Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek

Aku Minta Diceraikan, Dia Malah Mewek-mewek

By:  CelineUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9.4
138 ratings. 138 reviews
466Chapters
194.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sejak awal, pernikahanku dan Ardi Wijaya memang dirahasiakan. Tiga tahun kami menikah secara diam-diam, aku bagaikan istri gelapnya saja. Di mata orang lain, dia itu dokter bedah terbaik di Mogowa. Dia dihormati dan disanjung banyak orang. Dia cuek dan sombong, juga tidak memedulikan orang lain. Sedangkan aku ini hanyalah seorang dokter magang anestesi biasa yang tidak berarti apa-apa baginya. Setiap malam, aku berdiri di balkon yang dingin sendirian menunggu dia pulang. Aku mengira kalau aku berusaha lebih keras dan belajar bersikap lebih lembut, suatu saat nanti dia akan tergugah melihatnya. Akan tetapi, kenyataan yang aku terima, bagaikan sebuah tamparan keras bagiku. Aku bertanya padanya dengan suara memeras sambil memohon dan menarik ujung bajunya, "Bisakah kamu tidak pergi mencari wanita itu lagi?" Dia tertawa ringan dan mencerca, "Ini hanya kawin kontrak saja. Apa kamu ketagihan berakting jadi Nyonya Wijaya?" ... Hari demi hari, aku menyaksikan bagaimana dia memperlakukan wanita itu dengan lembut. Aku tidak ingin bertengkar dengannya, juga tidak ingin mempermasalahkan apa pun yang dia lakukan. Aku meninggalkan selembar surat perceraian dan pergi. Hari itu, Kota Nowa diguyur hujan lebat. Di tengah hujan, Ardi sang dokter bedah yang tersohor itu berlutut. Dengan mata merah sembap, dia memohon untuk rujuk, "Istriku, kita tak usah bercerai, ya?" Bagiku, tetesan air matanya sudah tidak berarti sama sekali. Aku tersenyum tipis, "Jangan-jangan Dokter Ardi juga berwatak dramatis? Maaf, aku tak ada waktu buat menemanimu bermain sandiwara. Masa berlaku kontrak kita sudah habis. Kalau ingin mengejarku, silakan antre dulu."

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat memotong kue tar, Zelda Hilmawan, adik kelasku yang satu jurusan denganku memberikan potongan kue pertama pada Ardi Wijaya yang datang tergesa-gesa.

Bagaikan orang asing yang sama sekali tidak saling kenal, Ardi sama sekali tidak memperhatikan kehadiranku. Padahal aku ini Raisa Larasati, istrinya yang setiap malam tidur seranjang dengannya.

Tiba-tiba suasana menjadi sedikit riuh, kemudian ada orang yang berseru dengan nada setengah bercanda, "Wah, Zelda, apa ini tandanya kamu mau umumin hubunganmu?"

Gadis dengan rambut tersanggul itu tampak tersipu malu memandang pria di sampingnya. Dengan terbata-bata, dia berkata, "Kak Ardi jauh-jauh datang kemari, pasti capek 'kan?"

Suara gadis itu terdengar begitu lembut, ditambah lesung pipi yang menghias di pipinya, tak heran kalau orang-orang menyayanginya.

Ucapan gadis itu memang tidak salah, jarak waktu perjalanan dari Mogowa ke Fakultas Kedokteran hampir satu setengah jam. Kali ini pun, penampilan Ardi tampak begitu formal. Dia mengenakan setelan jas kemeja dipadu dengan dasi panjang. Bahkan dasi itu pun dia posisikan dengan begitu rapi. Tampaknya Ardi sudah menghabiskan banyak waktu untuk penampilannya ini.

Padahal dua jam yang lalu, Ardi masih berada di ruang bedah.

Berlagak seperti kesatria sejati, Ardi menerima potongan kue itu. Dari gerakan tangan sampai caranya berdiri pun tampak begitu agung. Cahaya lampu di atas kepalanya semakin memancarkan pesona di wajahnya. Matanya yang biasanya tampak tegas dan tajam, kini diwarnai dengan sedikit kelembutan.

"Omong-omong, aku memang sudah lapar."

