Share

Bab 813

Penulis: Celine
Nada bicara Ardi membawa ketidakpuasan, "Ibu, bukankah terakhir kali aku sudah mengatakannya? Dia adalah istriku, seumur hidup tidak akan pernah berubah. Aku tidak akan pernah menyetujui perjodohan yang Ibu atur. Aku harap Ibu menghormati istriku. Ini sama dengan menghormatiku."

"Aku sangat menghormatinya. Tapi masalahnya, apakah dia menghormatiku?" Ibu mertuaku awalnya sedikit terkejut, kemudian mengerutkan kening. Nada bicaranya menjadi makin tidak puas, bahkan ada nada memarahi, "Coba kamu tanyakan padanya, dia memanggilku apa?"

Ibu mertuaku melemparkan pandangan padaku lagi, sementara raut wajahnya tampak sangat muram.

Aku menatap ibu mertuaku dengan mata berkaca-kaca. Aku ingin berbicara, tetapi begitu membuka mulut, aku tersedak.

Sederetan air mata kembali terjatuh ke bawah, tidak bisa dihentikan.

"Ibu, Raisa itu penakut. Jangan menakutinya begitu. Kalau ada masalah, kamu bisa membicarakannya denganku. Jangan menindasnya." Raut wajah Ardi menjadi makin serius.

Nada bicaranya bahk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
kiki Salmin
iya terlalu banyak prasangka sm Ardi..
goodnovel comment avatar
SZ Zein
kayaknya ortunya ardi tahu juga Raisa hamil, makanya sikapnya berubah. kadang kadamg raisa ngeselin sih, ngomong aja susah , lemot, suka prasangka buruk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 948

    Ibu mertuaku selalu dimanja dan diperlakukan istimewa oleh ayah mertuaku. Namun, ketika menyangkut hal besar, dia sepertinya masih mendengarkan pengaturan ayah mertuaku. Sejak aku kembali ke lantai tiga sampai sekarang, hanya sekitar dua puluh menit berlalu, tetapi mereka sudah mencapai kesepakatan.Sepertinya ibu mertuaku akhirnya mengikuti keputusan ayah mertuaku.Hatiku merasa jauh lebih tenang. Aku bertanya pada ayah mertuaku, "Ayah, apa kamu baru pulang? Apa kamu sudah makan?""Aku sudah makan di luar. Tidak apa-apa, kamu makan saja," kata ayah mertuaku sambil melambaikan tangan dan tersenyum.Aku pun mengangguk.Namun, ibu mertuaku tampak sedikit terkejut ketika melihatku. "Raisa, bagaimana kamu tahu ayahmu baru saja pulang?"Langkah ayah mertuaku yang tadinya hendak naik tiba-tiba terhenti. Dia berbalik menatapku, sementara aku juga tertegun. Aku melihat ibu mertuaku menunjukkan tatapan bertanya-tanya, membuatku seketika tidak bisa berbicara.Benar juga, aku baru saja turun dari

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 947

    Ketika melihatku, Ardi tertegun sejenak. "Sayang, apa kamu yang berbicara tadi?"Ternyata dia juga terganggu oleh suara pertengkaran ayah dan ibu mertuaku."Bukan, aku baru bangun tidur, tidak berbicara." Aku menggelengkan kepala, lalu berjalan menuju arahnya. "Apa yang sedang kamu lakukan di sana?"Sekarang sudah malam, di luar sudah tidak ada sinar matahari lagi. Ardi tidak mungkin sedang berjemur, 'kan?"Aku sedang menata bunga." Ardi mengulurkan tangan untuk menarik tanganku, lalu menarik jaket di bahuku. "Cuacanya dingin, kenapa kamu tidak memakai baju dengan benar?"Sebenarnya tadi aku sudah memakainya dengan benar. Hanya saja, tadi aku terlalu terburu-buru untuk berlari naik, hingga tidak memperhatikan jaket yang miring di bahuku.Aku tidak menjawab pertanyaan Ardi, langsung mengikutinya masuk ke teras atap. "Bunga apa yang sedang kamu tata? Biar aku melihatnya.""Bunga yang kamu suka, bunga kamelia." Ardi tersenyum sambil merangkul bahuku, membawaku masuk bersama.Benar saja, d

