Share

21. Rencana Operasi Vespa

Author: ime-chan
last update Petsa ng paglalathala: 2025-02-10 22:49:01

Jauh di bawah tanah yang tersembunyi di jantung Singapura, sebuah laboratorium rahasia berdiri kokoh dengan suasana yang misterius dan berkelas. Di dalam ruang yang penuh dengan alat-alat canggih dan teknologi mutakhir, Ayesha berdiri di depan meja laboratorium yang dipenuhi berbagai peralatan seperti tabung reaksi yang berwarna-warni, mikroskop elektron yang mencermati objek dengan presisi tinggi, dan kandang-kandang kecil yang berisi koloni Vespa mandarinia hasil modifikasi awalnya. Cahaya re
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   60. Keputusan Sebelum Fajar

    Fajar belum benar-benar datang ketika langit di atas pegunungan masih berwarna biru keabu-abuan. Kabut menggantung rendah di antara batang-batang pinus, membungkus tempat persembunyian itu dalam kesunyian yang hampir sempurna. Embun menetes perlahan dari ujung dedaunan, sementara udara dingin menusuk hingga ke tulang.Dari jendela kamar kecilnya, Ayesha memandang garis cakrawala yang mulai memucat. Ia tidak tidur semalaman. Di atas meja masih tergeletak laporan-laporan mengenai dampak Operasi Vespa, foto-foto korban, catatan ilmiah yang dahulu ia banggakan, Ayesha merasa bahwa ia tidak lagi memiliki hak untuk bersembunyi di balik alasan balas dendam.Ia menarik napas panjang, lalu menutup layar komputer satu per satu. Pantulan wajahnya tampak semakin pucat di permukaan monitor yang menghitam. Luka-luka kecil di tangannya—bekas bekerja berjam-jam di kamar dan insiden beberapa waktu lalu—belum sepenuhnya hilang. Kulit manusia memiliki kemampuan memperbaiki dirinya melalui proses regener

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   59. Pengakuan yang Mengubah Segalanya

    Malam turun perlahan menyelimuti tempat persembunyian mereka di pegunungan. Hujan yang sejak sore mengguyur kawasan itu kini hanya menyisakan rintik-rintik halus yang memukul permukaan atap logam dengan irama pelan. Udara menjadi jauh lebih dingin. Kabut mulai turun dari lereng-lereng hutan pinus, menelan sedikit demi sedikit jalan setapak. Dari jendela ruang kerja yang menghadap lembah, Ayesha berdiri memandangi gelapnya malam. Pantulan wajahnya terlihat samar pada kaca, seolah memperlihatkan dua sosok berbeda yang hidup di dalam dirinya. Yang pertama adalah Ayesha, ilmuwan muda yang dahulu percaya bahwa ilmu pengetahuan dapat memperbaiki dunia. Yang kedua adalah perempuan yang menciptakan Operasi Vespa dan tanpa sadar membuka pintu bagi bencana yang jauh lebih besar daripada dendam pribadinya. Semakin lama ia memandang bayangannya sendiri, semakin sulit ia menentukan mana yang masih benar-benar dirinya.Pintu ruangan terbuka perlahan tanpa suara. Alexei masuk dengan langkah tenang

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   58. Monster yang Bercermin

    Pagi datang tanpa benar-benar membawa ketenangan. Kabut tipis masih menyelimuti lereng pegunungan tempat persembunyian baru Alexei, sementara embun menggantung di ujung dedaunan pinus yang mengelilingi bangunan beton berarsitektur minimalis itu. Dari balik jendela, Ayesha memandang hamparan hutan yang seolah tidak tersentuh dunia luar. Burung-burung kecil mulai berkicau, menciptakan kontras yang menyakitkan dengan kekacauan yang sedang melanda Singapura. Baginya, alam selalu memiliki cara menjaga keseimbangan. Setiap spesies memiliki fungsi, setiap predator memiliki batas, dan setiap kehidupan berjalan mengikuti mekanisme yang dibentuk selama jutaan tahun evolusi. Namun, ia tahu bahwa keseimbangan itu telah ia ganggu dengan tangannya sendiri.Di atas meja kerja terbentang puluhan laporan digital yang dikirim melalui jaringan terenkripsi organisasi Alexei. Layar holografik menampilkan peta kota yang dipenuhi titik-titik merah, masing-masing melambangkan lokasi serangan terbaru, kawasa

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   57. Luka yang Tak Pernah Sembuh

