FAZER LOGINMira tak pernah menyangka masa lalunya akan kembali dalam waktu tak terduga. Begitu suasana kantor berubah dalam waktu sekejap, saat akhirnya CEO baru FoodBeary diumumkan, Mira mengenali sosok itu. Yang mana ternyata adalah Firman—lelaki yang dulu pernah ia rundung di masa SMA. Kini, Firman hadir sebagai atasan, dengan tatapan dingin dan sikap yang sulit ditebak. Di bawah tekanan dan tugas berat yang datang langsung darinya, Mira berusaha menebus kesalahan masa lalu sambil mempertahankan kariernya. Namun, di balik sikap tegas Firman, ada luka lama yang belum sembuh, dan perlahan berubah menjadi rasa yang tak seharusnya tumbuh di antara mereka. Mereka berdua sama-sama terikat oleh masa lalu—bedanya, kini tak ada yang bisa bersembunyi di balik jabatan ataupun penyesalan.
Ver mais“Jangan berdiri di depan pintu seperti pencuri.”Mira menarik tangannya dari gagang pintu otomatis yang baru saja berbunyi klik pelan. Jantungnya berdegup kencang tak karuan saat mendapati sosok tegap suaminya sudah berdiri menanti di balik daun pintu yang terbuka lebar. Kegelapan penthouse mewah itu seakan menambah kesan mencekam yang kian menyiksa batinnya yang teramat lelah.“Maaf, saya baru saja sampai karena jalanan di luar sangat macet.”Langkah kakinya terasa sangat berat saat melangkah masuk ke dalam ruang tengah penthouse yang bernuansa monokrom modern itu. Ia merapatkan tas kerjanya di depan dada, mencoba mencari perlindungan kasat mata dari tatapan dingin yang kini sedang mengunci seluruh pergerakannya.Firman duduk di sofa kulit hitam dengan kemeja yang lengannya sudah digulung kasar hingga siku, menampilkan ekspresi kemarahan yang tertahan dengan sangat rapi. Aura dominasi yang pekat seketika memenuhi seisi ruangan mewah tersebut, menyapu bersih sisa-sisa keberanian yang
“Itu hanya cincin tiruan murah yang saya beli di toko online.”Mira berusaha keras menjaga nada suaranya agar tidak terdengar gemetar di hadapan Aini yang masih menatapnya penuh selidik. Ia menarik tangan kanannya ke belakang punggung secara refleks, menyembunyikan batu permata hijau tua yang berkilau menawan di bawah terangnya lampu ruangan. Detak jantungnya bertalu-talu dengan sangat cepat, seakan ingin melompat keluar dari rongga dadanya akibat kepanikan yang teramat besar.“Benarkah? Tapi kilaunya terlalu sempurna untuk sebuah barang imitasi bernilai murah yang dibeli sembarangan.”Aini melangkah maju satu tapak, matanya menyipit tajam menatap lipatan pakaian di balik punggung Mira seolah bisa menembus kain tebal tersebut. Keraguan yang terpancar jelas dari wajah rekan kerjanya itu membuat ketegangan di dalam ruangan mendingin hingga ke titik beku yang menyiksa batin. Ia tahu ia sedang berhadapan dengan wanita yang tidak akan mudah tertipu oleh alasan klise seperti itu.Di balik m
“Saya tidak menerima alasan lambat dari seorang perundung.”Mira melangkah masuk ke dalam ruangan luas beraroma kayu cendana itu dengan nampan kecil di tangannya. Cangkir kopi arabika pesanan Firman bergetar pelan, menciptakan riak kecil di permukaan cairan hitam pekat yang masih mengepulkan uap panas. Ia menundukkan wajahnya dalam-dalam, berusaha keras menghindari sorot mata suaminya yang menatapnya tajam dari balik meja kerja kebesaran.“Ini kopi arabika hangat tanpa gula yang Anda minta, Pak.”Mira meletakkan cangkir itu dengan sangat hati-hati di atas permukaan meja kaca yang dingin. Ia menahan napas sejenak, mengawasi setiap pergerakan tangan pria tegap di hadapannya dengan rasa cemas yang tak tertahan. Ia sangat khawatir jika setitik saja cairan kopi itu tumpah, Firman akan mencari-cari alasan baru untuk menghukumnya lebih berat lagi.Firman tidak langsung menyentuh cangkir tersebut, melainkan membiarkannya mendingin di atas meja. Pria itu menyandarkan punggungnya ke kursi kulit
“Kenapa meja kerjaku dipindahkan ke tempat ini?”Pagi itu, di lantai divisi kreatif FoodBeary, Mira berdiri terpaku menatap meja gambarnya yang biasanya berada di sudut tenang dekat jendela kini telah bergeser tepat di depan lorong toilet dan ruang fotokopi. Semua barang pribadinya, termasuk beberapa sketsa promosi yang belum sempat diselesaikan, diletakkan berantakan di dalam kardus bekas yang tampak kotor di bawah kolong meja.“Itu perintah langsung dari Pak Firman melalui HRD setengah jam yang lalu, Mir.”Aini, rekan kerja senior yang selalu mengincar posisinya sebagai ketua tim ilustrator, menyahut dengan nada sinis yang kental sambil melipat tangan di dada. Matanya yang tajam langsung menyapu penampilan Mira yang tampak kuyu dengan lingkaran hitam di bawah mata, seolah mencari-cari celah dan kelemahan untuk menjatuhkan mental wanita itu di depan karyawan lainnya.Mira hanya bisa menghela napas panjang, menahan rasa sesak yang menghantam dadanya sejak pertama kali menginjakkan kak


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
avaliações