Suara Ardi terdengar sangat rendah. Saat dia berbicara, pandangan matanya tertuju pada Zelda. Nada suara Ardi terdengar begitu hangat.

Ardi yang sekarang, berbeda sekali dengan Ardi yang biasanya selalu serius dan tidak pernah bercanda.

Telinga gadis itu pun terlihat memerah, dia berbisik, "Kak Ardi, semuanya sedang melihat kita, nih."

Ardi sedikit mendongak, pandangannya menyapu wajah semua orang yang menonton di sana, kemudian berhenti di wajahku. Kemudian, dia berkata dengan tenang, "Dia tampak asing."

Jemariku sedikit mengepal. Aku berpikir, padahal kami sudah menikah tiga tahun, tapi akting Ardi masih saja sebagus dulu.

Benar juga sih, sejak awal kami berdua hanya kawin kontrak. Bahkan buku nikah kami pun diurus oleh sopir Keluarga Wijaya. Ini adalah sebuah pernikahan kontrak yang nyata tapi semu. Terhadap orang luar, dia tidak ingin mengakui statusku. Sudi tak sudi, aku tetap harus menerimanya.

Aku pun meladeni aktingnya dan menjawab perkataannya tadi, "Bulan lalu, kita bertemu di perayaan hari jadi kampus."

Waktu itu Zelda juga di sana. Kepala jurusan menugaskan Zelda dan beberapa adik kelas yang lain sebagai penyambut tamu. Mereka bertugas menyambut para senior berprestasi seperti Ardi.

Setelah dipikir-pikir, kurasa Zelda dan Ardi berkenalan pada saat itu.

Kalau dihitung-hitung, mereka baru kenal selama sebulan.

Ardi tidak tertarik dengan jawabanku sama sekali, dia tidak melanjutkan ucapannya, bagaikan orang yang sudah tidak mengingatku saja.

Melihat situasi ini, Zelda buru-buru mencairkan suasana. "Kak Ardi belum tahu, 'kan? Kak Raisa itu primadona kampus yang terkenal. Dia diterima masuk ke kampus kami lewat jalur khusus karena prestasinya yang gemilang. Dia sangat hebat."

Begitu mendengar "diterima lewat jalur khusus", hatiku terasa kecut.

Delapan tahun yang lalu, hanya karena ucapan Ardi, aku tanpa berpikir panjang langsung memilih jurusan kedokteran yang sama dengan Ardi.

Delapan tahun berlalu, kami malah menjadi orang asing yang paling familier satu sama lain.

Terdengar suara batuk ringan, Ardi dengan santai bertanya, "Apa dia sehebat Kak Ardi-mu?"

Dia memberi penekanan pada "Kak Ardi-mu".

Walaupun kata-kata itu tidak kasar, tetapi kesombongannya itu terasa begitu menusuk telinga.

Dia memang pantas berkata seperti itu. Persaingan di Mogowa begitu ketat, dengan bakat belajarnya yang luar biasa, dia sudah berhasil menjadi orang nomor dua di Departemen Bedah Saraf di usia yang begitu muda. Dia adalah panutan para adik kelas di Fakultas Kedokteran.

Mahasiswa biasa sepertiku yang belajar mengandalkan ketekunan ini memang tidak sebanding dengannya.

Zelda juga memahami hal ini dengan jelas. Matanya yang selincah kancil itu melirik ke arahku lalu melirik ke arah Ardi lagi. Dia lalu berkata dengan hati-hati, "Kak Ardi, apa aku ada salah omong ...."

Sebelum selesai bicara, pria itu sudah mengangkat jari telunjuknya dan mencolek topi ulang tahun gadis itu dengan pelan.

Terlihat jelas betapa pria itu menyayangi Zelda.

Sorak-sorai kembali bergema, suasana di ruangan itu pun menjadi riuh. Namun, hatiku malah seolah tenggelam perlahan ke dasar lautan.

Aku baru sadar, pria yang sudah kukejar selama delapan tahun ini, suamiku ini ... ternyata memiliki sisi humoris seperti ini.