    Malam pertama di tempat persembunyian baru itu terasa jauh lebih sunyi daripada yang dibayangkan Ayesha. Hujan yang sejak sore mengguyur kawasan hutan akhirnya mereda, menyisakan aroma tanah basah yang masuk melalui celah ventilasi berfilter udara. Sistem pemurnian oksigen di dalam rumah bekerja secara otomatis, menghasilkan dengungan halus yang nyaris menyerupai napas manusia. Cahaya lampu di kamar sengaja diredupkan hingga hanya menyisakan semburat keemasan di sudut ruangan, tetapi suasana yang tenang justru membuat pikirannya semakin sulit beristirahat. Ayesha berbaring di atas ranjang tanpa benar-benar memejamkan mata. Setiap kali ia mencoba tidur, bayangan laboratorium yang ditinggalkan, wajah-wajah korban Operasi Vespa, dan tatapan Daren saat malam sebelumnya kembali bermunculan. Tubuhnya memang berada di tempat yang aman, tetapi pikirannya masih terjebak di antara reruntuhan masa lalu yang belum pernah benar-benar ia tinggalkan.Entah kapan rasa lelah akhirnya mengalahkan kesa

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   56. Persimpangan Jalan

    Langit dini hari masih diselimuti awan kelabu ketika kendaraan lapis baja berwarna hitam melaju meninggalkan kawasan industri yang telah berubah menjadi lokasi pengepungan besar-besaran. Lampu rotator kendaraan militer yang berkilauan di kejauhan perlahan menghilang dari kaca spion, berganti dengan jalanan sempit yang membelah kawasan perbukitan di pinggiran Singapura. Hujan tipis membasahi kaca depan, membentuk pola-pola acak yang diterangi cahaya lampu jalan. Ayesha duduk membisu di kursi belakang, tubuhnya masih mengenakan jas laboratorium yang kusut dan bercak debu dari laboratorium yang baru saja mereka tinggalkan. Rambut hitam panjangnya tergerai berantakan, sebagian menempel di pipinya yang pucat. Kedua tangannya saling menggenggam erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di kursi depan, Alexei duduk tanpa banyak bicara. Tatapan pria bermata abu-abu itu tetap lurus ke jalan, tetapi sesekali ia memperhatikan pantulan wajah Ayesha melalui cermin tengah. Tidak ada kemenangan di wa

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   55. Pilihan Terakhir Ayesha

    Malam itu, pusat komando investigasi milik pemerintah berubah menjadi tempat yang penuh tekanan. Hanya suara langkah kaki para petugas, dengungan komputer analisis, dan bunyi notifikasi dari berbagai layar yang memenuhi ruangan. Di salah satu layar utama terpampang hasil pencocokan data terakhir yang selama berminggu-minggu dicari oleh tim Daren. Semua potongan kecil akhirnya membentuk satu gambar besar."Ayesha adalah dalangnya."Namun bagi Daren, nama itu bukan hanya nama tersangka. Itu adalah seseorang yang pernah ia cintai. Seseorang yang pernah berdiri di sampingnya ketika ia belum memiliki kekuasaan apa pun. Seseorang yang pernah percaya bahwa dirinya bisa mengubah dunia."Apa perintah Anda?" tanya Marcus.Daren terdiam cukup lama. Sebagai walikota, jawabannya jelas. Tangkap pelaku. Hentikan ancaman. Lindungi masyarakat. Namun sebagai seseorang yang mengenal Ayesha, ia tahu ada sesuatu yang lebih rumit dari sekadar penangkapan."Siapkan operasi," akhirnya kata Daren.Marcus meng

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   12. Persaingan Politik

    Pagi itu, di ruang konferensi pusat organisasi nirlaba Daren dipenuhi kilau cahaya terang lampu neon. Di meja berbentuk oval besar, duduk para anggota timnya yang memasang ekspresi serius, sementara Daren berdiri di depan layar presentasi berpadu dengan setelan jas

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   07. Pesan Cassandra

    Malam itu, hujan deras kembali mengguyur seisi kota. Ayesha duduk tenang di ruang tamu, mengerjakan laporan hasil penelitiannya sambil sesekali melirik ponsel yang tergeletak di meja. Daren masih belum menapakkan kaki di apartemen, meski sudah pukul sepuluh malam.

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   06. Kecurigaan

    Cahaya pagi menyusup masuk ke apartemen mereka yang minimalis, memantulkan kemewahan sederhana dari lantai kayu yang mengkilap. Ayesha tengah duduk di kursi dekat dapur, mengenakan piyama sutra berwarna sage, memegang secangkir teh hangat di tangannya. Di atas meja

  • Aku, Raja Mafia dan Bayang-Bayang Kekuasaan   05. Kemunculan Alexei

    Langit malam kian larut saat Ayesha menangkap suara langkah kaki yang berat dengan telinganya mendekat ke pintu laboratorium. Pintu yang seharusnya tidak mudah ditemukan, terlebih oleh orang luar. Rasa curiga langsung menjalari tubuhnya, memicu degup jantung lebih

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status