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 946

    Langkahku kembali terhenti.Ayah mertuaku ternyata memiliki pendapat yang berbeda. Dia tidak setuju membantu Keluarga Tanadi. Ini membuatku kembali terkejut.Ibu mertuaku tidak terburu-buru, tetapi dia kembali membujuk dengan sangat sabar, "Johan, aku tahu kalau kamu marah pada Tommy, marah karena dia menyerang anak kita, membuat anak kita hampir kehilangan nyawanya. Aku juga tahu kamu tidak akan memaafkannya. Tapi di Keluarga Tanadi tidak hanya ada Tommy saja. Tommy tidak bisa sepenuhnya mewakili Keluarga Tanadi.""Johan, aku mohon pertimbangkan lagi."Benar, orang di Keluarga Tanadi sangat banyak, tidak hanya Tommy seorang saja.Jika Tommy jatuh, Nyonya Amelia akan mendukung keturunan lain yang sama baiknya seperti Tommy untuk bangkit, kembali memulihkan Keluarga Tanadi.Bagaimanapun juga, Keluarga Tanadi sudah berdiri selama 20 tahun. Meskipun mereka kehilangan satu Tommy, mereka tidak bisa sepenuhnya mengorbankan Keluarga Tanadi hanya karena Tommy.Lagi pula, apa yang dilakukan Tom

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 945

    Tidurku sangat nyenyak dan memuaskan.Saat aku terbangun lagi, hari sudah gelap. Di tempat tidur tidak ada sosok Ardi, hanya tersisa aroma dan sisa kehangatannya. Aku menyalakan lampu di samping tempat tidur, melihat lipatan di seprai sampingku. Aku tahu dia menemaniku tidur di sampingku.Sekarang dia mungkin sedang keluar untuk mengurus hal lainnya. Aku melihat jam, terkejut ketika menyadari bahwa saat ini sudah pukul setengah sembilan malam.Tidak aku sangka aku tidur selama lebih dari empat jam. Pantas saja perutku mulai merasa lapar, ternyata aku melewatkan makan malam.Sejak hamil, awalnya aku menderita mual-mual yang hebat. Namun, setelah melewati bulan keempat, rasa mual itu hilang, digantikan dengan nafsu makan yang melonjak tajam. Selera makanku berubah. Aku menjadi lebih cepat lapar dan sering kali ingin makan sesuatu.Saat baru bangun tidur tadi aku belum merasakan apa-apa, tetapi sekarang rasa lapar sudah muncul. Aku bangkit dari tempat tidur, ingin turun untuk melihat apak

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 944

    Ardi jelas tidak menyangka aku akan menanyakan pertanyaan seperti ini. Dia juga tertegun sejenak, tetapi segera tersenyum.Ardi mengulurkan tangan untuk mencubit pipiku. "Kenapa tiba-tiba kamu teringat pada wanita tua itu? Wanita tua itu sama sekali tidak imut."Nyonya Amelia bukan hanya tidak imut, dia bahkan agak menyeramkan. Matanya seolah membawa pisau yang ingin mencabik-cabik daging dan darahku.Namun, fokus perhatianku sama sekali bukan pada wanita tua itu, melainkan pada hubungan Ardi dengan wanita tua ini. Aku ingin tahu, seperti apa sebenarnya hubungan Ardi dengan Nyonya Amelia.Aku memeluk lehernya, lalu kembali bertanya dengan suara rendah, "Jadi, apa sebenarnya hubunganmu dengannya? Apa kalian sangat dekat?""Sama sekali tidak. Aku hanya memanggilnya Nenek Amelia karena sopan santun. Siapa sangka wanita tua ini akan begitu tidak tahu diri sampai benar-benar menganggapku cucunya sendiri?" kata Ardi dengan sangat santai dan alami.Sepasang mata hitamnya tampak jernih dan ten

  • Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek   Bab 943

    Namun, sekarang kandunganku sudah memasuki bulan kelima, jadi kondisi janin sudah stabil. Ardi tidak lagi merasa puas hanya dengan hal seperti ini. Dia selalu memohon padaku.Semalam dia memohon agar aku mandi bersama dengannya. Namun, kenyataannya itu sama sekali bukan mandi biasa. Saat mandi dia langsung mengangkat dan menempatkanku di pangkuannya.Awalnya hanya kecupan halus yang lembut, yang kemudian berubah menjadi ciuman yang dalam dan menuntut. Tak lama kemudian, bibirnya berpindah dari bibirku, menyusuri leherku hingga turun ke bawah. Sentuhan bibirnya yang halus dan lembut bagaikan percikan api yang menyulut seluruh tubuhku, membuat jantungku berdetak kencang.Hormon kehamilan benar-benar menakutkan. Hormon ini bisa membuat emosi wanita menjadi lebih tidak stabil, juga bisa membuat seseorang memiliki hasrat yang lebih besar dari biasanya.Tubuhku sendiri juga merasa haus, jadi aku begitu mudah terpancing oleh godaan Ardi, hingga sulit mengendalikan diri. Di dalam bak mandi ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status