Dia ingat bahwa ini adalah hari ulang tahun Zelda. Pria itu bahkan sampai rela menerjang hujan demi hadir di sini. Namun, dia sama sekali tidak ingat, ini juga hari ulang tahun istrinya, hari ulang tahunku.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

10
91%(125)
9
0%(0)
8
1%(2)
7
0%(0)
6
2%(3)
5
1%(1)
4
1%(1)
3
1%(1)
2
1%(2)
1
2%(3)
9.4 / 10.0
138 ratings · 138 reviews
Write a review
user avatar
nur rizkiana
hahahah aq baca bru sampe nab 64,,muter" soalnya,,trus langsung langkah ke bab terakhir,,kirain udah cerai sama ardi n nikah sama rian,ternyataaaaa masih aja sama ardi,hadehhh
2025-08-28 10:53:19
1
user avatar
Ariyantitri
ceritanya kebanyakan konflik salah faham melulu gak ada kejelasan... lama2 bosen bacanya
2025-08-27 22:33:43
0
user avatar
Arum Kumala Dewi
Thor.. ini kl kelamaan sampai 400 bab orang mikir juga Thor ............
2025-08-27 00:42:13
0
user avatar
Zizizaq
keren Thor. baca juga karya Zizizaq 1. nikah kontrak berbuah cinta (tamat) 2.antara mencintai dan melupakan (tamat)
2025-08-26 00:14:25
2
user avatar
Alan Nasution
crita lama tai , FLnya gak tegas sma diri sndiri , kecewa , ngarep , kecewa ngarep , gitu aja trus . klo si cwok udh dia rasa gak jlas , ya si cweklah yg ambil putusan serius . bisanya cuma mewek . smpe sini yg mwek2 si cwek , krakter goblok sih menurutku , perkembngan karakternya gak ada
2025-08-23 10:47:20
8
default avatar
Fer Bryan
Ceritanya menyentuh hati
2025-08-22 13:26:08
0
default avatar
niniqwahyuni
dr raisa ini gobloknya karena dia ga mau konfrontasi langsung. dah tahu ardinya kegatelan dan zeldanya keganjenan. kenapa doa ga nyindir juga. udah beliin rumah, beliin cincin bahkan dah ketemuan sma ortu si zelda. malah diam diam dan sok tersakiti muluk.
2025-08-22 12:16:06
1
user avatar
Heny Arniawati
heran y koq dr.Raisa tu Ndak peka3 ya klo diperhatiin m dr. ardi...Dy hyn sibuk m perasaan yg merasa tersakiti..sehatusx lebih pekaaa...
2025-08-17 19:19:28
0
user avatar
lisa lisa
Semangat, Admin! Update terus, ya! Terlope-lope aku, tuh! Wwkwkwk!!!
2025-08-16 15:14:50
0
default avatar
Bisri
Kalo dari sinopsisnya sih ada adegan ardi berlutut nangis" minta gak usah cerai. Tapi si raisa gak nanggepi malah bilang suruh antri buat ndapetin hati dia lagi. Tapi gtw eps ke berapa ada adegan itunya. Soalnya yg ada udah di eps 400 lebih aja masih raisa terus yg nangis.
2025-08-14 20:58:45
3
user avatar
Achmad Dzacky
kayaknya isinya cm drama salah paham Mulu ya .........
2025-08-14 15:17:05
1
user avatar
Fara Sulaiman
Raisa Ardi gado depan lift jer dah 4epd. Then bersambung. Hurmm, tak perlu tulis luahan hati terlalu byk. Bazir epd sis 🥲
2025-08-13 12:28:19
0
default avatar
Fer Bryan
Baru x ini gw dukung Raisa cpt2 tanda tngn srt cerai. Ardi sengaja manas2in Raisa dgn Zelda. Pengen tau kl udh ditnda tngan Raisa, Ardi masih bs sombong gx
2025-08-13 11:41:08
1
default avatar
Numm Harnum
Muakkk. Gada ujung kejelasan. Salah paham terus. Suara hati terus kebanyakan. Menye menye bgtt
2025-08-13 10:38:20
2
user avatar
ana trisnawati
Kisahnya berbelit-belit terussss. berulang seperti itu. Raisa Rian ketemu Ardi Zelda . dan semua isi pikiran Raisa selalu hal yg di ulang2 juga trus.
2025-08-06 13:27:27
8
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 10
466 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status