itu, tapi logikanya terus meneriakkan kata dosa.

Hubungan kita ini salah, Rania."

Suara Zayyan dari seberang telepon terdengar berat. Ada nada putus asa yang tertahan.

Rania berdiri kaku di balik jendela kaca ruang tamu. Jari-jarinya mencengkeram ponsel begitu kuat. Matanya menatap kosong ke arah jalanan malam yang sepi di bawah sana.

"Tapi aku cinta sama kamu, Zay." ucap Rania bergetar. Ia menelan ludah, menahan sesak yang mendadak menumpuk di dada. "Dan aku udah nggak nyaman sama suamiku."

"Rania..." lirih Zayyan. "Sampai kapan kita harus sembunyi-sembunyi begini?"

"Kamu lelah dengan hubungan ini?" tanya Rania getir.

"Aku cuma takut kamu makin hancur."

Hening sejenak. Hanya terdengar helaan napas Zayyan yang panjang dan lelah. Rania memejamkan mata. Udara malam di luar sana terasa menusuk, tapi tidak sedingin perasaan yang kini menyelimuti hatinya.

Di dalam rumah yang sunyi dan terasa kelewat besar ini, ia kembali menatap layar ponselnya.

"Besok kita ketemu, ya. Di tempat biasa. Aku kangen banget sama kamu." Pesan terakhir Zayyan kembali terngiang di kepalanya.

Pria itu. Pria yang jarang sekali ia temui selama satu tahun terakhir karena kehati-hatian mereka. Pria yang tidak tinggal di rumah besar ini bersamanya. Namun di sela-sela kesibukan pekerjaannya, Zayyan selalu memastikan Rania makan tepat waktu. Zayyan selalu mengirim pesan panjang sekadar untuk menanyakan perasaan Rania hari ini. Zayyan selalu mendengarkan keluh kesahnya tanpa pernah menghakimi atau menyalahkan takdir.

Zayyan memberinya setitik kehangatan yang tidak pernah Elvino berikan sejak awal pernikahan mereka yang terasa salah ini.

Di dalam keheningan kamar yang terasa menyiksa itu, satu memori tentang suara Zayyan di ujung telepon kembali menguasai isi kepalanya tanpa bisa dihentikan

"Aku akan menunggumu sampai kamu ke pelukanku, Rania.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status