LOGINKetika satu skandal, mampu menghancurkan reputasi seorang ustaz muda dalam semalam. Birru, ustaz muda yang terkenal nyaris sempurna sebagai calon suami idaman. Mendadak menjadi bahan cemoohan orang karena munculnya video seorang perempuan mengaku sudah menikah siri dan kini tengah hamil. Disaat semua orang menunggu klarifikasi, yang Birru lakukan justru hal yang tidak diperkirakan sama sekali. Menikah. Bukan dengan wanita tersebut tapi dengan Chalya, seorang dokter di klinik pesantren yang sangat membenci pria agamis karena hidupnya pernah dihancurkan oleh mantan tunangannya dengan mengatasnamakan agama. Apakah pernikahan ini akan menjadi penyelamat, atau justru awal dari ujian mereka yang sesungguhnya?
View MoreBab 104“Mas, kamu mau aku maafin kamu?” Chacha mendongak menanti jawaban suaminya. Sengaja ia memancing demikian, ingin melihat bagaimana reaksi Birru. Dari tadi ia sudah berusaha memancingnya untuk bicara jujur tentang Aisha, tetapi sepertinya Birru belum cukup mempunyai keberanian untuk itu.Sebagai istrinya, Chacha juga tidak ingin Birru merasa malu atau mungkin harga dirinya sedikit terluka jika membahas bagaimana cerita masa lalu yang pengkhianatan dan kecewanya masih membekas hingga saat ini.“Gimana kamu mau maafin aku?”“Malam ini tidur peluk aku semalaman, terus besok kita ke makamnya Aisha,” kata Chacha cepat.Birru tersentak, ia melepas dekapannya untuk menatap kedua mata istrinya lekat-lekat.“M- makam??”“Iyaa. Kita minta maaf sama Aisha bareng-bareng di sana. Yaa? Kamu lepasin rasa bersalah dalam dari kamu ini secara langsung. Aku temenin, yaa?”Percayalah, Chacha bisa berujar dengan begitu lancar dengan mata yang berkaca-kaca menahan laju air matanya. Ia tidak sekuat i
Bab 103Chacha sudah merasa tubuhnya lebih enakan sekarang, ia sedang duduk di sofa ruang tengah. Awalnya Chacha sempat minta untuk mencari makan di luar. Dia lapar tapi perutnya sedang tidak mudah untuk diisi, jadi butuh makanan yang benar-benar membangkitkan selera makannya biar bisa masuk ke dalam perut.“Kamu udah capek, Chalya. Kita pulang aja, aku masakin, yaa?” Birru berkata demikian karena melihat beberapa kali Chacha baru duduk di tempat makan hanya bertahan beberapa menit saja, begitu mencium bau menusuk apa yang ia hirup pasti langsung kabur dan ingin muntah. Birru iba melihat tubuhnya lemas, sempat sempoyongan juga.“Kalau nggak mau nemenin ya udah, aku bisa kemana-mana sendiri. Lagian aku juga nggak minta kamu dateng,” ketus Chacha di depan sebuah kedai mie ramen. Dalam bayangannya pasti cacing-cacing di perutnya akan berjoget riang mendapat asupan kuah ramen yang kental dan kaya rempah. Sayangnya, aroma sederhana seperti perbawangan saja masih terlalu tajam untuk per
Bab 102Satu pesan yang Umma Khadijah kirimkan makin membuat konsentrasi Birru makin buyar. Untung saja ia membuka pesan itu saat kajian sudah hampir selesai. Semua beberapa poin penting dalam materi sudah tersampaikan pada jamaah yang hadir.Birru tetap bisa menjalankan tugasnya dengan baik sampai menutupnya dengan salam. Kepiawaiannya dalam membawakan ilmu memang tidak perlu diragukan lagi. Sekacau apapun pikirannya dan mungkin matanya tidak bisa fokus maksimal, tetapi caranya menyampaikan dan membuat jamaah memahami tetap tidak pernah gagal.‘Ini baru selesai umma, sekarang di mana Chalya?’Jemari Birru bergerak membentuk pola abstrak pada layar ponsel menunggu jawaban. Hingga beberapa menit tetap tidak ada balasan, Birru pikir sang ibu mungkin sedang ada urusan lain juga atau mungkin sedang mengurus Chacha.Birru kembali menggulir layar ponselnya. Menatap kontak istrinya beberapa detik, tapi tidak melakukan apapun.“Telphon aja udah…” seru Agam dari belakang. Mereka masih ada
Bab 101Sampai sini Chacha masih tak bergeming, sungguh hidup Birru penuh sekali dengan kejutan.“Lalu?” tanya Chacha makin tak sabar ingin tahu kelanjutannya.Delfin menundukkan kepalanya, seraya menautkan kedua tangan di atas paha. “Mereka selingkuhnya sudah terlalu jauh, siapa pun laki-laki nggak akan ada yang mau sama perempuan yang terang-terangan baru aja keluar dari kamar hotel sama selingkuhannya. Aisha sempat mohon-mohon buat nggak kasih tahu orangtuanya, tapi Birru nggak peduli. Jadi dia ngejar mobil kita. Di jalan dia terus mengebut sampai akhirnya kecelakaan.”Setengah melamun, Chacha ikut merasakan sesak yang mungkin saat itu Birru rasakan. Dia pernah ada di dalam posisi yang sama. “Jadi, hubungan mereka sudah lumayan deket, dong? Udah hampir nikah.”“Ketemu sekali waktu khitbah, dan ketemu lagi waktu kejadian itu. Sependek yang gue tahu, bang Birru cuma kecewa. Tidak melibatkan perasaan apapun, jangankan patah hati.”“Jadi, kak Delfin ingin menjelaskan kalau mas Birru ni
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.